Showing posts with label FIFGROUP. Show all posts
Showing posts with label FIFGROUP. Show all posts

Wednesday, April 24, 2024

FIFGROUP dan UNPAR Luncurkan Program SCORE FLS, Bukti Komitmen Kembangkan Bisnis UMKM

 

KONTAN.CO.ID - Kontribusi positif para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia tidak dapat dipungkiri. Sebagai wujud komitmen atas pengembangan UMKM melalui institusi pendidikan, PT Federal International Finance (FIFGROUP) berkolaborasi dengan Universitas Parahyangan (UNPAR) meluncurkan program Sustaining Competitive and Responsible Enterprise (SCORE) serta Financial Life Skill (FLS).

Kick off Program SCORE FLS yang diselenggarakan di Ruang Audio Visual FISIP, Lantai 1, Gedung FISIP Universitas Parahyangan, Bandung pada Selasa (23/4) mengusung tema “Scale Up Your Business for Your Success.” Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Bandung, Dindin Syahidin, mengatakan pelaku usaha harus mampu beradaptasi dengan kondisi saat ini yang begitu dinamis.

“Dinas Koperasi UMKM sangat terbantu dengan adanya program SCORE FLS ini dalam membantu memberikan penyuluhan dan pembinaan UMKM Kabupaten Bandung dan mendorong para pelaku UMKM yang menjadi peserta untuk dapat berkembang dengan melakukan inovasi yang berdampak terhadap pertumbuhan bisnis usaha,” kata Dindin.

Sementara itu, Microfinancing Division Head FIFGROUP, Cicilia Tri Hapsariningtyas, menyatakan FIFGROUP, melalui brand service FINATRA, senantiasa berkomitmen penuh mendorong perkembangan UMKM Indonesia. “Kami tidak hanya menyediakan pembiayaan modal usaha, tapi juga memberikan berbagai pengembangan pengetahuan dan kemampuan bagi para pelaku UMKM," kata Cicilia.

Sebanyak 50 UMKM di wilayah Bandung berpartisipasi dalam kegiatan inkubasi bisnis dalam program itu. Para peserta mendapatkan pelatihan dan pendampingan untuk meningkatkan kapasitas dan daya saing bisnis mereka.

Riezky Candra Novariz, Microfinancing Partnership and Marketing Development Senior Analyst FIFGROUP, menjelaskan bahwa UMKM peserta dapat mengoptimalkan berbagai aktivitas dalam pengembangan bisnis mereka.

"Dengan kolaborasi bersama UNPAR, UMKM dapat mengoptimalkan seluruh aktivitas dan fasilitas yang kami berikan, dari Workshop dan Coaching, Mentoring, hingga Pameran Bisnis. Ini adalah kesempatan emas yang tidak boleh dilewatkan," kata Riezky yang selanjutnya meresmikan Kick Off Program SCORE FLS secara simbolis melalui pemukulan gong pada Selasa (23/4).

UMKM Naik Kelas
Tidak hanya kegiatan peresmian, sebagai rangkaian program pada acara Kick Off Program SCORE FLS tersebut, diselenggarakan sebuah kegiatan talkshow yang ditujukan sebagai sharing session bagi UMKM dalam mengembangkan bisnisnya.

Sebagai pembicara hadir Riezky Candra Novariz selaku Microfinancing Partnership and Marketing Development Senior Analyst FIFGROUP, Denny Syarief selaku Ketua Perkumpulan Pengusaha Karsa Mandiri (PPKM), Dewi Amoe selaku Alumni Program SCORE & Owner Jenama Amoe Decoucraft, dan Nina Septina selaku Dosen Program Vokasi UNPAR dan SCORE Trainer.

Menurut Riezky, dua permasalahan utama yang dihadapi oleh para pelaku UMKM adalah Permodalan dan Pemasaran. Banyak UMKM yang mengalami kendala dalam mengembangkan bisnisnya menjadi lebih besar dengan mencakup pasar yang lebih luas.

“FINATRA turut mendukung pengembangan UMKM dengan menjadi solusi finansial pilihan dalam memenuhi kebutuhan modal pertumbuhan usaha. Tidak hanya itu, kami juga turut mewujudkan komitmen kami dalam mendukung UMKM dengan menyelenggarakan berbagai kegiatan literasi, salah satunya adalah melalui program SCORE FLS untuk UMKM naik kelas,” kata Riezky.

Sementara itu, menurut Nina Septina, UMKM harus lebih aktif mengikuti berbagai kegiatan dalam mendorong pengetahuan dalam berbisnis. “Kegiatan pembelajaran seperti yang dilakukan pada hari ini harus secara regular diikuti oleh UMKM yang ingin berkembang. Namun, yang perlu diperhatikan adalah UMKM wajib mengimplementasikan ilmu yang telah didapat, agar pembelajaran yang dilakukan tidak sia-sia,” kata Nina.

Dewi Amoe sebagai alumni dari program yang serupa mengakui bahwa dari sejumlah pelatihan yang diikut SCORE FLS menjadi salah satu program yang paling berdampak untuknya. “Program SCORE FLS ini sangat berbeda dari sejumlah program yang saya ikuti, coach-nya yang berasal dari dosen memberikan pemahaman yang jelas dan tidak menggurui, serta modul yang diajarkan lebih berguna bagi saya untuk diimplementasikan dalam bisnis yang saya jalankan,” tutur Dewi.

Dari sudut pandang Danny Syarief, kebanyakan UMKM saat ini mempertahankan cara lama dalam menjalankan bisnisnya. Hal tersebut yang membuat banyak para pelaku UMKM menjadi tidak berkembang. “Pelaku UMKM itu salah satu penyakitnya adalah bertahan di zona nyaman. Enggan berubah dan cenderung mempertahankan cara lama. Sementara itu, dunia terus berubah, perilaku pasar juga berubah, kita harus mampu beradaptasi dengan terus mengasah pengetahuan kita agar bisnis kita dapat bertahan dan terus berkembang,” jelas Danny.

Acara tersebut mendapatkan banyak respon positif dari para peserta yang turut aktif dalam sesi tanya jawab yang dilakukan. Sejumlah peserta berharap bisnisnya dapat bertumbuh dengan mempelajari setiap ilmu yang nantinya akan didapatkan melalui SCORE FLS ini.

Tentang PT Federal International Finance:

PT Federal International Finance merupakan anak perusahaan PT Astra International Tbk yang bergerak di bidang usaha pembiayaan ritel khusus sepeda motor Honda yang diproduksi oleh PT Astra Honda Motor, yang juga anak perusahaan PT Astra International Tbk.

Tepat 1 Mei 2013 Perseroan melakukan proses rebranding dengan meluncurkan new identity berupa logo baru berbentuk sidik jari dan penyebutan nama perseroan menjadi FIFGROUP yang merupakan grup manajemen dari FIFASTRA untuk pembiayaan sepeda motor, SPEKTRA untuk pembiayaan elektronik dan perabot rumah tangga, DANASTRA melayani pembiayaan multiguna, FINATRA layanan pembiayaan produktif, dan AMITRA merupakan Unit Usaha Syariah (UUS) FIFGROUP yang melayani pembiayaan syariah. FIFGROUP merupakan perusahaan pembiayaan sepeda motor dan elektronik terbesar di Indonesia dengan lebih dari 248 kantor cabang dan 378 Point of Service (POS), serta lebih dari 1.000 kios.


Sumber: https://www.startsmeup.id/2024/04/fifgroup-dan-unpar-luncurkan-program.html

Thursday, March 25, 2021

Antisipasi Pandemi, FIF Group Luncurkan Dana Bergulir untuk 588 UMKM Bersama 4 Lembaga Astra


Sebagai bentuk dukungan terhadap program pemerintah dalam pengembangan dan pembinaan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di masa pandemi, PT Federal International Finance (FIFGROUP) menyelenggarakan Kick Off yang dirangkai bersamaan dengan Webinar bertajuk “Kolaborasi Pembinaan dan Pengembangan UMKM” pada hari Kamis, 25 Maret 2021.

Acara ini melibatkan 4 lembaga Astra lainnya, yaitu Environment and Social Responsibility (ESR) PT Astra International Tbk, Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA), Yayasan Pendidikan Astra – Michael D. Ruslim (YPA – MDR) dan Yayasan Astra Honda Motor (YAHM). Di tahun 2021, target FIFGROUP yang merupakan bagian dari Astra Financial dan juga salah satu anak perusahaan PT Astra International Tbk melalui program Dana Bergulir Corporate Social Responsibility (CSR), mencapai 588 UMKM binaan dengan total bantuan senilai Rp 1,666 miliar di 242 titik se-Indonesia.

Acara kick off dan webinar ini dibuka dengan opening speech dari Chief Executive Officer (CEO) FIFGROUP, Margono Tanuwijaya, dan Chief of Corporate Affairs PT Astra International Tbk, Riza Deliansyah. Dan kemudian dilanjutkan dengan motivational quotes serta mini talkshow oleh Human Capital (HC), General Support (GS) and Corporate Communication Director Esther Sri Harjati, Head of Environment and Social Responsibility (ESR) PT Astra International Tbk Diah Suran Febrianti, Ketua Pengurus YDBA Sigit Prabowo Kumala, serta Sekretaris Pengurus YPA-MDR Kristanto.

”Program Dana Bergulir dalam Pilar Pemberdayaan Masyarakat ini sejalan dengan filosofi Catur Dharma Astra, Corporate Affairs Policy PT Astra International Tbk serta Corporate Strategy FIFGROUP, di mana kita harus senantiasa berusaha mencapai yang terbaik dan menjadi milik yang bermanfaat bagi bangsa dan negara. Mari kita dukung para pelaku usaha yang mau maju untuk mengembangkan usahanya dengan memberikan berbagai pelatihan bagi UMKM dengan daerah pengembangan UMKM dan program lainnya,” tutur Margono saat memberikan opening speech di acara kick off tersebut.

Margono menambahkan : “Dalam kesempatan ini mari kita semua mendukung program pengembangan UMKM untuk Indonesia apalagi dalam kondisi pandemi ini. Pada akhirnya kita harus yakin dan bangga atas hasil karya dari anak-anak negeri ini, yang kreatif dan mampu bersaing dan berkontribusi secara positif dan menjadi andalan dan penyelamat ekonomi bangsa.”

Riza dalam speech-nya mengatakan : “Dalam masa pandemi ini, perekonomian Indonesia terdampak cukup hebat. Hal tersebut tentu berdampak juga kepada pelaku UMKM binaan Astra. Oleh karena itu pelaku UMKM perlu beradaptasi dengan cepat untuk dapat menghadapi perubahan. Grup Astra terutama FIFGROUP juga mengalami kesulitan karena nilai penjualan otomotif yang relatif rendah. Akan tetapi, hal tersebut tidak menjadi kendala bagi FIFGROUP untuk terus menjalan Program Kewirausahaan dengan memberikan pinjaman dana bergulir bagi UMKM yang sangat membutuhkan terutama di masa pandemi ini. Hal tersebut menunjukkan bahwa FIFGROUP berkomitmen untuk terus membantu UMKM menuju UMKM yang mandiri dan sejahtera meskipun di masa-masa sulit.”

“Program kolaborasi yang digagas oleh FIFGROUP bersama Grup Astra dan Yayasan ini adalah upaya yang baik guna mengatasi salah problem yang dialami UMKM yaitu permodalan. Program ini diharapkan tidak hanya berhenti pada peminjaman modal usaha saja, tetapi juga bisa mendorong terciptanya banyak kolaborasi baik antar UMKM maupun UMKM dengan Grup Astra. Ke depan kami berharap bisa banyak tercipta value chain (rantai nilai) dari para UMKM yang telah dibina. Dengan adanya ekosistem yang kuat, UMKM akan siap menuju kemandirian. Hingga saat ini Astra telah membina 14.711 UMKM,” tambah Riza.

Acara kick off yang dihadiri oleh lebih dari 900 peserta, ditutup dengan penandatangan Memorandum of Understanding (MOU) antar 5 lembaga, yaitu FIFGROUP, ESR PT Astra International Tbk, YDBA, YPA–MDR dan YAHM serta diikuti dengan penyerahan bantuan secara simbolis di seluruh cabang FIFGROUP yang berjumlah 242 secara virtual dan kemudian dilanjutkan dengan pemaparan materi webinar dari ESR PT Astra International Tbk, YDBA, YPA-MDR dan YAHM.

Gandeng Yayasan Astra
Kegiatan ini merupakan bentuk kolaborasi dengan yayasan Astra yang berpengalaman dalam hal pembinaan para penggiat UMKM, di mana masing-masing yayasan memiliki peran tersendiri, namun bermuara pada pembiayaan dan pembinaan serta pengembangan UMKM.

Kerja sama FIFGROUP dengan PT Astra International Tbk, YDBA, YPA-MDR dan Yayasan Astra Honda Motor antara lain adalah dengan berkolaborasi dalam membina dan mengembangkan UMKM yang ada di Desa Sejahtera Astra (DSA) dan Kampung Berseri Astra (KBA), di mana PT Astra International Tbk merekomendasikan UMKM yang ada di KBA dan DSA untuk program dana bergulir secara bertahap ke depan.

Selain itu, YPA-MDR akan mencarikan calon-calon wirausahawan muda yang telah berkiprah dan dinilai bagus untuk bisa mengembangkan UMKM, yang nantinya akan diberikan pembinaan berupa pelatihan dan webinar oleh YDBA. FIFGROUP juga memberikan pembiayaan tanpa bunga kepada UMKM yang sudah sesuai dengan kriteria dan penilaian serta direkomendasikan oleh YDBA, YPA-MDR dan YAHM tersebut.

General Support (GS) and Corporate Communication Director Esther Sri Harjati mengatakan : “Dalam kegiatan ini, kami berkolaborasi dengan Kepala Cabang (Branch Manager) FIFGROUP di seluruh Indonesia yang mencapai 242 cabang. Konsepnya adalah setiap Kepala Cabang wajib membina minimal 2 (dua) UMKM. Selanjutnya, UMKM binaan untuk seluruh cabang di Indonesia harus memiliki semangat dan motivasi untuk maju, serta membina dan memonitor agar terus berkembang,” jelas Esther.

“Harapan kami, di tahun 2021, program dana bergulir tersebut tetap dapat hadir untuk masyarakat dan dapat membawa manfaat bagi masa depan UMKM serta minimal bisa membantu menggerakkan perekonomian di sekitar UMKM tersebut di masa pandemi ini. FIFGROUP berkomitmen senantiasa hadir untuk selalu mendukung dan memberi dampak bagi masyarakat sekitar,” tambah Esther.

Kiprah UMKM FIFGROUP
Human Capital, General Service and Corporate Communication Director, Esther Sri Harjati menyatakan, FIFGROUP sebagai salah satu anak perusahaan PT Astra International Tbk, yang bergerak di bidang pembiayaan ingin ikut berperan dan berupaya mendukung program pemerintah dalam memperbaiki perekonomian Indonesia, terutama di masa pandemi ini. FIFGROUP memiliki Pilar Pemberdayaan Masyarakat, di mana tahun ini berfokus pada pengembangan UMKM melalui program dana bergulir yang dananya berasal dari Dana Sosial Syariah, dan bertujuan agar UMKM binaan khususnya UMKM mikro, tetap hidup dan produktif sehingga mampu berkontribusi terhadap perkembangan ekonomi di sekitar UMKM tersebut serta pada akhirnya berdampak pada ekonomi nasional.

Sampai dengan akhir Januari 2021 lalu, jumlah penerima bantuan dana bergulir FIFGROUP mencapai 279 UMKM dengan total nominal nilai manfaat bantuan modal, yaitu sebesar Rp 846,5 juta yang tersebar di berbagai titik seluruh Indonesia, termasuk wilayah Jakarta dan cabang FIFGROUP. Untuk wilayah Jakarta dan sekitarnya, yaitu Jakarta Barat, Cilandak, Ciganjur dan Pamulang. Sedangkan cabang FIFGROUP bantuan dana bergulir ini tersebar mulai dari Cibinong, Bogor, Bandung, Semarang, Solo, Surabaya, Pangkal Pinang, Padang, Batam, Lubuk Pakam, Palembang, Bandar Jaya, Banjarmasin, Balikpapan, Makassar, Manado, Denpasar dan Mataram.

Bermula di tahun 2016, bantuan dana bergulir yang berasal dari dana sosial Syariah FIFGROUP tersebut diberikan ke 26 UMKM dengan total nominal Rp 65 juta, tahun 2017 kepada 35 UMKM dengan nominal Rp 124,5 juta, tahun 2018 kepada 67 UMKM dengan nominal Rp 152,5 juta, tahun 2019 kepada 97 UMKM dengan nominal Rp 298 juta, dan tahun 2020 kepada 54 UMKM dengan total nominal Rp 206,5 juta.

Bagus, Terus Didukung
Bagi mereka yang memiliki angsuran yang bagus, tentu dengan monitoring yang baik, akan terus didukung untuk pinjaman berikutnya setelah lunas dalam upaya memperbesar kapasitas dan pengembangan diri masing-masing UMKM tersebut. Sebagai contoh adalah pencairan pinjaman pada Oktober 2020 lalu. Pada masa pandemi 2020, FIFGROUP tetap menggulirkan dana sosial syariah untuk 31 UMKM, yang memiliki prestasi bagus ditahun-tahun sebelumnya, termasuk dalam hal pengembalian pinjaman. Bersyukur, angsuran pembayaran kewajiban mereka lancar sejak cicilan pertama di bulan November 2020 sampai dengan akhir Januari 2021 lalu.

Program Pembiayaan UMKM Tanpa Bunga
Chief of Corporate Communication and CSR Yulian Warman mengatakan : “Program dana bergulir ini merupakan salah satu cara bagi mereka yang kesulitan modal untuk meningkatkan kemampuan UMKM dalam bidang usaha masing-masing terutama di masa pandemi ini, dengan memberikan bantuan pinjaman tanpa bunga. Nilai pinjaman yang diberikan berkisar antara Rp 2 juta sampai dengan Rp 20 juta,” ungkap Yulian.

Yulian menambahkan, bahwa dalam memberikan dana bergulir UMKM FIFGROUP, terdapat beberapa kriteria yang menjadi pertimbangan dalam mendapatkan pinjaman dana bergulir UMKM FIFGROUP, antara lain memiliki tempat usaha pribadi, memiliki lama usaha berjalan yang cukup, memiliki laporan pembukuan yang baik, memiliki penghitungan rasio penghasilan yang cukup untuk membayar angsuran, dan berada di lingkungan usaha FIFGROUP.

Kilas Balik UMKM, Penyelamat Ekonomi Nasional
Siapa yang tidak tahu UMKM? Si “kecil” ini nampaknya memiliki peran dan kontribusi yang sangat besar dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Kiprahnya di masa pandemi ini, digadang-gadang sebagai sang penyelamat perekonomian nasional. Belum adanya tanda-tanda pandemi usai, membuat UMKM semakin bergejolak di tengah masyarakat Indonesia.

Pemerintah Indonesia turut memberikan dukungan yang besar atas keberlangsungan dan pertumbuhan UMKM. Menilik data dari kemenkopukm.go.id di tahun 2017 – 2018, UMKM menyerap sekitar 97% tenaga kerja nasional, itu artinya setiap sisi dan sudut Indonesia digerakkan oleh UMKM.

Sebesar itukah peran UMKM? Kementerian Koperasi dan UKM RI melaporkan bahwa secara jumlah unit, UMKM memiliki pangsa sekitar 99,99% (62.9 juta unit) dari total keseluruhan pelaku usaha di Indonesia (2017), sementara usaha besar hanya sebanyak 0,01% atau sekitar 5400 unit, itu artinya UMKM mampu menyerap ke seluruh lapisan masyarakat khususnya usaha mikro.

Usaha Mikro menyerap sekitar 107,2 juta tenaga kerja (89,2%), Usaha Kecil 5,7 juta (4,74%), dan Usaha Menengah 3,73 juta (3,11%), sementara Usaha Besar menyerap sekitar 3,58 juta jiwa.

Sejak dulu, UMKM terkenal dengan ketahanan dalam setiap kondisi bisnis, salah satu contohnya adalah ketika terjadi krisis tahun 1998. Menteri Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Teten Masduki menuturkan "Pada 1998, UMKM betul-betul jadi penyelamat ekonomi nasional, ketika banyak usaha besar, perbankan berjatuhan. Ekspor UMKM malah naik sampai 350 persen,"

Dukungan FIFGROUP Selama Pandemi
Sebelumnya, sejak awal tahun 2020 berlanjut dengan masa pandemi Covid-19, FIFGROUP juga telah melakukan berbagai langkah untuk meringankan beban masyarakat sebagai bentuk mikro kepedulian dukungan dana perusahaan, sebagai berikut:
1. Penyerahan bantuan sembako sebanyak 76.510 paket di 620 titik se-Indonesia sebesar Rp 15,1 miliar.
2. Menyalurkan 579 hewan qurban kepada masyarakat di sekitar kantor cabang dan kantor pusat FIFGROUP, setara dengan Rp 1,7 miliar.
3. Menyalurkan 8 unit ventilator di 5 titik di Indonesia, dengan rincian 3 unit di Sumatera Utara, 2 unit di Bali, 1 unit di Nusa Tenggara Barat, 1 unit di Singkawang dan 1 unit di Jawa Barat, dengan total nominal Rp 3,895 miliar.
4. Memberikan bantuan Alat Pelindung Diri (APD) ke berbagai fasilitas kesehatan yang berada di cakupan wilayah kantor cabang FIFGROUP, dengan total nominal Rp 672 juta.
5. Serta kegiatan reguler CSR, mulai dari Pilar Pendidikan (79 event), Pilar Kesehatan (77 event), Pilar Pemberdayaan Masyarakat ke 54 Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) binaan FIFGROUP, dan Pilar Lingkungan, dengan total nominal Rp 1,853 miliar.
6. Bantuan bencana alam gempa di Mamuju serta bencana banjir di berbagai daerah sebesar Rp 2,213 miliar.

Sehingga total bantuan yang telah disalurkan oleh FIFGROUP kepada masyarakat selama pandemi sampai dengan Januari 2021 mencapai lebih dari Rp 25,33 miliar.

Tentang PT Federal International Finance:
PT Federal International Finance merupakan anak perusahaan Grup Astra yang bergerak di bidang usaha pembiayaan ritel khusus sepeda motor Honda yang diproduksi oleh PT Astra Honda Motor Tbk., anak perusahaan PT Astra International Tbk.
Tepat 1 Mei 2013 Perseroan melakukan proses rebranding dengan meluncurkan new identity berupa logo baru berbentuk sidik jari dan penyebutan nama perseroan menjadi FIFGROUP yang merupakan grup manajemen dari FIFASTRA untuk pembiayaan sepeda motor, SPEKTRA untuk pembiayaan elektronik dan perabot rumah tangga, DANASTRA melayani pembiayaan multiguna dan AMITRA yang melayani pembiayaan syariah. FIFGROUP merupakan perusahaan pembiayaan sepeda motor dan elektronik terbesar di Indonesia dengan lebih dari 242 kantor cabang dan 385 Point of Service (POS).

Tentang Astra International Tbk :

PT Astra International Tbk didirikan di Jakarta pada tahun 1957 sebagai sebuah perusahaan perdagangan umum dengan nama Astra International Inc. Pada tahun 1990, telah dilakukan perubahan nama menjadi PT Astra International Tbk.

Hingga tahun 2019, Astra telah mengembangkan bisnisnya dengan menerapkan model bisnis yang berbasis sinergi dan terdiversifikasi pada tujuh segmen usaha, terdiri dari: Otomotif; Jasa Keuangan; Alat Berat, Pertambangan, Konstruksi & Energi; Agribisnis; Infrastruktur dan Logistik; Teknologi Informasi serta Properti. Saat ini, kegiatan operasional bisnis yang tersebar di seluruh Indonesia dikelola melalui 238 anak perusahaan, ventura bersama dan entitas asosiasi, dengan didukung oleh 187.365 karyawan.

Tentang Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA) :

Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA) didirikan pada tahun 1980 oleh pendiri Astra, Bapak William Soeryadjaya dengan mengemban misi pembinaan dan pengembangan UMKM di tanah air, juga sekaligus sebagai perkuatan value chain usaha Astra melalui program Income Generating Activity bagi masyarakat sekitar.

Program pembinaan yang diberikan antara lain di bidang manajemen, teknologi, akses pasar, fasilitas pembiayaan, dan teknologi informasi dengan memaksimalkan sinergi pada jaringan value chain Astra secara terintegrasi. Jumlah penerima manfaat:
- Penyerapan Tenaga Kerja: 65.855 orang
- Jumlah Pemuda Putus Sekolah yang Dilatih menjadi Mekanik: 716 orang
- Membina 10.374 UMKM, dimana 115 UMKM merupakan UMKM Mandiri
- Mendirikan 16 Lembaga Pengembangan Bisnis (LPB)
- Mendirikan 10 Lembaga Keuangan Mikro (LKM)

Tentang Yayasan Pendidikan Astra – Michael D. Ruslim (YPA-MDR) :

Yayasan Pendidikan Astra Michael D. Ruslim (YPA-MDR) secara khusus dibentuk oleh PT Astra International Tbk untuk melaksanakan tanggung jawab sosial perusahaan kepada masyarakat di bidang pendidikan di daerah prasejahtera. YPA-MDR meningkatan kualitas pendidikan di daerah melalui 4 pilar pembinaan sehingga menjadi Sekolah Swapraja menuju Sekolah Unggul.

Tentang Yayasan Astra Honda Motor (YAHM) :

Yayasan Astra Honda Motor (YAHM) didirikan pada tahun 1995 sebagai organisasi sosial mandiri dengan misi mendukung kehidupan masyarakat di bidang pendidikan dan sosial melalui program pemberian beasiswa bagi siswa/mahasiswa prasejahtera dan berprestasi serta pembangunan fasilitas pendukung untuk institusi pendidikan, program edukasi masyarakat tentang keselamatan di jalan, program pelestarian lingkungan hidup serta kegiatan amal untuk berbagai aktivitas sosial dan budaya, termasuk bencana alam, dengan jumlah penerima manfaat 4.826 orang.

Pandemi Covid-19 memiliki dampak yang besar pada sektor usaha kecil menengah (UKM). Oleh karenanya, Yayasan Astra Honda Motor (Yayasan AHM) mengadakan pelatihan kompetensi. Pelatihan ini diberikan pada bengkel wirausaha muda yang tergabung pada Astra Honda Youthpreunership Program (AHYPP). Program ini mengimplementasikan Kurikulum Teknik dan Bisnis Sepeda Motor Astra Honda. Program ini sudah berjalan selama tiga tahun sejak tahun 2017 hingga saat ini.


sumber : https://pressrelease.kontan.co.id/release/antisipasi-pandemi-fif-group-luncurkan-dana-bergulir-untuk-588-umkm-bersama-4-lembaga-astra?page=2 

Sunday, February 7, 2021

2021, FIFGROUP Targetkan Rangkul 480 UMKM Binaan

Sridadi (tengah) saat menerima pinjaman secara simbolis oleh Kepala Cabang FIFGROUP Solo, Andi Sutopo. Sridadi adalah penggiat UMKM dengan usaha lumbung desa dan penggilingan padi yang mendapat dana pinjaman sampai Rp 18 juta. Foto : FIFGroup


PT Federal International Finance atau FIFGROUP akan menambah sekitar 480 UMKM jumlah binaan pada tahun ini. “Kami sudah mendapat persetujuan dari Manajemen untuk menambah binaan UMKM kami melalui bantuan pinjaman dana bergulir dari dana sosial syariah dengan dana yang setara atau lebih dari yang sebelumnya," ujar Chief of Corporate Communication and Corporate Social Responsibilty, Yulian Warman, dalam keterangan pers, Ahad, 7 Februari 2021.

Yulian menjelaskan, dari jumlah 480 tersebut, seluruh Kepala Cabang FIFGROUP seluruh Indonesia yang berjumlah 235 cabang akan dilibatkan. “Konsepnya adalah setiap Kepala Cabang nanti akan diperbolehkan memiliki minimal dua UMKM binaan. Mereka harus mencari yang memiliki motivasi tinggi untuk maju, serta membina dan memonitor agar terus berkembang," tuturnya.

Adapun modul pembinaan akan dipersiapkan kantor pusat. Eksekusi program tambahan ini paling lambat dilakukan pada akhir bulan ini. Dengan begitu ia berharap di tahun 2021 ini juga program dana bergulir dapat membantu masyarakat dan mendorong UMKM. "Minimal bisa membantu menggerakkan perekonomian di sekitar UMKM tersebut di masa pandemi ini," ucap Yulian.

Lebih jauh ia menyebutkan salah satu yang menjadi perhatian FIFGROUP dalam mencari UMKM untuk dibina adalah motivasi yang kuat dari pengusaha untuk maju. "Kami selalu menempatkan motivasi ingin maju sebagai persyaratan paling dasar, setelah itu baru yang lain-lain," kata Yulian.

Hingga akhir Januari 2021 lalu, jumlah penerima bantuan dana bergulir FIFGROUP mencapai 279 UMKM dengan total nominal nilai manfaat bantuan modal, yaitu sebesar Rp 846,5 juta yang tersebar di seluruh Indonesia.

Untuk wilayah Jakarta dan sekitarnya, bantuan modal tersebar ke Jakarta Barat, Cilandak, Ciganjur dan Pamulang. Sedangkan cabang FIFGROUP bantuan dana bergulir ini tersebar mulai dari Cibinong, Bogor, Bandung, Semarang, Solo, Surabaya, Pangkal Pinang, Padang, Batam, Lubuk Pakam, Palembang, Bandar Jaya, Banjarmasin, Balikpapan, Makassar, Manado, Denpasar dan Mataram.

Bermula di tahun 2016, bantuan dana bergulir yang berasal dari dana sosial Syariah FIFGROUP tersebut diberikan ke 26 UMKM dengan total nominal Rp 65 juta. Angka tersebut naik pada tahun 2017 dengan diberikan kepada 35 UMKM dengan nominal Rp 124,5 juta.

Berikutnya bantuan dana bergulir pada tahun 2018 diberikan kepada 67 UMKM dengan nominal Rp 152,5 juta, dan naik pada tahun 2019 kepada 97 UMKM dengan nominal Rp 298 juta. Sementara pada tahun 2020 bantuan diberikan kepada 54 UMKM dengan total nominal Rp 206,5 juta.

Human Capital, General Service and Corporate Communication Director FIFGROUP Esther Sri Harjati berharap bantuan dana bergulir ini bisa membantu UMKM binaan tetap hidup dan produktif sehingga mampu berkontribusi terhadap perkembangan ekonomi. Sehingga pada akhirnya berdampak pada ekonomi nasional.

Program dana bergulir ini adalah bantuan pinjaman tanpa bunga bagi UMKM yang kesulitan modal. Nilai pinjaman yang diberikan berkisar antara Rp 1 juta sampai dengan Rp 20 juta.

Dalam memberikan dana bergulir UMKM FIFGROUP, terdapat beberapa kriteria yang menjadi pertimbangan dalam mendapatkan pinjaman dana bergulir tersebut. Beberapa syarat itu antara lain memiliki tempat usaha pribadi, memiliki lama usaha berjalan yang cukup, memiliki laporan pembukuan yang baik, memiliki penghitungan rasio penghasilan yang cukup untuk membayar angsuran, dan berada di lingkungan usaha FIFGROUP.

Soal pentingnya UMKM sebelumnya juga disinggung oleh Menteri Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Teten Masduki. Ia menyebutkan UMKM sudah terbukti tahan dalam setiap kondisi bisnis, salah satu contohnya adalah ketika terjadi krisis tahun 1998.

"Pada 1998, UMKM betul-betul jadi penyelamat ekonomi nasional, ketika banyak usaha besar, perbankan berjatuhan. Ekspor UMKM malah naik sampai 350 persen," kata Teten.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah UMKM saat ini mencapai 64 juta. Angka tersebut mencapai 99,9 persen dari keseluruhan usaha yang beroperasi di Indonesia.

Selama pandemi Covid-19 ini, sektor UMKM paling terdampak. Banyak dari pengusaha tersebut yang harus gulung tikar karena permintaan jatuh. “Sekitar 30 persen usahanya terganggu. Tapi di antara mereka ada yang tetap menciptakan inovasi-inovasi kreatif,” kata Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM Rully Indrawan menjelang akhir tahun 2020.



sumber : https://bisnis.tempo.co/read/1430695/2021-fifgroup-targetkan-rangkul-480-umkm-binaan?page_num=2