Harianjogja.com, JOGJA--Dari total 300.000 pelaku usaha kecil menengah (UKM) yang terdata di program Si Bakul, Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Dinkop-UKM) DIY menargetkan sekitar 90.000 orang (30%) mendapatkan vaksin.Kepala Dinkop-UKM DIY, Srie Nurkyatsiwi mengatakan, meski target hanya 30%, pelaku UKM lainnya kemungkinan sudah mendapat vaksinasi dari jalur lain. Ada yang mengikuti vaksinasi dari wilayahnya, perusahaannya, atau jalur lainnya.Sejauh ini, Dinkop-UKM DIY sudah menggelar vaksinasi massal sebanyak dua kali. Pertama, digelar pada April 2021 dengan sasaran 600 UKM. Sementara pada Mei 2021, bekerja sama dengan Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) DIY menyasar 5.000 dari target 10.000 orang. “Nantinya ada sesi kedua untuk mencapai sisa target,” ucap Siwi saat dihubungi secara daring, Sabtu (17/7/2021).Kemudian pada 23-27 Juli, Dinkop-UKM DIY kembali menggelar vaksinasi. Dengan meggandeng Kadin DIY, Himpunan Peritel dan Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo) dan Dinas Kesehatan DIY, Dinkop-UKM DIY menargetkan 50.000 orang di dunia retail, koperasi, dan UKM beserta ekosistemnya.Untuk UKM targetnya sekitar 20.000. Selain pelaku UKM, ekosistem seperti para pegawai dan keluarga juga bisa lakukan vaksinasi. Syaratnya umur minimal 18 tahun. Pendaftaran sudah dibuka sejak 14 Juli 2021.Siwi menambahkan, ada lima tempat untuk vaksinasi untuk pelaku retail, koperasi, dan UKM ini. Selain di Jogja Expo Center sebagai pusatnya, di setiap kota dan kabupaten di DIY juga terdapat tempat vaksinasi. Dinkop-UKM DIY berupaya mendekatkan tempat vaksinasi agar kendala mobilitas bisa berkurang.Berpindah-pindahHal ini juga sebagai evaluasi vaksinasi-vaksinasi sebelumnya. Di Gunungkidul misalnya, jumlah pendaftar vaksinasi dan yang datang jumlahnya berbeda. Ada kemungkinan jarak tempat tinggal dan vaksinasi yang jauh menjadi salah satu kendala.Vaksinasi dari Dinkop-UKM DIY pada 23 Juli 2021 juga bakal digelar secara mobile setiap harinya. Dengan begitu lokasi vaksinasi setiap harinya bisa berpindah-pindah sesuai dengan kondisi.Beberapa kebutuhan vaksinasi, termasuk logistik selama pelaksanaan mobile ini juga mendapat dukungan dari Dana Keistimewaan DIY.“Dengan vaksin ayo kita hijaukan [zona Covid-19] di DIY. Harapannya dengan vaksinasi, pemulihan ekonominya bisa segara bangkit,” kata Siwi.Siwi berharap kasus Covid-19 di Indonesia, termasuk di DIY semakin turun. Dengan begitu kegiatan masyarakat bisa kembali pulih dan juga berdampak pada roda perekonomian pelaku usaha. Roda ekonomi yang sempat mulai pulih beberapa waktu lalu kini kembali turun. Adanya PPKM Darurat juga salah satu faktor yang berdampak.Bebas OngkirSaat ini Dinkop-UKM DIY terus membantu pelaku UKM denga program bebas ongkos kirim (ongkir), dari yang sebelumnya hanya di wilayah DIY, saat ini sudah bisa bebas ongkir ke luar DIY. “Ke depan bebas ongkir akan menyasar ke luar negeri,” ucap dia.Selain itu, Dinkop-UKM DIY juga terus mempersiapkan pelaku UKM untuk naik kelas. Terus ada pembinaan, pengembangan, serta bantuan dalam pembuatan izin edar serta sertifikasi halal dan lainnya.“Mereka tetap harus naik kelas, enggak boleh diam. Harus menyiapkan saat [ekonomi masyarakat] mulai pulih harus sudah siap,” kata Siwi.Sumber : https://jogjapolitan.harianjogja.com/read/2021/07/19/510/1077468/dinkop-ukm-diy-targetkan-30-pelaku-usaha-divaksin
MANGUPURA, NusaBaliJelang Hari Raya Idul Adha 1442 H, harga kebutuhan pokok di Badung tetap stabil. Dinas Koperasi, UKM, dan Perdagangan Badung memastikan stok kebutuhan pokok aman.Untuk harga beras medium I Rp 11.000 per kilogram, beras medium II Rp 10.000 per kilogram, beras super I Rp 12.000 per kilogram, dan beras super II Rp 10.500 hingga Rp 11.500 per kilogram. Kemudian harga cabai besar bervariasi di sejumlah pasar, rata-rata Rp 14.000 hingga Rp 25.000 per kilogram. Cabai rawit juga demikian, antara Rp 40.000 hingga Rp 50.000 per kigram.Selanjutnya harga bawang putih dari Rp 24.000 hingga Rp 25.000 per kilogram, bawang merah dari Rp 24.000 hingga Rp 28.000 per kilogram, daging sapi Rp 110.000 hingga Rp 125.000 per kilogram, daging ayam Rp 35.000 hingga Rp 38.000 per kilogram, telur ayam Rp 40.000 ribu hingga Rp 45.000 per krat, gula pasir Rp 12.000 hingga Rp 13.000 per kilogram, dan minyak goreng Rp 12.000 hingga Rp 15.000 per kilogram.“Dari laporan harian satuan tugas ketahanan pangan, harga bahan pokok di Badung stabil. Begitu juga stok aman,” kata Kepala Dinas Koperasi, UKM, dan Perdagangan Kabupaten Badung I Made Widiana, Kamis (15/7).Widiana mengatakan akan terus memantau pergerakan harga di beberapa pasar tradisional, khususnya menjelang Hari Raya Idul Adha. “Namun, sejauh ini dari monitoring harga, semuanya masih stabil,” tegas mantan Camat Kuta Selatan itu. Sumber : https://www.nusabali.com/berita/98873/harga-kebutuhan-pokok-jelang-idul-adha-stabil
Ciremaitoday.com, Kuningan – Dinas Koperasi UKM, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, bakal menggelar vaksinasi massal bagi pedagang pasar tradisional. Vaksinasi ini menyasar tiga pasar tradisional di Kuningan yakni Pasar Baru, Pasar Kepuh dan Pasar Langlangbuana.Kepala Koperasi UKM, Perindustrian dan Perdagangan Kuningan, U Kusmana dalam keterangan persnya, Minggu (11/7/2021), mengatakan, program vaksinasi massal dilakukan dalam momentum Hari Koperasi ke-74 tahun. Vaksinasi ini akan menyasar para pedagang pasar tradisional yakni Pasar Baru, Pasar Kepuh dan Pasar Rakyat Langlangbuana.“Kami bekerjasama dengan Gerai Vaksin Presisi akan melaksanakan gebyar vaksinasi COVID-19. Kegiatan ini menyasar para pedagang di Pasar Baru, Pasar Kepuh dan Pasar Rakyat Langlangbuana,” sebutnya.Dia menjelaskan, jadwal vaksinasi massal akan dimulai pada Senin (12/7/2021) di Pasar Baru Kuningan. Lokasinya berada di kantor Pasar Baru lantai 2 pada pukul 08.00 WIB pagi hingga selesai.“Sementara jadwal selanjutnya pada hari Selasa (13/7/2021). Sasaran vaksinasi kedua yakni terhadap pedagang Pasar Kepuh, lokasinya di sebelah timur Masjid Pasar Baru dimulai pukul 08.00 WIB pagi,” imbuhnya.Terakhir, lanjutnya, yakni vaksinasi massal ketiga bagi pedagang di Pasar Rakyat Langlangbuana. Waktunya pada Rabu (14/7/2021) dimulai pukul 08.00 WIB pagi, lokasinya di sebelah timur masjid Pasar Baru Kuningan.“Hari Koperasi ke-74 ini menjadi momentum bagi masyarakat akan pentingnya gerakan berkoperasi yang maju menuju manajemen digital. Tentunya ini untuk membangun ekonomi kerakyatan, meningkatkan semangat kebersamaan koperasi, sekaligus mensosialisasikan keberhasilan koperasi serta mewujudkan transformasi koperasi modern,” ungkapnya.Bahkan jika kasus COVID-19 sudah mereda, pihaknya berencana mengadakan roadshow gerakan berkoperasi Maju menuju manajemen digital.“Kita akan melibatkan seluruh koperasi aktif, nanti kita hadirkan narasumber langsung dari Pak Bupati, Pemprov Jabar, LPDB Jakarta, Start Up Pas Pos Jakarta dan bjb Cabang Kuningan,” pungkasnya.Sumber : https://kumparan.com/ciremaitoday/dinas-koperasi-kuningan-sasar-vaksinasi-massal-ke-pegadang-pasar-tradisional-1w78G74VAWK/full
TEGAL - Pasar-pasar tradisional di Kota Tegal masih dibolehkan beroperasionalisasi saat Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat. Sesuai Instruksi Wali Kota Tegal, jam operasionalisasi pasar-pasar tradisional dibatasi dan kapasitas pengunjungnya hanya lima puluh persen.“Kami sudah mengimbau kepada Kepala Pasar untuk membatasi pengunjung lima puluh persen, dan agar tidak membludak, terutama di hari pasaran,” kata Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan (Dinkop UKM Perdagangan) Kota Tegal Joko Sukur Baharudin melalui Kepala Bidang Pasar Yudi Arianto, kemarin.Yudi mengatakan Instruksi Wali Kota juga mengatur supermarket, toko kelontong, dan swalayan. Untuk yang tidak menjual kebutuhan sehari-hari, ditutup sementara sepanjang diberlakukannya PPKM Darurat sampai 20 Juli mendatang.Sedangkan khusus untuk apotek dan toko obat tetap dapat dibuka 24 empat jam. Kepada Kepala Pasar, Dinkop UKM Perdagangan mengingatkan untuk memperketat protokol kesehatan di pasar tradisional yang diperbolehkan buka.Selain penerapan 5M, agar memastikan alat dan tempat cuci tangan berfungsi dengan baik. Pengelola, pedagang, dan pengunjung wajib memakai masker dengan benar dan jaga jarak.Selain itu, telah dilaksakan penyemprotan disinfektan di seluruh pasar tradisional, sebagai upaya strerilisasi. “Bagi yang kondisi badannya kurang sehat, kami mohon untuk di rumah saja dan tidak berdagang atau bertugas atau masuk pasar,” jelas Yudi.Sumber : https://radartegal.com/pengunjung-pasar-tradisional-di-kota-tegal-dibatasi-50-persen.18444.html
REPUBLIKA.CO.ID,TANGERANG SELATAN -- Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mendorong para pelaku UKM agar lebih inovatif dalam menjalankan kegiatan usahanya. Diharapkan, kegiatan ekonomi yang dimotori oleh para pelaku UMKM dapat bertahan dan kuat di tengah tekanan pandemi Covid-19 yang masih mendera. Kepala Dinas Koperasi dan UKM Tangsel Deden Deni menuturkan, sejak awal pandemi Covid-19 pada tahun lalu, para pelaku UKM telah terpukul. Sehingga penurunan omset pun tak dapat dipungkiri. Menurutnya, dengan kondisi pandemi yang saat ini semakin parah, terlebih adanya pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat, tidak ada pilihan bagi para pelaku UKM, kecuali melakukan inovasi dalam menjalankan usahanya, minimal bertahan. Salah satunya dengan memanfaatkan teknologi digital untuk melakukan penjualan dan pemasaran. "Dengan kondisi lebih parah dari awal Covid-19, ya saya yakin transaksi online akan lebih naik lagi dan sekarang memang banyak inovasi digital-digital dan masyarakat menikmati belanja digital," tutur Deden di kawasan Serpong Utara, Tangsel, Kamis (1/7). Dia menjelaskan, pelaku UKM harus dapat menangkap peluang yang ada dengan melihat kebutuhan masyarakat. Menurut analisisnya, salah satu upaya konkrit yang bisa dilakukan oleh para pelaku UKM adalah dengan menjual produk-produk yang merupakan kebutuhan primer masyarakat, seperti kuliner. "Harusnya ditangkap oleh pelaku UKM bagaimana beradaptasi dengan lingkungannya dengan kondisi hari ini ada perilaku masyarakat meliputi bagaimana cara belanja dan apa skala prioritasnya," jelasnya. Lebih lanjut, pelaku UKM bisa berkaca dari survei yang menunjukkan adanya peningkatan drastis dari kegiatan belanja online. Survei yang dimaksud adalah penelitian dari Perusahaan data dan kecerdasan buatan Analytic Data Advertising (ADA) yang mencatat adanya kenaikan hingga 400 persen pada aktivitas belanja online secara nasional pada awal pandemi di sekitar Maret 2020.Hal tersebut dipicu oleh merebaknya pandemi Covid-19 yang mendorong transaksi secara langsung menjadi daring. "Tak terkecuali Tangsel, angkanya (peningkatan) mirip-mirip lah," kata dia. Pembatasan Aktivitas dan Stimulus Selain didorong untuk terus berinovasi, Deden meminta para pelaku UKM untuk dapat tetap menaati aturan pembatasan kegiatan selama pemberlakuan PPKM Darurat yang diterapkan pada 3-20 Juli 2021. Aspek kesehatan dinilai menjadi yang utama, namun kegiatan ekonomi tetap bisa berjalan dengan adanya pembatasan. "Iya (mengutamakan kesehatan), tapi tidak mematikan usaha juga, hanya membatasi aktivitas, dengan menerapkan protokol kesehatan. Ya kita harus berkorban bagaimana kalau dibiarkan bisa dibayangkan apa yang akan terjadi. Yang penting tidak ditutup secara total. Teman-teman UMKM bisa beraktivitas dengan prokes, sama-sama jaga supaya kasus tidak makin menyebar," jelasnya. Deden menuturkan, pihaknya telah memberi arahan agar para pelaku UMKM dapat menjalankan aturan yang berlaku. Diantaranya membatasi jam operasional dan kapasitas di tempat usaha. Juga menerapkan protokol kesehatan dengan marka untuk jaga jarak. "Kita monitoring ke pelaku-pelaku UMKM, memberikan arahan dan edukasi, terutama pedagang warung nasi. Jam operasional dibatasi, kapasitas dibatasi, dan menjalankan prokes. Pelayanannya kadang-kadang ada yang prasmanan, ini termasuk kami anjurkan untuk tidak prasmanan," jelasnya. Dalam kondisi tekanan, Deden mengatakan akan terus mendorong pelaku UKM untuk dapat bertahan dengan memberikan stimulus. Diantaranya, melancarkan bantuan langsung tunai (BLT) serta memberi bantuan berupa barang."Di awal kan sudah ada BSP (bantuan sosial pangan) Dinsos, lalu bantuan Kementerian UKM berupa BLT yang kuotanya tidak dibatasi, ini yang kita dorong supaya pelaku UKM mengusulkan bantuan. Lalu menstimulus dengan bantuan sembako kepada pelaku koperasi yang banyak anggotanya merupakan pelaku UMKM," kata dia. Wakil Wali Kota Tangsel Pilar Saga Ichsan memastikan akan memberi stumulus yang dapat mendorong kegiatan usaha untuk dapat menggeliat. Dia menyebut akan menampung suara para pelaku UKM agar dapat terus menjalankan kegiatan ekonomi. "Sekarang kan lagi penyusunan RPJMD, nanti kita lihat kira-kira di lapangan kebutuhannya apa supaya bisa kita anggarkan di tahun depan, programnya bisa jalan lebih bagus, tapi dengan catatan anggaran yang ada," terangnya. Namun, berdasarkan data yang dikantonginya, kondisi kekuatan finansial Pemkot Tangsel dalam kondisi tertatih-tatih. Bahkan Pilar menyebut akan terjadi defisit pada anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD). "Pasti terjadi penurunan dibanding tahun kemarin. Tahun kemarin saja kita dapat penurunan APBD Rp800 miliar. Saat ini kalau dilihat per triwulan pencapaiannya benar-benar harus digenjot. Misal program Dinkop UKM harus lebih ini (disiapkan) pelurunya (anggarannya)," jelasnya. Sumber : https://www.republika.co.id/berita/qvl0yp327/pelaku-ukm-di-tangsel-diminta-lebih-inovatif
KOTA JANTHO - Dinas Koperasi UKM dan Perdagangan (Diskop UKM dan Perdagangan) Aceh Besar mulai memberlakukan jalan satu arah di Pasar Induk Lambaro, Kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar, Rabu (23/6/2021).Akses jalan mulai ditutup jalur searah dari Simpang Soekarno-Hatta menuju Pasar Induk. Jalan menuju Pasar Induk hanya diberlakukan satu arah dari Simpang Masjid ke arah Simpang Jalan Soekarno- Hatta.Kepala Diskop UKM dan Perdagangan Aceh Besar, M Ali SSos MSi didampingi Kabid Perdagangan, Muslim SE, kepada Serambi, Rabu (23/6/2021) mengatakan, Pasar Induk Lambaro mulai berbenah diri.“Selama ini kawasan Pasar Lambaro, semrawut dan menimbulkan kemacetan khususnya pada pagi hari hingga sore hari. Kini mulai dibenahi mulai dari jalan satu arah diberlakukan di Pasar Induk Lambaro menuju Simpang Soekarno-Hatta untuk mencegah terjadinya kemacetan arus lalulintas dan untuk mencegah kesemrawutan parkir dan pedagang musiman,” ujarnya.Selain itu, kata M Ali, jalan satu arah juga diberlakukan dari jalur masuk pintu satu menuju pintu dua (pintu keluar). Sedangkan dari pintu kedua langsung ke jalan Soekarno-Hatta dan tidak lagi memutar berlawanan arah.Tidak hanya itu, juga para pedagang musiman juga disediakan lapak di depan Kantor Satgas Pasar yang dulunya digunakan sebagai tempat parkir pedagang dan pembeli.“Kita mulai membenahi pasar secara bertahap, agar pasar terlihat rapi, nyaman, dan tidak macet. Untuk itu kita minta minta kepada pedagang maupun pembeli agar mematuhi jalan satu arah demi kenyamanan bersama,” ujarnya.Sumber : https://aceh.tribunnews.com/2021/06/24/jalan-pasar-induk-lambaro-mulai-diberlakukan-satu-arah
Harianjogja.com, JOGJA—Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Dinkop UKM) DIY mengadakan inkubator bisnis kepada sejumlah pelaku UKM. Kegiatan pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas dan menguatkan aspek usaha UKM serta mendorong go digital.Kasi Layanan Usaha Terpadu Koperasi dan UKM Dinkop UKM DIY, Hana Fais Prabowo menjelaskan kegiatan ini rutin diberikan setiap tahun kepada pelaku UKM. Kali ini sebanyak 100 peserta UKM dari berbagai jenis usaha ikut serta dalam inkubator bisnis. Pelaku UKM itu nantinya akan disaring dan melalui tahapan yang cukup ketat untuk bersaing menjadi yang terbaik. Hal ini dilakukan agar peserta semangat dan terbentuk jiwa persaingannya, sehingga mengikuti setiap kelas dan materi yang diberikan dengan sungguh-sungguh. "Ada tahap seleksi yang diberlakukan kepada peserta yakni melalui penilaian," katanya, Kamis (10/6).Fais menjelaskan, nantinya dari 100 peserta akan menjaring menjadi sebanyak 50 di tahap kedua dan 25 UKM pada tahap ketiga. Dalam tahap akhir di akhir akan ada 20 UKM terpilih yang akan mendapat berbagai keuntungan karena telah melalui sejumlah tahapan yang diberikan oleh Dinas Koperasi dan UKM"Tiap UKM ada pendampingnya, jadi penilaian itu berdasarkan pengamatan yang dilihat selama menjalani program inkubator nisnis ini," terangnya.Program inkubator bisnis ini bekerja sama dengan Inkubasi Bisnis & Inovasi Bersama (IBISMA) Direktorat Pembinaan & Pengembangan Kewirausahaan atau Simpul Tumbuh Universitas Islam Indonesia (UII). Pelatihan digelar selama beberapa hari di Hotel Merapi Merbabu.Rininta Hanum, Ketua Program IBISMA UII mengatakan menggunakan kurikulum yang relevan serta kredibel sebagai bahan ajar kepada para pelaku UKM itu. Adapun tahapan materi yang diberikan yakni berupa materi tentang marketing, produksi, serta keuangan."Untuk marketing kami berikan dasar-dasarnya dulu terkait dengan branding,WhatsApp Bisnis, dan lain sebagainya. Ini bertahap jadi ketiga materi itu merupakan hal yang penting agar UKM berkembang," ujarnya.Sumber : https://ekbis.harianjogja.com/read/2021/06/11/502/1074133/dinkop-ukm-diy-saring-ukm-terbaik-lewat-inkubator-bisnis
Solopos.com, SRAGEN — Setelah dihentikan sementara karena Sragen Zona Merah, aktivitas dua pasar temporer, yakni Night Market Sukowati atau NMS dan Pasar Tiban Taruna, Sragen, dibolehkan buka kembali mulai Sabtu-Minggu (5-6/6/2021) besok.Dua pasar itu tetap buka dengan syarat menerapkan protokol kesehatan secara ketat dan mencegah terjadingan kerumunan.Keputusan itu diambil dalam rapat bersama Komunitas UMKM (usaha mikro, kecil, dan menengah) Bumi Sukowati (Kobis) bersama satuan kerja perangkat daerah (SKPD) terkait yang dipimpin Sekretaris Daerah (Sekda) Sragen Tatag Prabawanto di ruang pertemuan Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Sragen, Rabu (2/6/2021).“Nimas [night market Sukowati] jalan mulai Sabtu besok, tidak ada masalah. Protokol kesehatan harus ditekankan. Mereka [penyelenggaran NMS] harus bertangguang jawab atas pelaksanaan protokol kesehatannya. Jangan semua dibebankan kepada Pemkab Sragen! Pemkab hanya fasilitator. Semua pedagang, baik EO dan Kubis sudah sepakat tentang hal itu,” ujar Sekda, saat ditemui Solopos.com, Rabu siang.Sekda menyampaikan bila ditemukan adanya kerumunan maka mereka sendiri yang wajib mengingatkan. Dia meminta para pedagang yang berjumlah 100 orang itu membentuk satuan tugas (satgas) protokol kesehatan yang nantinya bisa di-back up dari aparat Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).“Termasuk di Pasar Tiban Taruna juga boleh buka. Satpol PP tetap diminta untuk berjaga,” katanya.Plt. Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Dinkop UKM) Sragen, Tedi Rosanto, mengatakan Night Market Sukowati dan Pasar Tiban Taruna boleh buka tetapi wajib protokol kesehatan. Dia mengatakan kalau ada kerumunan maka bisa dibubarkan.Pendamping UMKM NMS Sragen, Agus Riyanto, mengatakan dalam pembukaan NMS itu kuncinya harus protokol kesehatan ketat. Dia mengatakan Sekda menghendaki setiap stan memiliki hand sanitier, masker, yang stan kuliner wajib pakai sarung tangan, protokol kesehatan untuk kerumunan, dan adanya petugas yang mobile.“Petugas mobile itu nanti ditunjuk RT atau RW dan EQ didampingi Satpol PP. Kemudian pedagang dadakan atau tiban selama bisa menempati lingkungan warga diizinkan tetapi yang pakai mobil tidak boleh. Penegakkannya ada di warga setempat,” jelasnya.Di sisi lain, Agus menyampaikan Kubis meminta ada surat perintah kerja (SPK) dari dinas terkait sebagai tindak lanjut atas peraturan bupati (perbup) . Dia mengatakan SPK itu sebagai pegangan bagi Kubis yang ditunjuk Pemkab untuk menyelenggarakan NMS.“Dari NMS itu bisa menunjuk EQ sebagai penyedia sarana dan prasarana dan SCF [Sragen Creative Festival] sebagai pengisi acara. Konsepnya ke depan ada panggung hiburan,” katanya.Sumber : https://www.solopos.com/hore-night-market-sragen-dan-pasar-tiban-buka-kembali-1129133
BLANGPIDIE - Dinas Koperasi UKM dan Perindag Aceh Barat (Abdya) akan segera memanggil para agen penyalur gas elpiji 3 kilogram.Hal tersebut disampaikan oleh Plt Kepala Dinas Koperasi UKM dan Perindag Abdya, Firmansyah ST, merespons adanya agen nakal yang melakukan pengutip liar (pungli) untuk pembuatan pangkalan baru.“Saya tidak tahu ada agen yang berani pungli seperti ini.Karena, semua kan ada aturannya, namun ketiga agen akan kita panggil, nanti akan nampak siapa yang bermain,” ujar Plt kepala Dinas Koperasi UKM dan Perindag Abdya, Firmansyah ST.Karena, lanjutnya, selama ini pihaknya hanya memantau pendistribusi gas yang dilakukan oleh agen kepada pangkalan dan selama ini tidak ada terjadi kendala yang berarti.“Tapi, kalau seperti ini, maka akan kita panggil para agen dan itu jelas pungli dan harus ditindak,” tegasnya.Menurut Firman, jika dalam pertemuan nantinya itu, ada agen terbukti melakukan pungli dan tidak mampu menjelasnya untuk apa uang Rp 60 juta diberikan oleh para calon pangkalan.Maka pihaknya akan melaporkan persoalan tersebut ke Pertamina.“Tentu harus diberikan sanksi keras, apakah penghentian penyaluran sementara atau seperti apa.Kalau Pemkab, mungkin kita berupa mencabut izin operasionalnya, karena angka Rp 60 juta itu sangat besar,” ungkapnya.Karena, tambahnya, jika hal tersebut dibiarkan selain melakukan perbuatan pidana, juga akan berdampak para agen akan menjual gas melampaui HET yang ditetapkan oleh pemerintahan.“Logikanya kan seperti, kuota terbatas, sementara modal besar, ujungnya tentu akan menjual diatas HET. Insya Allah, dalam waktu dekat akan kita panggil,” pungkasnya.Seperti diberitakan sebelumya, sejumlah pengusaha di Abdya meresahkan adanya kutipan liar yang dilakukan oleh oknum agen penyalur elpiji 3 kilogram.Para calon pengusaha gas 3 kilogram yang ingin membuka pangkalan gas, maka harus membayar uang Rp 60 juta.Padahal, informasi yang diperoleh Serambinews.com, untuk membuka usaha elpiji 3 kilo itu, calon pengusaha hanya dibebankan Rp 30 juta saja. Uang Rp 30 juta itu, digunakan untuk pembelian tabung 3 kilo sebanyak 100 tabung, tabung 12 dan tabung 5,5 kilogram, serta peralatan dan atribut penunjang lainnya.Akibatnya, sejumlah calon pengusaha gas itu memilih mundur karena adanya kutipan liar tersebut.Bahkan, Anggota DPRK Abdya naik pitam terkait adanya pungutan liar atau pungli yang dilakukan oleh oknum agen gas elpiji 3 kilogram atau biasa disebut elpiji melon.Hal tersebut disampaikan oleh Ikhsan merespon terkait adanya keluhan para calon pengusaha pangkalan gas elpiji 3 kilogram yang menjadi korban pungutan liar alias pungli.“Kutipan Rp 60 juta untuk membuka pangkalan baru itu tidak masuk akal. Karena biasanya untuk membuka pangkalan baru itu, hanya butuh modal Rp 25 juta hingga Rp 30 juta,” ujar Ketua Komisi D DPRK Abdya, Ikhsan kepada Serambinews.com, Selasa (18/5/2021).Menurut Ikhsan, kutipan hingga Rp 60 juta sangatlah mahal, dan rawan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, salah satunya rawan penjualan gas melampaui HET, yaitu Rp 22.500 per tabung.Untuk itu, ia mengaku, dalam waktu dekat pihaknya akan memanggil seluruh agen gas elpiji 3 kilogram di Abdya, termasuk para calon pengusaha dan dinas terkait.Insya Allah dalam waktu dekat, kita akan RDP (rapat dengar pendapat). Jika dalam RDP itu pihak agen tidak mampu menjelaskan untuk apa Rp 60 juta yang dikutip itu, maka pihaknya akan melaporkan ke Pertamina,” tegas politisi PAN tersebut.Karena, sebutnya, korban pengutipan itu juga terjadi terhadap beberapa orang, termasuk abang kandung salah satu pimpinan OKP di Abdya. Hal senada juga disampaikan oleh Anton Sumarno dan Zulfan alias Awenk. “Insya Allah akan kita gelar RDP. Bahkan, kita akan mempertanyakan regulasi pendirian pangkalan,” ujar Anton Sumarno.Karena, sebut Sekjen PNA Abdya itu, ada beberapa gampong di kecamatan Kuala Batee, Tangan-Tangan dan Manggeng, sangat membutuhkan pangkalan.Namun, hingga kini pangkalan gas elpiji 3 kilogram tersebut belum terealisasi.“Persoalan penempatan pangkalan juga akan menjadi perhatian kita, apakah ada kaitannya setoran ini?” tukasnya.Kalau benar adanya, maka penegak hukum dan Pertamina harus bertindak, apalagi ada beberapa calon pengusaha sudah menyampaikan keluhannya kepada kami,” ungkapnya. Sementara itu, Zulfan, mengaku akan memanggil semua pihak, seperti agen yang diduga melakukan pungutan liar itu, dinas terkait, termasuk para calon pengusaha pangkalan gas elpiji melon tersebut. “Iya, ada yang japri (jaringan pribadi) saya sambil melampirkan berita Serambi. Rata-rata pengakuan mereka kepada saya, mundur bukan karena mereka tidak punya modal,” kata Zulfan Alias Awenk. Mereka mundur, sambungnya, karena uang Rp 60 juta yang disetor itu di luar batas kewajaran.Sumber : https://aceh.tribunnews.com/2021/05/19/dinas-perindag-abdya-akan-panggil-para-agen-penyalur-gas-elpiji-3-kilogram-ini-tujuannya?page=all