Showing posts with label menkop Teten. Show all posts
Showing posts with label menkop Teten. Show all posts

Wednesday, April 7, 2021

Target Perekonomian 4,5 Persen, Menkop Teten: Sangat Tergantung UKM

Menkop UKM Teten Masduki | Foto: Istimewa

Menteri Koperasi dan Usaha Menengah Kecil dan Mikro (Menkop UMKM) Teten Masduki memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Perkumpulan Perempuan Berkebaya Indonesia yang telah menyelenggarakan Kongres Berkebaya Nasional tahun 2021.

Kata Teten, ajang ini merupakan implementasi dalam mewujudkan kesadaran masyarakat terhadap kebaya sebagai warisan budaya leluhur yang merepresentasikan jati diri dan nilai feminitas perempuan Indonesia.

“Pandemi Covid-19 saat ini masih berlangsung tahun, kita harus tetap optimis dan senantiasa waspada. Pemerintah terus berupaya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional dalam upaya yang akan direncanakan atau sudah dijalankan kementerian keuangan,” ujar Teten di sela diskusi daring KBN, Selasa (6/4/2021).

Lanjut dia, proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun ini diperkirakan mencapai 4,5 persen sampai 5,3 persen. Kinerja ekonomi nasional saat ini sangat tergantung dengan kekuatan ekonomi khususnya pelaku UMKM. Yang artinya sangat bergantung pula dengan kekuatan ekonomi perempuan. Sebab, 60 persen pelaku UMKM di Indonesia adalah perempuan.

ALLTarget Perekonomian 4,5 Persen, Menkop Teten: Sangat Tergantung UKMBy Mahameru Alfaraby | 7 April 2021SHARETWEETSHARESHARE0 COMMENTS
KedaiPena.Com – Menteri Koperasi dan Usaha Menengah Kecil dan Mikro (Menkop UMKM) Teten Masduki memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Perkumpulan Perempuan Berkebaya Indonesia yang telah menyelenggarakan Kongres Berkebaya Nasional tahun 2021.

Kata Teten, ajang ini merupakan implementasi dalam mewujudkan kesadaran masyarakat terhadap kebaya sebagai warisan budaya leluhur yang merepresentasikan jati diri dan nilai feminitas perempuan Indonesia.

“Pandemi Covid-19 saat ini masih berlangsung tahun, kita harus tetap optimis dan senantiasa waspada. Pemerintah terus berupaya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional dalam upaya yang akan direncanakan atau sudah dijalankan kementerian keuangan,” ujar Teten di sela diskusi daring KBN, Selasa (6/4/2021).

Lanjut dia, proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun ini diperkirakan mencapai 4,5 persen sampai 5,3 persen. Kinerja ekonomi nasional saat ini sangat tergantung dengan kekuatan ekonomi khususnya pelaku UMKM. Yang artinya sangat bergantung pula dengan kekuatan ekonomi perempuan. Sebab, 60 persen pelaku UMKM di Indonesia adalah perempuan.

“Indonesia adalah negara dengan keberagaman suku dan budaya mulai kuliner bahasa, busana, dengan jumlah penduduk terbesar keempat di dunia. Potensi dan permintaan produk pakaian kedepan memiliki prospek yang baik,” sambung Teten.

Masih kata dia, hadirnya Perkumpulan Perempuan Berkebaya Indonesia yang telah mengawali hal ini melalui ajang kongres berkebaya nasional, tidak hanya memberi kesempatan pelaku UMKM ‘fashion’ untuk merepresentasikan karya mereka dan mengembangkan dari sisi bisnis. Namun juga mengajak pelaku dan konsumen untuk lebih mempunyai kecintaan akan produk lokal.

“Melalui gerakan bangga buatan Indonesia kami mendorong peningkatan permintaan produk UMKM di tengah pandemi Covid-19 terutama bidang pangan ‘fashion home decor’ dan pernak-pernik khas daerah. Kita bangga beli dan pakai produk UMKM di Indonesia koperasi keren dan bangkit Indonesia maju,” tandas Teten Masduki.


sumber : https://www.kedaipena.com/target-perekonomian-45-persen-menkop-teten-sangat-tergantung-ukm/

Friday, March 26, 2021

Menkop Teten Nilai Skema 20 Persen + Rp 1.000 Milik GoFood Memberatkan UMKM

Ilustrasi Gojek.(Dok Humas Gojek)

Gojek malalui layanan pengantaran makanannya yaitu GoFood telah menerapkan skema komisi sebesar 20 persen + Rp 1.000 kepada para mitra usaha yang tergabung dalam GoFood sejak 5 Maret 2021.

Menanggapi hal itu, Menteri Koperasi dan UKM (Menkop UKM) Teten Masduki mengatakan, besaran tarif yang ditentukan ini terlalu memberatkan para UMKM.

"Tarifnya 15 persen, 20 persen, terlalu berat itu. Jadi syukur Alhamdullilah kalau bisa diturunkan lagi," ujar Teten dalam acara Nota Kesepahaman dengan Badan Pengelola Masjid Istiqlal yang disiarkan secara virtual, Kamis (25/3/2021).

Menurut Teten, apabila skema ini diterapkan akan membuat UMKM sedikit mendapatkan komisinya.

"Aplikasi kan tidak punya barang jualannya, jadi komisinya sedikit untuk UMKM," ucap dia.

Sebelumnya, Asosiasi UMKM (Akumindo) juga telah buka suara terkait kebijakan ini.

Ketua Umum Asosiasi UMKM Indonesia (Akumindo) Ikhsan Ingratubun menilai sikap yang dimiliki GoFood menunjukkan kearoganannya terhadap UMKM.

Dia berpendapat, seharusnya penerapan 20 persen + Rp 1.000 tidak boleh dibebankan kepada mitra merchant UMKM.

"Harusnya yang dibebankan itu pelanggan atau pembeli. Karena yang dapat keuntungan adalah pembeli. Kami dari asosiasi melihat aplikasi sudah mulai arogan terhadap UMKM," kata Ikhsan.

Ikhsan menjelaskan, jika skema tersebut dijalankan, maka penjual atau pelaku UMKM, seperti pihak yang bekerja atau mencari uang untuk penyedia platform.

Sehingga, skema komisi yang didapatkan UMKM justru berkurang.

Menurut dia, dalam hal pemanfaatan aplikasi ini, sebenarnya pembelilah yang memiliki keuntungan banyak.

Sebab, para pembeli tidak perlu mengeluarkan biaya transportasi, tidak perlu biaya parkir dan tidak ada risiko kecelakaan yang bersifat fisik.

"Jadi kalau melihat dari ini, pembeli enggak masalah ada tambahan biaya. Jangan dibebankan ke merchant," ungkap dia.

Ikhsan juga menilai, penerapan tarif ini tidak sejalan dengan keberpihakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) terhadap UMKM.

"Pak Jokowi kan menyuruh untuk mencintai produk-produk UMKM dan saya rasa ini tidak sejalan dengan yang beliau minta. Harusnya GoFood dan aplikasi-aplikasi lainnya harus ngeh harus sadar," jelas Ikhsan.


sumber : https://money.kompas.com/read/2021/03/26/083812626/menkop-teten-nilai-skema-20-persen-rp-1000-milik-gofood-memberatkan-umkm?page=all
 

Tuesday, March 23, 2021

Menkop Teten Sebut Transformasi Digital Bukan Hanya untuk UMKM

Foto/Ilustrasi/SINDOnews

Di awal 2021, sekitar 12 juta UMKM atau sebanyak 19% dari total populasi UMKM di Indonesia, telah hadir dalam platform digital . Namun, Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengakui masih ada beberapa kendala.

Pertama, berkenaan tingkat literasi digital yang masih relatif rendah secara rata-rata. Aspek ini meliputi kemampuan UMKM untuk melek digital.

"Seperti mengoperasikan perangkat, aplikasi, platform digital, yang tentu saja berimbas pada efektivitas dalam pemanfaatan teknologi digital," ungkap Teten di Jakarta, Selasa(23/3/2021).

Isu fundamental lain juga tetap menjadi catatan adalah kapasitas usaha (berproduksi dalam skala besar dan ekonomis) dan kualitas produk (kualitas produk agar bisa bersaing dengan produk usaha besar di marketplace).

"Artinya, adaptasi teknologi oleh pelaku UMKM, baik dengan hadirnya pandemi maupun tidak, adalah sebuah keniscayaan," tukas Teten.

Lebih jauh lagi, Teten menekankan bahwa pemerintahan pun harus bertransformasi digital untuk dapat memastikan tetap relevan dengan perkembangan zaman yang semakin dinamis. Termasuk di dalamnya terkait aspek pengadaan barang dan jasa bagi pemerintah dan BUMN.

“Saat ini, partisipasi pelaku usaha kecil dalam pengadaan pemerintah secara elektronik mencapai 41% atau 166.393 unit, dengan potensi mencapai lebih dari Rp320 triliun," jelasnya.

Untuk mendorong peran UMKM, Perpres Nomor 12 Tahun 2021 Tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah telah membuka peluang bagi UMKM dan koperasi untuk mengikuti pengadaan pemerintah hingga Rp15 miliar atau naik enam kali lipat dari pagu nilai pengadaan sebelumnya.



sumber : https://ekbis.sindonews.com/read/374304/34/menkop-teten-sebut-transformasi-digital-bukan-hanya-untuk-umkm-1616522621