Showing posts with label indrusti. Show all posts
Showing posts with label indrusti. Show all posts

Sunday, January 31, 2021

Pemko Pariaman Terus Dampingi Industri Kreatif Agar Tetap Produktif

Kepala Disperindagkop dan UKM Kota Pariaman, Gusniyetti Zaunit

Agar terus produktif dan berkembang meski di masa pandemi Covid-19, Pemerintah Kota (Pemkot) Pariaman, Sumatera Barat (Sumbar), terus mendampingi pelaku usaha industri kreatif di daerah itu.

"Kami siapkan tenaga pendamping untuk mendampingi pelaku usaha industri kreatif tersebut," sebut Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UKM (Disperindagkop dan UKM) Kota Pariaman, Gusniyetti Zaunit pada Minggu (31/1/2021).

Lanjut Gusniyetti, pendamping tersebut mendampingi pelaku usaha

industri kreatif tersebut, baik dari segi perizinan maupun pemasarannya.

"Bahkan mereka juga ikut membantu memasarkan produksi dari pelaku usaha kreatif di Kota Pariaman," jelasnya.

Dikatakan Gusniyetti, agar pelaku usaha di daerah itu dapat bertahan di masa pandemi Covid-19, Pemkot Pariaman juga ikut membeli produk industri kreatif dari pelaku usaha tersebut.

Gusniyetti menyebutkan, pihaknya juga mendorong agar pelaku industri kreatif untuk tidak saja memasarkan produk secara luar jaringan atau konvensional, namun juga dalam jaringan atau 'online'.

"Untuk industri kreatif yang ada di Pariaman yaitu di antaranya di bidang periklanan, fotografi dan video, musik, kerajinan serta fashion," ucapnya.


sumber : https://www.covesia.com/archipelago/baca/104384/pemko-pariaman-terus-dampingi-industri-kreatif-agar-tetap-produktif



Ikuti bagaimana cara TITIPKU membantu UMKM dalam acara StartSMEup Talk - 05 Feb 2021, daftar segera di https://s.id/eventcerdas5feb

Tuesday, January 5, 2021

Pelaku UKM Industri Turunan Tempe Keluhkan Kenaikan Bahan Baku

Pelaku usaha mengepak keripik tempe siap jual/edar di sentra industri keripik tempe di Tulungagung, Jawa Timur, Senin (04/01/2021). (ANTARA FOTO/Destyan Sujarwoko)

Pelaku usaha kecil dan menengah industri turunan tempe mengeluhkan kenaikan harga bahan baku kedelai dan minyak goreng hingga kisaran Rp3 ribu per kilogram selama dua bulan terakhir. 

Supriyanto (38), salah satu pelaku usaha industri penganan berbahan dasar tempe, Selasa mengatakan harus mengatur siasat agar produk jajanan yang diproduksi tetap laku di pasaran. 

“Kami terpaksa memilih mengurangi marjin keuntungan demi mempertahankan produk keripik tempe dengan standar mutu yang sama sementara harga juga tidak berubah” kata pelaku UKM keripik tempe di Desa Sanggrahan Kecamatan Boyolangu ini. 

Dikatakan, harga kedelai mulai naik usai pemilihan presiden Amerika Serikat pada November 2020. 

Harga normal kedelai yang biasanya di kisaran Rp7 ribu per kilogran, kini mencapai Rp97 ribu per kilogram. 

Menurut Supriyanto, kenaikan harga ini diperkirakan masih akan terus terjadi. 

Diakui, selama ini Indonesia bergantung pada kedelai impor untuk pemenuhan kebutuhan kedelai dalam negeri. 

Dalam sehari produksi, Supriyanto rata- rata mengolah minimal 50 kilogram kedelai untuk dijadikan keripik tempe. 

Sejak harga kedelai impor naik, Supriyanto tidak mempunyai pilihan lain selain tetap berproduksi setiap hari.

sumber : https://nusadaily.com/regional/pelaku-ukm-industri-turunan-tempe-keluhkan-kenaikan-bahan-baku.html