Showing posts with label disperindagkop dan UKM. Show all posts
Showing posts with label disperindagkop dan UKM. Show all posts

Thursday, July 8, 2021

Stok Kebutuhan Pokok di Kaltim Aman hingga Dua Bulan ke Depan


PROKAL.CO, SAMARINDA – Adanya pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat di Jawa-Bali dipastikan tidak berimbas kepada pasokan dan stok bahan pokok di Kaltim. Sebab, penyekatan pintu masuk di tiap daerah tidak termasuk distribusi kebutuhan pokok masyarakat.

Itulah yang diungkapkan Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi (Disperindagkop) dan UKM, HM Yadi Robyan Noor. “Ada 19 bahan pokok dan stoknya saat ini aman untuk dua bulan ke depan, bahkan ada yang lebih. Jadi, masyarakat tidak perlu khawatir,” ujar pria yang biasa disapa Roby itu saat ditemui di kantornya, Jalan Basuki Rahmat Samarinda.

Diakui jika memang sebagian besar bahan pokok berasal dari daerah Jawa yang kini menerapkan PPKM darurat. Pemerintah mengatur kegiatan termasuk pusat perdagangan dan mal ditutup sementara untuk mencegah pertemuan orang dalam jumlah banyak di satu tempat.

“Tapi, tetap untuk toko kebutuhan pokok itu buka di sana. Seperti ritel di dalam mal,” kata Roby. Meski begitu, kebutuhan stok bahan pokok di Kaltim dijamin aman. Dia mengimbau agar masyarakat tak perlu panic buying. Apalagi terpicu video yang viral beredar, masyarakat berebut membeli barang di pusat grosir.

Samarinda juga kini menerapkan PPKM mikro mulai 3-20 Juli. Transaksi jual-beli baik di pasar modern atau tradisional tetap berjalan sebagaimana mestinya. Tentu dengan mematuhi imbauan protokol kesehatan.

Dia mengungkapkan jika ada empat bahan pokok utama. Pertama, beras yang dia jamin ketersediaan stok serta harga yang terjangkau. Begitu pula untuk daging sapi, gula, dan telur ayam. “Untuk beras itu kan terbagi dua, ada premium dan medium. Aman semua stoknya di gudang,” kata dia.

Antisipasi ketahanan bahan pokok juga dilakukan lewat sosialisasi dan edukasi. Sehingga, masyarakat tak impulsif membeli dalam jumlah banyak. “Memastikan stok ada, harga terjangkau jangan sampai mahal. Nanti enggak bisa dijangkau masyarakat yang menengah ke bawah. Jadi ya kalau di Kaltim ini kan dijaga juga agar tidak inflasi, dan tidak lebih dari 4 persen kenaikannya,” lanjutnya.

Dijelaskan pula jika sebaiknya tetap membeli sesuai kebutuhan. Tak perlu takut kehabisan. “Ketika misal ada yang beli banyak, takutnya masyarakat lain ikut juga (beli) karena merasa stok akan habis,” ungkapnya. (rdm/ndu/k15)

Sumber : https://kaltim.prokal.co/read/news/388193-stok-kebutuhan-pokok-di-kaltim-aman-hingga-dua-bulan-ke-depan/6 

Wednesday, June 30, 2021

Ciptakan Tenaga Kerja Siap Pakai, Pemkot Pariaman Adakan Kegiatan Diklat Kerjasama Dengan BDI Padang


Covesia.com – Untuk menciptakan tenaga kerja yang memiliki kompetensi dalam penumbuhan dan pengembangan industri kerajinan bordir dan fashion di Kota Pariaman, Sumatera Barat (Sumbar), pemerintah daerah tersebut melakukan diklat yang bekerjasama dengan Balai Diklat Industri (BDI) Padang.

“Kegiatan itu juga untuk menyukseskan program Pemerintah Kota (Pemkot) Pariaman, dalam hal menciptakan tenaga kerja siap pakai,” sebut Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM (Disperindagkop dan UKM) Kota Pariaman, Gusniyetti Zaunit pada Rabu (30/6/2021).

Lanjut Gusniyetti, kegiatan diklat tersebut sudah tujuh kali dilaksanakan di Kota Pariaman, kepada perajin.

“Selama diklat tersebut tetap menerapkan protokol kesehatan, agar tidak terjadinya penyebaran Covid -19,” katanya.

Gusniyetti menyebutkan, selama menjalankan diklat itu, peserta diharapkan benar – benar mengikutinya.

“Sebab, pada akhir diklat akan dipilih tiga terbaik yang nantinya akan terus ketahap pelatihan selanjutnya dan dilakukan pembinaan oleh Disperindagkop dan UKM Kota Pariaman,” ucapnya.

Gusniyetti menyampaikan, untuk menciptakan tenaga kerja siap pakai tersebut, Pemkot Pariaman telah menjalin kerjasama dengan BDI sejak 2017 lalu.

“Alhamdulillah, sejak menjalin kerjasama itu Pemkot Pariaman selalu mendapatkan bantuan oleh Kementerian Perindustrian Republik Indonesia melalui BDI Padang berupa pelatihan atau diklat terhadap pelaku usaha,” katanya.

Sumber : https://covesia.com/archipellago/112699/ciptakan-tenaga-kerja-siap-pakai-pemkot-pariaman-adakan-kegiatan-diklat-kerjasama-dengan-bdi-padang/ 

Tuesday, June 29, 2021

UKM Pariaman Diingatkan Manfaatkan Kemajuan IT Pasarkan Produk


PARIAMAN, HARIANHALUAN.COM - Kepala Dinas Perindagkop dan UKM Kota Pariaman, Gusniyeti Zaunit mengingatkan UKM, agar memanfaatkan kemajuan IT untuk perluasan pasar produk yang dihasilkanya.

"Pemanfaatan internet untuk memperluas pasar sebagai upaya yang sangat baik dalam peningkatan omzet, melalui produk yang dihasilkan," kata Gusniyeti Zaunit, Senin (29/6/2021).

Produk kerajinan yang diproduksi UKM di Kota Pariaman soal kualitas cukup bagus, mampu untuk bersaing di pasar. Bahkan pasarnya selain lokal juga sampai ke luar negeri, seperti ke Malaysia diantaranya.

Dengan buka toko di dunia maya, tentu akan bertambah luas jangkauan pasar dari produk kerajinan yang dihasilkan.

"Meski sudah banyak yang demikian, namun kita berharap kondisinya akan terus berkembang dan meningkat maju, baik dari sisi usaha maupun pasar terhadap produk UKM," kata Gusniyeti Zaunit.

Sumber : https://www.harianhaluan.com/news/detail/132611/ukm-pariaman-diingatkan-manfaatkan-kemajuan-it-pasarkan-produk 

Sunday, June 13, 2021

Bupati Benteng Pilih Satu dari Tiga Besar Seleksi JPT


 BENTENG,bengkuluekspress.com– Dalam waktu dekat, panitia seleksi (Pansel) yang diketuai oleh Dr Ir Yulperius dalam waktu dekat akan menggelar rapat pleno penetapan 3 besar peserta terbaik dalam seleksi Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama. Baik itu untuk jabatan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora), Kepala Dinas Perdagangan, Perindustrian dan Koperasi UKM (Disdagperinkop dan UKM) serta jabatan Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendaliann Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3APPKB).


Untuk diketahui, jabatan Kepala Dispora dan DP3APPKB masing-masing dilamar oleh 5 orang pejabat. Artinya, 2 dari 5 peserta bakal tersingkir. Sedangkan, jabatan Kepala Disdagperinkop dan UKM hanya dilamar oleh 3 orang peserta. “Pansel akan mengadaan rapat pleno dulu untuk menentukan 3 besar di setiap jabatan,” kata Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Benteng, Apileslipi SKom MSi.

Dijelaskan Apileslipi, tiga nama yang merupakan peserta terbaik di setiap jabatan yang dilowong nantinya akan disampaikan ke KASN. Selanjutnya, Bupati akan memilih 1 orang dari 3 besar untuk dilantik dan menjabat JPT Pratama yang saat ini mengalami kekosongan. “Penentuan peserta yang terpilih untuk mengisi JPT Pratama yang kekosongan itu kewenangan pak Bupati,” demikian Apileslipi.

Sumber : https://bengkuluekspress.com/bupati-benteng-pilih-satu-dari-tiga-besar-seleksi-jpt/

Tuesday, June 1, 2021

Ubah Kebiasaan Pelaku UMKM


SAMARINDA - Usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) menjadi salah satu sektor yang disiapkan untuk menopang perdagangan internasional. Sebenarnya, pelaku usaha di Bumi Etam sudah memenuhi standar ekspor dari sisi kualitas produk. Namun, masih belum bisa melakukan ekspor karena belum paham prosedur sehingga kerap kesulitan memenuhi persyaratan.

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Mikro Kecil (Disperindagkop dan UKM) Muhammad Yadi Robyan Noor mengatakan, rata-rata kualitas produk UMKM Kaltim sudah memenuhi standar ekspor. Namun, belum bisa melakukan ekspor karena terkendala persyaratan yang belum lengkap.

“Kebanyakan dari UMKM kita ini hanya belum tahu mengenai prosedur ekspor, namun standar kualitasnya sudah sangat baik dan layak ekspor,” ungkapnya didampingi Kepala Bidang Perdagangan Heni Purwaningsih, Senin (31/5).

Menurutnya, UMKM perlu komitmen untuk mau serius mengurus dokumen yang dibutuhkan dalam persyaratan dan pasti diberikan pendampingan. Selama ini, UMKM yang produknya sudah memenuhi standar ekspor, biasanya mengirimkan produk mereka ke daerah lain seperti Jawa Timur atau Jakarta. Sehingga ekspornya tercatat di luar Kaltim.

Mengubah kebiasaan pelaku UMKM memang tidak mudah, karena biasanya para pelaku usaha dimanjakan dengan berbagai kemudahan yang diberikan oleh pihak-pihak yang menguruskan urusan dan dokumen ekspor. Sedangkan jika ekspor dilakukan dari Kaltim, maka pelaku UMKM sendiri yang harus menangani urusan tersebut.

“Kita juga sudah menyiapkan PLUT (pusat layanan usaha terpadu). Dari PLUT ini kami berikan pendampingan agar pengusaha yang memiliki produk-produk layak ekspor ini bisa mengirim sendiri produknya,” katanya.

Selama ini, hasil commodity asal Kaltim terutama dari sektor perikanan termasuk rumput laut sudah banyak dikirimkan ke luar daerah untuk kemudian diproses agar bisa dijual dalam pasar internasional alias ekspor. Hal tersebut dilakukan pelaku usaha Kaltim dikarenakan sejumlah fasilitas yang ada di Kaltim tidak memenuhi standar kelayakan.

“Kita berharap UMKM layak ekspor ini sudah bisa melakukan penjualan ke luar negeri sendiri. Hanya saja yang sudah terbiasa mengirim ke daerah lain, mau tak mau ya mereka harus urus lagi. Fasilitas, termasuk sarana dan prasarana mereka harus lengkap, sesuai dengan standar ekspor baru bisa kita jual ke luar negeri,” pungkasnya.

Sumber : https://kaltim.prokal.co/read/news/386894-ubah-kebiasaan-pelaku-umkm/6 

Tuesday, May 4, 2021

Disperindagkop dan UKM Kaltim Bantu Masyarakat dengan Bahan Pokok Murah


TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Kegiatan pasar murah yang digagas Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi (Perindagkop) dan UKM Kaltim resmi ditutup dengan pasar murah ke-8.

Pasar murah penutup ini digelar di halaman kantor Disperindagkop dan UKM Kaltim di Jalan Basuki Rahmat.

Kepala Disperindagkop dan UKM Kaltim HM Yadi Robyan Noor mengatakan tujuan digelarnya pasar murah ini adalah membantu masyarakat yang membutuhkan, terutama mereka yang berpenghasilan menengah ke bawah untuk mendapatkan bahan pokok dengan harga murah dan terjangkau.

“Pada dasarnya, kita membantu Pak Gubernur untuk mendekatkan masyarakat mendapatkan bahan pokok dengan harga murah di bulan suci Ramadan dan menjelang Hari Raya Idul Fitri,” kata Roby, saat menutup program pasar murah tersebut.

Mantan Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kaltim itu pun mengecek langsung harga-harga yang ditawarkan di pasar murah itu.

“Harga lebih murah sekitar 15 persen. Saya sudah membuktikan dengan membeli bawang merah yang di pasaran harganya sekitar Rp26 ribu per kg, di sini bisa dapat Rp22 ribu. Begitu juga dengan produk barang jadi, harganya lebih murah sekitar 15 persen,” tambah Roby.

Produk yang dijual meliputi barang kebutuhan pokok seperti beras, gula pasir, minyak goreng, bawang merah, bawang putih, tepung terigu, telur, daging ayam beku, daging sapi beku, daging kerbau, mentega, mie instan, susu, teh, kopi, sirup, kurma, kacang dan emping.

Untuk produk olahan seperti nugget, sosis dan bakso. Ada juga cemilan berupa kue kering (UKM) dan produk-produk kesehatan.

Pasar murah diikuti 32 distributor dengan nilai transaksi dari 7 pasar murah sebelumnya mencapai Rp260 juta.

Khusus untuk pasar murah dengan target pasar para pegawai dan penduduk sekitar hari ini omzetnya diperkirakan mencapai Rp100 juta. Pasar murah ini diharapkan juga dapat membantu pemulihan ekonomi daerah.

Tujuh pasar murah sebelumnya digelar di Kelurahan Mugirejo, Kelurahan Tanah Merah, Kelurahan Sei Keledang, Kelurahan Sambutan, Kelurahan Bengkuring, Kelurahan Baqa dan Desa Perjiwa.

“Bekerja sama dengan TP PKK Kaltim, besok kami juga akan menggelar pasar murah di Kelurahan Sengkotek. Semoga bermanfaat untuk masyarakat,” sebut Roby didampingi Ketua Panitia Pasar Murah yang juga Kepala Bidang Perdagangan Disperindagkop Kaltim Henny Purwaningsih.

Sumber : https://kaltim.tribunnews.com/2021/05/04/disperindagkop-dan-ukm-kaltim-bantu-masyarakat-dengan-bahan-pokok-murah