Showing posts with label business. Show all posts
Showing posts with label business. Show all posts

Sunday, May 26, 2024

Gelar Business Plan Competition, Upaya Unisma Malang Menjaring Jiwa Wirausaha Muda Milenial dan Gen Z

 



TIMESINDONESIA, MALANG – Unisma Malang menggelar acara “Business Plan Competition Unisma 2024” tingkat SMA/SMK/MA/sederajat se-Jawa Timur. Acara ini merupakan rangkaian acara Dies Natalis Unisma ke-43 dimana sekarang kampus Unisma telah mengukuhkan diri sebagai Entrepreneurial University yang berorientasi pada penerapan dan inovasi kewirausahaan.

Business Plan Competition Unisma diikuti oleh 37 tim dari 27 SMA/SMK/MA/sederajat yang tersebar di seluruh wilayah Jawa Timur. Diawali dengan proses seleksi administrasi, terpilih 34 tim untuk memaparkan secara singkat terkait proposal bisnis yang diajukan dihadapan dewan juri melalui platform Zoom pada hari Selasa, 14 Mei 2024.

Peserta yang lolos sebanyak 6 tim dengan 6 brand business masuk dalam babak final yang diselenggarakan secara luring pada Rabu, 15 Mei 2024 bertempat di Ruang Inkubator Bisnis Teknologi, Gedung Abdurrahman Bin ‘Auf lantai 2, Universitas Islam Malang. Enam brand bisnis tersebut mewakili jenis usaha ekonomi kreatif bidang kuliner, teknologi, jasa dan kriya.

Acara final Business Plan Competition Unisma 2024 diawali dengan perkenalan para dewan juri yang terdiri dari H. Noor Shodiq Askandar, SE., MM (Ketua Tim Dewan Juri sekaligus menjabat sebagai Wakil Rektor 2 Unisma), Dr. Hj. Jeni Susyanti, SE., MM., BKP (Kepala P2KIB Unisma, Dosen FEB Unisma), Dr. Sama’ Iradat Tito, S.Si., M.Si (Kabid Inkubator Bisnis sekaligus Dosen FMIPA Unisma) serta Bapak Anang Habibi, S.ST., M.T (Dosen Fakultas Teknik Unisma).

Acara dilanjutkan dengan sambutan dan pengarahan yang disampaikan oleh Dr. Hj. Jeni Susyanti, SE., MM., BKP mewakili Ketua Tim Dewan Juri. Dalam kesempatannya ia menyampaikan bahwa acara Business Plan Competition Unisma 2024 bertujuan untuk menumbuhkembangkan dan memotivasi mental berwirausahan di kalangan anak muda milenial.

Saat ini Unisma telah memasuki milestone Entrepreneurial University untuk mewujudkan milestone tersebut, melalui Pusat Pengembangan Kewirausahaan dan Inkubator Bisnis (P2KIB) sebagai wadah untuk menjaring dan mengembangkan kewirausahaan maka harus turut berperan aktif dalam menjaring dan mencetak generasi wirausaha.

Acara dilanjutkan dengan presentasi proposal ide bisnis di hadapan dewan juri oleh masing-masing tim terpilih dari perwakilan sekolah. Masing-masing tim mempresentasikan hasil karyanya dengan sangat memukau. Setelah dilakukan presentasi ide bisnis yang dilakukan oleh tim.

Berdasarkan penilaian dewan juri didapatkan pemenang Business Plan Competition Unisma 2024, dimana Juara 1 dari MAN 2 Kota Kediri dengan judul HydroSmart Bathroom, Juara 2 dan 3 perwakilan tim dari SMAN 3 Sidoarjo, Juara Harapan 1 dari MA Unggulan Techno Scientist, Juara Harapan 2 dari MAN 1 Gresik dan Juara Harapan 3 dari SMK Canda Bhirawa Pare.

Dengan adanya Business Plan Competition Unisma 2024 ini diharapkan P2KIB menjadi pusat pengembangan jiwa kewirausahaan yang berkomitmen mendukung peningkatan kompentensi bisnis sehingga mampu menciptakan wirausaha muda khususnya kaum milenial dan Generasi Z di Indonesia yang merupakan bagian yang tak terpisahkan dalam pembangunan nasional untuk menjadi entrepreneur muda yang kreatif dan inovatif. (*)


Sumber: https://timesindonesia.co.id/indonesia-positif/496939/gelar-business-plan-competition-upaya-unisma-malang-menjaring-jiwa-wirausaha-muda-milenial-dan-gen-z

Tuesday, April 16, 2024

Investor Masuk, Orientasi PAM Bandarmasih Berubah?

 

Rencana PT Air Minum (PAM) Bandarmasih untuk mengganti jaringan pipanya yang sudah uzur, tampaknya tak bisa mengandalkan APBD Banjarmasin 2024. Direktur Utama PT Air Minum (PAM) Bandarmasih, Muhammad Ahdiat mengungkap sejumlah skema alternatif. "Bisa melalui APBN atau kerja sama dengan perbankan," ungkap Ahdiat di gedung DPRD Banjarmasin, beberapa waktu lalu.

Soal pinjaman ke bank, menurutnya harus melalui penghitungan mendalam. "Itu yang masih dikaji," tukasnya. Dan, masih ada skema lain. "Kita juga punya rencana lain, yakni investasi dengan skema business to business (B2B),” ujarnya. Intinya, PAM Bandarmasih akan membuka diri pada penanam modal dari luar. Pihaknya akan menghitung dengan cermat peluang investasi mana yang paling menguntungkan. 

Mengingat proyek infrastruktur perpipaan ini akan menelan miliaran rupiah, bagaimana dengan nasib pelanggan? "Kami pastikan alternatif ini tidak akan menghilangkan social oriented perusahaan kami," tegasnya. Saat ini PAM Bandarmasih mempunyai 180 ribu pelanggan. 80 persen didominasi rumah tangga, sisanya pelaku usaha. (*) 

Sumber: https://www.startsmeup.id/2024/04/investor-masuk-orientasi-pam.html

Wednesday, April 3, 2024

Power Wheeling untuk EBT Perlu Diiringi Skema B2B Biaya Sewa yang Adil

 

JAKARTA - Wacana menerapkan konsep power wheeling untuk mendongkrak pengembangan energi baru terbarukan (EBT) di dalam negeri, jika direalisasikan, dinilai perlu diikuti dengan skema business to business (B2B) yang jelas untuk menentukan biaya sewa antara produsen listrik dengan pemilik jaringan transmisi.

Praktisi energi terbarukan Mardani Surya Hutama mengatakan, hal itu penting untuk memastikan pemilik jaringan transmisi memperoleh kompensasi yang adil. Pasalnya, jelas dia, membangun jaringan transmisi selain sulit juga membutuhkan investasi yang tidak sedikit. Tak hanya itu, pemilik jaringan juga harus menanggung risiko jika terjadi gangguan.

"Jadi jika mau bicara fair, pelanggan yang menikmati energi terbarukan juga perlu sadar bahwa itu bisa dinikmati berkat adanya jalur transmisi dan distribusi milik PLN," ujar Mardani di Jakarta, Selasa (2/4/2024). 

Untuk diketahui, power wheeling adalah mekanisme yang membolehkan swasta atau independent power producer (IPP) membangun pembangkit, dan menjual listriknya secara langsung ke masyarakat melalui jaringan transmisi PLN. Skema ini tengah didorong untuk diterapkan bagi pembangkit EBT guna mempercepat pemanfaatan energi terbarukan di Indonesia.

Namun, kata Mardani, kendati pengembangan EBT penting, hal itu harusnya tidak lantas menafikan hak pemilik jaringan transmisi. Karena itu, tegas dia, pelaksanaan konsep power wheeling ini perlu memastikan biaya sewa penggunaan jaringan transmisi secaraB2B antara produsen dengan pemilik jaringan.

"Sangat tidak fair kalau pembangkit EBT menjual listrik tanpa membangun jaringan kabel transmisi dan distribusi. Sebab, risiko kelistrikan tetap larinya ke pemilik jaringan, termasuk risiko dari sifat intermitensi pembangkit EBT-nya," tuturnya. 

Dengan menggunakan skema B2B, lanjut Mardani, biaya sewa bisa dipastikan dengan adil. Dengan begitu, produsen yang sudah bisa menghasilkan EBT bisa melakukan penjualan dan pemilik jaringan transmisi pun diuntungkan. "Win-win solutions jadinya, bukan pemaksaan sepihak saja," tandasnya.

Sumber: https://www.startsmeup.id/2024/04/power-wheeling-untuk-ebt-perlu-diiringi.html