Sunday, February 25, 2018

Mengambil keuntungan dari Internet Indonesia

Bernas.id - Menarik membaca data yang baru saja dirilis oleh Asosiasi Penyelenggara Jaringan Internet Indonesia (APJII) mengenai penggunaan Internet di Indonesia sepanjang tahun 2017. Data terbaru menunjukkan angka 143,26 juta pengguna Internet Indonesia, hampir 54,68%, angka yang seolah menunjukkan masyarat Indonesia sudah 'melek' Internet.
Tapi data ini diperkuat lagi dengan sebaran pengguna Internet yang ternyata 58,08% berada di Jawa, 19,09% di Sumatera, dan sisanya ada di daerah lain. Artinya infrastruktur jaringan Internet berada di 2 pulau ini maka pengguna Internetnya bisa bertumbuh dengan baik.
Sebaran usia juga menunjukkan data menarik, 75,5% di usia 13-18 tahun, 74,23% di usia 19-34 tahun, dan 44,06% di usia 35-54 tahun, tidak ketinggalan 15,72% di usia >54 tahun. Usia produktif sudah tahu dan mahir menggunakan Internet. Dengan jenis kelamin laki-laki mencapai 51,43% dan perempuan 48,57%. Data ini juga menunjukan target market yang bisa diraih di dunia Internet Indonesia.
Dari segi latar belakang pendidikan juga menunjukkan data menggembirakan, selain S2/S3 sejumlah 88,24%, S1 sejumlah 79,23%, SMA sederajat mencapai 70,54%, SMP mencapai 48,53%, dan yang menarik lulusan SD mencapai 25,1%. Semakin baik latar belakang pendidikannya, semuanya semakin mengenal Internet.
Sekarang dari segi perangkat yang digunakan, 25,7% masih menggunakan laptop untuk mengakses Internet, sedangkan 50,08% gunakan smartphone atau tablet. Penggunaan smartphone dan tablet memang meningkat pesat dalam kurun 5 tahun terakhir. Bahkan sekarang kemampuan smartphone melebihi spesifikasi laptop dalam beberapa hal.
Dari segi market kelas ekonomi atas menggunakan Internet hingga 93,1%, menengah 82,95%, bawah 58,55%, sangat bawah 21,72%, ternyata mereka semua menggunakan Internet sangat baik.
Berikutnya data penggunaan aplikasi berbayar saat ini hingga 11,41%, sedangkan yang berlangganan mencapai 6,29%. Aplikasi berbayar semakin mendapatkan posisi, dimana pengguna mulai terbiasa untuk membayar layanan aplikasi dan langganan aplikasi yang mereka rasakan manfaatnya.
Dari segi tempat sebagian besar masih mengakses dari area urban 72,41%, rural-urban 49.25% dan rural 48,25%. Usaha pemerintah yang giat menggelar jaringan Internet hingga ke area rural ini patut diapresiasi. Perangkat yang digunakan di area tersebut juga masih menggunakan smartphone sebesar 70,96%, rural-urban 45,42% dan 42,06% di area rural. Ini menunjukkan smartphone semakin menjadi pilihan untuk mengakses Internet.
Data awal menggunakan Internet juga menunjukkan data menarik, dimana tahun 2016-2014 menjadi awal tahun penggunaan Internet mereka sebesar 37,12%. Kita ingat tahun-tahun ini memang geliat perkembangan smartphone dan Internet sangat tinggi.
Sebagian besar Internet diakses menggunakan smartphone 59,31% di kabupaten kota, diikuti kedua perangkat (laptop dan smartphone) sebesar 38,31%. Dan penggunaan akses menggunakan laptop semakin menurun 0,65% saja. Data yang sama juga ditunjukkan di area lainnya. 
Nah, sekarang dari jenis aplikasi yang digunakan. Pertama adalah chatting 89,35%, sosial media 87,13%, search engine 74,84%, lihat video 69,64%, download video 70,23%, download gambar 58,77%, selebihnya artikel 55,3%, email 33,99%, beli barang 32,19%, pendaftaran online 16,97%, jual barang 8,12% dan terakhir akses perbankan 7,39%. 
Kalau urusan untuk manfaatnya, tetap 45,14% untuk mencari harga, membantu pekerjaan 41,04%, informasi pembeli 37,82%, beli online 32,19%, cari kerja 26,19%, transaksi perbankan 17,04% dan jualan online 16,83%.
Nah, sekarang kita lihat polanya. Sebagian besar sudah 'melek' Internet, tahu cara menggunakan Internet, dan tersebar di area urban dan rural-urban. Ini target ekonomi yang baik, dan kelasnya kelas atas hingga bawah. Sedangkan penggunaan smartphone menjadi titik penting, dimana aplikasi, website dan system yang kita punya harus bisa diakses dari smartphone. Untuk berbagai penggunaan, aplikasi kita harus ramah dengan smartphone, atau istilah teknisnya mendukung HTML5. 
Sekarang ini semua smartphone telah dilengkapi dengan browser yang mendukung HTML5, dan semuanya bisa digunakan dengan mudah. Aplikasi yang kita kembangkan minimal harus mendukung ini. Website yang kita punya harus mendukung HTML5, dan semua harus mudah diakses, dan ramah terhadap search engine, terutama Google dan Bing yang sekarang menjadi search engine yang paling banyak digunakan. 
Lengkapi diri kita, usaha kita dengan kemampuan ini. Menggunakan Internet untuk berbagai kepentingan, dan harus bisa diakses dari Internet dengan mudah. Salah satunya dengan menggunakan berbagai aplikasi yang membantu kita untuk memaksimalkan potensi kita di Internet.
Salam StartSmeUp! 
sumber: https://www.bernas.id/61847-mengambil-keuntungan-dari-internet-indonesia.html

Monday, January 29, 2018

Tetap Menatap Cerah Dunia Retail Indonesia


Bernas.id - Salah satu perhelatan dunia retail Indonesia telah selesai, ya Internet Retailing Expo yang telah berlangsung tiga kali. Kegiatan tahun ini mungkin tergolong unik, karena mengangkat tema Transforming the ASEAN retail landscape. Lalu, apanya yang bertransformasi?

Dalam kegiatan 2 hari ini, banyak hal menarik yang kami jumpai selama mengikuti kegiatan disana. Pertama, hampir semua pengusaha retail telah mempertimbangkan dan bahkan menggunakan media online dan Internet sebagai salah satu media transaksi. Jadi bukan hanya untuk promosi, mereka bahkan menggunakannya untuk media transaksi. Selama ini, meskipun mereka tetap memiliki dan mengelola toko, tapi toko online telah dibuka. Ada beberapa pengusaha bahkan mempersiapkan perusahaan khusus untuk mengelola transaksi online. Artinya, semua pengusaha retail mulai memaksimalkan potensi online mereka dengan menyediakan website, portal, dan bahkan bekerjasama dengan marketplace yang ada. 

Ini menarik. Dalam berbagai kesempatan, pengusaha retail diajak untuk membuat website, mengelola portal website online. Tapi sekarang mereka sadar, bahwa membangun website, artinya juga membangun brand baru. Membuat pengunjung, customer mereka untuk membeli online saja sudah menjadi tantangan, ditambah lagi dengan membuat website dan portal transaksi. Jadi cara tercepat adalah menggunakan dan bekerjasama dengan marketplace yang telah ada. Dan ini banyak kita lihat setahun belakangan ini, dimana mereka menyebut dirinya 'Toko Resmi' (official stores). 

Di satu pihak, ini tren menarik dan menguntungkan bagi pelanggan dan pemilik produk. Tapi ini juga tren mengerikan bagi distributor, dealer ataupun reseller (atau retailer) yang selama ini berinteraksi dengan pelanggan. Oleh karena itu, para pemilik produk harus mempertimbangkan mekanisme harga dan menjaga harga, agar tidak terjadi kekecewaan di kalangan reseller yang selama ini telah membantunya.

Kedua, kunci kesuksesan bertransaksi di dunia Internet ternyata bukan hanya pada berapa jumlah pelanggan, tapi juga konten, komunitas dan data. Nah, ini yang sering kita lupa. Kita hanya berfokus pada angka, dan angka adalah pelanggan. Tapi juga kita harus membina pelanggan kita, dengan memperkaya pengetahuan produk, teknologi dan solusi terkait produk kita. Kita harus membina mereka dalam komunitas. Dan semua akan menghasilkan kinerjak optimal. Demikian pula dengan kekayaan data. Tiap marketplace, atau portal online transaksi kita harus bisa membaca ini. Tentu tidak mudah, tapi kita bisa lakukan dengan cara yang paling mudah. Pernahkan kita tahu berapa banyak pembeli kita dari daerah mana saja, apa yang membuat mereka tertarik untuk datang lagi, berapa nilai transaksi terakhir, kapan mereka membeli, wah banyak sekali yang kita bisa gali dari data pelanggan kita. Hingga ada perusahaan yang berfokus menggali interaksi pelanggan (customer engangement).

Tren menurunnya transaksi retail Indonesia memang harus dicermati. Tapi dengan tetap semangat dan memaksimalkan berbagai cara, terutama terkait dengan menggunakan media Internet, baik untuk transaksi online, ataupun mulai dengan digital marketing. Ingat, rata-rata konversi e-commerce Indonesia adalah 1.1% dibandingkan global yang mencapai 1.58%. Peluang masih besar di depan kita. Tinggal kita tetap semangat dan menatap cerah dunia retail Indonesia.

Sumber:
https://www.bernas.id/59653-tetap-menatap-cerah-dunia-retail-indonesia.html

Thursday, January 25, 2018

Industri RETAIL harus gunakan Digital


Kegiatan Internet Retailing Expo selesai sudah. Dan seperti pada tahun-tahun sebelumnya, IRX selalu memberikan makna berarti bagi para pemain Retail Indonesia, dan ini sejalan dengan tema yang diangkat "Transforming Indonesia Retail Landscape".

Dalam kesempatan diskusi awal sebelum acara dimulai, kami melihat para peserta yang mengambil booth mulai beragam. Tidak hanya pelaku bidang retail, tapi juga ekosistem pendukungnya.

Dan kami sangat bersyukur, sebagai APTIKNAS (Asosiasi Pengusaha TIK Nasional) bisa mendukung APRINDO (Asosiasi Pengusaha Retail Indonesia), bersama dengan APPBI (Asosiasi Pengusaha Pusat Belanja Indonesia) dan asosiasi lainnya. Memang tren penggunaan teknologi dan digital tidak bisa dihindari lagi dalam dunia retail Indonesia.

Menggunakan teknologi dan digital, inilah kalimat kunci dan jurus yang harus digunakan dunia retail Indonesia. Beragam teknologi telah digunakan hampir secara merata di seluruh aspek retail Indonesia. Kita memang memiliki pasar yang besar, tapi pasar ini pelan-pelan mulai beralih dan menyesuaikan diri. Pusat perbelanjaan juga harus menyikapi dengan cermat, dan menambah fokus lain agar tetap bisa menjaga trafik datang ke mal yang ada.

Jumlah pusat perbelanjaan yang besar di seluruh Indonesia, juga memberikan tantangan tersendiri. Mereka harus memutar otak, agar tempat mereka menjadi pusat perhatian, orang mau datang. Oleh karena itu, tidak heran, sekarang ini pusat perbelanjaan melengkapi dirinya dengan tempat kuliner (food court), entertainment (hiburan) selain fokusnya.

Tidak bisa dipungkiri juga, dunia retail harus menggunakan berbagai layanan digital untuk tetap bertahan. Bertemu dengan para peserta yang berasal dari beragam industri retail, mereka semua telah beberapa tahun ini mempersiapkan diri. Mereka sekarang memiliki divisi, atau perusahaan e-commerce. Perusahaan / divisi ini yang berfokus memikirkan strategi dan berjualan online. Kehadiran mereka kita bisa lihat di beberapa marketplace yang besar di Indonesia saat ini.


Bergandengan tangan , berkolaborasi, itulah yang sedang kita semua lakukan. Industri retail yang notabene adalah 'pedagang'nya, membutuhkan tempat (pusat belanja), tapi semuanya harus melek teknologi dan digital. Itulah gunakan IRX 2018 hadir, memberikan pencerahan untuk semua.

Dan yang menarik, memang tidak semua 'raksasa' marketplace Indonesia hadir disini, tapi strategi dan pencerahan yang diberikan tetap memberikan makna. Rencana Peraturan Menteri Perdagangan terkait perdagangan online akan segera rampung dan dipublikasikan, dan ini memberikan harapan baru bagi dunia retail Indonesia. Semoga dengan adanya Permen ini semua akan menjadi lebih tertata.


Itu juga harapan kami, para pemain retail komputer Indonesia. Dengan permen baru nanti kita akan lebih diatur. Tidak semua orang bisa menjual seenaknya, dan menghancurkan harga retail yang telah ada. Selain itu, tetap selalu ingat, ada harga, ada kualitas. Tentu kita harapkan industri retail Indonesia tetap bisa tumbuh, termasuk industri retail komputer dimana selama ini anggota APTIKNAS berada.

Sampai jumpa di IRX tahun depan. Salam sukses.

Sumber:
https://www.linkedin.com/pulse/industri-retail-harus-gunakan-digital-fanky-christian/?published=t

Sunday, January 21, 2018

Mungkin sudah saatnya anda perlu Asisten Bisnis Online

Perkembangan dunia e-commerce Indonesia sangat menarik. Hingga pemerintah menetapkan peta jalan e-commerce di November 2017, dan semuanya menjadi jelas. Salah satu yang dibidik adalah sumber daya manusia.

Ya, memang, sumber daya manusia Indonesia juga harus dipersiapkan. Hal ini menjadi sangat penting agar Indonesia tidak hanya menjadi target, tetapi juga mampu mengelola dan mengembangkan industri yang berkaitan dengan e-commerce. Dimana saat ini semua semakin mengandalkan transaksi e-commerce untuk berkembang.

Lihat saja para UKM bidang komputer yang semula marak ada di mal. Sekarang ini mereka bertahan
dengan menggunakan berbagai platform bisnis online yang ada, dan menjual produknya disana. Mal yang semua berkonsentrasi kepada produk teknologi, sekarang beralih ke kuliner. Tetapi tetap saja, dimana pun kita akan menemukan orang yang menggunakan smartphone-nya untuk beraktifitas.

Oleh karena itu, para UKM juga harus segera mempersiapkan diri. Dalam berbagai kesempatan, kami melakukan edukasi dan pelatihan untuk UKM, dan memang selalu mendapatkan hal yang sama. Tidak semua UKM siap. Maka kami menemukan istilah 'start-sme-up', yang kurang lebih artinya 'bantu kami bangkit'. Memang tidak sama dengan istilah 'startup' yang sedang marak di telinga masyarakat. Layanan startsmeup banyak difokuskan kepada UKM yang telah berjalan, terutama dengan cara konvensional, dimana mereka harus ditingkatkan kemampuannya agar bisa bersaing dan berkembang dalam jalam teknologi ini.

Salah satu layanan startsmeup adalah menyediakan tenaga pembantu bisnis online, atau kami sebut dengan Asisten Bisnis Online. Layanan ini merupakan layanan berlangganan untuk membantu usaha kecil menengah menggunakan teknologi bisnis online. Layanan ini akan mengelola pengambilan gambar, pembaruan deskripsi, harga dan stok di berbagai media yang disepakati. Mulai dari website, blog, akun sosial media hingga forum jual beli. Dengan cara ini, UKM tidak harus memiliki staf khusus yang mengelola semua ini, tapi cukup menggunakan layanan starsmeup.

Dalam mengembangkan kemampuan startsmeup, kami melihat potensi anak-anak muda untuk dibina dan memiliki kemampuan yang diperlukan untuk mengelola ini semua. Kami yakin, usaha kecil kami untuk membantu UKM ini tidak akan sia-sia, karena akan semakin banyak anak-anak muda yang siap membantu mereka. Mari terlibat dalam layanan startsmeup, bila memerlukan bantuan kami akses saja ke www.startsmeup.id. Ayo tingkatkan kualitas UKM Indonesia dengan kuasai teknologi.

Thursday, August 10, 2017

Inilah Perpres No. 74 Tahun 2017 tentang ‘Road Map E-Commerce’ Tahun 2017–2019

Dengan pertimbangan bahwa ekonomi berbasis elektronik mempunyai potensi ekonomi yang tinggi bagi Indonesia, dan merupakan salah satu tulang punggung perekonomian nasional, serta dalam rangka mengoptimalkan pemanfaatan potensi ekonomi berbasis elektronik, Pemerintah memandang perlu mendorong percepatan dan pengembangan sistem perdagangan nasional berbasis elektronik (e-Commerce), usaha pemula (start-up), pengembangan usaha, dan percepatan logistik dengan menetapkan Peta Jalan Sistem Perdagangan Nasional Berbasis Elektronik (Road Map e-Commerce) yang terintegrasi.
Atas dasar pertimbangan tersebut, pada 21 Juli 2017, Presiden Joko Widodo telah menandatangani Peraturan Presiden (Perpres) Nomor: 74 Tahun 2017 tentang Peta Jalan Sistem Perdagangan Nasional Berbasis Elektronik (Road Map e-Commerce) Tahun 2017-2019 sebagaimana tautan Perpres Nomor 74 Tahun 2017 dan lampiran Lampiran Perpres Nomor 74 Tahun 2017.
Peta Jalan Sistem Perdagangan Nasional Berbasis Elektronik (Road Map e-Commerce) Tahun 2017-2019 yang selanjutnya disebut SPNBE 2017-2019, yang terlampir dan merupakan bagian tak terpisahkan dalam Perpres ini, adalah dokumen yang memberi arahan dan langkah-langkah penyiapan dan pelaksanaan perdagangan yang transaksinya berbasiskan serangkaian perangkat dan prosedur elektronik.
Peta Jalan SPNBE 2017-2019 sebagaimana dimaksud mencakup program: a. Pendanaan; b. Perpajakan; c. Perlindungan konsumen; d. Pendidikan dan sumber daya manusia; e. Infrastruktur komunikasi; f. Logistik; g. Keamanan siber (cyber security); dan g. Pembentukan Manajemen Pelaksana Peta Jalan SPNBE 2017-2019.
“Peta Jalan SPNBE 2017-2019 berfungsi sebagai: a. Acuan bagi Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah untuk menetapkan kebijakan sektoral dan rencana tindak dalam rangka percepatan pelaksanaan Sistem Perdagangan Nasional Berbasis Elektronik (e-Commerce) pada bidang tugas masing-masing yang termuat dalam dokumen perencanaan pembangunan; dan b. Acuan bagi pemangku kepentingan (stakeholders) dalam menjalankan Sisten Perdagangan Nasional Berbasis Elektronik (e-Commerce),” bunyi Pasal 3 ayat (3) Perpres ini.
Dalam rangka pelaksanaan Peta Jalan SPNBE 2017-2019 sebagaimana dimaksud, menurut Perpres ini, dibentuk Komite Pengarah Peta Jalan SPNBE 2017-2019, yang mempunyai tugas: a. Melakukan koordinasi  dan sinkronisasi pelaksanaan Peta Jalan SPNBE 2017-2019; b. Mengarahkan langkah-langkah dan kebijakan untuk penyelesaian permasalahan dan hambatan pelaksanaan Peta Jalan SPNBE 2017-2019; c. Melakukan monitoring dan evaluasi pelaksanaan Peta Jalan SPNBE 2017-2019; dan d. Menetapkanperubahan Peta Jalan SPNBE 2017-2019 sesuai kebutuhan.
Susunan keanggotaan Komite Pengarah sebagaimana dimaksud terdiri atas: a. Ketua: Menko bidang Perekonomian; b. Wakil Ketua: Menko bidang Polhukam; c. Anggota: 1. Menteri Komunikasi dan Informatika; 2. Menteri Dalam Negeri; 3 Menteri Keuangan; 4. Menteri Perdagangan; 5. Menteri Perindustrian; 6. Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah; 7. Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia; 8. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan; 9. Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi; 10. Menteri Perhubungan; 11. Menteri PPN/Kepala Bappenas; 12. Menteri BUMN; 13. Sekretarias Kabinet; 14. Kepala BKPM; 15. Kepala Badan Ekonomi Kreatif; 16. Kepala LKPP; 17. Kepala Staf Kepresidenan; 18. Gubernur Bank Indonesia; dan 19. Ketua Dewan Komisioner OJK.
Komite Pengarah sebagaimana dimaksud, menurut Perpres ini, dibantu oleh: a. Tim Pelaksana; dan b. Narasumber Utama (prominent). “Tugas, tata kerja, dan keanggotaan Tim Pelaksana dan Narasumber Utama ditetapkan dengan Keputusan Menko bidang Perekonomian selaku Ketua Komite Pengarah,” bunyi Pasal 5 ayat (2) Perpres ini.
Perpres ini juga menyebutkan,  untuk membantu pelaksanaan tugas Komite Pengarah, Tim Pelaksana dan Narasumber Utama dibentuk Manajemen Pelaksana oleh Menko bidang Perekonomian. Manajemen Pelaksana ini berkedudukan di Kemenko Perekonomian, dan dikoordinasikan oleh Sekretaris Kemenko Perekonomian.
Dalam rangka pelaksanaan tugas Manajemen Pelaksana sebagaimana dimaksud, menurut Perpres ini, Sekretaris Kemenko Perekonomian dapat merekrut tenaga ahli perseorangan dan/atau badang usaha sesuai kebutuhan.
“Perekrutan tenaga ahli perseorangan dan/atau badan usaha sebagaimana dimaksud untuk Tahun Anggaran 2017 dapat dilakukan melalui penunjukan langsung,” bunyi Pasal 6 ayat (4) Perpres tersebut.
Menurut Perpres ini, Komite Pengarah melaporkan pelaksanaan tugasnya kepada Presiden secara berkala setiap 6 (enam)  atau sewaktu-waktu jika diperlukan.
Segala biaya yang diperlukan dalam pelaksanaan tugas Komite Pengarah, Tim Pelaksana, Narasumber Utama, dan Manajemen Pelaksana, menurut Perpres ini, dibebankan kepada: a. Anggaran Kementerian Koordinator bidang Perekonomian; dan b. Pendanaan lainnya yang sah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
“Peraturan Presiden ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan,” bunyi Pasal 11 Peraturan Presiden Nomor 74 Tahun 2017, yang telah diundangkan oleh Menteri Hukum dan HAM Yasonna H. Laoly pada 3 Agustus 2017 itu. (pusdatin/es)
sumber: http://setkab.go.id/inilah-perpres-no-74-tahun-2017-tentang-road-map-e-commerce-tahun-2017-2019/

Wednesday, May 31, 2017

Jokowi: Jangan Sampai Rp 1.700 Triliun Direbut Asing

Jakarta - Presiden Joko Widodo mendorong seluruh anak muda di Indonesia untuk memanfaatkan peluang di era ekonomi digital yang nilainya diproyeksi tembus Rp 1.700 triliun. Menurutnya, jangan sampai peluang itu keburu dicomot asing.

Foto: Agung Pambudhy

Pemikiran itu datang ketika ia berkunjung ke Silicon Valley di Amerika Serikat, sebuah kawasan industri kreatif yang melahirkan para pemain raksasa internet. Di sana, ia bertemu dengan bos Facebook, Google, Twitter.

Sepulangnya dari Silicon Valley, Jokowi punya cita-cita menjadikan Indonesia negara ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara. Sejumlah inisiatif dilakukan, mulai dari menerbitkan Roadmap e-Commerce dan menggenjot program Gerakan Nasional 1.000 Startup Digital.

Tapi, apakah itu saja sudah cukup? Apa Pak Jokowi akan membuat kota semacam Silicon Valley, agar anak muda menciptakan kreasi untuk bangsa ini? Berikut petikan wawancara antara detikINET dengan Jokowi di Istana Bogor: 

Yang terpenting sekarang adalah membangun ekosistemnya dulu, dimana anak-anak muda yang menyukai IT (teknologi informasi). Dan ke depan, digital ekonomi kita akan berkembang sampai Rp 1.700 triliun. 

Ini sebuah kesempatan anak-anak muda kita untuk masuk ke sana. Jangan sampai dari luar ada yang masuk dan mengambil peluang dan kesempatan itu. Oleh sebab itu yang paling penting. 

Saya perintahkan ke Menkominfo (Rudiantara) membangun ekosistem ini sehingga terbangun dengan baik, dan komunitas IT apakah itu yang senang membangun aplikasi atau software, yang senang animasi, lalu game. Kalau ruang ekosistem itu ada, maka pembangunan fisiknya itu mudah. Bisa dari pemerintah atau dari swasta. Bagaimana agar ekosistem ini tumbuh dengan baik.(rou/rou)

sumber: http://inet.detik.com/cyberlife/d-3516959/jokowi-jangan-sampai-rp-1700-triliun-direbut-asing

Sunday, May 28, 2017

Gunakan Google Bisnisku untuk bisnis anda.

Mungkin tanpa kita sadari, karena hampir semua smartphone menggunakan perangkat android, dan otomatis tiap orang (dan termasuk pengusaha UKM) akan punya email gmail.

Dan banyak sekali potensi yang bisa kita gali dengan memiliki email gmail. Selain digunakan untuk komunikasi email, kita bisa juga menggunakan berbagai fitur Google lainnya, dan salah satunya adalah Google Bisnisku

Mulai segera manfaatkan fiturnya dengan mengetikkan url : https://www.google.com/intx/en_id/business/

Setelah itu masuklah dengan user gmail anda. Dari Google Bisnisku, kita bisa membuat website untuk usaha kita. Dan itu sangat mudah sekali.

Pertama, daftarkan nama usaha anda. Google akan melakukan verifikasi dengan mengirimkan kartu pos ke alamat yang kita daftarkan. Hal ini sangat penting mengingat usaha umumnya menggunakan tempat, dan tempat ini merupakan faktor kepercayaan sendiri dalam bisnis.

Kedua, masukkan jam kerja. Tiap bisnis dan usaha pasti memiliki jam kerja. Masukkan informasi sesuai dengan kondisi anda.

Ketiga, masukkan no kontak yang bisa dihubungi. Ini sangat penting, pastikan no telp dan no hp anda masuk ke dalam halaman ini.

Keempat, mulai buat website anda. Website dapat dibuat dengan cepat. Website yang mungkin dibuat berdasarkan text dan photo, belum memiliki kemampuan lain, seperti e-commerce. Tapi website ini akan otomatis ditampilkan apabila lokasi kita telah diverifikasi. Kita akan mendapatkan nama subdomain, seperti : http://digi-um.business.site/

Kelima, tentu tujuan Google Bisnisku berikutnya adalah iklan dalam Google, atau dikenal dengan AdWords. Setelah bisnis anda terverifikasi oleh Google, dan apabila anda memiliki budget, maka dapat saja melakukan iklan di Google untuk produk dan layanan anda.

Selamat mencoba.