Showing posts with label Asosiasi UKM. Show all posts
Showing posts with label Asosiasi UKM. Show all posts

Sunday, February 21, 2021

Asosiasi Minta Pemerintah Cari Cara Lindungi UKM dari 'Mr Hu'

Asosiasi UMKM Indonesia meminta pemerintah untuk memutar otak agar pelaku usaha kecil di e-commerce mampu bersaing dengan pedagang asal China. Asosiasi UMKM Indonesia meminta pemerintah untuk memutar otak agar pelaku usaha kecil di e-commerce mampu bersaing dengan pedagang asal China.(CNN Indonesia/Chandra Erlangga).

Ketua Umum Asosiasi UMKM Indonesia (Akumindo) Ikhsan Ingratubun meminta pemerintah untuk memutar otak agar pelaku usaha kecil di e-commerce mampu bersaing dengan pedagang asal China.

Hal tersebut merespons fenomena 'Mr Hu' yang diduga menjual barang-barang impor dari negeri panda dengan harga murah dan berpotensi mematikan UMKM dalam negeri.

"Kalau dibilang mematikan ya pasti akan mematikan. Tapi itu kan konsekuensi, enggak bisa dilarang karena Indonesia menyepakati perjanjian perdagangan bebas seperti ACFTA (ASEAN China Free Trade Agreement)," ucapnya kepada CNNIndonesia.com Jumat (19/2).

Menurut Ikhsan salah satu strategi yang bisa dilakukan pemerintah adalah membentuk market place sendiri yang dikhususkan untuk UMKM asal Indonesia. Tak hanya menyediakan lapak digital, pemerintah juga bisa mendapatkan data terkait UMKM yang dibutuhkan untuk memudahkan penyaluran pembiayaan murah secara mandiri.

Langkah lainnya adalah menerapkan pajak atas produk-produk impor yang dijual di e-commerce untuk membentuk harga yang wajar. Langkah ini dapat dilakukan seperti penurunan ambang batas pembebasan bea masuk untuk transaksi via e-commerce dari US$75 menjadi US$3 yang diterapkan mulai awal 2020 lalu.

"Harus diterapkan, misalnya produk yang impor kena pajak, yang produksi UMKM dalam negeri enggak. Jadi masyarakat lebih pilih produk dalam negeri," terangnya.

Terakhir, pemerintah harus mengoptimalkan pengadaan barang dan jasa dari UMKM. Sebab, meski pengadaan barang dan jasa dari UMKM telah diperluas ke BUMN, nilai produk-produk yang dibeli masih relatif kecil.

"Sekarang kan pengadaan masih terbatas makanan dan alat tulis kantor (ATK) yang kecil-kecil. Kalau kayak gitu dari jaman Pak Harto juga sudah ada. Harusnya dipetakan dulu apa aja kebutuhan barangnya mana yang bisa diproduksi UMKM yang nilainya cukup besar, baru kemudian UMKM siapa aja didata yang bisa sediakan dan ikut proses pengadaan," pungkasnya.


sumber : https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20210219174028-92-608546/asosiasi-minta-pemerintah-cari-cara-lindungi-ukm-dari-mr-hu 

Wednesday, February 17, 2021

Asosiasi UKM: Vaksinasi Pedagang Pasar bisa Dorong Pertumbuhan Ekonomi

Vaksin Covid-19 saat vaksinasi tahap kedua untuk pedagang Pasar Tanah Abang, Jakarta, Rabu (17/2/2021). Vaksinasi Covid-19 hari ini menyasar kurang lebih 1.500 orang pedagang pasar Tanah Abang dari total 10.000 dosis.(KOMPAS.com / KRISTIANTO PURNOMO)

Asosiasi UMKM Indonesia (Akumindo) meminta pemerintah untuk terus melakukan vaksinasi bagi para pedagang pasar.

Ketua Umum Asosiasi UMKM Indonesia (Akumindo) Ikhsan Ingratubun mengatakan, pihaknya mendukung penuh upaya vaksinasi yang terus digencarkan oleh pemerintah.

“Kita mengapresiasi program pemerintah untuk melakukan vaksinasi pada pelaku pasar, karena dampak Covid-19 pada perekonomian bangsa ini cukup besar bagi pedagang-pedagang pasar atau pelaku usaha mikro,” ujarnya dalam Dialog Produktif bertema Vaksinasi Menyasar Pedagang Pasar yang diselenggarakan KPCPEN melalui virtual, Rabu (17/2/2021).

Ikhsan menilai vaksinasi ini memiliki dampak yang cukup besar bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia. Dia juga optimistis di 2021 ini terjadi peningkatan perekonomian.

“Mudah-mudahan dengan program vaksinasi ini di kuartal I 2021, perekonomian kita bisa masuk ke tren positif,” kata Ikhsan.

Sebelumnya perlu diketahui per Rabu (17/2/2021), ada sebanyak 15.000 pedagang pasar di pasar Tanah Abang yang menerima vaksinasi Covid-19.

Hal ini menandai program vaksinasi tahap kedua bagi kelompok masyarakat yang tergabung dalam petugas pelayanan publik dan lanjut usia (lansia).

Jumlah penerima vaksinasi pada tahap kedua ini mencapai 38,5 juta orang yang terdiri dari 16,9 juta pekerja pelayanan publik dan 21,5 juta lansia.


sumber : https://money.kompas.com/read/2021/02/18/083000526/asosiasi-ukm--vaksinasi-pedagang-pasar-bisa-dorong-pertumbuhan-ekonomi

Sunday, February 7, 2021

PT Vale Indonesia Kerjasama dengan Asosiasi UKM Mutiara Timur Sulsel

PT Vale Indonesia Tbk bekerjasama dengan Asosiasi UKM Mutiara Timur Sulawesi Selatan (Sulsel) meluncurkan Gerakan Belanja Produk Usaha Mikro Kecil Menengah atau disingkat Gebrakan UMKM di Sorowako, Kecamatan Nuha, Luwu Timur, Minggu (7/2/2021).

PT Vale Indonesia Tbk bekerjasama dengan Asosiasi UKM Mutiara Timur Sulawesi Selatan (Sulsel) meluncurkan Gerakan Belanja Produk Usaha Mikro Kecil Menengah atau disingkat Gebrakan UMKM di Sorowako, Kecamatan Nuha, Luwu Timur, Minggu (7/2/2021).

Gebrakan UMKM diinisiasi untuk membantu promosi dan memperluas akses pasar produk-produk UMKM binaan PT Vale. Kemitraan untuk pengembangan UMKM yang dilakukan sejak tahun 2018 telah membina 584 pelaku UMKM di Luwu Timur.

Dari jumlah tersebut, sekitar 86 persen pelaku usaha UMKM adalah kelompok perempuan yang menandakan adanya keterlibatan perempuan dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga serta menggerakkan ekonomi dan pembangunan di Luwu Timur.

Pendampingan terhadap pelaku UMKM tidak hanya pelatihan, melainkan ditindaklanjuti dengan membantu memperkuat akses permodalan dan pasar bagi produk-produk UMKM.

Selain membangun Galeri Kareso di Kecamatan Nuha yang menampung berbagai jenis produk UMKM binaan, seperti makanan ringan, bumbu dapur, produk herbal, kerajinan tangan, dan aneka produk olahan hasil perikanan yang berasal dari Danau Towuti dan Teluk Bone di Malili.

Kemitraan tersebut telah berhasil mengantarkan puluhan produk UMKM binaan untuk menembus pasar Makassar dan sekitarnya, Toraja, Palopo, dan Morowali, serta beberapa produk unggulan UMKM binaan yang sedang dalam proses kerja sama dengan pihak hotel dan ritel modern di Sulawesi Selatan.

Menteri Koperasi dan UKM, Tetan Masduki dalam sambutannya secara virtual mendorong peningkatan belanja produk UMKM untuk membantu pertumbuhan ekonomi nasional.

"UMKM adalah penggiat ekonomi yang paling handal. Saya sangat mengapresiasi upaya kolaborasi pihak swasta dan asosiasi UKM menjadi mitra strategis untuk memberikan tempat bagi para pelaku UMKM memasarkan produknya dan mendukung kebangkitan UMKM," kata Teten.

Hal senada diutarakan Dirjen Pembangunan Kawasan Perdesaan Kementerian Desa (Kemendes PDTT), Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Harlina Sulistyorini.

"Saya sangat salut dengan komitmen PT Vale terhadap program pengembangan masyarakatnya khususnya di sektor ekonomi kerakyatan. PT Vale konsisten memberikan dukungan pendampingan mulai dari perencanaan sampai dengan pemasaran,”kata Harlina.

Lebih lanjut, Harlina juga berharap pengembangan UMKM ini bersinergi dengan program KemendesPPT terkait produk unggulan desa (Prudes) dan produk unggulan kawasan perdesaan (Prukades) melalui penguatan Bumdes dan Bumdes Bersama.

Sementara itu, Direktur Support & Site Services PT Vale, Agus Superiadi mengatakan keterlibatan perusahaan dalam mengembangkan UMKM adalah bagian dari upaya menciptakan shared value untuk memajukan kondisi sosial dan ekonomi masyarakat terutama di sekitar wilayah operasi perusahaan.

"Dalam hal mewujudkan kemandirian masyarakat, PT Vale hanya bertindak sebagai katalis. Artinya, kami sebagai entitas swasta hanya memberikan dukungan yang diperlukan, berupa pendampingan dan pembinaan dari hulu ke hilir. Begitu pula pihak pemerintah yang mendukung dari aspek kebijakan maupun sarana-prasarana,"

Namun aktor utamanya adalah para pelaku UMKM sendiri yang menentukan tingkat keberhasilan dan kesuksesan usaha mereka," tuturnya.

Prosesi peluncuran Gebrakan UMKM ditandai dengan finger scan oleh Bupati Luwu Timur Irwan Bahri Syam, disaksikan secara virtual oleh Kementerian Koperasi dan UKM, Dirjen Pembangunan Kawasan Perdesaan-Kemendes PDTT, Ir Harlina Sulistyorini, Wakil Gubernur Provinsi Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Pemprov Sulsel, Abd Malik Faisal, Presiden Direktur PT Vale Nico Kanter, Direktur Support dan Site Sevices Agus Superiadi, dan Camat Nuha Aswan Azis.

Acara dtutup dengan penandatanganan Kerjasama antara UKM Kareso dengan Koperasi Karyawaan PT Vale. Setiap bulannya anggota koperasi akan mendapatkan voucher belanja produk UMKM hingga Rp 300 ribu.

Sebagai adaptasi di masa new normal ini, penjualan produk-produk UMKM Luwu Timur tersebut juga telah mengadopsi pemasaran digital. Jadi, bagi masyarakat yang ingin belanja produk-produk UMKM Luwu Timur dapat memesan secara online.