Tuesday, May 28, 2024

Kembangkan UMKM, Gerai Alfamart Bantu Pasarkan Produk Lokal NTT

 


Jakarta - Alfamart terus berupaya mendorong pelaku UMKM lokal untuk bisa maju dan berkembang. Salah satunya dengan membantu menjajakan produk lokal daerah untuk dipasarkan melalui gerai-gerai Alfamart.
Seperti Marsella Nancy Walangitan (41). Ibu rumah tangga asal Sumba Timur NTT itu semula hanya membuat kue basah untuk pesanan. Dia bercerita kala itu rekannya sesama pengusaha membutuhkan bantuan memenuhi kebutuhan pesanan manisan asam kacang, yang merupakan kudapan ringan khas NTT.

"Saya bantu teman untuk buat manisan asam kacang, karena dia belum sanggup penuhi pesanannya waktu itu. Dari situ saya lihat ada kesempatan bagus penjualan di manisan asam kacang ini, sehingga saya mulai tekuni," katanya dalam keterangan tertulis, Selasa (28/5/2024).

Marsella mengakui di awal merintis usaha hanya memanfaatkan media sosial dan jemaat di gereja untuk pemasarannya. Lambat laun, usahanya kian berkembang setelah mendapatkan binaan dari Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Sumba Timur. Penjualannya pun meningkat, hingga ia membutuhkan karyawan untuk membantu produksinya.

Kesempatan memajukan usahanya makin terbuka luas saat Alfamart menawarkan produk manisan asam kacang yang ia produksi bisa dipasarkan di gerai Alfamart. Tentunya setelah melewati proses kurasi, serta melengkapi sejumlah kelengkapan dokumen.


"Saya bersyukur bisa bertemu dengan pihak Alfamart dan produk saya diterima," katanya.

Dibantu kedua anak dan beberapa wanita desa setempat yang putus sekolah, Marsella berharap produknya tak hanya bisa dinikmati orang NTT tapi bisa merambah ke wilayah yang lebih luas lagi.

"Alfamart di NTT sudah menerima produk saya, dan saya optimis bisa merambah ke makin banyak wilayah lagi!" serunya.

Cerita serupa juga ada di Timor Barat. Adalah Jefryana Soewardi (49), warga yang mengawali usaha kontraktor lalu banting setir ke usaha aneka keripik dan kacang olahan.

"Tahun 2020, COVID datang. Proyek-proyek saya mandeg. Terpaksa saya putar otak, banting setir jadi pengusaha makanan," tuturnya.

Dia menjelaskan dulunya jahe merah tidak berharga di daratan NTT. Ia lantas melihat potensi produk herbal dari jahe merah, terutama pada masa pandemi. Dari situ dia mulai menekuni usaha produk herbal jahe merah dan oleh-oleh khas NTT. Bisnisnya pun semakin berkembang.

"Ada mulai keripik tempe, keripik kacang gula, keripik pisang gula aren. Saya pakai gula area khas Rote. Tiga produk ini sudah dipasarkan di Alfamart," lanjutnya.

Sama seperti Marsella, beberapa produk buatan Jefryana saat ini tersedia di gerai Alfamart di NTT, setelah memenuhi persyaratan yang dibutuhkan. Bukan itu saja, produknya ada di toko oleh-oleh di beberapa kota wisata di NTT.

Jefryana mengatakan respons pasar terhadap produk buatannya sangat baik. Kini dia juga dibantu oleh 30 karyawan untuk memenuhi permintaan pasar.

"Intinya sebagai UMKM kita harus konsisten. Konsisten pada rasa dan harga. Kalau modal itu nomor dua. Ini pengalaman pribadi. Saya bermodal 1 juta di tahun 2020 bisa memulai bisnis jahe merah dan sekarang berkembang ke bisnis snack," katanya.


Sumber: https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-7361263/kembangkan-umkm-gerai-alfamart-bantu-pasarkan-produk-lokal-ntt

0 comments:

Post a Comment