Showing posts with label menkop dan UKM. Show all posts
Showing posts with label menkop dan UKM. Show all posts

Sunday, July 4, 2021

Menkop Puji Langkah Digitalisasi Pasar Inkoppas


REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Hadirnya koperasi pasar dinilai membantu menekan keberadaan praktik rentenir atau tengkulak pasar. Selama ini, rentenir menjerat pelaku usaha kecil seperti pedagang yang berjualan di pasar tradisional.

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki menegaskan, pemerintah akan terus mendorong koperasi pasar mengembangkan diri menjadi entitas bisnis pilihan. Hal itu demi mengembangkan koperasi pasar modern di Tanah Air serta menekan keberadaan praktik rentenir atau tengkulak pasar.

"Induk Koperasi Pedagang Pasar (Inkoppas) didorong aktif dan bersinergi meregulasi para pedagang pasar agar tidak mencari modal ke para rentenir atau tengkulak," ujar saat membuka Rapat Anggota Luar Biasa Inkoppas Tahun Buku 2020 secara daring, Sabtu (3/7). Ia berharap, Induk Koperasi Pedagang Pasar beserta Pusat Koperasi Pedagang Pasar dan Koperasi Pedagang Pasar dapat terus hadir sebagai role model koperasi modern.

Tidak hanya menyejahterakan seluruh stakeholders, namun juga mengeksplorasi pemanfaatan teknologi dalam upaya terus menyempurnakan proses bisnisnya. "Inkoppas pun harus selalu peka terhadap isu terbaru, tren pasar, serta relevansi di zaman yang sangat dinamis ini," ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Teten mengapresiasi semangat Inkoppas yang berkomitmen menjalankan kegiatan usaha melalui penetapan program kerja. Di antaranya, revitalisasi Koperasi pasar (Koppas) melalui pengembangan lini bisnis distribusi barang pokok sehingga tidak hanya fokus pada simpan pinjam.

Menkop juga memuji program Digitalisasi Pasar oleh Inkoppas yang telah mengembangkan core koperasi lengkap dan terintegrasi dengan sistem pembayaran, demi membantu konsumen dan pedagang berdagang secara cashless atau nontunai. Teten melanjutkan, Inkoppas pun telah menunjukkan penataan kelembagaan sebagai koperasi modern hingga menjadi apex atau regulator Koppas yang berperan menjaga likuiditas koperasi.

Perlu diketahui, Inkoppas merupakan satu dari 869 koperasi sekunder di Indonesia. Inkoppas memiliki anggota sebanyak 35 koperasi yang terdiri dari 7 Pusat Koperasi Pedagang Pasar (Puskoppas) yang tersebar di 7 provinsi dan 28 primer Koperasi Pedagang Pasar (KOPPAS) yang tersebar di 18 kabupaten/kota.

"Fungsi model apex dititikberatkan pada peran dalam penyatuan atau pengumpulan dana (pooling of funds), pemberian bantuan keuangan (financial assistance), dan dukungan teknis (tehnical support). Dalam situasi sulit, koperasi sekunder berperan sebagaijaring pengaman bagi anggota," tuturnya.

Lini pengembangan usaha lainnya, lanjut dia, yaitu distribusi pangan, sangat berguna dalam menjaga stabilisasi harga barang pokok. Salah satunya diupayakan koperasi melalui inisiasi kerja sama dengan pihak lain. Misalnya, PT Mitra BUMDes Nusantara, dalam hal penyediaan sumber bahan pokok yang kompetitif seperti telur ayam, beras, minyak goreng, gula, dan lainnya.

"Hal ini memperpendek rantai perdagangan sehingga harga pangan di masyarakat terkendali," tegas Menkop. Meski begitu, Teten mengakui permasalahan yang seringkali muncul dalam kegiatan usaha pasar yakni keberadaan rentenir atai tengkulak yang menjerat pelaku usaha kecil seperti pedagang di pasar tradisional dengan beban hutang tinggi.

"Modus operandi yang sering dipakai yaitu mengatasnamakan diri sebagai koperasi," ujar Teten.

Maka, ia mengingatkan pentingnya bersama-sama mengawasi praktik di lapangan. Pertama, meningkatan awareness atau literasi keuangan masyarakat melalui sosialisasi dan publikasi himbauan melalui media sosial.

Kedua, masyarakat dapat melakukan konfirmasi melalui berbagai cara, seperti cek nomor Badan Hukum KSP dari Kemenkum dan HAM (termasuk legalitas ijin usaha dari OSS), cek ke Dinas KUMKM setempat dan Kemenkop dan UKM (melalui sistem ODS dan NIK). Jika terkait dengan pinjaman online, dapat dicek melalui sistem di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terkait daftar fintech yang resmi.

Ketiga, pengawasan terpadu melalui Satgas Waspada Investasi. Tujuannya agar penanganan kasus dapat diupayakan secara kolaboratif dengan K/L terkait termasuk aparat penegak hukum setempat.

Sumber : https://www.republika.co.id/berita/qvq15x349/menkop-puji-langkah-digitalisasi-pasar-inkoppas-part1 

Sunday, June 20, 2021

Mengenal Kokowagayo, Koperasi Kopi Wanita Gayo yang Mendunia


 JAKARTA, KOMPAS.com – Aceh memang terkenal akan hasil biji kopi yang menjadi salah satu komoditi ekspor andalan Indonesia. Namun, ternyata di balik itu semua ada satu koperasi yang dikenal dunia mendukung para petani kopi di Aceh, yakni Koperasi Kopi Wanita Gayo (Kokowagayo) yang berada di Kabupaten Bener Meriah, Aceh.


Kokowagayo, yang telah malang-melintang di pasar internasional menjadi satu-satunya koperasi wanita di kawasan Asia Tenggara yang masuk dalam organisasi petani kopi wanita internasional berbasis di Peru, Amerika Selatan, yaitu Organic Product Trading Company (OPTCO) Cafe Femenino.

Ketua Kokowagayo, Rizkani Melati mengatakan, seluruh anggota koperasi ini diisi oleh petani kopi perempuan, yang berjumlah 409 orang dan mengelola lahan sebanyak 342 hektar (ha). Adapun pangsa pasar Kokowagayo, 70 persen ke AS, 20 persen ke Eropa, dan 10 persen ke Australia.

"Kami menjual green bean (kopi), pasarnya mayoritas sekitar 70 persen ke Amerika Serikat, 20 persen ke Eropa, dan sisanya 10 persen ke Australia dan Asia," kata Rizkani melalui siaran pers Kemenkop UKM, Minggu (20/6/2021).

Rizkani mengungkapkan, saat ini aset Kokowagayo mencapai Rp 8,5 miliar. Kokoagayo juga mampu memproduksi 450.000 ton kopi per tahun. Untuk ekspor, Kokoagayo mampu mengirim sekitar 20 kontainer, atau sekitar 422.400 ton, bagi pasar luar negeri.

Menurut Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bener Meriah, Dailami mengungkapkan, jumlah petani di Bener Meriah mencapai 64.000. Mayoritas lahan kopi di Kabupaten Bener Meriah masih dikelola secara perorangan secara organik. Sehingga tak heran, kopi Gayo asal Bener Meriah mampu menarik pasar dunia.

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki yang melakukan kunjung kerja beberapa waktu lalu mengungkapkan, ada beberapa kendala yang dialami para petani kopi di Aceh Tengah, yakni harga dan kualitas kopi.

"Kokowagayo ini sudah mendunia. Menjadi kebanggaan Indonesia, bahwa ada koperasi wanita kiprahnya diakui secara internasional," ucap Teten.

Menurut dia, saat ini, harga kopi mulai membaik menjadi 6 dollar AS atau setara Rp 86.299 per kilogram (kg) di pasar New York (kurs Rp 14.383 per dollar AS). Sebelumnya harga kopi hanya 5,9 dollar AS atau setara Rp 84.916 per kg.

Di sisi lain, harga kopi gayo cukup mahal yakni 11 dollar AS, atau sekitar Rp 158.270 per kilogram. Menurut Teten, kenaikan harga kopi ini kemungkinan karena produksi dunia yang turun, seperti negara pemasok kopi lainnya, Brazil.

“Ini bisa berimbas pada permintaan kopi Indonesia akan tinggi. Jadi, stok lama di dalam negeri bisa diserap pasar luar negeri," imbuhnya.

Teten mengatakan, di tengah harga komoditas pertanian yang turun saat panen raya, justru kopi melimpah. Maka dari itu Teten mengusulkan, agar tata niaga kopi di Aceh Tengah diperbaiki, misalkan terkait sdtruktur kelembagaan koperasi.

“Saya mengusulkan agar memperkuat koperasi-koperasi di sektor pangan/riil. Karena 59 persen koperasi masih banyak yang bergerak di sektor simpan pinjam," ujar Teten.

Sumber : https://money.kompas.com/read/2021/06/21/074531826/mengenal-kokowagayo-koperasi-kopi-wanita-gayo-yang-mendunia?page=all

Thursday, June 17, 2021

Polemik Dekopin Beres, NH Lapor ke Teten Masduki & Airlangga


 KABAR.NEWS, Jakarta - Polemik internal Dewan Koperasi Indonesia atau Dekopin, selesai. Hal itu setelah Pengadilan Negeri Makassar dalam putusannya menetapkan Munas Dekopin yang digelar di Kota Makassar pada November 2019 sah secara hukum.


Menindak lanjuti keputusan tersebut, Ketua Umum Dekopin Nurdin Halid (NH) bersama jajarannya menemui Menteri Koperasi dan UKM RI, Teten Masduki. Audiensi tersebut dipusatkan di ruang kerja Menteri Koperasi dan UKM, Rabu (17/6/2021).

Di depan Teten, NH menyampaikan bahwa proses hukum Dekopin sudah selesai dan sudah berkekuatan hukum tetap, berdasarkan hasil ketetapan PN Makassar Nomor 384/Pdt.G/2020/PN Mks tanggal 27 Mei 2021.

"Termasuk juga perubahan Anggaran Dasar Dewan Koperasi Indonesia yang dilakukan khusus yang diselenggarakan tanggal 11-14 November 2019 di Hotel Claro Makassar sebagaimana yang tertuang dalam keputusan Nomor.05/Munassus-DEKOPIN/XI/ 2019 Tentang Pengesahan Perubahan Anggaran Dasar Dewan Koperasi Indonesia adalah sah menurut hukum," kata NH dalam keterangan tertulis, Kamis (17/6/2021).

Adapun point selanjutnya adalah menyatakan tata tertib pemilihan ketua umum pengawas dan mide formatur Munas Dekopin sebagaimana yang tertuang dalam keputusan Nomor 08/Munas/ DEKOPIN / XI/2019 tentang tata tertib pemilihan ketua umum dan pengawas serta mide formatur Munas Dekopin sah
di mata hukum.

Atas putusan tersebut, NH dinyatakan sebagai Ketua Umum Dekopin masa bakti 2019-2024 yang sah menurut hukum. Keputusan final dan mengikat atau berkekuatan hukum tetap/inkracht van gewijsde terbit sejak 9 Juni 2021.

Sehingga seluruh point atau bunyi butir-butir dalam amar putusan tersebut secara hukum harus ditaati oleh semua pihak.

Dengan adanya keputusan PN Makassar yang inkracht van gewijsde, NH mengingatkan kepada para pihak yang masih menggunakan lambang, atribut dan atas nama lembaga Dekopin dapat dikenakan Hukum sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

"Pada intinya, permasalahan Dekopin, dimohon pada semua pihak, termasuk pemerintah agar menggunakan pedoman hukum jangan politik," teragnya.

Tak hanya itu, NH juga meminta pemerintah dalam hal ini Kemenkop UKM RI segera menerbitkan surat yang ditujukan kepada seluruh Dinas Koperasi di semua tingkatan agar mematuhi dan mempedomani segela ketentuan hukum yang telah berkekuatan hukum tetap demi meredam suasana di akar rumput.

Selain melaporkan hasil keputusan PN Makassar atas dinamika yang sempat terjadi di Dekopin, dirinya juga sekaligus mengundang Teten dalam pelaksanaan Harkopnas ke 74 yg dihelat 12 Juli mendatang.

Sekadar diketahui pertemuan tersebut turut dihadiri Deputi Perkoperasian Ahmad Zabadi, Wakil Ketua Umum Dekopin Mohammad Sukri, serta Ferry Julianto dan Raliansen Saragih.

Sebelumnya, NH juga audiensi dengan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartato di Jl Lapangan Banteng Timur, Jakarta Pusat, 14 Juni lalu.

Pertemuan NH dan Airlangga Hartarto banyak membincang bagaimana meningkatkan pertumbuhan ekonomi di tengah-tengah kondisi Pandemi Covid-19 yang tak kunjung menghilang.

Dalam kesempatan tersebut, Airlangga juga banyak memberikan masukan kepada Dekopin agar memberikan kontribusi besar dalam mendorong pertumbuhan perekonomian secara nasional agar semakin membaik.

"Insya Allah kami akan hadir secara langsung dalam puncak HUT Harkopnas yang rencana dihelat 12 Juli mendatang," terang Airlangga yang juga Ketum
DPP Partai Golkar.

Sumber : https://kabar.news/polemik-dekopin-beres-nh-lapor-ke-teten-masduki-airlangga

Tuesday, June 15, 2021

Pemerintah Akan Bentuk PMO untuk Percepat Digitalisasi UMKM


JAKARTA, investor.id - Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Teten Masduki menyampaikan, pemerintah akan membentuk Project Management Officer agar bisa mencapai target 30 juta UMKM yang masuk ke ekosistem digital tahun 2024. Hal ini sudah sesuai dengan keputusan Presiden Joko Widodo dalam rapat terbatas.


“Kami sudah menunjuk PMO supaya ada percepatan. Ini lintas kementerian dan banyak resources yang harus dikolaborasikan,” ucap Teten, dalam acara ‘Dialog Kadin dan Shopee Indonesia’ yang berlangsung secara virtual pada Senin (14/6).

Dia mengatakan, untuk mendorong pelaku UMKM masuk ke ranah digital, dibutuhkan program pendampingan dan pelatihan, baik yang dilakukan oleh kementerian dan pemerintah daerah harus langsung terhubung ke ekosistem digital.

“Kami optimistis, kalau kita manfaatkan belanja pemerintah lewat e-catalog, belanja BUMN dan pasar digital BUMN saya kira tercapai 30 juta pelaku UMKM yang terhubung ke ekosistem digital,” imbuh Mantan Kepala Kantor Staf Presiden ini.

Teten pun mengapresiasi langkah e-commerce untuk membuat pelatihan di daerah. Kemenkop UKM juga memiliki pusat layanan terpadu yang sudah bekerja sama dengan platform digital untuk pelatihan pelaku UMKM.

“Saya kira (sinergi) ini akan kami teruskan,” imbuhnya.

Dia melanjutkan, ketika pandemi Covid-19, perilaku konsumen berubah karena adanya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), sehingga banyak UMKM juga yang pindah ke dunia digital. Sejumlah UMKM juga melakukan inovasi bisnis.

Dalam kondisi pandemi Covid-19 saat ini, UMKM yang tetap tumbuh yang memiliki permintaan pasar kuat. Saat ini, produk yang tengah diminati yaitu makanan, minuman, dan pemeliharaan kesehatan, termasuk produk rumahan. Hal ini terlihat dengan tingginya penjualan produk tersebut di e-commerce.

“Mereka juga melakukan inovasi produk. Makanan dan minuman yang dibeli bukan yang murah, tetapi yang juga sehat. Bagaimana kemasannya diproduksi higienis, sehingga konsumen yakin produk tidak tercemar virus. Saya kira ini inovasi yang cukup berhasil dilakukan UMKM di tengah pandemi,” pungkas Teten.

Sumber : https://investor.id/macroeconomics/pemerintah-akan-bentuk-pmo-untuk-percepat-digitalisasi-umkm

Sunday, June 13, 2021

Menkop dan UKM: UMKM Harus Bangun Produk Unggulan yang Khas dan Unik


 Bandung, Beritasatu.com - Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki menekankan bahwa pelaku UMKM harus mulai masuk ke produk-produk inovasi berbasis teknologi. Karena, ke depan, di dunia ini hanya akan terbentuk satu market saja yakni pasar digital yang merupakan bagian dari ekonomi global.


"Artinya, kita harus mampu membangun produk unggulan kita, sesuai dengan kekhasan dan keunikan tersendiri yang kita miliki," ucap Teten, pada acara Interview Video Podcast bersama Putri Tanjung, di The Hallway, Pasar Kosambi, Bandung, Jumat (11/6/2021) sebagaimana dalam siaran persnya.

Di samping itu, lanjut Menkop dan UKM, tren produk dan lifestyle kehidupan masyarakat dunia juga berubah dan berkembang secara cepat dan dinamis. "Pelaku UMKM kita harus bisa mengikuti perubahan tren dan lifestyle masyarakat dunia," tandas Teten.

Lebih dari itu, Teten berharap UMKM harus mampu bergerak dinamis dan cepat beradaptasi dengan perubahan zaman. “UMKM harus sudah mulai melakukan research and development agar bisa mengikuti tren produk dunia, tak hanya pasar nasional," imbuh Menkop dan UKM.

Selain itu, digital marketing juga harus dijalankan secara efektif. "Nah, kelompok anak muda generasi milenial ke depan yang bisa mendorong kemajuan UMKM kita berkiprah di pasar global," tukas Teten.

Hanya saja, Teten mengakui bahwa 99% pelaku usaha nasional yang didominasi usaha mikro tersebut, masih berkapasitas produksi rendah. Jadi, hanya sebagian kecil saja yang mampu berjualan di platform e-commerce. Itu pun mayoritas masih sebagai reseller saja.

Meskipun demikian, Teten masih melihat banyak juga pelaku usaha mikro yang efektif memanfaatkan ceruk pasarnya di media sosial seperti Facebook, Instagram, dan lainnya. “Saya yakin mereka bakal berkembang bagus di pasar media sosial, bukan e-commerce," ulas Teten.

Oleh karena itu, Teten berharap generasi milenial berjiwa inovasi mampu menyiapkan platform digital bagi UMKM, khususnya bagi usaha mikro. “Harus jujur saya katakan, aneka kreativitas seperti itu sangat luar biasa bagi akses pasar usaha mikro di pentas digital marketing," pungkas Teten.

Sumber : https://www.beritasatu.com/ekonomi/786593/menkop-dan-ukm-umkm-harus-bangun-produk-unggulan-yang-khas-dan-unik

Wednesday, June 9, 2021

Tak Siap Go Digital, Menkop UKM: Akan Diambil Alih Produk Luar


 Liputan6.com, Denpasar - Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki berkunjung STMIK Primakara Denpasar dan menemui pelaku UKM di Bali, pada hari Selasa (8/5/2021).


Ia menyebut, para pelaku UKM harus mengubah pola pikir. Karena dalam situasi pandemi Covid-19, tidak mungkin lagi menjual produknya dengan menunggu datangnya wisatawan.

"Ide besarnya, bagaimana dalam situasi pandemi, semua produk UKM Bali bisa dikunjungi melalui aplikasi digital," kata Menkop UKM Teten di kampus STMIK Primakara Denpasar.

Teten Masduki menyebut, perilaku konsumen dalam situasi pandemi Covid-19 telah banyak berubah. Semua melakukan pembelian secara online dan seharusnya hal tersebut menjadi peluang para UKM di Bali.

Ia menambahkan, sejak pandemi Covid-19 terjadi peningkatan penjualan produk UKM, untuk sektor makanan dan minuman hingga 26 persen. Peningkatan juga dialami produk UKM untuk pemeliharaan kesehatan, seperti masker dan hand sanitizer.

"Jika melihat tahun 2025, sampai 1.800 triliun di dalam negeri. Jika kita tidak siap go digital, ini akan diambil alih produk luar," ucapnya.

Menkop UKM Teten juga mengapresiasi STMIK Primakara Denpasar, yang banyak menciptkan aplikasi digital dan digunakan para pelaku UKM di Bali.

"Ini keren dan hebat. Bisa menjadi semacam plug and play, yang memberikan peluang anak-anak muda untuk mengembangkan idenya," ujarnya.

Sementara itu, Ketua STMIK Primakara Made Artana mengaku, banyak memberikan dukungan penguatan ekonomi kreatif.

Di antaranya itu pertumbuhan wirausaha, startup baru dan UMKM baru di bidang ekonomi kreatif dan penguatan pendampingan digitalisasi UMKM.

STMIK Primakara juga dipercaya Pemerintah Kota (Pemkot) Denpasar, sebagai mitra penyelenggara Pandemic Incubation Program (PIP)

"PIP ini merupakan program workshop, stimulus modal usaha dan pendampingan untuk mencetak pelaku UMKM baru, di masa pandemi Covid-19," ujar Artana.

Sumber : https://www.liputan6.com/regional/read/4576979/tak-siap-go-digital-menkop-ukm-akan-diambil-alih-produk-luar

Tuesday, June 1, 2021

Mendag Optimistis Food Estate Bakal Berdampak Besar


JAKARTA – Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi menyampaikan mendukung penuh program food estate. Program ini mampu membantu Indonesia menjaga ketahanan dan kedaulatan pangan nasional.


Melalui food estate, ia menilai akan terbentuk sebuah integrasi solid yang menghubungkan petani dan konsumen secara langsung.

"Konsep food estate berbasis korporasi petani akan mendukung ketahanan pangan nasional,” jelas Mendag dalam keterangan pers, Jakarta, Selasa (1/6).

Menurutnya, ketika komoditas pertanian dikelola secara korporasi, profesional dan baik, maka akan menghasilkan hasil yang baik pula untuk para petani.

Saat ini, sisi permintaan kebutuhan komoditas pangan pokok telah terpetakan. Misalnya, Mendag mencontohkan, Indonesia masih membutuhkan setidaknya 3,3 juta ton beras, 5,5 juta ton gula, dan 600.000 ekor sapi setiap tahun.

"Kebutuhan tersebut diyakini dapat terpenuhi, jika semua dijalankan secara profesional dan memaksimalkan teknologi yang ada. Salah satunya dengan cara food estate,” imbuh Mendag.

Salah satu komoditas yang telah menerapkan pertanian secara korporasi dan profesional adalah kelapa sawit. Saat ini, harga kelapa sawit tidak kurang dari US$1.200 per ton. Harga ini menyebabkan industri pertanian Indonesia mendapatkan hasil tertinggi dalam lima hingga enam tahun terakhir.

Selain itu, dengan adanya sistem elektronik juga akan mengubah dan merevolusi para petani dalam menanam, memproduksi, serta menjalin hubungan dengan para pemangku kepentingan secara baik.

Sebelumnya, Mentan Syahrul Yasin Limpo dan Menkop-UKM Teten Masduki mendorong program korporatisasi UMKM Indonesia diterapkan dalam sektor pertanian. Program ini akan didampingi oleh IPB guna membangun pertanian modern di berbagai daerah.

Nantinya, upaya tersebut direncanakan menggunakan varietas unggul untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil panen yang dikelola secara korporasi, sehingga ada jaminan akses pemasaran dan pembiayaanya.

Mentan SYL mengatakan, pihaknya dan Kemenkop-UKM dan perguruan tinggi akan bekerja sama dalam mengembangkan hulu-hilir sektor pertanian. Adapun Kemenkop-UKM bertugas membentuk kelembagaan dan off-farm.

Sementara, Kementan akan melakukan budidaya dan peningkatan produktivitas dan perguruan tinggi akan mengoordinasi budidaya tersebut baik hulu maupun hilir.

"Saya nanti akan main di budidaya dan produktivitas, sehingga besok akan ada varietas varietas tertentu apalagi untuk ekspor yang kita bedahi dari hulu sampai hilir dan itu yang kita hari ini kita lakukan di IPB," ucapnya, Minggu (30/5).

Terkait pelibatan perguruan tinggi dalam menciptakan inovasi produk khususnya produk pertanian, akan terus ditingkatkan. Guna menciptakan terobosan, baik di sisi hulu maupun hilir dengan teknologi pertanian.

"Kita perbaiki pasca panen dengan teknologi sederhana tapi mampu mengefisiensi losses, sesudah itu tentu saja packing baik akan membuat pasar lebih baik. Tidak hanya itu, di sanalah korporasi pertanian bisa dilakukan kita modali bersama dengan Menteri Koperasi sehingga offtaker lebih dipermudah," jelasnya.

Fokus Kembangkan Model Bisnis

Menkop-UKM Teten Masduki mengatakan, pihaknya akan fokus mengembangkan model bisnis di sektor pertanian. Dengan membentuk korporatisasi dari petani perorangan berskala sempit kemudian dioperasikan masuk skala ekonomi dan model bisnis.

Hal ini perlu dilakukan supaya petani bisa memproduksi dengan menggunakan bibit-bibit hasil riset yang bagus lalu juga terhubung dengan market dan pembiayaan.

Tidak hanya itu, lanjutnya, korporatisasi petani juga upaya dalam peningkatan ekspor. Selain itu, substitusi produk komoditas pertanian impor akan terus didorong.

"Hal tersebut untuk mengurangi ketergantungan pada produk yang tidak bisa diproduksi dalam negeri. Kita berharap produk-produk petani bisa menyerap tenaga kerja yang ada suplai pasar dengan stabil baik kualitasnya maupun juga kapasitas," kata Teten.

Sumber : https://www.validnews.id/ekonomi/mendag-optimistis-food-estate-bakal-berdampak-besar

Monday, May 24, 2021

MenkopUKM Minta IA ITB Bantu Percepat Transformasi digital UMKM


 Jakarta - Ketua Umum Ikatan Alumni Institut Teknologi Bandung (IA ITB), Gembong Primadjaja, bertemu dengan Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki. Dalam pertemuan tersebut, Teten membahas pentingnya Transformasi Digital di Masa Pandemi.


Gembong melihat, UMKM unggul bisa menjadi contoh pelaku usaha lain sampai export ke manca negara. Sedangkan Menkop UKM menyampaikan, saat ini dari 64 juta UMKM yang tersebar di seluruh Indonesia, baru 16% yang telah terdigitalisasi.

"Pandemi Covid-19 diharapkan menjadi momentum bagi UMKM bangkit disaat pemerintah mewajibkan jaga jarak, sehingga jualan online dan promosi market place, payment digital naik daun dan menjadi solusi UMKM berbenah menjadi pelaku usaha handal berteknologi," tutur Teten berdasarkan keterangan tertulis yang diterima Tagar, Senin, 24 Mei 2021.

Teten meyakini, alumni ITB bisa memanfaatkan peran Pengda yang tersebar di seluruh negeri untuk membantu Percepatan Transformasi UMKM di Seluruh Daerah.

Turut mendampingi Teten Masduki pada pertemuan ini, Sekretaris Menteri, Arif Rahman Hakim yang juga alumni ITB TI tahun 84.

Sumber : https://www.tagar.id/menkopukm-minta-ia-itb-bantu-percepat-transformasi-digital-umkm

Sunday, May 23, 2021

Menkop UKM Tekankan Keberpihakan terhadap Petani


JAKARTA, investor.id - Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki memberikan apresiasi kepada PT Mitra BUMDes Nusantara (MBN) yang dibentuk tujuh BUMN sektor pangan, energi, dan keuangan sejak 2017. Menurutnya keberpihakan kepada para petani perlu terus diupayakan agar dapat meningkatkan kesejahteraan petani.

"Mereka (PT Mitra BUMDes Nusantara) secara konsisten melakukan kemitraan strategis dengan masyarakat petani melalui sharing kepemilikan perusahaan, seperti PT Mitra Desa Kebumen (MDK) yang mengelola Sentra Pengolahan Beras Terpadu (SPBT) untuk wilayah Desa Kaliputih, Kecamatan Kutowinangun, Kabupaten Kebumen," ujar Teten dalam siaran pers yang diterima, Minggu (23/5).

Program kolaboratif antar-Kementerian, seperti saat ini antara Kementerian BUMN, Kementerian Perdagangan, serta Kementerian Koperasi dan UKM, dan secara implementatif dilakukan antar-pelaku usaha, yaitu BUMN, koperasi, dan swasta, perlu dikawal dengan serius.

“Dengan demikian, proses penciptaan nilai tambah dari hulu ke hilir dapat memberikan dampak positif bagi peningkatan kesejahteraan petani dan masyarakat,” kata Teten.

Ia berharap, agar program kemitraan strategis ini dapat dikembangkan lebih masif lagi pada sentra-sentra produksi pertanian di seluruh wilayah Indonesia, baik untuk komoditas beras dan komoditas pangan lainnya.

Teten menambahkan, model bisnis yang dicontohkan melalui pembentukan MDK yang dimiliki antara BUMDes Nusantara dengan para petani melalui Koperasi Produsen Migatani Lestari Mandiri perlu terus diperkuat kelembagaan koperasinya.

"Caranya, dengan meningkatkan kualitas pelayanan koperasi terhadap anggotanya. Sehingga, bukan saja produktivitas petani semakin tinggi, namun semua kebutuhan petani dapat dipenuhi melalui keberadaan koperasi," ucap Teten.

Teten meyakini, jika manfaat yang dirasakan petani anggota koperasi semakin baik, maka partisipasi modal petani terhadap kepemilikan MDK akan semakin besar selama lima tahun ke depan.

"Itu sebagaimana tujuan dari adanya program Kewirausahaan Petani ini," imbuh Teten.

Lebih dari itu, koperasi sebagai lembaga pendidikan, yaitu dengan kewajiban memiliki dan mengelola Dana Pendidikan yang disisihkan dari SHU tiap tahunnya, juga dapat menjadi wadah yang tepat bagi tumbuhnya wirausaha anggota.

"Saya berharap program kolaboratif ini dapat secara intensif dikoordinasikan dan dimonitor melalui Unit Kerja Teknis di masing-masing kementerian. Di tempat kami, ada Deputi Bidang Perkoperasian, Deputi Bidang Kewirausahaan, dan BLU Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB KUMKM) yang dapat dikaitkan dengan program Kewirausahaan Petani melalui Koperasi," jelas Teten.

Untuk diketahui, keberadaan SPBT ini merupakan wujud sinergi BUMN untuk meningkatkan kesejahteraan petani antara Bank Mandiri dan Pertamina. Salah satu upaya yang dilakukan adalah melalui program kewirausahaan petani, yang bertujuan mengoptimalkan penjualan produk-produk pertanian.

Pembangunan SPBT di Kebumen merupakan yang pertama di Jawa Tengah. Sebelumnya sudah dibangun di 11 titik di Jawa Barat. Peletakan batu pertama saat itu dilakukan pada Oktober 2019.

Pembangunan SPBT merupakan tahapan dalam program mewirausahakan petani untuk mendukung petani setelah masa pra tanam dan tanam serta masa panen dan pascapanen. SPBT ini didesain untuk membantu meningkatkan produksi beras dan kesejahteraan hampir 170 ribu petani di Kebumen. SPBT memiliki kapasitas produksi beras sebesar tiga ton per jam.

Tidak hanya mengolah gabah petani saja, SPBT juga mampu menyerap beras medium dari usaha pengolahan beras tradisional setempat. Sehingga, SPBT akan dapat berproduksi sepanjang musim, serta tidak mematikan usaha pengolahan padi setempat.

Di samping itu, SPBT ini juga dilengkapi dengan timbangan digital, gudang penyimpanan, perkantoran, dan tempat pembinaan.

Sumber : https://investor.id/business/menkop-ukm-tekankan-keberpihakan-terhadap-petani