Showing posts with label Perbankan. Show all posts
Showing posts with label Perbankan. Show all posts

Thursday, May 2, 2024

Bank Mandiri Siapkan UMKM Hadapi Era Digital dengan Livin' Merchant

 


Jakarta, CNN Indonesia -- Di era digitalisasi yang kian pesat, Bank Mandiri bergerak cepat dalam membuka peluang bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk berkembang. Melalui inovasi digitalnya, Livin' Merchant by Mandiri, perseroan menghadirkan solusi komprehensif bagi UMKM dalam menjangkau pasar yang lebih luas dan meningkatkan efisiensi bisnis.

Direktur Jaringan dan Retail Banking Bank Mandiri, Aquarius Rudianto, mengungkapkan bahwa potensi digitalisasi bagi UMKM sangatlah besar. Hal ini dibuktikan dengan data Bank Indonesia (BI) yang menunjukkan jumlah transaksi e-commerce mencapai 156 juta transaksi dengan nilai Rp453,7 triliun dan volume transaksi 3,71 miliar.

Menurutnya, angka indikator ini jelas menunjukan bahwa digitalisasi dapat menjadi salah satu cara efektif untuk membuka akses keuangan bagi para pelaku UMKM terhadap jangkauan pasar dan juga lembaga keuangan. Terlebih, BI memperkirakan transaksi digital akan bertumbuh sekitar 7,2 persen pada 2024.

"Dengan adanya permintaan pasar, Bank Mandiri melihat kesempatan untuk berinovasi dengan melakukan digitalisasi terhadap sektor UMKM ," kata dia dalam keterangan tertulis, Kamis (2/5).

Ia menjelaskan, Livin´ Merchant by Mandiri adalah aplikasi yang memberikan kemudahan akses ke layanan perbankan (access to finance) bagi pelaku UMKM. Aplikasi ini dapat dimanfaatkan sebagai aplikasi kasir (point of sales), yang langsung mendigitalisasi aktivitas transaksi dan menerima pembayaran langsung melalui sarana QRIS yang dapat discan oleh pembeli, menggunakan rekening bank manapun maupun e-wallet apapun.

Aquarius pun memastikan jika aplikasi ini dapat digunakan tanpa dikenakan biaya apa pun, sehingga akan sangat membantu menekan biaya operasional usaha. Merchant juga langsung mendapatkan pencairan dana pada hari yang sama sebanyak tiga kali sehari, yang tentunya hal ini juga penting untuk membantu perputaran modal kerja bagi UMKM.

Ia menyebutkan, sejak diluncurkan pada pertengahan 2023, Livin´ Merchant telah digunakan oleh 1,7 juta pelaku usaha dengan frekuensi transaksi sebanyak 24,8 juta kali dan nilai transaksi hingga 2,6 triliun rupiah. Pengguna aplikasi ini nyaris tersebar merata di 15 kota besar dan menengah di Indonesia, masing-masing sebanyak 55 persen di Pulau Jawa dan 45 persen di luar Pulau Jawa.

Sejalan dengan perkembangan pengguna, Bank Mandiri juga berkomitmen penuh terhadap perlindungan dan keamanan data pengguna Livin´ Merchant.

Aquarius menjelaskan, Bank Mandiri sepenuhnya melindungi akses dan pemrosesan data produk serta layanan sebagai salah satu rahasia bank. Penerapan kebijakan ini merupakan Penerapan Kebijakan Perlindungan Data dalam aplikasi bank BUMN ini, termasuk untuk Livin´ Merchant.

"Privasi dan keamanan data selalu diawasi oleh Board-Level Committee secara berkala. Ini dilakukan baik untuk layanan dan produk yang sudah ada maupun nanti yang sedang dikembangkan," tegas dia.

Ia memaparkan, segala layanan Bank Mandiri dirancang sesuai dengan peraturan pemerintah yang berlaku, standar nasional maupun internasional, serta peraturan perusahaan. Bank Mandiri juga selalu berkoordinasi dengan regulator, seperti Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), serta BI.

Sebagai informasi, memastikan inklusi keuangan serta menerapkan perlindungan dan privasi data merupakan bagian dari upaya Bank Mandiri mewujudkan visi menjadi Sustainability Champion Indonesia melalui penerapan aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola (Environmental, Social and Governance/ESG).

Selain itu, sebagai ESG market leader, Bank Mandiri telah menjalankan tiga pilar keberlanjutan, yaitu Sustainable Banking, Sustainable Operation dan Sustainability beyond banking. Perseroan juga berkomitmen untuk mencapai Lead Indonesia's Transition to Low Carbon Economy, Net Zero Emissions in Operations by 2030 dan Catalyzing for Social Impact to achieve SDGs.


Sumber: https://www.startsmeup.id/2024/05/bank-mandiri-siapkan-umkm-hadapi-era.html

Sunday, January 30, 2022

Gubernur Rohidin: Pinjaman KUR Harus Menyentuh Semua UMKM hingga Pedagang Pasar

 Provinsi Bengkulu kembali mendapatkan panambahan alokasi kuota Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari Pemerintah Pusat yang akan disalurkan melalui Bank Himbara (Himpunan Bank Milik Negara) kepada pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menegah (UMKM). Hal ini, bertujuan mendongkrak kinerja pelaku UMKM di seluruh Indonesia.



Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah memastikan bahwa alokasi KUR ini harus dapat dirasakan oleh semua pelaku usaha, baik UMKM, Industri Kecil juga Pedagang Pasar di Provinsi Bengkulu.

"Sampai sekarang para pedagang pasar tradisional di Bengkulu masih banyak menggunakan fasilitas koperasi simpan pinjam yang bunganya cukup tinggi. Kalau ini bisa kita pangkas akan meningkatkan kesejahteraan UKM dan bisa tumbuh lebih baik," tegas Gubernur Rohidin usai memberikan arahan bersama pelaku UMKM dan pedagang pasar terkait Fasilitasi Pembiayaan yang disiapkan Perbankan Melalui Dana KUR/UMI, Kamis (27/01/2022).

Gubernur Bengkulu menginginkan semua UMKM dan Pedagang Pasar dapat menikmati fasilitas KUR ini. Dia pun meminta dinas terkait untuk melakukan sosialisasi maupun edukasi kepada pelaku UMKM yang ada di Kabupaten/Kota.

"Saya minta dengan Dinas Perindag dan Dinas Kopersi UMKM Provinsi untuk mem-breakdown program ini sampai Kabupaten/Kota, memastikan para pelaku usaha kecil menengah mikro, industri kecil menengah, kemudian koperasi termasuk para pedagang pasar mendapatkan program ini," jelas Gubernur Rohidin.

Berdasarkan data nasional pada tahun 2022, pemerintah pusat menetapkan plafon KUR sebesar Rp. 373,17 triliun, meningkat 30,9 persen bila dibanding tahun lalu sebesar Rp. 285 triliun.

Sumber : https://www.bengkulutoday.com/gubernur-rohidin-pinjaman-kur-harus-menyentuh-semua-umkm-hingga-pedagang-pasar

Thursday, July 29, 2021

BNI London Punya Cara Bantu Pasarkan Produk UMKM Indonesia

 

BNI London Punya Cara Bantu Pasarkan Produk UMKM Indonesia

Bank Negara Indonesia (BNI) Cabang London, Inggris membuat one stop solution hub bernama BNI Ekspora. Ini dilakukan dalam rangka mendukung Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) menembus pasar global. Program ini akan membantu para pelaku UMKM di Indonesia untuk bisa menjual produknya di kawasan Inggris Raya.

"Salah satu peran BNI dalam mendukung UMKM buat Go Global dengan membuat one top solution hub yang dinamakan BNI Ekspora," kata Direktur Utama PT BNI Persero Tbk., Royke Tumilaar dalam UK SME's Business Summit 2021, Jakarta, Kamis (29/7).

Royke mengatakan, BNI Ekspora akan memberikan program pemberdayaan bagi UMKM untuk meningkatkan kapasitas dan kualitas produksi. Selain itu, BNI Ekspora juga akan membantu pelaku usaha mencarikan pasar hasil produk dengan bisnis match matching dari beragam fitur yang dihadirkan. Sehingga bisa lebih mudah mendapatkan layanan terintegrasi.

"Dengan layanan terintegrasi ini bisa membantu UMKM untuk menembus pasar Inggris Raya," ungkap Royke.

Dia menuturkan kantor cabang BNI di London-Inggris telah ada sejak tahun 1986. Bank plat merah ini telah memberikan berbagai layanan untuk korporasi Indonesia, pendanaan internasional hingga layanan remitansi kepada diaspora Indonesia.

Ke depan, kata Royke, BNI akan senantiasa berinovasi dan meningkatkan kapabilitas bisnis internasionalnya melalui bni corporate transformation yang saat ini sedang dijalankan. Sehingga saat ini peran kantor cabang BNI di luar negeri akan semakin strategis.

"BNI cabang luar negeri ini menjadi jembatan utama bagi transaksi dan alur laju perdagangan di Indonesia," kata dia.

Untuk itu, BNI akan turut ambil bagian dalam program pemerintah yang ingin meningkatkan kelas para pelaku UMKM nasional. Salah satunya dengan mendorong pelaku usaha menembus pasar global.

"BNI akan mendukung pengembangan UMKM di Indonesia dengan pelayanan pembiayaan terintegrasi baik berupa pembiayaan atau keuangan lainnya," kata dia mengakhiri.

Sumber : https://www.merdeka.com/perbankan/bni-cabang-london-bakal-bantu-umkm-pasarkan-produk-di-kawasan-inggris.html?page=2