Showing posts with label Menteri Teten. Show all posts
Showing posts with label Menteri Teten. Show all posts

Thursday, April 22, 2021

Marketplace Pertanian Ekspor Perdana Produk ke UEA


 Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengapresiasi komitmen Tanihub Group sebagai digital platform berbasis pertanian yang mulai melepas ekspor produk pertanian ke Uni Emirat Arab (UEA).


“TaniHub di usianya yang baru menginjak 4 tahun dan didominasi oleh anak-anak muda secara konsisten menunjukkan perkembangannya dalam upaya mewujudkan mimpi pertanian Indonesia untuk menjadi besar, modern dan maju,” kata Teten Masduki dalam acara Pelepasan Ekspor Produk Pertanian TaniHub secara virtual dari Jakarta, Rabu (21/4).

Beberapa waktu yang lalu, Menteri Teten berkesempatan untuk mengunjungi fasilitas Tanihub yaitu PPC di Malang, NFC di Cikarang yang keduanya merupakan infrastruktur yang mendukung terwujudnya supply chain pertanian yang terintegrasi.

Pada kesempatan kali ini, hadir pula Menteri Perdagangan M Lutfi dan bersama-sama menyaksikan pelepasan ekspor produk pertanian yang kembali dibuka setelah sempat vakum akibat pandemi.

“Momentum ini menjadi suntikan semangat bagi para pelaku usaha pertanian, bahwa produk pertanian Indonesia memiliki peluang besar untuk masuk ke pasar global melalui ekosistem yang telah dibangun oleh Tanihub Group,” kata Teten.

Target kontribusi UMKM terhadap ekspor di tahun ini meningkat menjadi 15,12 persen. Khusus untuk sektor pertanian, masih banyak potensi ekspor produk pertanian yang belum dioptimalkan.

Data International Trade Center (2020) menunjukkan bahwa potensi ekspor buah-buahan seperti nanas, pisang dan melon secara total mencapai USD400 juta atau setara Rp5,6 Triliun. Namun nilai aktual ekspor baru mencapai 60 persen. Permintaan pasar yang besar tersebut harus kita manfaatkan untuk mendorong peningkatan kontribusi UMKM terhadap ekspor.

“Disinilah perlu kolaborasi antara pemerintah dengan platform agritech seperti Tanihub dengan model bisnisnya untuk mendampingi para petani dan pelaku UMKM lainnya untuk bisa masuk ke global value chain dan terintegrasi ke supply chain, sehingga mampu menjangkau permintaan pasar yang lebih luas dan memastikan produk pertanian kita terserap secara maksimal,” kata Teten.

Menteri Teten berharap ekspor kali ini disusul oleh ekspor berikutnya dari produk UMKM. “Kita berharap keluarga petani kita semakin sejahtera, UMKM semakin unggul dan ekonomi kita terus memulih,” katanya.

Pamitra Wineka selaku CEO TaniHub Group mengatakan potensi pertanian Indonesia sangat besar tapi kesiapan petani Indonesia belum mencukupi.

“Kami sejak awal berdiri pada 2016, berkomitmen untuk membantu petani mendapatkan market dan dapat mengakses modal juga sehingga kami juga mengembangkan TaniFund, agar petani bisa membeli bibit berkualitas sehingga menghasilkan grade A dan B,” katanya.

Terbaru, pihaknya mengembangkan TaniSupply yang memfasilitasi logistik dari lahan petani hingga sebelum sampai ke costumer untuk menjadi solusi mengingat selama ini produk pertanian rentan rusak dan tidak tahan lama.

Ekspor sendiri telah beberapa kali dilakukan, namun sempat mengalami penurunan dalam bentuk kualitas maupun kuantitas. Oleh karena itu, berbagai upaya dilakukan untuk mendorong peningkatan kualitas produk pertanian di tanah air.


sumber : https://www.radarcirebon.com/2021/04/23/marketplace-pertanian-ekspor-perdana-produk-ke-uea/

Wednesday, April 7, 2021

Menteri Teten Masduki Beberkan Empat Agenda buat UMKM

Foto/Ilustrasi/SINDOnews

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki menyatakan bahwa sektor pangan merupakan keunggulan bangsa Indonesia. Tidak saja di darat, di laut lebih luas lagi potensi yang belum tergarap. Baik itu dari sisi pariwisata bahari, sumber daya pangan perikanan, hingga kekayaan budaya dan ilmu pengetahuan yang ada di dalamnya.

"Karenanya kami akan bersinergi untuk mengembangkan eduwisata agro-maritim. Ini sejalan dengan prioritas Kementerian Koperasi dan UKM , yakni mengembangkan sektor produktif (pertanian, peternakan, dan perikanan) yang menjadi basis gerakan ekonomi rakyat," jelas Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki pada acara Rakorbid Pariwisata Tingkat Nasional bertema Peningkatan Kapasitas UKM sebagai Pelaku Eduwisata Agro di Destinasi Pariwisata, secara daring di Jakarta, Rabu (7/4/2021).

Bahkan, Teten mengakui, pengembangan tersebut sesuai arahan Presiden Jokowi, yakni melalui korporatisasi pertanian dan perikanan berbasis koperasi.

Menurut Teten, setidaknya ada empat agenda pokok yang terus dijalankan pemerintah untuk memastikan struktur ekonomi nasional semakin berkeadilan. Pertama, membuka akses UMKM terhadap lahan.

"Ini dilakukan melalui program Perhutanan Sosial seluas 12,7 hektare dan juga program Tanah Objek Reforma Agraria (TORA). Kami di KemenkopUKM mendorong pengembangan kelembagaan ekonomi para penerima Perhutanan Sosial," imbuhnya.

Kedua, peningkatan akses UMKM terhadap pembiayaan. "Alhamdulillah, baru saja Presiden memberikan arahan kepada kami untuk meningkatkan porsi kredit perbankan dari selama ini 20% menjadi 30% di 2024," kata Teten.

Begitu juga KUR tanpa agunan yang selama ini sampai Rp50 juta menjadi sampai Rp100 juta, serta plafon maksimum yang sebelumnya Rp500 juta naik menjadi Rp20 miliar. "Peluang ini harus dinikmati UMKM untuk naik kelas," tandas Teten.

Ketiga, lanjut Teten, peningkatan akses SDM UMKM terhadap inovasi dan teknologi. "Ini tengah kami perkuat dengan membangun kemitraan UMKM ke dalam rantai nilai BUMN dan industri," ucap Teten.

Hal itu penting agar tumbuhnya industri dan BUMN sejalan dengan tumbuhnya UMKM. "Dengan begitu, setiap peningkatan ekspor produk kita langsung dirasakan manfaat ekonominya kepada UMKM kita," ulas Teten.

Teten pun mencontohkan Jepang, ketika mereka menetapkan industri otomotis dan elektronik sebagai prioritas. Sehingga, UMKM-nya diberikan akses untuk menyiapkan sparepart maupun komponen pendukung bagi industri tersebut.

Keempat, lanjut Teten, tidak kalah penting adalah akses terhadap pasar. UU Cipta Kerja telah memberi alokasi 40% dari belanja pemerintah untuk menyerap produk-produk UMKM. "Ini sangat diperlukan, terlebih di tengah kelesuan pasar akibat pandemi Covid-19," tukas Teten.

Menurut dia semua ini ditujukan untuk menaikkelaskan UMKM Indonesia. "Termasuk mendukung pengembangan UMKM yang bergerak pada Eduwisata Agro-Maritim," pungkasnya.


sumber : https://ekbis.sindonews.com/read/389838/34/menteri-teten-masduki-beberkan-empat-agenda-buat-umkm-1617797099?showpage=all
 

Sunday, March 21, 2021

Menteri Teten Ingin UMKM Jalankan Usaha dengan Pola Pikir Wirausaha

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki dalam acara Coffee Talk MenkopUKM dan Lewi's Organics sekaligus Pengukuhan 200 Master Mentor SIGAP UMKM, Kamis, (11/3/2021).(DOKUMENTASI HUMAS KEMENKOP UKM)

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki menginginkan para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) bisa bertransformasi memanfaatkan perkembangan teknologi, sehingga bisa berdaya saing.

Ia mengatakan, pada era digitalisasi saat ini, persaiangan perdagangan semakin ketat.

Tak hanya antarproduk dalam negeri tetapi juga produk luar negeri. Oleh sebab itu, UMKM lokal perlu meningkatkan kapasitasnya.

"Karena ke depan persaiangan di pasar itu akan semakin ketat, terutama dari industri besar yang standar produknya sudah baik. Maka peningkatan kapasitas dan daya saing produk UMKM menjadi penting saat ini," ujar Teten dalam acara launching M Bloc Market yang ditayangkan secara virtual, Jumat (19/3/2021).

Menurut Teten, peningkatan kualitas dapat dilakukan pula dengan para pelaku UMKM mengubah pola pikirnya dari sekadar pengusaha subsisten atau hanya untuk cukup membiayai diri dan keluarga, ke pola pikir entrepreneurship atau wirausaha.

"UMKM tidak cukup menjadi as usual atau serba biasa saja, tapi harus ada nilai tambah. Harus lepas dari pola pikir subsiten dan harus hadir sebagai wirausaha," kata dia.

Menurut Teten, kewirausahaan menjadi kunci penting untuk mendorong pemulihan ekonomi nasional.

Sayangnya, 98 persen pelaku UMKM masih menjalankan usahanya dengan pola ekonomi subsisten.

Oleh sebab itu, lanjut dia, Kemenkop UKM terus berupaya menciptakan para wirausaha atau local heroes UMKM.

Para local heroes ini nantinya di dorong untuk mampu memberdayakan UMKM lainnya menjadi naik kelas dan masuk ke sektor formal, bahkan bisa merampah pasar global.

"Kami terus bersinergi dengan berbagi pihak untuk mengembangkan UMKM di Indonesia agar bermunculan wirausaha muda yang produktif dan konsisten tingkatkan nilai tambah serta berinovasi untuk besar di pasar lokal maupun global," ungkap Teten.

Ia menambahkan, salah satu hal yang perlu dilakukan untuk mendorong pengembangan UMKM adalah dengan menyediakan wadah bagi mereka untuk memasarkan produk.

Hal itu yang saat ini disediakan oleh M Bloc Space dengan membuka M Bloc Market.

Tempat ini menjadi wadah bagi para pelaku UMKM dan brand lokal yang berkualitas baik untuk memasarkan produk-produknya.

M Bloc Market menawarkan beragam produk, mulai dari perawatan tubuh, makanan dan minuman kemasan, bumbu, hingga produk segar seperti daging, ikan, dan sayuran.

Produk-produk ini memang permintaannya cukup meningkat di masa pandemi.

Adapun sekitar 70 persen produk yang dijual di M Bloc Market berasal dari berbagai UMKM, sementara 30 persen lainnya merupakan produk dari brand lokal kenamaan yang memang sudah dikenal masyarakat.

"M Bloc Market merupakan miles stone penting menuju kejayaan brand lokal dan UMKM Indonesia. Saya mengapresiasi, ini menjadi etalase bagi produk-produk lokal yang kita yang keren-keren," ungkap Teten.


sumber : https://money.kompas.com/read/2021/03/20/083029126/menteri-teten-ingin-umkm-jalankan-usaha-dengan-pola-pikir-wirausaha?page=all#page2 

Sunday, February 21, 2021

Menteri Teten Siapkan Regulasi Lindungi UMKM dari Pedagang Lintas Batas

Foto: Kemenkop-UKM

Menteri Koperasi dan UKM (MenkopUKM) Teten Masduki meminta komitmen pelaku niaga daring dalam mendorong produk lokal dan mengembangkan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Kemenkop UKM juga telah meminta penjelasan platform marketplace Shopee terkait fenomena Mr Hu yang sempat ramai di masyarakat.

"Kementerian Koperasi dan UKM berkomitmen melindungi kepentingan nasional yaitu UMKM. Jika diperlukan, Kementerian Koperasi dan UKM akan mendorong diterbitkannya kebijakan Pemerintah untuk melindungi UMKM dari praktek perdagangan yang tidak adil," kata Teten Masduki usai pertemuan di Jakarta, Kamis (18/2/2021).

Dalam kesempatan tersebut, perwakilan Shopee Indonesia menyatakan bahwa sebanyak 98,1 % dari 4 juta penjual aktif di Shopee adalah UMKM. Sementara itu penjual crossborder atau pedagang lintas batas negara seperti Mr Hu hanya berjumlah 0,01%.

Penjualan produk UMKM di dalam ekosistem digital penyedia platform marketplace tersebut tercatat sebesar 71,4 %, sedangkan produk crossborder hanya 3 %, dan sisanya pedagang besar lokal.

Teten mengaku akan mengambil langkah mitigasi terhadap aktivitas perdagangan crossborder yang menjadi ancaman bagi UMKM dan produk lokal, KemenkopUKM telah berkoordinasi dengan Kementerian Perdagangan untuk mengecek kepatuhan seluruh penyedia marketplace terhadap ketentuan Perdagangan Melalui Sistem Elektronik (PMSE) yang berlaku.

Sebelumnya, perlindungan Pemerintah terhadap UMKM juga telah dilakukan dengan diterbitkannya Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 199/PMK/010/2019 yang menurunkan ambang batas bea masuk barang kiriman dari US$75 menjadi US$3 . Barang impor di atas US$3 dikenai tarif pajak sebesar 17,5% yang terdiri dari bea masuk 7,5%, PPN 10%, dan PPh 0%.

Sementara itu Peneliti INDEF Nurul Huda menambahkan bahwa produk lokal memang masih kalah dari sisi daya saing dan eksposur. Membanjirnya produk imporf, menurut dia juga tidak lepas dari permintaan konsumen.

Karena masyarakat Indonesia cenderung berorientasi pada harga murah, permintaan terhadap barang-barang impor terus meningkat. “Karakteristik konsumen itu membuat para penjual asing menjadi lebih mudah masuk pasar Indonesia,” pungkas Huda.


sumber : https://www.wartaekonomi.co.id/read328843/menteri-teten-siapkan-regulasi-lindungi-umkm-dari-pedagang-lintas-batas 

Tuesday, February 16, 2021

Menteri Teten Ungkap 6 Program demi Transformasi UMKM dan Koperasi Modern

Foto/Ilustrasi/SINDOnews

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki menyatakan, dalam upaya menciptakan wirausaha muda yang inovatif, berkelanjutan dan menyerap tenaga kerja, dibutuhkan upaya terintegrasi dalam satu ekosistem. Oleh karena itu, sinergi, peran dan kontribusi para pemangku kepentingan, baik pemerintah, swasta, organisasi masyarakat dan pihak lain sangat dibutuhkan dalam mewujudkan hal tersebut.

Semua itu dipaparkan Teten, pada acara Konsolidasi Kewirausahaan dengan Universitas Prasetya Mulya, secara daring, Selasa (16/2/2021).

"Sejalan dengan itu, pemerintah melalui Kementerian Koperasi dan UKM dalam pengembangan Koperasi dan UMKM (KUMKM) ke depan memiliki enam program strategis," kata Teten di Jakarta. ( Baca juga:Pelaku Film, Motor Custom hingga Desain Diajak Teten Bikin Koperasi Kreatif )

Yaitu, mendorong berkembangnya koperasi modern, transformasi usaha mikro dari sektor informal menjadi sektor formal, mendorong pelaku UKM untuk masuk ke pasar ekspor dan transformasi digital serta rantai nilai, memperkuat penyaluran dana bergulir, yang fokus pada penyaluran koperasi yang menghimpun UKM pada sektor-sektor produktif.

Serta mendorong pengembangan layanan pemasaran terintegrasi bagi KUMKM melalui Program SPARC. "Juga peningkatan rasio kewirausahaan yang saat ini 3,47% menjadi 3,55%," ulasnya.

Dari keenam program pengembangan KUMKM tersebut, lanjut Teten, diwujudkan ke dalam kegiatan nyata. Di antaranya dengan mendekatkan akses rantai pasok nasional dan global bagi koperasi dan UMKM, melakukan pengembangan kegiatan usaha berbasis klaster, serta digitalisasi Koperasi dan UMKM.

"Dalam mendorong terwujudnya digitalisasi UMKM dan koperasi untuk bersaing secara kompetitif, kami telah melakukan beberapa strategi," tandas Teten.

Strategi itu adalah dengan menghadirkan edukukm, penciptaan reseller produk lokal, program belanja di warung tetangga, mendukung Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia melalui laman produk UMKM lokal melalui LKPP, Padi, Siplah dan KUKMHub di marketplace.

Teten berharap Universitas Prasetya Mulya menjadi langkah dukungan penumbuhan kewirausahaan di Indonesia, serta menghasilkan wirausaha yang tangguh, inovatif, kreatif, dan berdaya saing tinggi. "Juga mampu menciptakan dampak sosial dengan meningkatnya harkat dan martabat taraf hidup masyarakat," imbuh Teten.



sumber : https://ekbis.sindonews.com/read/336976/34/menteri-teten-ungkap-6-program-demi-transformasi-umkm-dan-koperasi-modern-1613469745