Jakarta (ANTARA) -
Wakil Ketua BKSAP DPR RI Putu Supadma Rudiana mengatakan hal itu pun perlu dikhususkan bagi masyarakat yang termarjinalkan dan tidak memiliki akses terhadap finansial.
Kami membantu I-UKM (INDUSTRI-USAHA KECIL MIKRO) untuk Naik Kelas dalam menggunakan Teknologi Informasi dan Sosial Media. Kontak kami : startsmeup@dayaciptamandiri.com HP: 0812-1057533
Jakarta (ANTARA) -
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Perkembangan teknologi yang pesat turut mendorong semua pihak untuk melakukan transformasi digital di berbagai sektor.
Transformasi digital dibutuhkan agar aktivitas yang menggunakan teknologi digital dapat digunakan dengan optimal, lebih efisien, produktif serta meningkatkan aksesibilitas layanan dan mendukung pertumbuhan ekonomi digital.
Untuk mendukung upaya tersebut, ASEAN Foundation bersama Dampak Sosial Indonesia (DSI) dan SAP menyelenggarakan program pelatihan data science bertajuk ASEAN Data Science Explorers 2024.
Program ini diselenggarakan untuk memberikan keterampilan data analytics kepada pemuda di ASEAN yang berlangsung dari bulan April hingga Mei 2024.
Program ini diharapkan bisa membuka akses untuk pemuda yang membutuhkan kemampuan digital skill tapi memiliki akses yang terbatas.
“Banyak sekali aktivitas yang berkaitan dengan alat dan media digital sehingga butuh keterampilan dalam mengelola dan menjalankannya. Digital skill juga turut mendukung kepentingan untuk berkarir, berbisnis dan aktivitas lainnya, ujar Yogie Armanda selaku Managing Director Dampak Sosial Indonesia dalam keterangan tertulis dikutip Senin, 3 Juni 2024.
Pelatihan dilaksanakan secara hybrid, daring melalui Zoom Meeting dan secara luring lewat Pelatihan on-site yang dihadiri oleh perwakilan komunitas dari wilayah Jabodetabek.
Pada kegiatan on-site, Fidia Agusnaidi, Project Officer ASEAN Foundation mengatakan, setiap pemuda ASEAN tidak boleh tertinggal dan harus selalu diikutsertakan. "Meningkatkan keterampilan digital adalah suatu keharusan bagi kita sebagai pemuda untuk bertahan di Industri 4.0," kata dia.
Alam, salah satu peserta merasa mendapatkan manfaat mengikuti program ini.
“Bukan hanya buat yang bekerja di korporat, untuk yang bekerja di startup atau mau menjadi freelancer itu benar-benar bermanfaat banget,” ujarnya.
Menurutnya, program ini merupakan langkah yang sangat baik dalam mempersiapkan generasi muda Indonesia menghadapi masa depan yang lebih baik melalui keterampilan digital.
Sumber: https://www.tribunnews.com/bisnis/2024/06/03/dukung-transformasi-digital-multi-sektor-pemuda-asean-ikuti-pelatihan-data-science
Rangkaian Pertemuan ASEAN Post Ministerial Conference (PMCs) 10+1 Hari Pertama
Pada rangkaian pertemuan dengan Negara Mitra ASEAN (03/08/2021),
Indonesia mendorong pemulihan ekonomi berkelanjutan, penguatan kerja
sama kesehatan, dan perlunya menjaga perdamaian.
Khusus mengenai
pemulihan ekonomi, Indonesia memandang penting transformasi ekonomi
digital, terutama bagi UKM. Karena itu, kerja sama peningkatan kapasitas
manusia termasuk bagi UKM dan start-up, pertukaran teknologi, serta
pembangunan infrastruktur digital perlu terus bergulir. Selama pandemi,
layanan digital terbukti dapat menjaga kelangsungan kegiatan ekonomi
masyarakat melalui e-commerce, sementara aktivitas ekonomi konvensional
terhenti.
Selanjutnya, Indonesia juga mendorong upaya kerja sama
sektor energi terbarukan. Wamenlu RI menegaskan,“Kerja sama dalam
pembiayaan energi terbarukan adalah isu penting untuk mengembangkan
ekonomi berkelanjutan dan hijau. Pengembangan ini juga sejalan dengan
Sustainable Development Goals".
Mengingat beberapa negara saat
ini kembali mengalami gelombang kedua Covid-19, kerja sama pengembangan,
produksi dan distribusi obat dan vaksin untuk Covid-19 dan penyakit
lainnya dalam keadaan darurat di masa depan kembali menjadi perhatian.
Negara-negara anggota ASEAN menyampaikan penghargaan bagi Korea Selatan,
RRT dan Jepang atas kontribusinya dalam memitigasi dampak pandemi
Covid-19 dan mengharapkan kerjasama tersebut terus berlanjut.
Indonesia
menggarisbawahi bahwa kebutuhan vaksin masih tinggi, namun supply
vaksin belum terbagi rata. Selain itu, masih terdapat pandangan negatif
terhadap vaksin tertentu. “Kita harus memastikan bahwa seluruh vaksin
yang telah disetujui WHO diperlakukan sama, tidak ada diskriminasi,"
tegas Wamenlu RI.
Meski sedang dalam situasi pandemi, Wamenlu RI
ingatkan, “kita berada dalam Asian Century, dimana Asia memiliki lebih
dari 50% GDP diukur dari Purchasing Power Parity dunia. Kita juga punya
blok ekonomi terbesar di dunia, yaitu Kemitraan Ekonomi Komprehensif
Regional (RCEP)." Ke depannya, kedua hal ini menurut Wamenlu RI
menunjukkan nilai strategis Kawasan akan terus meningkat.
Dalam
rangkaian Pertemuan, Indonesia juga mengingatkan pentingnya menjaga
perdamaian Kawasan, antara lain dalam kelanjutan proses negosiasi Kode
Perilaku di Laut China Selatan dan kelanjutan dialog damai di
Semenanjung Korea.
Pada hari ini, ASEAN lakukan pertemuan dengan
empat negara mitra, yaitu ASEAN-Korea Selatan, ASEAN-RRT, ASEAN-Jepang
serta ASEAN Plus Three (ASEAN+3) yang merupakan gabungan ketiga negara
tersebut dalam satu mekanisme. Pada 4 Agustus 2021, rangkaian Pertemuan
ASEAN Post Ministerial Conferences 10+1 akan berlanjut dengan pertemuan
ASEAN-Amerika Serikat, ASEAN-Australia, ASEAN-Rusia, dan East Asia
Summit. Rangkaian pertemuan akan berlangsung hingga 6 Agustus 2021.
Sumber : https://kemlu.go.id/portal/id/read/2767/berita/rangkaian-pertemuan-asean-post-ministerial-conference-pmcs-101-hari-pertama