Showing posts with label wirausaha. Show all posts
Showing posts with label wirausaha. Show all posts

Tuesday, June 11, 2024

Program Kompetisi Ini Bantu Perempuan Pelaku UKM Kembangkan Usaha

 


MENTERI Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Menkop & UKM) Teten Masduki mengatakan 64,5% pelaku UMKM di Indonesia adalah perempuan. Menurut data UN Woman, satu dari tiga wanita di dunia merupakan pelaku usaha mikro, tapi sayangnya keuntungan rata-rata yang didapatkan oleh pelaku usaha perempuan lebih kecil dibandingkan laki-laki.

Fakta tentang kesenjangan inilah yang membuat business coach dari Gratyo Practical Business Coaching, Yohanes G. Pauly, membuat program kompetisi Indonesia Mencari Founders (IMF) Season 3 khusus untuk para womenpreneur (perempuan pelaku usaha) dan couplepreneur (pasangan pelaku usaha)

Yohanes menjelaskan, Presiden Joko Widodo pernah menyatakan perempuan Indonesia memiliki peran penting dalam pembangunan ekonomi bangsa. Dengan mendukung perempuan pelaku usaha, kita tidak hanya memberdayakan wanita, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan. 

Hal senada disampaikan Menkop & UKM, bahwa dengan memberikan dukungan yang tepat, womenpreneur dan couplepreneur dapat menjadi motor penggerak ekonomi yang kuat.

“Di sinilah IMF lahir sebagai langkah konkret mendukung upaya pemerintah dalam membangun ekosistem kewirausahaan yang inklusif dan berkelanjutan,” papar Yohanes pada penjurian finalis IMF Season 3 di Jakarta, Selasa (11/6/2024).


Sumber: https://mediaindonesia.com/jelita/677381/program-kompetisi-ini-bantu-perempuan-pelaku-ukm-kembangkan-usaha

Wednesday, June 5, 2024

UMKM Naik Kelas 2024 Targetkan Cetak 1000 Usaha Baru

 


GUNA meningkatkan kemampuan dan kualitas UMKM di wilayahnya, Kabupaten Bekasi menggelar Pembukaan UMKM Naik Kelas 2024. Acara ini dihadiri Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Kabupaten Bekasi Ida Farida, Rektor Universitas Pelita Bangsa, Hamzah , Penyusun Rencana Kemitraan Usaha Besar Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Provinsi Jawa Barat Agustian, Koordinator Daerah Pendampingan UMKM Naik Kelas 2024 Kabupaten Bekasi Filda Rahmiati serta puluhan peserta yang hadir secara daring.

Pembukaan UMKM Naik Kelas 2024 ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan yang berlangsung selama delapan bulan, sejak bulan April hingga November 2024. Sebanyak 123 UMKM yang menjadi dampingan dari enam pendamping mengikuti kegiatan ini.

Kegiatan yang dilakukan berupa pelatihan dan pendampingan rutin bagi peserta dampingan, termasuk kunjungan lapangan dan pertemuan bulanan untuk membahas materi-materi yang relevan dengan pengembangan usaha.

Penyusun Rencana Kemitraan Usaha Besar Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Provinsi Jawa Barat,Agustian mengemukakan pola pendampingan ini lebih lama dan ekosistemnya lebih luas. 

"Contohnya, kolaborasi dengan Dinas Pariwisata untuk menjual produk UMKM di kawasan wisata," kata Agustian melalui keterangan yang diterima hari ini.

Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Kabupaten Bekasi, Ida Farida menambahkan sebanyak 100-150 UMKM telah mengikuti kegiatan ini, dan diharapkan dapat meningkatkan level usaha mereka.

Selain itu, di bulan Agustus akan diadakan ulang tahun UMKM, serta pertemuan pembeli.

"Tahun ini, target mencapai 1000 usaha baru yang akan dialihkan ke Dinas Perindustrian untuk lebih lanjut, dengan harapan dapat meningkatkan ekspor ke luar negeri," kata Ida Farida.

Dengan demikian, lanjut Ida, Pembukaan UMKM Naik Kelas 2024 ini diharapkan dapat membantu meningkatkan kemampuan dan kualitas UMKM di Kabupaten Bekasi, serta meningkatkan potensi ekspor

Koordinator Daerah Pendampingan UMKM Naik Kelas 2024 Kabupaten Bekasi yang juga dosen Ptodi Manajemen Fakultas Bisnis Universitas Presiden Filda Rahmiati, Ph.D berharap pendampingan ini dapat menciptakan para UMKM baru yang lebih inovatif, kreatif, dan dapat mencapai pasar global di pangsa pasar yang kompetitif. (Z-8)



Sumber: https://mediaindonesia.com/ekonomi/676083/umkm-naik-kelas-2024-targetkan-cetak-1000-usaha-baru

Sunday, April 21, 2024

UMKM di Indonesia Menjamur, 65% Pemiliknya adalah Perempuan

 

Usaha kecil dan menengah (UKM) merupakan urat nadi perekonomian global, mencakup hampir 90% dari seluruh bisnis dan mempekerjakan sekitar setengah dari angkatan kerja global.

Indonesia sendiri sebagai negara dengan jumlah penduduk terbesar keempat di dunia dengan jumlah penduduk mencapai 275 juta jiwa memiliki 65 juta UMKM. Sektor ini berkontribusi terhadap 60% produk domestik bruto (PDB) nasional, setara dengan Rp9,6 triliun.

Menariknya, sebagian besar lanskap dari sektor UMKM ini didominasi oleh perempuan, yaitu mencakup 64,5% dari total UMKM. Angka ini tergolong tinggi jika dibandingkan dengan data global, yaitu hanya satu dari tiga UMKM yang dimiliki oleh perempuan.

Data dari hasil penelitian yang dilakukan oleh Stellar Women dan survei Boston Consulting Group memaparkan bahwa sektor makanan dan minuman (F&B) menjadi jenis usaha yang paling banyak dilakukan oleh pengusaha perempuan. Hal ini diasumsikan karena pengusaha perempuan tampaknya tertarik pada industri yang mereka rasa nyaman untuk dikelola secara end-to-end.

Usaha jasa atau pelayanan di peringkat kedua, kemudian disusul oleh fesyen dan tekstil pada peringkat ketiga.

Sementara itu, perempuan pengusaha (UMKM) pada survei terbagi hampir sama antara mereka yang pernah bekerja dan mereka yang bukan angkatan kerja. Menariknya, perbedaan motivasi antara kedua kelompok ini sangat kecil, karena pendapatan dan penyaluran semangat mereka merupakan dua motivator utama di kedua kelompok.

Hal ini menunjukkan bahwa, terlepas dari status pekerjaan mereka sebelum berwirausaha, perempuan di Indonesia memiliki aspirasi dan motivasi yang sama dalam memulai usaha.

Meski demikian, UMKM perempuan di Indonesia juga menghadapi berbagai tantangan yang dapat menghambat partisipasi aktif mereka dalam kepemilikan bisnis yang mencakup berbagai aspek, seperti tidak adanya akses untuk mendapatkan mentorship.

Salah seorang pengusaha UMKM sekaligus penemu Cassaplast Bioplastic, Cacam Samsiah, mengaku telah menyadari pentingnya hal ini, “Saya mengambil banyak kelas seperti keterampilan komunikasi, bisnis digital, (dan) kelas apa pun yang akan saya ikuti. Saya mencoba meningkatkan diri saat bergabung komunitas ini. Semakin banyak Anda bergaul dengan orang-orang yang memiliki bisnis dan tantangan yang sama, (semakin) dapat meningkatkan kepercayaan diri dan keberanian Anda untuk maju,” ujarnya, dikutip dari pembahasan hasil penelitian.

Namun, terdapat permasalahan yang lebih mendalam dan sistemik juga, seperti ekspektasi dan bias masyarakat, yang juga perlu diatasi di seluruh spektrum sosio-ekonomi untuk menciptakan lingkungan bisnis yang benar-benar inklusif.

Sebagai informasi tambahan, responden dari survei ini sebagian besar terdiri dari perempuan berusia 25-49 tahun dengan usia rata-rata 34 tahun. Khususnya, 83% dari operasi bisnis perempuan pengusaha sebagian besar terpusat di provinsi-provinsi terkemuka di Jawa, termasuk Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta dan Jawa Barat. Konsentrasi ini sejalan dengan status Pulau Jawa sebagai pusat perekonomian yang memberikan kontribusi besar terhadap PDB negara sebesar 56%.

Sumber: https://www.startsmeup.id/2024/04/umkm-di-indonesia-menjamur-65.html

Sunday, March 21, 2021

Menteri Teten Ingin UMKM Jalankan Usaha dengan Pola Pikir Wirausaha

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki dalam acara Coffee Talk MenkopUKM dan Lewi's Organics sekaligus Pengukuhan 200 Master Mentor SIGAP UMKM, Kamis, (11/3/2021).(DOKUMENTASI HUMAS KEMENKOP UKM)

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki menginginkan para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) bisa bertransformasi memanfaatkan perkembangan teknologi, sehingga bisa berdaya saing.

Ia mengatakan, pada era digitalisasi saat ini, persaiangan perdagangan semakin ketat.

Tak hanya antarproduk dalam negeri tetapi juga produk luar negeri. Oleh sebab itu, UMKM lokal perlu meningkatkan kapasitasnya.

"Karena ke depan persaiangan di pasar itu akan semakin ketat, terutama dari industri besar yang standar produknya sudah baik. Maka peningkatan kapasitas dan daya saing produk UMKM menjadi penting saat ini," ujar Teten dalam acara launching M Bloc Market yang ditayangkan secara virtual, Jumat (19/3/2021).

Menurut Teten, peningkatan kualitas dapat dilakukan pula dengan para pelaku UMKM mengubah pola pikirnya dari sekadar pengusaha subsisten atau hanya untuk cukup membiayai diri dan keluarga, ke pola pikir entrepreneurship atau wirausaha.

"UMKM tidak cukup menjadi as usual atau serba biasa saja, tapi harus ada nilai tambah. Harus lepas dari pola pikir subsiten dan harus hadir sebagai wirausaha," kata dia.

Menurut Teten, kewirausahaan menjadi kunci penting untuk mendorong pemulihan ekonomi nasional.

Sayangnya, 98 persen pelaku UMKM masih menjalankan usahanya dengan pola ekonomi subsisten.

Oleh sebab itu, lanjut dia, Kemenkop UKM terus berupaya menciptakan para wirausaha atau local heroes UMKM.

Para local heroes ini nantinya di dorong untuk mampu memberdayakan UMKM lainnya menjadi naik kelas dan masuk ke sektor formal, bahkan bisa merampah pasar global.

"Kami terus bersinergi dengan berbagi pihak untuk mengembangkan UMKM di Indonesia agar bermunculan wirausaha muda yang produktif dan konsisten tingkatkan nilai tambah serta berinovasi untuk besar di pasar lokal maupun global," ungkap Teten.

Ia menambahkan, salah satu hal yang perlu dilakukan untuk mendorong pengembangan UMKM adalah dengan menyediakan wadah bagi mereka untuk memasarkan produk.

Hal itu yang saat ini disediakan oleh M Bloc Space dengan membuka M Bloc Market.

Tempat ini menjadi wadah bagi para pelaku UMKM dan brand lokal yang berkualitas baik untuk memasarkan produk-produknya.

M Bloc Market menawarkan beragam produk, mulai dari perawatan tubuh, makanan dan minuman kemasan, bumbu, hingga produk segar seperti daging, ikan, dan sayuran.

Produk-produk ini memang permintaannya cukup meningkat di masa pandemi.

Adapun sekitar 70 persen produk yang dijual di M Bloc Market berasal dari berbagai UMKM, sementara 30 persen lainnya merupakan produk dari brand lokal kenamaan yang memang sudah dikenal masyarakat.

"M Bloc Market merupakan miles stone penting menuju kejayaan brand lokal dan UMKM Indonesia. Saya mengapresiasi, ini menjadi etalase bagi produk-produk lokal yang kita yang keren-keren," ungkap Teten.


sumber : https://money.kompas.com/read/2021/03/20/083029126/menteri-teten-ingin-umkm-jalankan-usaha-dengan-pola-pikir-wirausaha?page=all#page2 

Thursday, March 4, 2021

Ini Kelemahan Wirausaha Muda Indonesia

Ilustrasi UMKM(shutterstock.com)

Kepala Bidang Pendampingan Kewirausahaan Kementerian Koperasi dan UKM ( Kemenkop UKM) Adi Daen Fahmi mengatakan, wirausaha muda Indonesia mempunyai beberapa kelemahan.

Walaupun, sebenarnya para wirausaha muda ini memiliki kualitas produk barang-barang yang terbilang bagus.

"Pertama itu yang menjadi kelemahan mereka adalah modal. Sering sekali mereka berpikir, 'aduh gimana yah modalnya, cukup atau tidak?' Padahal sebenarnya kualitas produk yang dijual itu bagus banget, malah ada yang out of the box," ujarnya dalam acara Virtual Press Conference J&T Super Seller, Kamis (4/3/2021).

Dia mengakui, wirausaha muda Indonesia sering kesulitan mendapatkan modal atau belum bankable. Oleh sebab itu lanjut dia, Kemenkop UKM mendorong para wirausaha muda untuk terus menjalankan usahanya dengan memberi bantuan permodalan.

"Kita di Kemenkop UKM ada program bantuan wirausaha pemula yang mendapatkan bantuan modal agar mereka bisa membangun bisnisnya," jelasnya.

Kelemahan kedua menurut dia, wirausaha muda Indonesia banyak yang belum mengetahui di mana inovasi atau produk yang dimiliki untuk dipasarkan.

Bahkan sering sekali produk-produk yang kualitasnya bagus yang mereka miliki, tidak terlihat laku karena pasarnya tidak tepat.

"Artinya apa? Market inteligent mereka masih lemah. Makanya di Kemenkop UKM kami memberikan arahan-arahan ke mereka untuk belajar bagaimana bisa hadir di market yang bagus," ungkapnya.

Di samping itu, lanjut dia, Kemenkop UKM juga memiliki berbagai program untuk mewadahi para wirausaha muda yang ingin belajar untuk terjun ke dunia usaha.

"Makanya anak muda itu sekali-kali mainlah ke medis sosial Instagram Kemenkop UKM. Di sana banyak info-infonya," ucap dia.


sumber : https://money.kompas.com/read/2021/03/04/164200226/ini-kelemahan-wirausaha-muda-indonesia