Showing posts with label alibaba. Show all posts
Showing posts with label alibaba. Show all posts

Wednesday, May 29, 2024

Enablr.ID Gandeng Alibaba Demi Bawa UKM Indonesia ke Global

 


Jakarta - Enablr.ID, penyedia solusi ecommerce mendapat sertifikasi channel partner dari Alibaba di Indonesia, yang dilakukan untuk memperbesar peluang usaha kecil menengah (UKM) Indonesia masuk ke pasar global.


Kontribusi Usaha Kecil Menengah (UKM) terhadap perekonomian Indonesia yakni memiliki kemampuan menyerap 97% dari total tenaga kerja serta dapat menghimpun sampai 60,42% dari total investasi. Namun demikian, berdasarkan data Kementerian Perindustrian pada 2021, kemampuan ekspor UMKM masih terbatas sekitar 14,37% dari total ekspor serta pemanfaatan e-commerce juga masih rendah yaitu sekitar 21%.

Untuk itulah, merambah pasar global adalah hal krusial untuk pertumbuhan yang berkelanjutan dari UKM indonesia, juga mengurangi ketergantungan dari pasar domestik.

Alibaba.com, salah satu wholesale marketplace terbesar di dunia dengan lebih dari 20 tahun pengalaman, telah memainkan peran penting dalam memfasilitasi perdagangan business-to-business (B2B). Sertifikasi Enablr.ID sebagai Alibaba.com Channel Partner menegaskan komitmen perusahaan untuk memanfaatkan platform luas Alibaba.com guna mendukung perusahaan Indonesia dalam mengembangkan bisnis mereka secara internasional.

"Sertifikasi ini merupakan bukti dari komitmen kami yang tak tergoyahkan untuk membantu UKM Indonesia memanfaatkan kekuatan eCommerce untuk mencapai pasar baru dan meningkatkan nilai ekspor mereka. Dengan dukungan platform yang kuat dari Alibaba.com, kami siap mendukung klien kami dalam menghadapi kompleksitas perdagangan global," kata Yohan Christian, CEO Enablr.ID, dalam keterangan yang diterima detikINET, Rabu (29/5/2024).

Sertifikasi Alibaba.com Channel Partner ini memungkinkan Enablr.ID untuk menawarkan rangkaian solusi lengkap yang disesuaikan dengan kebutuhan UKM dan perusahaan di Indonesia.

Solusi ini mencakup dukungan komprehensif dalam memanfaatkan feature iklan dan subscription yang ada di platform Alibaba.com, yang penting untuk meningkatkan traffic toko dan mendorong penjualan di platform.

"Dengan menjadi Alibaba.com Channel Partner, Enablr.ID akan memainkan peran penting dalam menurunkan entry barrier bagi perusahaan Indonesia untuk memulai ekspor. Kami sangat bersemangat dengan kemitraan ini dan potensi yang ada untuk meningkatkan nilai ekspor perusahaan-perusahaan di Indonesia melalui platform kami," kata Jessie Lee, Country Manager Indonesia, Alibaba.com.


Sumber: https://inet.detik.com/business/d-7364296/enablr-id-gandeng-alibaba-demi-bawa-ukm-indonesia-ke-global

Wednesday, May 1, 2024

RI Bakal Punya Aplikasi Tandingan Alibaba-Amazon

 


Jakarta, CNBC Indonesia - Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) pada tahun ini akan meluncurkan aplikasi e-commerce tandingan Amazon dan Alibaba untuk menggempur pasar internasional dengan produk-produk usaha kecil dan menengah (UKM) tanah air.

"Rencananya kita akan bangun itu dan kita launching tahun ini," ucap Direktur Pelaksana Pengembangan Bisnis LPEI Maqin U. Norhadi dalam acara diskusi di kawasan Gunung Kidul, Yogyakarta, dikutip Kamis (2/5/2024).

Melalui platform digital itu, pelaku UKM akan mendapatkan edukasi pengembangan produk, pelatihan ekspor, hingga ruang pemasaran di level internasional. Sebab, jangkauan peredaran pasarnya didesain untuk penggunaan lintas batas.

Jangkauan pasar internasional itu bisa diperoleh karena LPEI kini telah mampu menyediakan pasar ekspor bagi pelaku UKM di 118 negara, dari total negara di dunia yang saat ini sebanyak 197 negara. Termasuk di dalamnya Amerika Serikat, Arab Saudi, Jerman, Belanda, Malaysia, hingga kawasan Asia Selatan.

"Jadi tahun ini kita mau bangun digital platform LPEI. Kalau China punya Alibaba, AS punya Amazon yang mana sekarang teman-teman beli sesuatu dari China lewat platform itu barang-barang luar negeri masuk ke Indonesia, tapi kan kita belum punya platform digital market place yang cross border," tutur Maqin.

Melalui program layanan desa devisa LPEI saja setidaknya sudah ada 26 produk ekspor UKM yang masuk pasar internasional, seperti Kakao, Kopi, Bulu Mata, Peti Mati, Craft Eceng Gondok, Daun Kelor, hingga Gula Semut. Bulu mata yang digunakan Katy Perry bahkan diklaim Maqin merupakan hasil produksi UKM bantul, demikian juga peti mati di AS.

Oleh sebab itu, Maqin memastikan, dengan adanya platform digital tandingan Alibaba dan Amazon itu produk-produk UKM bisa semakin diserap pasar internasional. Namun, ia belum bisa mengungkap lebih jauh detail informasi terkait platform ini karena dalam waktu dekat akan diluncurkan LPEI ke publik.

"Sehingga yang jelas pelaku UKM akan dengan gampang dari mana saja berada bisa mengaksesnya, mengikuti program edukasi ekspor, dan pasarkan produknya secara crossborder. Pada saatnya launching kita akan undang dan mohon doanya," kata Maqin.


Sumber: https://www.startsmeup.id/2024/05/ri-bakal-punya-aplikasi-tandingan.html

Thursday, February 25, 2021

Cara UMKM Bisa Jualan di Alibaba

Foto: Rifkianto Nugroho

Ekspor tak hanya untuk perusahaan besar, tapi usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) juga bisa melakukan kegiatan tersebut. UMKM sebagai penopang pemulihan ekonomi nasional diharapkan bisa menembus pasar global.

Karena itu seluruh pihak harus bisa bersinergi agar pemulihan ekonomi terutama sektor UMKM yang berorientasi bisa bangkit lebih cepat. Lalu bagaimana ya caranya?

Kepala Divisi Advisory Services Indonesia Eximbank Gerald Setiawan Grisanto mengungkapkan LPEI siap membantu UMKM agar dapat menembus pasar global sekaligus memfasilitasi agar produknya dapat dipromosikan di global marketplace seperti Alibaba.

LPEI memiliki peran yang lebih luas dibandingkan perbankan biasa karena mampu memberikan pembiayaan, penjaminan, juga jasa konsultasi yang dapat dilakukan secara beriringan. Peran tersebut diberikan kepada LPEI agar mampu mendorong pertumbuhan ekspor.

Gerald mengatakan untuk UMKM yang telah melakukan ekspor, memungkinkan mendapatkan pembiayaan komersial dari LPEI. Sementara bagi UMKM yang belum ekspor tapi sudah berorientasi ekspor, LPEI telah bersinergi dengan Kementerian Perdagangan (Kemendag) dan Bea Cukai untuk membantu melalui berbagai program.

"Salah satunya adalah program CPNE (Coaching Program for New Exporters) sehingga diharapkan para UMKM dapat melakukan ekspor, mampu mengelola bisnis lebih baik, dan memperkuat relasi," kata Gerald dalam keterangannya, Kamis (25/2/2021).

Usaha yang disupport dalam rangka ekspor, seperti UMKM yang menjadi supplier kepada eksportir. Jika UMKM belum melakukan ekspor, maka dapat mengikuti program jasa konsultasi dengan biaya yang sangat ringan. Tahun ini UMKM di daerah Solo, Bali, Medan, akan mendapatkan pelatihan dari LPEI.

Salah satu pelaku UMKM kerajinan Sumiaji, yang mendapat pelatihan dari program CPNE LPEI, mengaku sangat terbantu karena kini dapat melakukan ekspor, mampu mengelola usaha dengan lebih disiplin, juga memperoleh relasi yang lebih luas sehingga produknya dapat menembus pasar global.

"Pada 2014, kami ikut CPNE LPEI selama hampir satu tahun. Pada April 2015 kami sudah mampu melakukan ekspor perdana sebanyak satu kontainer.

Produk kami di ekspor ke Ukraina, Amerika, juga negara Eropa. Semasa pandemi, kami tetap mampu melakukan ekspor hingga dua kontainer per bulan. Bahkan mendapat kontrak satu tahun untuk ekspor ke Malaysia. Kami mendapat banyak manfaat dari program CPNE LPEI," ujar dia.

Menurut Sumiaji, di masa pandemi ini dia pun aktif bersinergi berkolaborasi dengan para UMKM berorientasi ekspor lainnya, untuk bersama-sama membuka pasar dan mencari solusi jika ada kendala. Misalnya, bersama berbagi beban dalam hal pengurusan biaya kontainer untuk ekspor produk. Ini perlu dilakukan agar dalam proses ekspor tidak terjadi delay yang lama.

Berdasarkan pengalamannya tersebut, Sumiaji mengajak para UMKM agar mulai disiplin mengelola keuangan, melakukan pencatatan, karena hal itu menjadi salah satu syarat agar mereka mendapatkan dukungan dari LPEI.

"Terimakasih kepada LPEI yang sudah membantu, kami jadi paham proses ekspor, kami juga akan berbagi pengetahuan terkait ilmu ekspor ke UMKM lain. Banyak manfaat ikut program CPNE LPEI seperti berkesempatan ikut pameran, mengelola bisnis lebih baik, mendapat relasi untuk memperkuat bisnis," jelas dia.


sumber : https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-5470158/cara-umkm-bisa-jualan-di-alibaba/2 

Wednesday, January 6, 2021

Alibaba Perbarui Sistem Star Rating

Alibaba.com mengumumkan sistem rating baru untuk pemasok di platform miliknya.
Jakarta: Alibaba mengumumkan pembaruan pada sistem rating pemasok di platform miliknya. Pembaruan ini ditujukan untuk mendorong pemasok global dalam memanfaatkan berbagai keuntungan dan terhubung dengan pembeli dari seluruh dunia.
 
Perubahan ini menjadi bagian dari inisiatif Alibaba.com dalam mendukung bisnis berorientasi ekspor untuk berkembang melalui digitalisasi. Selain itu, inisiatif ini merupakan kelanjutan dari Project Sprout-up yang diluncurkannya pada awal tahun 2020 lalu.
 
Sebagai informasi, Project Sprout-up ditujukan untuk memberdayakan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) di berbagai negara, termasuk di Indonesia, untuk memiliki jejak di ranah online di tengah pandemi.
Pemasok Alibaba.com sebelumnya dinilai melalui kapabilitas e-commerce mereka secara umum berdasarkan tiga aspek utama, yakni kapabilitas produk, layanan, dan pemasaran. Pemasok dengan Star Rating 1 hingga 5 dapat menikmati fitur search ranking yang sudah ditingkatkan.
 
Selain itu, pemasok dengan performa lebih baik akan mendapatkan kesempatan promosional. Keuntungan ini tidak berlaku bagi para pemasok yang tidak memenuhi persyaratan Star Rating. Dengan kerangka Star Rating baru, pemasok dengan Star Rating 1 hingga 5 akan mendapatkan lebih banyak keuntungan.
 
Keuntungan tersebut termasuk tampilan Star Rating agar dapat meningkatkan kepercayaan dari
pembeli Alibaba.com, serta peluang untuk promosi lain, termasuk melalui pameran dagang online, paviliun pemasaran, dan event lain yang diadakan melalui platform.
 
Pemasok dengan peringkat tinggi juga masih akan menerima inquiry dari pembeli, keuntungan utama dari sistem Star Rating sebelumnya. Sementara itu, sistem Star Rating baru ini bertujuan untuk membantu pemasok di luar Tiongkok mendapatkan rating profil di Alibaba.com dan bersaing dengan brand global lain secara lebih adil.

sumber : https://www.medcom.id/teknologi/news-teknologi/wkBWj1gK-alibaba-perbarui-sistem-star-rating