Sunday, January 16, 2022

Inovasi Sandal Khusus Wisatawan ke Borobudur, Jaga Candi dan Dorong Peluang Usaha

 Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno, mengapresiasi rencana hadirnya sandal khusus bagi wisatawan yang akan naik ke struktur terbatas Candi Borobudur.




Sandal yang akan diproduksi pelaku ekonomi kreatif di sekitar kawasan Borobudur, khususnya UMKM ini akan membuka peluang usaha, sehingga diharapkan bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Menurut Sandiaga, usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) memang menjadi fondasi utama sektor perekonomian masyarakat sekaligus berperan sebagai penyedia sarana pemerataan tingkat ekonomi rakyat kecil.

Selain mendorong peluang usaha, sandal khusus ini berguna untuk menjaga kelestarian dan keutuhan Candi Borobudur sebagai warisan budaya dunia.

Sandiaga menyampaikan pernyataan itu setelah melakukan Rakor Percepatan Pembangunan DPSP Borobudur serta peninjauan Concourse pada zona 2 Candi Borobudur.

"Kita akan mulai menerima kunjungan wisatawan 4.000 orang di pelataran dan 1.000 orang yang bisa naik ke Candi dengan menggunakan sandal yang sesuai dengan relief nomor 150 Karmawibhangga," kata Sandiaga dalam rilis yang diterima Kompas.com, Jumat (14/1/2022).

Sandal yang diberi nama Upanat oleh Balai Konservasi Borobudur ini wajib digunakan wisatawan yang akan naik agar tidak merusak tangga dan struktur bangunan lainnya di Candi.

Lebih jauh, sandal ini akan membuka peluang usaha masyarakat karena akan diproduksi UMKM dengan menggunakan bahan-bahan yang ada di kawasan Borobudur.

"Dengan diproduksinya sandal ini diperkirakan akan membuka sekitar 1.200 lapangan kerja. Kita akan pastikan bahwa ini adalah kebangkitan ekonomi yang langsung dirasakan masyarakat,” kata Sandiaga.

Ia menambahkan, masyarakat sudah benar-benar membutuhkan kebangkitan ekonomi khususnya di kawasan Borobudur.

Sandiaga berharap pariwisata dapat digiatkan kembali dengan tetap menjalankan protokol kesehatan yang ketat dan disiplin.

Penataan Candi Borobudur untuk kenyamanan wisatawan

Terkait penataan kawasan Borobudur, Sandiaga menyampaikan apresiasi karena upaya ini akan memberikan kenyamanan bagi wisatawan untuk berkunjung. Salah satunya adalah penataan Concourse pada zona 2 Candi Borobudur.

Selain itu, ada penataan gerbang masuk kawasan Candi Borobudur, seperti Gerbang Palbapang dan Gerbang Kembang Limus.

Saya pastikan bahwa pembangunan ini tidak menyalahi guidance, tidak menyalahi kaidah dan kita lakukan sepenuhnya dengan konsultasi terhadap pihak-pihak yang berkompeten. Jadi dapat kita pastikan bahwa pembangunan ini semua dalam lingkup koridor yang sudah ditetapkan melalui pelestarian Borobudur," ujar Sandiaga.

Ia menjelaskan, pembangunan Gerbang Palbapang sudah 100 persen. Tinggal menunggu kesiapan dari pemerintah daerah untuk pengoperasian serta pemeliharaan

Menurut Kepala Balai Konservasi Borobudur, Wiwit Kasiyati, waktu wisatawan untuk dapat berkunjung ke struktur terbatas Candi Borobudur menggunakan sandal khusus Upanat masih ditentukan lebih lanjut.

"Karena masih ada yang harus diselesaikan untuk kita membuka Candi Borobudur agar bisa naik ke struktur terbatas pengunjungnya," kata Wiwit.

Bekerja sama dengan Taman Wisata Candi, pihaknya juga telah membuat travel pattern. Sehingga, pengunjung yang naik ke zona 1 sudah menentukan titik-titik mana yang bisa dipilih untuk dikunjungi.

Dengan berbagai tema berdasarkan relief yang ada di candi, mulai dari tema flora, fauna, kemaritiman, wellness, dan lainnya


0 comments:

Post a Comment