Showing posts with label saham. Show all posts
Showing posts with label saham. Show all posts

Wednesday, June 5, 2024

Emiten Platform UMKM Ini Gak Bagi Dividen, Manajemen Buka Alasannya

 


Jakarta, CNBC Indonesia - Emiten penyedia platform perdagangan untuk UMKM, yang belakangan viral soal warung madura PT Mitra Pedagang Indonesia Tbk (MPIX) atau MPStore memutuskan tidak akan membagikan dividen pada tahun ini.

Perusahaan akan mengalokasikan seluruh laba untuk operasional, terutama fokusnya pada pembangunan jangka panjang dan peningkatan nilai perusahaan.

Adapun laba yang ada digunakan untuk operasional. "Keuntungan yang diperoleh perusahaan pada periode buku 2023 akan sepenuhnya dialokasikan untuk mendukung operasional perusahaan," tulisnya, Rabu (5/6/2024).

Berdasarkan prospektus perusahaan, MPStore berencana untuk membagikan dividen kepada pemegang saham pada tahun 2025 atas kinerja buku tahun 2024. Prospektus yang dirilis oleh MPStore juga menguraikan rencana strategis dan proyeksi keuangan perusahaan untuk tahun-tahun mendatang. Dalam prospektus tersebut, dijelaskan bahwa perusahaan akan fokus pada inovasi teknologi dan ekspansi pasar sebagai pilar utama untuk mencapai pertumbuhan berkelanjutan.

MPStore juga berencana untuk meningkatkan investasi dalam pengembangan infrastruktur digital dan memperkuat kemitraan dengan berbagai pihak untuk memperluas jangkauan layanan.


Sumber: https://www.cnbcindonesia.com/market/20240605180725-17-544174/emiten-platform-umkm-ini-gak-bagi-dividen-manajemen-buka-alasannya

Wednesday, May 29, 2024

Fokus Pada Segmen UMKM & Ultra Mikro, Analis Rekomendasikan Saham BBRI

 


Jakarta – PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI terus mempertahankan posisi sebagai bank dengan portofolio pembiayaan segmen Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) terbesar Indonesia.

Pencapaian positif tersebut tercermin dari pencapaian pertumbuhan kredit perseroan dengan total kredit mencapai Rp1.308,65 triliun hingga Maret 2024, tumbuh dua digit mencapai 10,89% year-on-year. Dari jumlah tersebut, sebesar 83,25% diantaranya atau senilai Rp1.089,41 triliun, disalurkan untuk segmen UMKM termasuk segmen ultra mikro.

Pencapaian tersebut didukung penuh oleh jaringan cabang yang tersebar luas serta pemberdayaan yang dilakukan, memungkinkan BRI untuk mencetak Return on Equity (ROE) yang attraktif di industri keuangan RI. Hal tersebut diungkapkan oleh Analis Sucor Sekuritas, Edward Lowis, dalam riset terbaru yang diterbitkan.

BBRI secara konsisten menghasilkan margin bunga bersih (Net Interest Margin/NIM) yang unggul mencapai rata-rata di atas 7% dalam 10 tahun, mencermati rata-rata industri yang hanya ada di kisaran 6% bahkan lebih rendah.

“Dengan demikian, kami memproyeksikan ROE akan dipertahankan di atas angka 20%, relatif sejalan dengan rata-rata bank-bank besar lainnya,” mengutip paparan Edward Lowis dalam risetnya, Senin (27/5/2024).

Portofolio Ultra Mikro BRI melalui Pegadaian dan PNM, juga on-trackd alam tren pertumbuhan. Di mana segmen kredit ultra mikro ini menyandang margin yang lebih tinggi, juga konsisten memberikan pertumbuhan yang kuat melebihi pertumbuhan kredit bank only.

“Total kontribusi aset anak perusahaan ini telah mencapai hampir 10% dari total pada Kuartal I-2024 (dibandingkan 6% pada 2020), sementara kontribusi laba bersih juga tumbuh menjadi 14% dari total (dibandingkan 10% pada 2022),” tulisnya.

Ia juga tak menampik di samping keunggulan Bank BRI terdapat sejumlah tantangan dalam mengelola kualitas aset. Dengan itu, Edward Lowis secara konservatif memproyeksikan bank hanya akan memberikan pertumbuhan pendapatan moderat di kisaran 5% dan 10% YoY pada tahun penuh 2024 dan proyeksi di 2025.

Sucor Sekuritas tegas menyatakan posisi dominan BBRI di segmen pinjaman mikro akan terus menghasilkan NIM dan tingkat pertumbuhan yang di atas rata-rata industri dalam jangka menengah, sampai dengan jangka panjang kedepannya.

“Selain itu, kami percaya bahwa cakupan kerugian pinjaman yang memadai dan posisi modal yang kuat akan memungkinkan bank untuk mengatasi tantangan dalam jangka pendek,” jelasnya.

Dengan demikian, Analis Sucor Sekuritas merekomendasikan Beli saham BBRI dengan target harga mencapai Rp6.400/saham, menyiratkan 2,8x PBV tahun penuh 2024.

Target tersebut didukung oleh asumsi tingkat pengembalian ekuitas (Return on Equity/ROE) berkelanjutan mencapai 23% dengan biaya ekuitas (Cost of Equity) sebesar 12%.

Senada, riset dari Jayden Vantarakis Analis Macquarie yang juga menargetkan harga saham BBRI lebih tinggi, di angka Rp7.100/saham. Juga yang terbaru, Victoria Venny Analis MNC Sekuritas memberikan rekomendasi Beli saham Bank BRI dengan target Rp6.300/saham.

Adapun konsensus para analis yang dihimpun Bloomberg dengan melibatkan 35 analis menghasilkan target harga saham BBRI di angka Rp6.175/saham dalam 12 bulan kedepan. Sebanyak 33 analis kompak merekomendasikan Beli untuk saham BBRI, dengan pandangan Bullish.

Sementara itu, pada kesempatan terpisah Direktur Keuangan BRI Viviana Dyah Ayu R.K, menyampaikan bahwa fokus manajemen adalah memastikan Perusahaan dapat tumbuh dengan lebih baik dan lebih sehat dalam jangka panjang, meskipun itu memerlukan koreksi-koreksi kecil di perjalanan jangka pendek. “Bagi long-term shareholders, penyempurnaan dan perbaikan yang kami lakukan saat ini, seharusnya memberikan benefit lebih tinggi”, tambahnya.


Sumber: https://radarbojonegoro.jawapos.com/ekonomi/714704041/fokus-pada-segmen-umkm-ultra-mikro-analis-rekomendasikan-saham-bbri?page=2