Showing posts with label B2B. Show all posts
Showing posts with label B2B. Show all posts

Thursday, April 18, 2024

LinkedIn's Top 15 Companies in Indonesia: Bank Mandiri and Telkom Take the Lead

 

Jakarta. LinkedIn, a professional networking platform, unveiled its list of the top 15 companies renowned for fostering career development in Indonesia for the year 2024. Leading the pack is state-owned Bank Mandiri, recognized as the best workplace for career advancement in the country.

Following closely is Telkom Indonesia, another state-owned entity in the telecommunications sector, securing the second spot. This is trailed by Bank Tabungan Negara, eFishery, and Bank Rakyat Indonesia.

Additionally, renowned companies such as Reckitt, Procter & Gamble, Djarum, Philip Morris International, The Coca-Cola Company, Infineon Technologies, ExxonMobil, Nestlé, Alphabet Inc, and Kino Indonesia have also earned places in the prestigious LinkedIn Top Companies 2024 list.

Agus Dwi Handaya, Director of Compliance and HR at Bank Mandiri said in a statement that the bank has implemented a range of training programs through corporate universities and structured programs such as onboarding programs, career acceleration, career mentoring, career assignments, talent mobility, technical & leadership development, and international exposure through scholarships for formal postgraduate education (Master's degree) to 15 of the world's best universities. Notably, the bank has achieved commendable gender equality with 52 percent of its workforce being women, including 36 percent in leadership roles.

Meanwhile, Afriwandi, Director of Human Capital Management at Telkom, expressed gratitude for the recognition, attributing it to the collective efforts of Telkom Indonesia employees. The consecutive inclusion of Telkom in the Top Companies list reflects the company's commitment to transformation and excellence, fueled by the dedication and diligence of its workforce.

LinkedIn's evaluation methodology incorporates various factors, including advancement opportunities, skill development, company stability, external prospects, company culture, gender diversity, educational background diversity, and employee headcount.

To be considered, companies must have a minimum of 500 employees in Indonesia as of December 31, 2023, with layoffs not exceeding 10 percent during the assessment period from January 1, 2023, to December 31, 2023.

Here are LinkedIn's Top 15 Companies in 2024:

  1. Bank Mandiri
  2. Telkom Indonesia
  3. Bank Tabungan Negara
  4. eFishery
  5. Bank Rakyat Indonesia
  6. Reckitt
  7. Procter & Gamble
  8. Djarum
  9. Philip Morris International
  10. The Coca-Cola Company
  11. Infineon Technologies
  12. ExxonMobil
  13. Nestlé
  14. Alphabet Inc
  15. Kino Indonesia

Sumber: https://www.startsmeup.id/2024/04/linkedins-top-15-companies-in-indonesia.html

Bahlil Sebut Uni Emirat Arab Berencana Investasi di IKN, Bangun Panel Surya


 JAKARTA, KOMPAS.TV - Menteri Investasi Bahlil Lahadalia menyebut Uni Emirat Arab (UEA) berencana membangun panel surya di Ibu Kota Nusantara (IKN).

Hal tersebut diungkap Bahlil Lahadalia usai mendampingi Presiden Joko Widodo bertemu dengan mantan Perdana Menteri Inggris Tony Blair di Kompleks Istana Kepresidenan, Kamis (18/4/2024).

“Khususnya untuk di IKN, akan ada rencana pembangunan dengan Uni Emirat Arab, untuk surya panel di sana, detailnya kami lagi menyusun,” kata Bahlil.

Bahlil menjelaskan rencana pembangunan panel surya di IKN merupakan kerja sama business to business (B2B) yang difasilitasi oleh Tony Blair Institute of Global Change.

“Ini B2B, dia akan masuk dari Uni Emirat Arab ya, detailnya nanti akan kami sampaikan, tapi difasilitasi oleh Tony Blair Institute,” ucap Bahlil.

Dalam kesempatan tersebut, Bahlil kemudian ditanya berapa nilai investasi panel surya yang akan diberikan oleh Uni Emirat Arab di IKN.

“Kita belum bisa bicara nilai, kapasitasnya kurang lebih sekitar 1,2 (GigaWatt),” ucap Bahlil.

“Ini proposal baru masuk, jangan aku ditagih lagi nanti soalnya, ini sudah mau dekat bulan Oktober soalnya, jangan kita ditagih-tagih.”

Bahlil berharap semua investasi yang rencananya dilakukan Uni Emirat Arab (UEA) di IKN benar-benar bisa realisasi.

“Ini kan baru menyampaikan minat, mudah-mudahan, doakan ya (penandatanganan kontrak tahun ini -red) bisa tahun ini ya, Insya Allah, Insya Allah ya, kita sekarang lebih banyak Insyaallah,” ujar Bahlil.

Oleh karena itu, Bahlil mengatakan akan segera merumuskan formulasinya agar investasi panel surya dari Uni Emirat Arab dapat terealisasi. Satu di antaranya membangun bekerja sama antara otorita IKN dengan Satgas Investasi.

“Ini kita akan dikerjakan oleh Satgas bareng-barang dengan otorita, dengan Satgas Investasi, pasti akan berkolaborasi dengan PLN, karena undang-undang kan kita yaitu PLN, makanya kita lagi merumuskan formulasinya,” ujar Bahlil.

Sumber: https://www.startsmeup.id/2024/04/jakarta-kompas.html

Wednesday, April 17, 2024

Pemerintah Siap Fasilitasi Business Matching Apple di Indonesia

 

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemerintah melalui Kementerian Perindustrian siap memfasilitasi business matching atau pencocokan bisnis untuk menyesuaikan kebutuhan komponen-komponen yang diperlukan Apple di Indonesia.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menjelaskan, pencocokan bisnis lebih cepat untuk dilakukan dibandingkan dengan opsi pembangunan pabrik manufaktur gawai Apple di Indonesia.

"Kemenperin sudah punya daftar komponen-komponen ponsel yang sudah diproduksi di Indonesia yang mungkin bisa kita kawinkan, lewat business matching," kata Menperin Agus Gumiwang saat memberikan keterangan pers di Istana Kepresidenan Jakarta, kemarin, seusai CEO Apple Tim Cook bertemu dengan Presiden Joko Widodo.

Agus menyampaikan, Presiden menginginkan perusahaan teknologi raksasa asal Amerika Serikat tersebut bisa memperluas bisnisnya di Indonesia. Presiden menginginkan Apple bisa membangun pabrik di Indonesia, selain investasi yang sudah ada dan berjalan sekarang, yakni pengembangan talenta digital melalui Apple Academy.

Pemerintah Indonesia dan pihak Apple pun sudah sepakat pembangunan manufaktur diperlukan agar Indonesia menjadi pemain dari rantai pasok Apple di dunia.

Agus menjelaskan, selain membangun pabrik, pencocokan bisnis dapat dilakukan karena Apple dapat memanfaatkan komponen-komponen, seperti baterai, kabel dan lain-lain yang sudah diproduksi di Indonesia. "Jadi ada dua (opsi) kalau bicara manufaktur, mulai pabrik sendiri atau gunakan yang diproduksi di Indonesia dengan berbagai penyesuaian spesifikasinya," kata Agus.

Sementara itu Menteri Komunikasi dan Informatika Budi Arie Setiadi memaparkan, dari 360 komponen yang dibutuhkan dalam memproduksi produk Apple, hanya dua komponen yang tersedia di Indonesia.

"Jadi 360 komponen itu hanya dua dari Indonesia, dibanding Vietnam (memiliki) 72 (komponen). Pak Presiden juga minta Tim Cook kalau bisa lebih banyak lagi komponen dari Apple ini dibuat di Indonesia," kata Budi Arie.

Di sisi lain, proses agar Indonesia menjadi pemasok produk Apple memerlukan waktu yang tidak sebentar, seperti Vietnam yang menjadi salah satu acuan selama 20 tahun, sedangkan China sudah berjalan 30 tahun.

Sumber: https://www.startsmeup.id/2024/04/pemerintah-siap-fasilitasi-business.html

Tuesday, April 16, 2024

Kuasai Pasar B2B! Ini 10 B2B e-Commerce Terpopuler di Indonesia Tahun 2024

 

CilacapUpdate.com - Di era digital yang kian berkembang, bisnis B2B e-Commerce di Indonesia menjelma menjadi raksasa baru dengan peluang tak terbatas. Jumlah perusahaan yang terus bertumbuh, kebutuhan akan pemasok terpercaya, dukungan pemerintah terhadap UMKM, dan pergeseran pola pengadaan membuka gerbang peluang bagi platform B2B e-Commerce.

Paragraf 2: Memperkenalkan 10 Juara B2B e-Commerce 

Artikel ini mengupas tuntas 10 B2B e-Commerce terpopuler di Indonesia tahun 2024: 

1.Bhinneka.Com: Pelopor B2B e-Commerce dengan katalog lengkap IT, MRO, dan solusi bisnis. 

2.Kawan Lama Sejahtera: Raksasa perkakas dan kebutuhan industri dengan 19 cabang di seluruh negeri.

3.Indonetwork: Marketplace B2B dengan 3 juta member, menawarkan 18 ribu produk dan jasa. 

4.Blibli for Business: Solusi B2B dari Blibli, menghadirkan kemudahan dan fleksibilitas bagi perusahaan. 

5.Sribu (ex. Sribulancer): Marketplace freelancer terdepan untuk jasa desain, konten, dan digital marketing.

6.Indotrading: Marketplace B2B dengan sistem RFQ dan tender online, menghubungkan penjual dan pembeli.

7.Ralali: Solusi e-procurement yang transparan dengan fokus pada pengadaan barang dan jasa.

8.Mbiz.co.id: Platform e-Procurement untuk memudahkan pengadaan barang dan jasa B2B dan B2G.

9.AXIQoe: B2B e-Commerce khusus perlengkapan kantor, terdaftar di E-Katalog LKPP.

10.Monotaro: B2B e-Commerce dengan katalog lengkap kebutuhan industri dan kantor dari Jepang.

Faktor-faktor seperti banyaknya perusahaan di Indonesia, kebutuhan akan pemasok terpercaya, partisipasi UMKM, dan kebijakan pemerintah membuka peluang besar bagi B2B e-Commerce. Meskipun internet, teknologi, dan regulasi bukan lagi hambatan, kompetisi ketat menjadi tantangan utama. Pemain lama dengan basis data pelanggan dan katalog produk yang luas mendominasi pasar. Modal kuat dan koneksi luas menjadi kunci bagi pemain baru untuk bersaing. Tahun 2024 menjadi tahun krusial bagi B2B e-Commerce di Indonesia. Peluang besar menanti, diiringi tantangan sengit. Platform yang mampu berinovasi, beradaptasi, dan membangun hubungan baik dengan pelanggan akan menjadi pemenang di era digital ini. Artikel ini bagaikan peta harta karun bagi para pelaku bisnis B2B e-Commerce di Indonesia. Dengan memahami peluang dan tantangan yang ada, para pengusaha dapat melangkah dengan mantap dan meraih kesuksesan di era digital yang penuh peluang ini.***

Sumber: https://www.startsmeup.id/2024/04/kuasai-pasar-b2b-ini-10-b2b-e-commerce.html

Investor Masuk, Orientasi PAM Bandarmasih Berubah?

 

Rencana PT Air Minum (PAM) Bandarmasih untuk mengganti jaringan pipanya yang sudah uzur, tampaknya tak bisa mengandalkan APBD Banjarmasin 2024. Direktur Utama PT Air Minum (PAM) Bandarmasih, Muhammad Ahdiat mengungkap sejumlah skema alternatif. "Bisa melalui APBN atau kerja sama dengan perbankan," ungkap Ahdiat di gedung DPRD Banjarmasin, beberapa waktu lalu.

Soal pinjaman ke bank, menurutnya harus melalui penghitungan mendalam. "Itu yang masih dikaji," tukasnya. Dan, masih ada skema lain. "Kita juga punya rencana lain, yakni investasi dengan skema business to business (B2B),” ujarnya. Intinya, PAM Bandarmasih akan membuka diri pada penanam modal dari luar. Pihaknya akan menghitung dengan cermat peluang investasi mana yang paling menguntungkan. 

Mengingat proyek infrastruktur perpipaan ini akan menelan miliaran rupiah, bagaimana dengan nasib pelanggan? "Kami pastikan alternatif ini tidak akan menghilangkan social oriented perusahaan kami," tegasnya. Saat ini PAM Bandarmasih mempunyai 180 ribu pelanggan. 80 persen didominasi rumah tangga, sisanya pelaku usaha. (*) 

Sumber: https://www.startsmeup.id/2024/04/investor-masuk-orientasi-pam.html

Wednesday, April 3, 2024

BBTN Rilis IBB Layani Pebisnis Muda

 

Pasardana.id - PT Bank Tabungan Negara Tbk (IDX: BBTN) merilis Internet Banking Business (IBB) guna melayani kebutuhan para pebisnis muda.

Bersamaan dengan itu, bank yang baru saja mengubah logo ini juga menampilkan fitur terbaru yang disematkan di BTN mobile yaitu Money Changer dan Investasi Reksa dana.

Inovasi pada fitur-fitur terbaru BTN Mobile diharapkan mampu meningkatkan penggunaan aplikasi nasabah.

Hal ini dibuktikan dari meningkatnya jumlah transaksi pada Januari 2024 yang tumbuh sekitar 183 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Direktur Distribution and Institutional Funding BBTN, Jasmin mengatakan, kehadiran produk digital dan fitur teranyar ini akan siap membantu Sahabat BTN dalam mengelola keuangan dengan lebih efektif dan efisien.

“Melalui BTN Internet Banking Business (IBB), Sahabat BTN dapat melakukan limitasi transaksi yang lebih besar dengan single ataupun multiple authorization, fleksibilitas registrasi, transaksi yang dapat dilakukan secara bulking, serta adanya kewenangan berjenjang untuk masing-masing transaksi,” papar Jasmin di Jakarta, Rabu (3/4).

Sementara itu, Direktur Information Technology BBTN, Andi Nirwoto menambahkan, lahirnya produk BTN Internet Banking Business didasarkan pada upaya perseroan untuk selalu memenuhi kebutuhan nasabah, terutama bagi mereka yang sedang mengembangkan bisnis usaha kecil hingga menengah. 

“Hal tersebut memotivasi BTN untuk mengembangkan produk digital dengan layanan yang komprehensif, yaitu BTN Internet Banking Business,” ujar Andi Nirwoto.

Menurut Andi, berbagai kemudahan akan didapat nasabah dengan layanan BTN Internet Banking Business antara lain; nasabah dapat melakukan transfer dana antar rekening bisnis dengan mudah, melacak transaksi bisnis secara real time, serta mengelola daftar penerima dan pengirim secara fleksibel.

“Cara mengakses fitur baru tersebut adalah login ke aplikasi menggunakan akun Internet Banking Bisnis yang sudah didaftarkan melalui Customer Service Bank BTN,” paparnya.

Selain meluncurkan produk digital baru, rencananya, BTN juga akan menghadirkan inovasi pada produk digital unggulannya, yaitu; Super Apps BTN Mobile, dengan fitur Investasi Reksadana dan Online Money Changer.

“Melalui fitur Reksadana, nasabah menentukan portofolio investasi berdasarkan analisa profil risiko yang telah dilakukan” kata SEVP Digital Business BTN, Thomas Wahyudi.

Thomas mengungkapkan, dengan fitur Reksadana, nantinya nasabah akan dapat menikmati kemudahan berinvestasi melalui BTN Mobile.

Adapun akses yang ada dalam fitur tersebut antara lain, yaitu; informasi terkini reksadana, kemudahan pembelian dan penjualan reksadana, hingga melakukan pemantauan portofolio investasi secara real time

Untuk menggunakan fitur baru tersebut, nasabah perlu memperbaharui aplikasi BTN Mobile ke versi yang terbaru pada Market Store.

Fitur lainnya yang akan hadir di BTN Mobile, yakni; Online Money Changer.

Melalui fitur ini, nasabah akan difasilitasi dengan penukaran mata uang asing secara online khususnya untuk mata uang US Dollar.

Nasabah dapat melakukan transaksi penukaran mata uang asing dengan harga yang kompetitif, serta melacak riwayat transaksi tukar menukar mata uang.

Sumber: https://www.startsmeup.id/2024/04/bbtn-rilis-ibb-layani-pebisnis-muda.html

Power Wheeling untuk EBT Perlu Diiringi Skema B2B Biaya Sewa yang Adil

 

JAKARTA - Wacana menerapkan konsep power wheeling untuk mendongkrak pengembangan energi baru terbarukan (EBT) di dalam negeri, jika direalisasikan, dinilai perlu diikuti dengan skema business to business (B2B) yang jelas untuk menentukan biaya sewa antara produsen listrik dengan pemilik jaringan transmisi.

Praktisi energi terbarukan Mardani Surya Hutama mengatakan, hal itu penting untuk memastikan pemilik jaringan transmisi memperoleh kompensasi yang adil. Pasalnya, jelas dia, membangun jaringan transmisi selain sulit juga membutuhkan investasi yang tidak sedikit. Tak hanya itu, pemilik jaringan juga harus menanggung risiko jika terjadi gangguan.

"Jadi jika mau bicara fair, pelanggan yang menikmati energi terbarukan juga perlu sadar bahwa itu bisa dinikmati berkat adanya jalur transmisi dan distribusi milik PLN," ujar Mardani di Jakarta, Selasa (2/4/2024). 

Untuk diketahui, power wheeling adalah mekanisme yang membolehkan swasta atau independent power producer (IPP) membangun pembangkit, dan menjual listriknya secara langsung ke masyarakat melalui jaringan transmisi PLN. Skema ini tengah didorong untuk diterapkan bagi pembangkit EBT guna mempercepat pemanfaatan energi terbarukan di Indonesia.

Namun, kata Mardani, kendati pengembangan EBT penting, hal itu harusnya tidak lantas menafikan hak pemilik jaringan transmisi. Karena itu, tegas dia, pelaksanaan konsep power wheeling ini perlu memastikan biaya sewa penggunaan jaringan transmisi secaraB2B antara produsen dengan pemilik jaringan.

"Sangat tidak fair kalau pembangkit EBT menjual listrik tanpa membangun jaringan kabel transmisi dan distribusi. Sebab, risiko kelistrikan tetap larinya ke pemilik jaringan, termasuk risiko dari sifat intermitensi pembangkit EBT-nya," tuturnya. 

Dengan menggunakan skema B2B, lanjut Mardani, biaya sewa bisa dipastikan dengan adil. Dengan begitu, produsen yang sudah bisa menghasilkan EBT bisa melakukan penjualan dan pemilik jaringan transmisi pun diuntungkan. "Win-win solutions jadinya, bukan pemaksaan sepihak saja," tandasnya.

Sumber: https://www.startsmeup.id/2024/04/power-wheeling-untuk-ebt-perlu-diiringi.html


Monday, April 1, 2024

Raksasa Tersembunyi B2B Offline, Polibeli Dorong Digitalisasi UMKM RI

 

Jakarta, CNN Indonesia -- Sebagai salah satu negara berkembang di Asia Tenggara, Indonesia telah mencatat pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) yang luar biasa selama 10 tahun terakhir. Kontribusi besar terhadap PDB itu berasal dari pasar offline, termasuk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Seiring pesatnya pertumbuhan ekonomi Indonesia, kebutuhan akan variasi produk yang lebih baik dan efisiensi dalam pemenuhan permintaan semakin meningkat. Apalagi, berdasarkan data Kementerian Keuangan pada Maret 2021, UKM di Indonesia berjumlah 64,2 juta pelaku usaha, memberi peluang bagi perusahaan baru untuk memberikan layanan bisnis yang lebih baik dan lebih terdiversifikasi.

Salah satu perusahaan yang berinovasi di pasar UMKM Indonesia, yakni Polibeli. Berlokasi di Jakarta, perusahaan yang berbasis investasi di Singapura ini telah memimpin perubahan dengan menyajikan model bisnis yang berfokus pada business to business (B2B). Polibeli tidak hanya sekadar menjual produk kepada pelanggan UMKM, tetapi juga berusaha meningkatkan pengalaman pelanggan individual dari pemilihan hingga pengemasan produk.

Polibeli merupakan bagian dari Xingyun Group sebagai perusahaan induk yang berkantor pusat di Singapura. Dengan Gross Merchandise Value (GMV) mencapai lebih dari US$5 miliar per tahun, Xingyun Group merupakan perusahaan unicorn di arena e-commerce B2B lintas batas dengan cakupan bisnis globalnya merambah Asia, Amerika Utara, dan Eropa.

Berbeda dengan e-commerce lainnya, Polibeli melakukan pendekatan inovatif dalam menjangkau pelanggan, yakni menggabungkan metode tradisional dengan teknologi canggih. Karenanya, Polibeli terus berkembang hingga memiliki jangkauan luas yang tersebar di 16 kota di Pulau Jawa, mulai dari Banten sampai Surabaya.

Polibeli juga tumbuh pesat dengan memiliki lebih dari 260 karyawan dan diperkirakan akan bertambah menjadi sekitar 400 pada akhir 2023.

Di tim manajemen, Polibeli dipimpin oleh Matthew Chan selaku CEO dan Billy Wong di kursi Penasihat Dewan Polibeli. Billy Wong merupakan Adjunct Professor di City University of Hong Kong dan dinominasikan oleh Fortune China sebagai salah satu "40 under 40" pada 2021.

Billy Wong kemudian mendirikan Xingyun Group pada 2015 dengan tujuan membawa perubahan baru dalam bisnis e-commerce B2B lintas batas. Sementara Matthew Chan, yang juga sebagai salah satu pendiri Xingyun Group, memiliki pengalaman luas dalam pengembangan dan ekspansi bisnis inovatif.

Matthew Chan mengatakan, Polibeli berfokus untuk membantu UMKM di Indonesia yang menjual barang-barangnya secara langsung atau offline. Mengingat UMKM di Indonesia berdasarkan data Kemenkeu mencapai 64,2 juta pelaku usaha, dimana mereka berkontribusi lebih dari 61 persen terhadap PDB dengan nilai Rp8.573,89 triliun.

"Polibeli hadir untuk memberdayakan UMKM dalam jumlah besar di Indonesia, yaitu toko yang sudah memiliki komunitas sendiri dan toko khusus lainnya, dengan rantai pasokan yang lebih baik, lebih murah, dan lebih luas," ujar Matthew.

Di samping itu, dengan rantai pasokan yang kokoh dan harga yang lebih murah, Polibeli juga bertujuan untuk mentransformasi UMKM menjadi Go Digital menggunakan teknologi mumpuni yang dimiliki.

"Kami juga bertujuan untuk terus mentransformasi dan mendigitalkan titik penjualan mereka dengan menggunakan teknologi yang mumpuni sehingga mereka dapat mencapai hasil penjualan dan pendapatan yang lebih maksimal," tutur Mathew.

Karenanya, Polibeli menyasar UMKM sebagai target pasar, terutama yang berfokus pada segmen produk-produk tertentu seperti elektronik, peralatan rumah tangga, dan produk keperluan rumah tangga lainnya.

"Pelanggan Polibeli dapat mengakses lebih dari 3.000 produk berbeda melalui aplikasi, mulai dari barang elektronik hingga produk keperluan rumah tangga," kata Matthew.

Untuk rantai pasokan, lanjut Matthew, Polibeli mengandalkan produsen internasional dan lokal di Indonesia. Dimana tim spesialis Polibeli melakukan penyaringan untuk memilih produk berkualitas dengan harga bersaing.

Lebih lanjut Matthew mengatakan, untuk menjangkau pasar UMKM di Indonesia, Polibeli menggunakan gudang pusat dan gudang cabang yang terletak di berbagai kota. Strategi ini dilakukan Polibeli untuk memastikan pengiriman produk yang efisien dan cepat.

"Dengan strategi ini, Polibeli menghadirkan efisiensi tambahan tanpa harus mengeluarkan investasi infrastruktur besar-besaran," terang Matthew.

Matthew menambahkan, Polibeli juga mengisolasi berbagai titik dalam rantai pasokan dan proses pemenuhan e-commerce dengan menggunakan algoritma berdasarkan data mining. Hal ini mencakup manajemen inventaris, sistem manajemen gudang, analisis intelijen bisnis, desain rute, dan penetapan tugas.

"Polibeli menggunakan algoritma untuk memprediksi kapan produk pelanggan habis terjual. Algoritma juga digunakan Polibeli untuk membantu mengelola stok dan cashflow dengan lebih baik," ucap Matthew.

Matthew menerangkan, dalam menjangkau konsumen, tim Business and Development (BD) Polibeli di lapangan berperan penting dalam meningkatkan keterlibatan pelanggan, memberikan rekomendasi, dan memberikan bantuan langsung kepada pelanggan.

Selama bertugas di lapangan, menurut Matthew, tim BD dilengkapi dengan aplikasi seluler khusus bernama PoliSales yang dikembangkan Polibeli untuk meningkatkan keterlibatan pelanggan dan efisiensi dalam layanan. Langkah menggunakan aplikasi ini penting karena tim BD Polibeli bisa menawarkan berbagai promosi terbaru, produk baru, dan mengumpulkan masukan dari pemilik toko.

"Desain awalnya, aplikasi ini dibuat dengan elemen yang mirip dengan game RPG, di mana pengembang bisnis dapat memilih tugas berdasarkan rekomendasi algoritma. Algoritma ini menghitung data historis dan menentukan rute terbaik untuk tim BD sehingga mereka dapat mencapai pelanggan dengan efisien," ujar Matthew.

Selain itu, lanjut Matthew, Polibeli memahami biaya operasional menjadi faktor penting dalam menjaga produk tetap aman dan tepat waktu di toko pelanggan. Untuk itu, tim operasional Polibeli bekerja sama dengan penyedia angkutan barang internasional dan logistik domestik untuk mewujudkan keseimbangan antara biaya dan efisiensi secara dinamis.

"Untuk customer benefits, Polibeli mendorong pelanggan dengan menyelenggarakan promotional events, penjualan produk secara paket, dan hadiah menarik untuk pembelian berulang," kata Matthew.

Matthew menjelaskan, dengan fokus pada efisiensi, pengalaman pelanggan, dan pengurangan biaya operasional, Polibeli membantu UMKM di Indonesia untuk terus bertumbuh dan bersaing dalam ekonomi yang semakin kompetitif.

"Sebagai perusahaan yang melayani lebih dari sekadar segmen B2B, Polibeli tidak hanya menjadi penyedia produk, tetapi juga mitra dalam suksesnya bisnis UMKM di seluruh Indonesia," pungkas Matthew.

Lebih dari itu, Polibeli telah merancang layanan lebih dari sekadar B2B, yakni bisnis ke bisnis kepada konsumen atau B2B2C. Dengan nilai jangka panjang yang dihasilkan dari UMKM mitra Polibeli kepada pelanggan, menjadikan Polibeli lebih berkelanjutan dalam proses bisnis di segmen ini.

Sumber: https://www.startsmeup.id/2024/04/raksasa-tersembunyi-b2b-offline.html

Sunday, March 31, 2024

Rugi Bersih Susut, Blibli Kejar Profitabilitas di 2024

 

PT Global Digital Niaga Tbk (IDX: BELI) mencatat penyusutan rugi bersih menjadi Rp3,6 triliun pada 2023 dari posisi rugi bersih tahun sebelumnya yang sempat bengkak sebesar Rp5,5 triliun. EBITDA perseroan juga tercatat menyusut 30% menjadi minus Rp3,3 triliun.

Pendapatan bersih Blibli turun 4% (YoY) menjadi Rp14,7 triliun yang disebabkan oleh strategi perseroan mengoptimalkan bauran Total Processing Value (TPV) di sepanjang 2023. Optimalisasi ini lewat fokus pada pemilihan produk yang lebih menguntungkan di seluruh kategori pada segmen Ritel 1P. Sementara, segmen Ritel 3P didorong utamanya oleh kinerja OTA.

Namun, rata-rata nilai pesanan (average order value) meningkat 39% menjadi Rp1,5 juta pada 2023. Nilai belanja per pengguna pada segmen Institusi juga naik menjadi Rp11,7 juta, dan belanja per klien institusi naik menjadi Rp64,4 juta pada 2023.

“Sepanjang 2023, kami fokus pada peningkatan kinerja profitabilitas. Hal ini dilakukan dengan merasionalisasikan baruan kategori produk kami pada segmen Ritel 1P dan menyesuaikan biaya pada marketplace. Ini mendorong perolehan laba bruto dan margin bruto yang lebih sehat,” ujar CFO Blibli Ronald Winardi dalam keterangan resminya.
  • Segmen Ritel 1P (marketplace B2C) mencatat penurunan TPV sebesar 26% (YoY) menjadi Rp7,3 triliun dan pendapatan sekitar 28% (YoY) menjadi Rp6,3 triliun; laba bruto naik 42% (YoY) menjadi Rp517 miliar.
  • Segmen Ritel 3P (pihak ketiga lewat marketplace dan OTA) mencatat kenaikan TPV sebesar 35% (YoY) menjadi Rp49 triliun dan pendapatan bersih 466% (YoY) menjadi Rp1,1 triliun. Laba bruto juga naik 51% (YoY) menjadi Rp1,9 triliun.
  • Segmen Institusi (B2B dan B2G) membukukan TPV Rp10 triliun atau turun 4% (YoY), pendapatan bersih naik 15% (YoY) menjadi Rp3 triliun, dan laba bruto melesat 114% menjadi Rp279 miliar.
  • Toko Fisik mengantongi TPV Rp4,7 triliun atau tumbuh 20%, diikuti pendapatan bersih naik 18% (YoY) menjadi Rp4,1 triliun, dan laba bruto naik 18% menjadi Rp914 miliar.

Per 31 Desember 2023, Blibli memiliki posisi kas dan setara kas sebesar Rp1,8 triliun, turun dari posisi tahun sebelumnya yang sebesar Rp3 triliun.

Strategi profitabilitas

Strategi efisiensi jadi fokus utama Blibli tahun lalu dengan memanfaatkan otomatisasi dan teknologi dalam menyederhanakan proses operasional. Perseroan menyebut terus mendorong strategi tersebut, terutama pemangkasan biaya periklanan dan pemasaran untuk menekan kerugian lebih lanjut. Blibli mengestimasi tren kinerja positif akan berlanjut pada 2024.

“Berkaca pada tahun 2023, agenda strategis kami bersifat komprehensif, menyasar perluasan ragam produk, layanan bernilai tambah, kemajuan teknologi, dan sinergi ekosistem,” tutur Co-Founder dan CEO Kusumo Martanto.

Blibli juga akan memperluas toko fisik lewat kemitraan dengan pemilik merek global dan memperkuat program loyalitas omnichannel yang terintegrasi di ekosistem layanannya. Perseroan juga tengah membangun gudang baru di Marunda, Jawa Barat, dalam rangka memperluas jaringan fulfillment dan infrastruktur logistik tahun ini.

Gudang ini ditargetkan beroperasi secara bertahap pada tahun ini, dan akan melengkapi total 15 gudang yang dimiliki Bliblib saat ini dengan total akumulasi luas 130 ribu meter persegi. 

Sumber:  https://www.startsmeup.id/2024/03/rugi-bersih-susut-blibli-kejar.html


 

 

 

Airlangga Ajak Pebisnis Singapura Investasi di Industri Padat Karya

 

EmitenNews.com - Di sela-sela penyelenggaraan Indonesia-Singapore Business Forum 2024 di Singapura, Rabu (27/03), Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto melakukan pertemuan terbatas dengan kalangan bisnis Singapura yang memiliki hubungan erat dengan Indonesia.


Pertemuan dilakukan untuk berdiskusi dan berbagi informasi mengenai berbagai peluang dan potensi usaha dan investasi, serta tantangan ke depannya.


Dalam pertemuan tersebut, Menko Airlangga menegaskan peranan besar investasi asing dalam pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depan. “Dalam 10 tahun terakhir, investasi menjadi salah satu pendorong kunci pertumbuhan ekonomi Indonesia. Pemerintah tetap mengandalkan penanaman modal asing,” tegas Menko Airlangga.


Menanggapi pertanyaan mengenai peluang investasi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) dan rencana pengembangan KEK ke depan, Menko Airlangga menggarisbawahi rencana Pemerintah untuk terus mendorong pengembangan KEK di berbagai wilayah di Indonesia, termasuk KEK di Bali yang memberikan peluang investasi yang menarik bagi investor Singapura.


“Di wilayah Sanur, terdapat hotel yang dikonversikan menjadi rumah sakit atau klinik kesehatan. Sementara di KEK Kura Kura terdapat peluang investasi di bidang pendidikan dan pariwisata,” ungkap Menko Airlangga.


Menghadapi tantangan ke depan, Menko Airlangga menggarisbawahi perlunya terus mengembangkan industri padat karya di samping industri padat modal, seperti industri tekstil dan fesyen.


Selanjutnya, menjawab pertanyaan terkait sistem perpajakan dalam kabinet baru, Menko Airlangga memberikan ilustrasi tentang gagasan pembentukan lembaga perpajakan yang terpisah dengan Kementerian Keuangan.


“Saat ini otoritas perpajakan berada pada Direktorat Jenderal di bawah Kementerian Keuangan. Otoritas Perpajakan dapat saja terpisah menjadi lembaga tersendiri yang berada langsung di bawah Presiden, untuk menyeimbangkan checks and balances,” ujar Menko Airlangga.


Turut hadir delegasi kalangan pebisnis Singapura yang dipimpin oleh Chairman Singapore Institute of International Affairs Simon Tay dan didampingi oleh beberapa petinggi perusahaan Singapura, antara lain Head of International Policy & Governance Temasek Ashok Mirpuri, CEO – Singapore & Southeast Asia Sembcorp Koh Chiap Khiong, dan, Chairman and CEO of Jebsen & Jessen Heinrich Jessen.

Sumber: https://www.startsmeup.id/2024/03/airlangga-ajak-pebisnis-singapura.html