Showing posts with label kemkominfo. Show all posts
Showing posts with label kemkominfo. Show all posts

Thursday, March 3, 2022

Kominfo: Perhelatan G20 Bisa Buka Peluang Promosi untuk UMKM dan Pariwisata RI

 Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) menilai Presidensi G20 Indonesia memberikan banyak manfaat, termasuk untuk pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) dan pariwisata.



"Kita ingin memperlihatkan kepada dunia bahwa kita negara besar, kaya dan penuh ide kreatif untuk masa depan dunia," kata Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik, Kominfo, Usman Kansong, Rabu (2/3/2022).

Presidensi G20 Indonesia paling tidak membawa tiga manfaat sekaligus, yaitu promosi Indonesia ke mata dunia, pemulihan ekonomi, dan pemulihan kesehatan.

Indonesia menyiapkan setidaknya 419 acara untuk forum internasional G20, terdiri dari 183 acara utama dan 236 acara pendukung. Acara utama akan digelar di 25 kota.

Beberapa acara G20 dibarengi dengan pameran, seperti pada pertemuan G20 beberapa waktu lalu, terdapat pameran kopi Nusantara. Indonesia juga berencana menggelar pameran digital di Bali, yang akan berisi produk-produk dari perusahaan digital asal Indonesia.

Ajang promosi Indonesia ke mata dunia dinilai akan memberikan dampak perekonomian, yang akan bisa membantu pemulihan ekonomi akibat pandemi. Presidensi G20 diperkirakan akan meningkatkan konsumsi domestik hingga Rp 1,7 triliun.

Ketika delegasi datang langsung ke lokasi penyelenggaraan G20, ada kemungkinan dia akan membeli oleh-oleh khas atau mengunggah ke media sosial soal Indonesia.

Suatu hari nanti, mungkin mereka akan tertarik berkunjung lagi ke Indonesia, yang akan memberi manfaat bagi pelaku usaha bidang pariwisata.

"Ini secara tidak langsung akan berdampak kepada UMKM juga," kata Usman.

Dari kesehatan, pemerintah memastikan acara ini akan menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Di lokasi penyelenggaraan, pemerintah mendorong vaksinasi untuk masyarakat sekitar baik dosis satu, dua maupun ketiga (booster).

Hal ini dilakukan untuk memastikan keamanan dan kesehatan para delegasi G20 dan masyarakat. Selain itu, bagi delegasi yang akan datang ke lokasi, pemerintah mewajibkan dia sudah mendapatkan vaksinasi sesuai dengan standar World Health Organization (WHO).

Sumber : https://umkm.kompas.com/read/2022/03/02/142948683/kominfo-perhelatan-g20-bisa-buka-peluang-promosi-untuk-umkm-dan-pariwisata-ri.

Wednesday, July 28, 2021

Komkominfo Bekali UMKM Ilmu Dunia Digital

 


Komkominfo Bekali UMKM Ilmu Dunia Digital
 
Berbagai langkah terobosan terus dilakukan pemerintah untuk mendorong para pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) go digital dan banyak memanfaatkan aplikasi online, sehingga skala usaha semakin besar.

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) membuka pelatihan dan pendampingan Active Selling yang menyasar 26.000 pelaku UMKM sektor produksi dan pengolahan di 10 daerah.

Dimulai dari awal Juli 2021, Active Selling yang diselenggarakan oleh Direktorat Ekonomi Digital, Ditjen Aplikasi Teknologi Informatika, Kominfo resmi dibuka. Lantaran ada PPKM, pembukaan digelar secara virtual dan serentak di daerah yang menjadi target program ini yakni di 10 Destinasi Wisata Prioritas.

Di tengah pandemi yang masih menghantam dunia usaha, UMKM mampu menopang perekonomian. Berbagai pembatasan yang ada selama pandemi memaksa pelaku bisnis untuk cepat beradaptasi dengan dunia digital, termasuk mendongkrak penjualan secara luring dan daring. Maka, UMKM tidak boleh ketinggalan dan harus memiliki bekal yang cukup untuk menyongsong derasnya perkembangan dunia digital.

Plt. Direktur Ekonomi Digital Kementerian Kominfo, I Nyoman Adhiarna mengatakan, aplikasi lokapasar (marketplace) sebagai pasar daring menjadi yang utama. Selain itu terdapat aplikasi-aplikasi pendukung lainnya untuk membuat proses bisnis lebih efektif dan efisien.

Sebut saja aplikasi media sosial sebagai sarana promosi, aplikasi agregator untuk memonitor toko-toko daring ke dalam satu aplikasi, aplikasi kasir dan aplikasi pembukuan untuk memudahkan pencatatan.

“Aplikasi pasar online atau marketplace telah menggantikan peran pasar tradisional di dunia digital. Agar toko online menghasilkan laba yang besar, UMKM wajib mengoptimalkan berbagai aplikasi pendukung lainnya sehingga bisnis mereka lebih efektif dan efisien," ujar dia dalam keterangannya Selasa (27/7/2021).

Para UMKM dapat memiliki bekal yang cukup untuk berkompetisi di pasar digital. UMKM daerah juga diharapkan mampu menjual produk-produk lokal untuk mendongkrak perekonomian di daerahnya
 
Sebut saja aplikasi media sosial sebagai sarana promosi, aplikasi agregator untuk memonitor toko-toko daring ke dalam satu aplikasi, aplikasi kasir dan aplikasi pembukuan untuk memudahkan pencatatan.

“Aplikasi pasar online atau marketplace telah menggantikan peran pasar tradisional di dunia digital. Agar toko online menghasilkan laba yang besar, UMKM wajib mengoptimalkan berbagai aplikasi pendukung lainnya sehingga bisnis mereka lebih efektif dan efisien," ujar dia dalam keterangannya Selasa (27/7/2021).

Para UMKM dapat memiliki bekal yang cukup untuk berkompetisi di pasar digital. UMKM daerah juga diharapkan mampu menjual produk-produk lokal untuk mendongkrak perekonomian di daerahnya.

Koordinator Adopsi Teknologi Digital UMKM Kementerian Kominfo, Sumarno berharap bahwa kegiatan ini dapat berlangsung dengan minim kendala, agar bisa menjangkau sasaran yakni 26.000 UMKM di sektor produksi dan pengolahan. Tujuan akhirnya adalah membantu UMKM untuk meningkatkan pendapatan melalui aplikasi-aplikasi digital.

“Saya berharap, dengan dukungan perangkat daerah, kegiatan ini lancar, supaya mencapai sasaran yang tepat dan tujuannya juga terwujud. Kegiatan ini semata-mata untuk membantu UMKM agar dapat meningkatkan pendapatan mereka melalui pemanfaatan aplikasi-aplikasi digital," tutupnya.

Sumber : https://www.beritasatu.com/ekonomi/806453/komkominfo-bekalui-umkm-ilmu-dunia-digital

Monday, June 28, 2021

Produk UMKM Kolang Kaling Tebingtinggi Tembus Pasar Ekspor


Tebingtinggi, Lintangnews.com | Wali Kota Tebingtinggi, Umar Zunaidi Hasibuan melepas 1 unit kontainer ekspor komoditas kolang kaling produk Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), dengan tujuan negara Filipina, Senin (28/6/2021) di halaman Balai Kota.

Direktur CV Kolang Kaling Sekawan (KKS), Radian Nababan mengucapkan terima kasih atas dukungan Pemko Tebingtinggi, serta berjanji akan terus melakukan inovasi dan promosi.

“Kami merasakan komitmen pak Wali Kota dalam mendukung pelaku usaha, mempermudah dalam ijin. Sesuai arahan, kami berjanji akan berinovasi dan promosi,” ucap Radian.

Sementara Pejabat Fungsional Ahli Balai Karantina Belawan, Amossudin Silalahi menyampaikan, pengusaha dan pelaku UMKM tidak bisa berjalan sendiri perlu ada dukungan pemerintah.

“Ekspor impor pelaku usaha tidak bisa berjalan sendiri, ada tangan pemerintah yang menggandeng kita. Di saat pandemi, bisa ekspor kolang kaling ini luar biasa. Kepada para pelaku usaha UMKM, kami sarankan 4K, pertama kualitas, kedua kuantiti, ketiga kontiunitas dan keempat kreatifitas,” jelas Amossudin.

Disampaikan Wali Kota, nantinya ekspor bukan hanya kolang kaling, tetapi bisa dikembangkan ke yang lain misalnya ijuk, lidi dan tebu. Menurut Umar Zunaidi, ekspor ini bertujuan memotivasi bagi pengusaha yang lain.

“Hanya kemauan, minat dan tentunya ekspor mudah dan murah. 4K memang menjadi bagian dari kita. Kami mengajak pengusaha muda dan UMKM untuk maju,” ucapnya.

Ditambahkan Wali Kota, PemkoTebingtinggi akan berkomitmen untuk terus memajukan UMKM bekerja sama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Balai Besar Karantina Pertanian (BBKP) Belawan.

Wali Kota juga berpesan kepada para pengusaha dan pelaku UMKM lainnya agar dapat mengikuti jejak CV KKS untuk melakukan ekspor produk-produk yang dihasilkan.

Acara diakhiri dengan pemecahan kendi dan potong pita melepas 1 unit kontainer kolang kaling produk UMKM Tebingtinggi ke Filpina.

Turut hadir, Wakil Ketua DPRD, Muhammad Azwar, Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi (Kominfo), Dedi Parulian Siagian, perwakilan pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, Camat Rambutan, Marwansyah Harahap, , perwakilan OJK dan Bank Indonesia (BI), Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) dan tamu undangan. (Purba)

Sumber : https://lintangnews.com/produk-umkm-kolang-kaling-tebingtinggi-tembus-pasar-ekspor/ 

Sunday, February 21, 2021

Dukung UMKM, Kemkominfo Perkecil Kesenjangan Akses Internet

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Johnny G Plate dalam acara peluncuran “Beli Kreatif Danau Toba” yang menjadi rangkaian Gerakan Nasional (Gernas) Bangga Buatan Indonesia, Sabtu, 20 Februari 2021. (Foto: Beritasatu Photo/Herman)

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) mendukung penyediaan akses jaringan internet yang merata di seluruh wilayah Indonesia agar pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta Ultra Mikro (UMi) untuk memasarkan produk dalam negeri secara daring.

"Kominfo memberikan dukungan yang luar biasa untuk onboarding UMKM dan UMi untuk memasarkan produknya secara digital. Kita akan bekerja keras untuk memastikan internet link ratio dan close digital divide atau memperkecil disparitas antarwilayah Indonesia," kata Menkominfo Johnny G. Plate dalam Peluncuran Beli Kreatif Danau Toba, sebagaimana dikutip dari keterangan tertulisnya, Sabtu (20/02/2020).

"Dengan cara apa? Sampai tahun 2022 nanti, mudah-mudahan, dengan arahan dan dukungan politik yang kuat dari Bapak Presiden Joko Widodo dan Ibu Menteri Keuangan, kita akan menghadirkan internet 4G di seluruh desa dan kelurahan di seluruh pelosok tanah air Indonesia,” tambahnya.

Menurut Johnny, pemerintah sedang menyiapkan pembangunan infrastruktur TIK untuk mengatasi kesenjangan akses internet ini. Pada tahun 2023, pemerintah akan menghadirkan High-throughput satellite yang akan membantu meningkatkan kecepatan jaringan internet di 150.000 titik layanan publik seluruh Indonesia. Hal ini diharapkan bisa mendung onboarding UMKM dan UMi ke digital marketplace.

“Kita mendukung peningkatan peran dari UMKM dan Ultra Mikro yang saat ini sekitar 60% terhadap GDP Indonesia, kita tingkatkan dan mendorong agar menjangkau pasar yang lebih luas. Sekali lagi, kegiatan ini luar biasa dan menjadi contoh untuk diikuti oleh wilayah-wilayah lain di Indonesia,” paparnya.

Diketahui, pemerintah baru saja meluncurkan program "Beli Kreatif Danau Toba" guna mempromosikan produk-produk kreatif pelaku UMKM di sekitaran Danau Toba. Program ini merupakan bagian dari Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia 2021.

Menteri Johnny menilai program ini merupakan wujud konkret dari Cinta Tanah Air, apalagi saat ini Indonesia berhadapan dengan pandemi Covid-19. Pemilihan tema "Beli Kreatif Danau Toba" dilatari banyaknya potensi pariwisata serta tingginya wisatawan domestik ke Danau Toba.

Johnny menambahkan, terdapat kurang lebih 64 juta usaha yang telah berkembang dan akan diarahkan untuk memasuki dunia digital.

"Kominfo sangat mendukung itu. Dengan demikian, harapan kita pada tahun 2022 nanti onboarding UMKM akan tersebar merata sampai di wilayah 3T,” ujar Johnny.


sumber : https://www.beritasatu.com/ekonomi/736625/dukung-umkm-kemkominfo-perkecil-kesenjangan-akses-internet