Showing posts with label KTTG20. Show all posts
Showing posts with label KTTG20. Show all posts

Sunday, February 6, 2022

Tinjau Pameran UMKM di Bandung, Gus Muhaimin Cicipi Kopi Cokelat yang Bakal Jadi Oleh-oleh Resmi G20

 Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia (RI) bidang Kesejahteraan Rakyat (Korkesra) Abdul Muhaimin Iskandar (Gus Muhaimin) meninjau 7.100 produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Bandung pada Sabtu (5/2/2022).



Gus Muhaimin yang datang dalam acara Gelar Produk Industri Kecil Menengah (IKM) di DOM Bale Rame mencicipi salah satu produk UMKM, yaitu kopi cokelat merek Coffee Bean.

Ia mengatakan, warga Bandung patut bangga karena produk Coffee Bean terpilih menjadi salah satu oleh-oleh Indonesia untuk diberikan kepada para pemimpin negara-negara maju dalam Group of Twenty (G20).

“Coffee Bean, kopi cokelat ini sudah diputuskan menjadi salah satu pengisi godybag (tas oleh-oleh) di acara G20, pertemuan negara-negara maju di Bali yang akan datang. Selamat kepada Kabupaten Bandung, luar biasa,” tutur Gus Muhaimin dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Sabtu.

Selain produk Coffee Bean, Gus Muhaimin juga menjajal beberapa produk UMKM Kabupaten Bandung lainnya, seperti Sumadira, Bude Gobang Golon, Ladaoi, sampai produk pakaian.

“Saya sudah coba semua, kualitas dan kemasan semua oke, coba lihat ini (sambil menunjukkan salah satu produk UMKM). Tinggal pemasarannya saja, jaringan pasar, jaringan konsumen ini yang harus dikejar,” ujarnya.

Ia menilai, kualitas produk UMKM Kabupaten Bandung tidak kalah dengan buatan pabrik. Bahkan, kata dia, kualitas produk sudah layak diadu di tingkat nasional maupun internasional.

“Tinggal satu, pemasaran. Pemasaran membutuhkan keberanian, pemasaran membutuhkan keterampilan. Karena itu mari kita bahu membahu mengoptimalkannya,” pesannya.

Gus Muhaimin mengatakan, eksistensi UMKM dengan ragam produk khas daerah dapat dimaksimalkan untuk mempercepat pertumbuhkan ekonomi.

“Tidak hanya dalam skala lokal, tapi bisa juga berdampak pada perekonomian nasional jika dikelola dengan baik,” katanya.

Pada kesempatan sama, ia berharap acara Gelar Produk IKM dapat terus dilaksanakan untuk mempertahankan eksistensi kuliner dan produk tradisional lain yang dibuat oleh pelaku UMKM. Baca juga: Pentingnya Peran dan Kontrib

“Saya bersyukur bisa melihat 7100 produk UMKM Bandung, luar biasa, dari makanan, minuman sampai pakaian ada. Ini luar biasa dan harus terus dikembangkan,” tuturnya.

Selain Gus Muhaimin, acara Gelar Produk IKM juga dihadiri oleh Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI Jazilul Fawaid dan Bupati Kabupaten Bandung Dadang Supriatna.

Hadir pula Ketua Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal, Ketua Komisi X DPR RI Syaiful Huda, sejumlah anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Barat dan Kabupaten Bandung Fraksi PKB, serta puluhan pelaku UMKM Bandung.



Tuesday, January 18, 2022

Bakal Libatkan UMKM, Forum B20 Digelar 27-28 Januari 2022

 Forum Business (B20) di Indonesia disebut-sebut akan membawa corak berbeda kali ini. Tak hanya membawa pebisnis besar, kali ini B20 yang akan dimulai 27-28 Januari 2022 ini akan melibatkan UMKM.

Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Arsjad Rasjid menyampaikan forum B20 tetap akan mengakselerasi tema forum G20. Yakni transformasi digitalisasi, transisi energi dan perbaikan sektor kesehatan.



"Penyelenggaraan ini nantinya akan melibatkan Kadin daerah untuk ikut serra, karena yang paling utama disini bagaimana G20 dan B20 bisa kolaborasi, karena kaitannya sangat kental. Kebijakannya nanti ada di G20, tapi juga ada masikan dari B20," katanya dalam Media Briefing, Selasa (18/1/2022).

Ia pun menyebut, dalam pelaksanaannya akan turut membawa kepentingan UMKM dan negara berkembang diluar dari negara anggota G20. Sehingga, pembahasan mengenai bisnisnya akan lebih mencakup semua pihak.

"Pertama kali ini bisa dirasa bukan cuma pebisnis elit, tapi ini kepentingan bersama untuk membawa investasi, membuka peluang pekerjaan, tak hanya pariwisata, dunia UMKM juga," kata dia.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Forum B20 Shinta Kamdani memaparkan sebagai tuan rumah di gelaran B20 ke 12 tahun ini, Indonesia memiliki pekerjaan rumah (PR) penting. Yakni tak hanya berbicara outcome mengenai aturan tapi juga langkah konkret.

"Ada pesan untuk juga benefit untuk indonesia, ini bukan hanya untuk kalangan bisnis, tapi untuk seluruh masyarakat," katanya.

Pada pelaksanaannya, Shinta menyebut akan membawa sejumlah topik utama. Yakni inovatif inklusif dan berkembang secara kolaboratif.


"Inklusif ini bukan cuma gender, tapi UMKM, ini yang selama ini belum dikedepankan, karena biasanya di G20 itu mengedepankan agenda negara maju, kita coba angkat bagaimana UMKM atau SME ini bisa dapat equal trearment," terangnya.

Informasi, gelaran awal atau kick-off Forum B20 akan digelar pada 27-28 Januari 2022 secara hybrid. Rencananya, gelaran ini juga akan dibuka langsung oleh Presiden Joko Widodo.

Sementara itu, puncak acaranya akan digelar pada November 2022, pada bulan yang sama dengan KTT G20. Sepanjang Januari-November, Shinta menyebut akan ada sekitar 50 lebih side event, termasuk kunjungan-kunjungan ke daerah.

Lebih lanjut, Shinta menyebut, dalam gelarannya Forum B20 akan membawa enam plus satu task force. Artinya, akan ada tujuh kelompok bisnis yang akan membahas masing-masing topik turunan.

Dalam Presidensi B20 Indonesia dibentuk 7 gugus tugas (Task Force)/Action Council yang meliputi Trade and Investment, Future of Work and Education, Finance & Infrastructure, Energy, Climate and Sustainability, Integrity and Compliance, serta juga Women in Business Action Council. Gugus tugas ini telah dibentuk untuk memastikan rekomendasi kebijakan yang diberikan bersifat inklusif, berkelanjutan serta meningkatkan kesejahteraan dan pemulihan ekonomi, baik Indonesia maupun negara-negara G20 lainnya.

Dalam upaya pemenuhan visi ini, B20 Indonesia mengupayakan rekomendasi kebijakan yang saling menguntungkan dalam ekosistem global, pertumbuhan yang dinikmati oleh semua lapisan masyarakat, serta menyeimbangkan antara momentum jangka pendek dengan dampak jangka panjang.

Rekomendasi kebijakan yang hendak disusun nantinya akan menjunjung filosofi Recovery - pemulihan yang memperkuat ekonomi global di masa pasca pandemi, Reform - reformasi yang membentuk ekonomi di masa new normal, dan Resilience - ketahanan yang menciptakan kebijakan kemampuan bertahan menghadapi situasi yang tidak menentu.

Selain itu, Presidensi B20 juga memberikan momentum bagi Indonesia untuk menampilkan (showcasing) langkah-langkah reformasi struktural di tengah pandemi, seperti terbitnya UU Cipta Kerja dan Indonesia Investment Authority (Souvereign Wealth Fund). Sehingga, pada gilirannya, akan meningkatkan confidence Investor Global, membantu percepatan pemulihan ekonomi dan mendorong kemitraan ekonomi pada tingkat global yang saling menguntungkan.