Showing posts with label Shopee. Show all posts
Showing posts with label Shopee. Show all posts

Monday, June 3, 2024

Anteraja dan Shopee Konsisten Bantu UMKM Kirim Barang ke Seluruh Indonesia

 


jpnn.com, JAKARTA - Perusahaan logistik, Anteraja terus memberikan pelayanan terbaik bagi konsumen dari tahun ke tahun.

Berdiri sejak 2019, Anteraja berlari cepat dengan beradaptasi dan tumbuh bersama platform e-commerce.

CEO Anteraja Handy Widiya mengatakan perusahaan logistik yang dipimpinnya bertumbuh signifikan bersama platform e-commerce sejak berdiri.

Tren belanja daring yang kini makin digemari masyarakat, membuat perusahaan terus menjawab tantangan zaman yang serba cepat.

"Memang sejak kami berdiri sebagai pemain (logistik) ekspres yang cukup paling muda, dibanding teman-teman ekspres yang lain, juga tumbuh melihat pertumbuhan e-commerce itu menjadi satu tujuan utama kenapa Anteraja segera berbisnis dan membangun industri ekspres itu di e-commerce," kata Handy Widiya, Senin (3/6).

Anteraja kini tumbuh sebagai perusahaan logistik ekspres yang terdepan dengan mengintegrasikan layanan dengan teknologi.

Handy menyebut, satu tahun berselang sejak perusahaan berdiri, Anteraja langsung menjajaki kerja sama dengan beberapa platform e-commerce.

Salah satu di antaranya yakni Shopee, yang selama ini menjadi mitra untuk tumbuh bersama hingga sekarang.

"Shopee memang membutuhkan mitra kurir yang bisa dipercaya, bisa diandalkan. Dan Shopee memang membuka ke beberapa perusahaan ekspres untuk ikut menjadi mitra layanan kurir di platform Shopee. Proses integrasi dilakukan bertahap supaya semua kebutuhan masing-masing pihak dari sisi kami sebagai perusahaan ekspres, Shopee sebagai platform itu dilakukan," bebernya.

Selain itu, kerja sama dengan Shopee, juga selaras dengan visi dan misi Anteraja supaya ekonomi UMKM di Indonesia dan digital bisa tumbuh bersama.

Menurutnya, Shopee merupakan salah satu e-commerce yang punya minat dan visi-misi yang sama.

Sudah empat tahun perjalanan Anteraja bersama Shopee, selama perjalanan itu kedua pihak menjadi mitra yang kolaboratif, banyak program diinisiasi bersama.

Salah satu program yang dimiliki yakni Sure Win, program yang memberi banyak insentif kepada para seller bila memilih mengaktivasi jasa logistik Anteraja di platform Shopee.

“Jadi untuk para seller dengan kontribusi, volume pengiriman terbesar menggunakan anteraja, seller tuh akan dapat semacam hadiah,” sambungnya.

Di platform Shopee, Anteraja mempunyai banyak pilihan layanan jasa pengiriman ke konsumen, mulai dari reguler, cargo, dan ekonomi,

Tidak hanya itu, Anteraja juga memberikan layanan Same Day, yang selama ini dianggap hanya beberapa perusahaan menguasai segmen tersebut. (ded/jpnn)


Sumber: https://m.jpnn.com/news/anteraja-dan-shopee-konsisten-bantu-umkm-kirim-barang-ke-seluruh-indonesia?page=2

Monday, April 22, 2024

Kisah Kartini Masa Kini, Rintis UMKM di Usia 19 Tahun Kini Punya 150 Karyawan

 

Partisipasi perempuan di sektor kewirausahaan terus mengalami peningkatan. Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah mencatat 64,5 persen dari total pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di tanah air adalah perempuan.

Saah satunya, Nendah Dewi Yuningsih, pemilik usaha hijab asal Cikampek yang membangun bisnisnya bernama Dhinda Hijab, usai kehilangan pekerjaan akibat COVID-19 di tahun 2020 di usia 19 tahun.
Sebagai pebisnis pemula, Nendah menghadapi berbagai macam tantangan operasional seperti kesulitan mempromosikan bisnisnya, penjualan sepi, hingga tantangan pribadi seperti minimnya dukungan dari orang tua, keluarga, dan teman-teman. Meskipun begitu, Nendah tetap bertekad untuk meraih cita-cita dan harapan keluarganya agar ia bisa menjadi anak pertama dalam keluarganya yang meraih gelar sarjana.
“Awalnya aku jualan via media sosial, tapi hal tersebut nggak bertahan lama. Kemudian, aku coba berjualan di Shopee karena lihat kok kayaknya banyak orang di desa aku beli barang di Shopee. Aku juga berusaha mempelajari fitur-fitur dan program yang tersedia di Shopee. Setelah bergabung dengan Shopee, penjualanku meningkat secara signifikan dan omset tahunan bisnisku bahkan bisa mencapai miliaran rupiah. Yang biasa aku pakai itu ada Iklan Shopee, program Gratis Ongkir, dan fitur interaktif seperti Shopee Live & Shopee Video yang sangat menarik buat pelanggan aku,” jelas Nendah.

Nendah menjadi contoh sosok Kartini masa kini inspiratif yang telah memberdayakan komunitas di sekitarnya. Memasuki tahun keempat bisnisnya, Nendah kini telah memiliki pabrik konveksi sendiri di Cikampek dan bekerja sama dengan dua pabrik konveksi di Jakarta dan Bandung yang secara khusus memproduksi produk Dhinda Hijab.
Saat ini, Nendah berhasil mempekerjakan lebih dari 150 pekerja, baik dari warga sekitar tempat tinggalnya hingga kota-kota lainnya.
Setidaknya ada tiga faktor pendorong utama yang membantunya dalam membangun Dhinda Hijab:
1. Percaya pada kemampuan diri sendiri
Awal mula membangun bisnis, Nendah dipandang sebelah mata oleh teman-teman dan bahkan keluarganya sendiri. Namun hal tersebut tidak membuatnya menyerah, Nendah tetap berusaha percaya pada kemampuannya sendiri dan berusaha mencari motivasi dari lingkungan luar.

“Aku maju mundur banget saat bangun bisnis ini karena tidak dapat dukungan dari orang-orang terdekatku. Aku bahkan sampai konseling ke psikolog. Tapi pengalaman inilah yang membuat aku makin termotivasi untuk membuktikan aku juga bisa sukses. Aku juga mencoba mencari inspirasi dari konten media sosial tentang sesama perempuan yang sukses membangun bisnis. Kuncinya sih kita harus percaya dulu sama kemampuan kita sendiri,” jelas Nendah.
2. Terus belajar untuk melakukan inovasi
Nendah menekankan pentingnya untuk terus berusaha mencoba eksplor dan mempelajari fitur maupun program baru yang bisa membantu mengembangkan bisnis. Seorang pebisnis harus cerdas melihat perkembangan tren yang sedang terjadi di komunitas pelanggannya.
“Aku modal nekat aja dulu, coba belajar fitur-fitur dan program yang ada di Shopee untuk disesuaikan dengan kebutuhan bisnis. Aku pakai Iklan Shopee untuk jangkau pembeli potensial, Shopee Live untuk hadirkan pengalaman belanja online yang lebih interaktif karena pembeli bisa tanya langsung, Shopee Video dan kerja sama dengan affiliates untuk bantu promosikan bisnisku. Aku juga ikut program Gratis Ongkir untuk hadirkan promo ongkos kirim yang menarik bagi para pelanggan,” tambahnya.

3. Kegigihan untuk menjalani dan menikmati proses
Naik turun dalam sebuah bisnis adalah hal yang sangat wajar. Namun, Nendah percaya bahwa pengalaman bisnis itulah yang dapat membantunya meraih kesuksesan seperti sekarang ini. Setiap proses perjalanan dalam membangun Dhinda Hijab telah memberikan pembelajaran tersendiri bagi Nendah.
“Banyak temanku yang juga berniat membangun sebuah bisnis, tetap mereka tidak berani memulai karena mereka takut mengalami kegagalan. Menurutku sebagai seorang pebisnis, kita harus bisa lebih berani menikmati setiap proses jatuh bangun dalam berbisnis. Kegagalan tersebut yang nantinya bisa dijadikan pembelajaran untuk kesuksesan kita nanti. Insyaallah kalo kita menikmati prosesnya, hasil akhirnya pasti akan mengikuti kita,” tutup Nendah.
Untuk memajukan UMKM Indonesia dalam menjalankan bisnis online, Shopee memiliki program Kampus UMKM Shopee yang juga diikuti oleh banyak pelaku UMKM perempuan. Program ini menyediakan kurikulum pelatihan yang dapat diikuti secara offline maupun online.

Hingga saat ini, program Kampus UMKM Shopee telah memberikan pelatihan bagi ratusan ribu UMKM. Para penjual juga bisa memanfaatkan fasilitas gedung Kampus UMKM Shopee seperti foto dan livestream studio untuk meningkatkan performa bisnis. Kampus UMKM Shopee tersedia di beberapa kota termasuk Jakarta, Solo, Bali, dan beberapa kota lainnya.

Sumber: https://www.startsmeup.id/2024/04/kisah-kartini-masa-kini-rintis-umkm-di.html

Thursday, April 18, 2024

Biaya Admin Berjualan di Lokapasar Kembali Naik, UMKM Akan Terbebani

 

JAKARTA, KOMPAS — Lokapasar marak menerapkan kenaikan biaya layanan, yang kerap disebut juga biaya administrasi, kepada mitra penjual. Meski penerapan kenaikannya tidak dilakukan serentak oleh para perusahaan lokapasar, hal itu diyakini akan memberatkan bisnis mitra penjual, terutama dari kalangan usaha mikro, kecil, dan menengah atau UMKM.

Sepekan terakhir, kabar kenaikan biaya layanan kepada mitra penjual lokapasar Tokopedia per 1 Mei 2024 ramai dibicarakan di media sosial. Langkah Tokopedia ini menyusul Shopee dan Lazada yang sudah menaikkan biaya layanan pada Desember 2023.

Berdasarkan penelusuran Kompas di laman pusat edukasi penjual Tokopedia, Jumat (19/4/2024), Tokopedia mengumumkan bahwa mulai 1 Mei 2024 akan ada kenaikan biaya layanan mulai dari 2 persen hingga 6,5 persen yang berlaku untuk mitra penjual yang terdaftar sebagai anggota Power Merchant dan Power Merchant Pro. Biaya layanan akan dihitung berdasarkan kategori grup produk yang terjual.

Tokopedia membagi dalam lima kategori grup produk, yakni kategori A (naik menjadi 6,5 persen), B (5,50 persen), C (4 persen), D (3,10 persen), dan E (2 persen). Kelima kategori grup ini ada di setiap pengelompokan jenis barang, mulai dari jenis barang elektronik; mode; ponsel dan sabak elektronik, ibu dan bayi; kesehatan, kecantikan, dan perawatan tubuh; makanan dan minuman; olahraga, hobi, dan gaya hidup; otomotif; dapur, rumah tangga, dan pertukangan; hingga kelompok produk lainnya.

Salah satu sorotan warganet di platform X ialah barang-barang dengan perputaran penjualan cepat dan murah dikenai biaya layanan mitra penjual yang besar. Sebagai contoh, akun @FKP_Indonesia di X pada Senin (15/4/2024) mencuit, dirinya baru mengetahui bahwa biaya layanan di Tokopedia bukan berdasarkan nilai barang, melainkan kategori barang. ”Justru yang fast(er) moving dan murah biaya layanannya lebih besar,” cuitnya.

Akun itu juga mengunggah tangkapan layar gambaran kenaikan biaya layanan kelompok buku, alat tulis, dan aksesori motor. Ketiga jenis barang tersebut masuk grup biaya layanan A yang naik 6,5 persen.

Akun @GerabahBookshop, Selasa (16/4/2024), ikut mencuit di X. Cuitannya mempertanyakan mengapa biaya layanan buku per penjualan naik menjadi 6,5 persen. Padahal, buku penting untuk literasi dan marginnya tidak bisa sebesar jenis barang elektronik.

Warganet lain di X juga ada yang mencoba membandingkan penyesuaian biaya layanan dari perusahaan teknologi lain sambil memberikan saran menyikapi fenomena itu. ”Shopee juga segituan, sih, biaya adminnya. Pakai laman sendiri truspayment gateway Xendit/Midtrans juga sekitaran 4,5 persen biayanya. Kalau cari yang fee-nya rendah pakai invoice Paper.id, biayanya masih 1,5 persenan dan bisa payment lewat Shopee dan Tokped juga,” ujar pemilik akun @atenxdana.

Berdasarkan penelusuran Kompas, Shopee telah menaikkan biaya layanan bagi mitra penjual per 1 Desember 2023. Dari laman resmi Shopee disebutkan, kenaikan biaya layanan itu berlaku bagi penjual kategori non-Star, Star, dan Star+. Penjual berkategori Star+ merupakan program dengan tingkatan lebih tinggi untuk penjual Star terpilih dalam hal performa, penjualan, dan operasional.

Sama seperti Tokopedia, Shopee juga membagi kenaikan biaya layanan dalam lima grup biaya layanan untuk setiap kelompok penjual non-Star, Star, dan Star+. Sebagai gambaran, bagi kelompok penjual level Star dan Star+, mereka dibebani lima grup biaya layanan barang, yaitu grup barang A (naik dari 4,7 menjadi 5,5 persen), B (naik dari 4 menjadi 5,5 persen), C (naik dari 4 menjadi 5,5 persen), D (naik dari 3,3 menjadi 4 persen), dan E (naik dari 3,3 menjadi 4 persen).

Penjual kategori Shopee Mall oleh Shopee juga dikenai kenaikan biaya layanan per 1 Desember 2023. Rinciannya, grup barang A (naik dari 6,5 menjadi 8,8 persen), B (naik dari 4,5 menjadi 6 persen), dan C (naik dari 2,5 menjadi 4 persen).

Sementara di Lazada, penyesuaian biaya layanan pada Desember 2023 juga dibagi dalam lima grup barang. Grup A mengalami kenaikan menjadi 6 persen, B 5 persen, C 5 persen, D 3,5 persen, dan E 3,5 persen.

Kemampuan UMKM

Terkait hal tersebut, Ketua Umum Asosiasi IUMKM Indonesia (Akumandiri) Hermawati Setyorini berpendapat, kenaikan biaya layanan kepada mitra penjual oleh para lokapasar akan memberatkan mitra penjual yang berstatus UMKM. UMKM akan dihadapkan pada pilihan menaikkan harga jual barang supaya mengakomodasi kenaikan biaya layanan dengan konsekuensi kehilangan pelanggan, atau tidak menaikkan harga jual dan rugi.

”Tampaknya, lokapasar sudah beberapa kali melakukan penyesuaian biaya layanan kepada mitra penjual. Ada UMKM yang menceritakan mengapa biaya layanan berubah terus. Padahal, harga produksi saat ini tengah naik,” katanya.

Hermawati menyampaikan, keputusan penyesuaian biaya layanan acap kali tidak melibatkan suara mitra penjual. Mereka biasanya hanya diberikan sosialisasi besaran biaya layanan beserta periode masa berlakunya.

”Seharusnya, jika lokapasar tetap ngotot menerapkan biaya layanan, penyesuaian biaya bukan berdasarkan kelompok barang, tetapi berdasar klasifikasi kemampuan UMKM mengikuti Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 2021 tentang Kemudahan, Perlindungan, dan Pemberdayaan Koperasi dan UMKM,” ucap Hermawati.

Keberatan serupa juga disampaikan Ketua Umum Ikatan Penerbit Indonesia Arys Hilman Nugraha. Menurut dia, kategorisasi kenaikan biaya layanan yang dilakukan lokapasar tidak jelas latar belakang penyusunannya. Dari sisi perbukuan, kategorisasi seperti itu menunjukkan sesat pikir bahwa buku hanya sekadar produk cetakan yang terdiri dari kertas dan tinta belaka. Buku menjadi kurang dihargai, padahal buku mengandung nilai kreatif dan hak cipta yang melekat.

”Kategorisasi seperti itu tidak jelas penyusunannya. Apakah berdasarkan nilai per item? Tampaknya tidak, karena buku sebagian besar harganya di bawah Rp 100.000. Walaupun ada juga penjualan buku yang bernilai jutaan rupiah dalam satu paket volume kuantitas yang besar,” ungkapnya.

Arys Hilman menambahkan, berjualan buku melalui platform lokapasar memiliki untung, tetapi bukan pemilik dan pemegang hak cipta buku yang mengambil porsi besar. Sebab, minimal 20 persen harga buku yang dijual eceran sudah dialokasikan untuk diskon kepada pembeli. Penerbit harus menyisihkan 10–20 persen lagi untuk reseller, selain menganggarkan biaya pemasaran digital dalam aneka bentuk konten. Sementara lokapasar terus-menerus menaikkan margin mereka, bahkan ketika penjualan tersebut berada dalam lingkup kerja sama penerbit dan lokapasar.

Head of Communications Tokopedia Aditia Grasio Nelwan saat dikonfirmasi membenarkan bahwa Tokopedia menerapkan skema baru untuk status keanggotaan penjual mulai 1 Mei 2024. Melalui skema baru ini, penjual dengan status keanggotaan Regular Merchant akan secara otomatis ditingkatkan menjadi penjual Power Merchant.

Dengan status keanggotaan Power Merchant, penjual dapat menikmati lebih banyak kemudahan untuk mengembangkan bisnis, antara lain badge Power Merchant untuk meningkatkan kepercayaan pembeli, akses ke banyak fitur eksklusif Tokopedia, termasuk Diskon Toko, Flash Sale Toko, serta manfaat lain yang dapat meningkatkan performa toko penjual di Tokopedia.

Bersamaan dengan penerapan skema baru ini, imbuhnya, Tokopedia juga akan memberlakukan penyesuaian biaya layanan untuk Power Merchant dan Power Merchant Pro mulai dari 2 persen yang akan diberlakukan setelah menyelesaikan 50 transaksi untuk setiap produk terjual. Biaya layanan tersebut akan disesuaikan berdasarkan kategori produk.

Shopee belum bisa dikonfirmasi mengenai ramainya perbincangan tentang perbandingan penyesuaian biaya layanan bagi mitra penjual sepekan ini. Jadi, belum bisa diketahui apakah Shopee akan kembali melakukan penyesuaian biaya layanan kepada mitra penjual atau tidak pada 2024.

Bakar uang

Direktur Ekonomi Digital Center of Economic and Law Studies Nailul Huda berpendapat, pada titik tertentu, kenaikan biaya layanan bagi mitra penjual akan menyebabkan transaksi turun. Tinggal menentukan titik mana yang menjadi puncak kenaikan.

”Saya rasa yang bisa menjadi patokan titik puncaknya adalah Pajak Pertambahan Nilai (PPN) 11 persen. Jika sudah mencapai 10–11 persen, tampaknya akan membuat banyak mitra penjual di lokapasar berpikir ulang berjualan di platform itu. Mereka kemungkinan berpikir lebih baik berjualan di media sosial dan aplikasi pesan instan yang bebas segala biaya. Lagi pula, ulasan di media sosial sudah bisa menjamin pembeli untuk datang membeli barang,” tuturnya.

Lebih jauh, Nailul memandang, semua kategori barang bisa dikenai biaya layanan penjualan untuk menjaga harga barang tidak jauh lebih murah dibandingkan toko luring. Akan tetapi, kategori barang dan besaran biaya layanan harus dikaji. Dia menganggap, akan lebih mudah menggunakan besaran harga untuk menerapkan kenaikan biaya layanan kepada mitra penjual.

”Era bakar uang yang dilakukan oleh perusahaan lokapasar sudah berkurang. Saya malah meyakini akan banyak praktik transaksi di luar platform lokapasar ketika terjadi kenaikan biaya layanan secara terus menerus. Apalagi, PPN juga kabarnya akan dinaikkan kembali oleh pemerintah,” ujarnya.

Sumber: https://www.startsmeup.id/2024/04/biaya-admin-berjualan-di-lokapasar.html

Wednesday, April 3, 2024

Shopee Fasilitasi UMKM Dapat Sertifikasi Halal

 

Jakarta, CNN Indonesia -- Shopee akan memfasilitasi 1.000 UMKM untuk mendapat sertifikasi halal akan produk mereka.

Fasilitasi akan dilakukan dengan melakukan kolaborasi bersama Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH). Fasilitasi dilakukan untuk mendukung program pemerintah dalam mencapai target 10 Juta Produk Bersertifikat Halal melalui program Wajib Halal Oktober 2024.

Kerja sama ini dilakukan melalui kanal terintegrasi di Seller Center Shopee. Dengan ini Shopee menjadi lokapasar pertama yang menghadirkan integrasi dalam aplikasi online untuk pengajuan sertifikasi halal di Indonesia.

Direktur Eksekutif Shopee Indonesia Handhika Jahja menyambut baik kerja sama dengan BPJPH ini. Ia berharap kerja sama ini bisa  meningkatkan daya saing UMKM lokal.

"Sinergi ini membuka kesempatan bagi UMKM dalam mengajukan Sertifikasi Halal secara mudah melalui Shopee Seller Center. Tidak hanya itu, fasilitas ini kami hadirkan untuk membuka akses bagi UMKM untuk dapat memiliki sertifikasi halal sebelum diwajibkan oleh Pemerintah di Oktober 2024 mendatang," katanya Rabu (3/4).

"Inisiatif ini adalah bentuk komitmen berkelanjutan yang kami hadirkan bagi para penjual di Shopee agar juga dapat berdaya saing dalam industri halal serta memberikan jaminan kepada para pelanggan terkait kehalalan produk yang mereka jual," lanjutnya.

Nah, untuk bisa memanfaatkan fasilitas itu, berikut tata cara pendaftaran Sertifikasi Halal di Seller Center Shopee:

1. Di Seller Center Shopee, pilih "Produk" dan klik "Pengaturan Produk".

2. Pilih "Manajemen Sertifikasi Halal" dan klik "Tambah Sertifikasi". Akan muncul notifikasi "Ketentuan Sertifikasi Halal Melalui Seller Center Shopee" untuk meminta persetujuan Penjual.

3. Setelah Penjual menyetujui notifikasi tersebut, halaman kemudian diarahkan menuju Manajemen Sertifikasi Halal, yang merupakan akses langsung ke platform SIHALAL.

Penjual dapat memulai pengajuan Sertifikasi Halal sesuai dengan ketentuan yang ada.

Sementara itu Kepala BPJPH Muhammad Aqil Irham pada acara konferensi pers penandatangan MoU antara Shopee dengan BPJPH di Gama Tower, Rasuna Said, Jakarta Selatan mengatakan berharap kerja sama ini memperkuat produk UMKM halal di Indonesia.

"Jadi puluhan juta pelaku usaha bila kita kerja sama, sinergi, tingkat pusat sampai daerah untuk membantu penganggaran khususnya untuk para pengusaha mikro dan kecil maka itu akan banyak memperluas, memperkuat, posisi produk UMKM dan UKM halal di Indonesia," tegasnya.

Sumber: https://www.startsmeup.id/2024/04/shopee-fasilitasi-umkm-dapat.html