Monday, February 28, 2022

MotoGP Digelar, UMKM Siap-siap Ketiban Cuan

 


Jakarta - Perhelatan MotoGP Mandalika 2022 menjadi momentum bagi pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) di Nusa Tenggara Barat. Peluang tersebut dapat dimanfaatkan oleh UMKM untuk bangkit dan memperoleh manfaat ekonomi.

"Mandalika sebagai sport tourism tidak hanya menguatkan prestise Indonesia tapi juga diharapkan sebagai momentum meningkatkan ekonomi bangsa, utamanya dengan mendatangkan banyak wisatawan sehingga bisa memberikan spotlight bagi UMKM lokal," kata Direktur Informasi dan Komunikasi Perekonomian dan Maritim Kemkominfo, Septriana Tangkary dikutip detikcom dari keterangan tertulis, Rabu (23/2/2022).

Wakil Bupati Lombok Tengah, Nursiah dalam kesempatannya, mengatakan bahwa jauh sebelum perhelatan MotoGP yang akan datang, sudah dilakukan beberapa kegiatan kurasi berbagai macam produk UMKM NTB, khususnya Kabupaten Lombok Tengah, dan berharap dapat memanfaatkan Forum Digitalk UMKM Nusa Tenggara Barat sebagai kesempatan untuk menunjukkan capaian tersebut.

"Masih ada waktu yang cukup untuk bisa kami tunjukkan dan hasilnya nanti akan menjadi bagian referensi kami, Lombok Tengah khususnya dan Nusa Tenggara Barat dan pada akhirnya nanti hasil ini merupakan keyakinan kita bersama untuk bisa mengikuti perhelatan MotoGP dengan perspektif promosi daerah kita Nusa Tenggara Barat," papar Nursiah.

Ketua Dekranasda NTB, Niken Saptarini Widyawati optimis bahwa perhelatan MotoGP mendatang merupakan kesempatan dan bagian dari proses untuk memperbaiki diri, melakukan kurasi, dan peningkatan kualitas UMKM di NTB.

Niken juga mengatakan para UMKM di NTB adalah UMKM-UMKM yang semangat untuk belajar dan semangat untuk bergabung dalam wadah-wadah dimana mereka bisa sama-sama berbagi dan bergerak dalam konteks kewilayahan maupun dalam konteks organisasi untuk kemajuan dari anggota-anggotanya.

"Ini merupakan potensi-potensi yang kita semua banggakan di Nusa Tenggara Barat dan kita siap untuk meningkatkan koordinasi kerjasama dan kualitas agar di MotoGP kita benar-benar menjadi tuan rumah bagi para tamu di daerah kita sendiri," katanya

Sementara itu, Founder dan CEO Ladara, Nanny Hadi Tjahjanto mengimbau masyarakat untuk memilih produk lokal dibandingkan produk luar negeri. Sebab, dengan memilih produk dalam negeri dapat secara langsung mendukung dan mendorong perkembangan para pelaku bisnis UMKM dan juga mendukung gerakan Bangga Buatan Indonesia secara nyata.

"Kami akan membuat Ladara menjadi pusat berbagai kerajinan dan juga produk-produk khas daerah di seluruh Indonesia yang bisa dibeli secara online, sehingga akan memudahkan masyarakat dalam mendapatkan produk yang tadinya hanya tersedia di daerah-daerah nantinya akan bisa didapat hanya dalam genggaman," jelas Nanny.

Kepala Dinas Kominfotik NTB, Najamuddin Amy mendukung pelaksanaan MotoGP, terutama kaitannya dengan pemberdayaan masyarakat sekitar, dalam hal ini perekonomian UMKM.

"Dinas Kominfotik NTB berusaha bukan hanya pada regulasi yang ditekankan, namun adanya kegiatan usaha yang dilakukan secara nyata dengan digitalisasi, dengan memberikan model bisnis yang masih dijual hingga hari ini, yaitu NTBMall.com, sebagai situs jual beli online (e-commerce) produk-produk UMKM asli unggulan Nusa Tenggara Barat. Per oktober 2021, omzet online dan offline NTBMall mencapai 2,7 milyar, hingga November 2021 telah melibatkan 2.853 UMKM di NTB dengan lebih dari 4.250 produk yang tersebar dari 10 kabupaten/kota," tegasnya.

Founder & CEO Tenun Gaya, Wignyo Rahadi mengatakan kain tenun merupakan produk unggulan dari NTB. Oleh karenanya, Wignyo mengajak para UMKM lebih memperhatikan quality control dan finishing pada produk-produknya agar memiliki standar kualitas, dan tanpa quality control yang baik, hal itu tidak akan terjadi.

Pada saat perhelatan MotoGP nanti semua mata di dunia akan memandang Mandalika, ini merupakan kesempatan kita untuk berpromosi, tentu yang diharapkan adalah kita bisa menjaga kualitas produk kita untuk mendapat kepercayaan dari masyarakat atau wisatawan luar.

"Jadi teman-teman yang belum melakukan quality control maupun finishing tolong dilakukan sesegera mungkin, dalam waktu jangka pendek ini kita harus bisa menawarkan produk yang terbaik di dalam pagelaran MotoGP," ajaknya.

Diakui bahwa setelah dibina dan diangkat produknya, kendala yang sering ditemui oleh para perajin adalah bagaimana menjual produk tersebut. Salah satu solusi yang dapat dilakukan adalah dengan memanfaatkan fasilitas yang ada.

"Mari kita bersama-sama bergiat membangun negeri dengan memanfaatkan fasilitas yg telah disediakan oleh pemerintah pusat dan daerah," jelas Pembina & perajin kain tradisional Indonesia, Sativa Sutan Anwar.

Sejalan dengan hal tersebut Founder Lombok Womenpreneur Club, Indah Purwanti Ningsih, mengatakan agar selalu dapat membaca perubahan perilaku konsumen.

"Jadilah umkm yg kreatif dan adaptif sehingga dapat berinovasi dan berkreasi sehingga dapat menciptakan produk yang sesuai kebutuhan konsumen saat ini," ungkap Indah.

Sumber : https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-5955851/motogp-digelar-umkm-siap-siap-ketiban-cuan.

0 comments:

Post a Comment