Showing posts with label Info Publik. Show all posts
Showing posts with label Info Publik. Show all posts

Tuesday, May 28, 2024

Badan POM: Pelaku UMKM Obat dan Makanan Perlu Pendampingan

 


Jakarta, InfoPublik - Deputi Bidang Pengawasan Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan, dan Kosmetik Badan Pengawas Obat dan Makanan (POM) Mohamad Kashuri mengatakan pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) obat dan makanan perlu didampingi agar dapat memenuhi semua standar ketentuan yang berlaku.

Hal tersebut disampaikannya saat memberikan sambutannya pada kegiatan Sarasehan UMKM Banyuwangi Rebound di Pendopo Sabha Swagata Blambangan.

"Terutama yang harus dipastikan adalah terkait keamanan dan mutu karena itu yang paling penting," kata Kashuri melalui keterangan resminya Selasa (28/5/2024).

Lanjutnya, Badan POM mendorong pelaku usaha obat dan makanan bisa memanfaatkan loket layanan publik Badan POM di Mal Pelayanan Publik (MPP) Banyuwangi.

Pemerintah saat ini memang tengah konsisten mendorong UMKM agar dapat naik kelas agar mampu turut berkontribusi lebih besar bagi perekonomian Indonesia melalui lahirnya Undang-Undang Cipta Kerja.

Salah satu substansi yang diatur dalam Undang-Undang tersebut adalah kemudahan, perlindungan, dan pemberdayaan UMKM. Langkah ini perlu didukung adanya kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah.

Sementara saat yang sama Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyampaikan terima kasih atas kesempatan yang diberikan kepada Pemerintah Kabupaten Banyuwangi untuk memfasilitasi para pelaku UMKM melalui kegiatan pendampingan ini.

“Saya berharap produk UMKM di Banyuwangi dapat naik kelas dan makin diminati oleh konsumen, sehingga dapat membangkitkan kembali perekonomian Banyuwangi,” kata Ipuk.

MPP Banyuwangi merupakan pusat layanan publik dikelola oleh Balai POM di Jember bersama Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Banyuwangi untuk mendukung kemudahan berusaha, khususnya UMKM.

MPP Kabupaten Banyuwangi diresmikan pada 6 Oktober 2017 oleh Bupati Banyuwangi saat itu, Abdullah Azwar Anas, dan merupakan MPP yang pertama kali di Indonesia yang dibentuk oleh Pemerintah Kabupaten/Kota. Loket layanan publik BPOM bertempat di lantai 2 MPP tersebut.

Pada kesempatan tersebut, BPOM juga menyerahkan beberapa perizinan kepada pelaku usaha di wilayah Banyuwangi, berupa nomor izin edar (NIE) produk obat bahan alam dan kosmetik, Sertifikat Pemenuhan Aspek Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik (CPOTB) Bertahap.

Kemudian Sertifikat Pemenuhan Komitmen Pangan Olahan, serta Sertifikat Sistem Manajemen Keamanan Pangan Olahan (SMKPO) kepada pelaku usaha di wilayah Banyuwangi.

Sumber: https://infopublik.id/kategori/nasional-sosial-budaya/856340/badan-pom-pelaku-umkm-obat-dan-makanan-perlu-pendampingan

Menkop UKM Tekankan Pentingnya Peningkatan Kualitas Industri Furnitur di Indonesia

 


Jakarta, InfoPublik - Pemerintah Indonesia mendorong upaya peningkatan kualitas dan jangkauan industri furnitur dan kerajinan Indonesia. Mengingat industri furnitur telah menjadi pilar penting dalam ekonomi di tanah air dan lebih dari 1.114 unit usaha yang beroperasi.

Selain itu telah menyerap lebih dari 143 ribu tenaga kerja dibidang industri furnitur. Hal tersebut disampaikan Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki saat menghadiri Furniture Gathering Asosiasi Industri Permebelan dan Kerajinan Indonesia (Asmindo).

"Industri kerajinan dan UMKM dalam negeri telah menjadi penopang bagi bertahannya perekonomian Indonesia. Bahkan di saat sulit seperti masa pandemi hingga era pemulihan saat ini,” kata Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Menkop UKM) Teten melalui keterangan resminya yang dikutip InfoPublik Selasa (28/5/2024).

Selama lima tahun terakhir (2018-2022), industri furnitur Indonesia menunjukkan peningkatan ekspor yang cukup konsisten, dengan nilai ekspor pada 2022 mencapai US$2,9 miliar, naik dari US$2,8 miliar pada tahun sebelumnya. 

Menurut Menteri Teten, kenaikan ini menunjukan momentum positif menuju target Pemerintah sebesar US$5 miliar pada 2024. UMKM kerajinan yang menjadi pendukung bagi industri mebel juga dapat memberikan sumbangsih yang cukup signifikan setelah pandemi berlalu. 

Untuk menghadapi berbagai tantangan seperti ketersediaan bahan baku, kebutuhan akan inovasi desain, serta peningkatan keterampilan sumber daya manusia, pemerintah terus berupaya menciptakan ekosistem usaha yang kondusif. 

“Presiden Jokowi baru-baru ini merevisi Peraturan Menteri Perdagangan, fenomena banyak kontainer yang macet 7 ribu. Pemerintah telah menyediakan market intelligence terintegrasi, akses informasi satu pintu untuk agregator ekspor, dan pembiayaan serta dukungan lainnya,” kata Menteri Teten.

Ia menegaskan upaya-upaya ini diarahkan untuk memperkuat peran UMKM dan koperasi, dengan tujuan tidak hanya mengekspor bahan mentah tetapi produk jadi bernilai tambah tinggi yang dapat bersaing di pasar global.

Selanjutnya, pengembangan Indonesia Trading House (ITH) bertujuan memperluas jaringan pemasaran ekspor, menjadikan Indonesia sebagai hub perdagangan global. 

Menteri Teten mengatakan pihaknya bekerja sama dengan kadin dan ITH walaupun juga tidak mudah. Produk yang kaya akan keunikan desain dan corak budaya Nusantara yang dikombinasikan dengan sentuhan modern, Indonesia memiliki kekuatan pasar internasional.

Ia mengajak semua stakeholder untuk mendukung Program Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN), sesuai Instruksi Presiden Nomor 2 Tahun 2022. 

“Kebijakan ini, kita tidak hanya meningkatkan penggunaan produk lokal dalam proyek-proyek pemerintah seperti IKN, tetapi juga menginspirasi penggunaan lebih luas di berbagai sektor,” kata Menteri Teten.


Sumber: https://infopublik.id/kategori/nasional-ekonomi-bisnis/856317/menkop-ukm-tekankan-pentingnya-peningkatan-kualitas-industri-furnitur-di-indonesia

Monday, May 27, 2024

Kembangkan Usaha Mikro dari Mental Survival Menuju Enterpreneur

 


Jakarta, InfoPublik - Pentingnya mengubah pola pikir pelaku usaha mikro dari sekadar survival (bertahan hidup) menjadi bermental kuat enterpreneur yang ingin terus maju dan berkembang.

Hal tersebut dikatakan Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Menkop UKM) Teten Masduki pada acara Meet Up Forum Pendampingan Usaha Mikro Mandiri di Kota Bogor, Jawa Barat.

"Problemnya itu ada dipola pikir usaha mikro yang merasa sudah cukup. Karena, awal berbisnisnya hanya untuk menghidupi keluarga," kata Menteri Teten seperti yang dikutip InfoPublik Senin (27/5/2024).

Ia mengakui ada masalah yang menjadi kendala pelaku usaha mikro untuk tumbuh yaitu sulit mengakses pasar, bahan baku, hingga akses ke teknologi.

Maka dari itu, program pendampingan usaha mikro seperti ini dari hulu hingga hilir harus terus dilanjutkan dan diperkuat.

Sebab, Menteri Teten melihat banyak peluang dan kesempatan bagi pelaku usaha mikro untuk berkembang. Contohnya seperti Jepang yang sukses membangun produk oleh-oleh khas Negeri Sakura dengan kemasan super cantik.

Oleh karena itu, menurut Menteri Teten program seperti ini harus dilanjutkan dengan memadukan dan memperkaya pola atau strategi yang terintegrasi ke depan.

"Kedepankan kolaborasi dan sinergi dengan stakeholder dan komunitas kreatif UMKM untuk mendukung kesuksesan program. Seperti agenda kerja sama yang akan dirilis bersama ITB dan UGM. Program inkubasi seperti ini sudah tepat," kata Menteri Teten.

Ia berharap ke depan dengan UMKM berbasis kewirausahaan akan tumbuh ekonomi baru disubsektor UMKM, tidak hanya kuliner, fesyen, ataupun kriya. Namun juga UMKM di bidang jasa dan digital (games, aplikasi, film, musik, dan fotografi).


Sumber: https://infopublik.id/kategori/nasional-ekonomi-bisnis/856037/kembangkan-usaha-mikro-dari-mental-survival-menuju-enterpreneur