Friday, July 16, 2021

Cara BRI Bangkitkan Kembali Geliat Aktivitas Pelaku UMKM


Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah terus mendorong peningkatan kredit usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). Perbankan saat ini terus meningkatkan pagu kreditnya fokus pada UMKM, salah satunya PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.

Ketua Asosiasi Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (Akumindo) Ikhsan Ingratubun mengatakan kenaikan pagu kredit UMKM di perbankan nasional sangat penting untuk mendorong sektor UMKM yang saat ini sedang berusaha bangkit.

"Ini kan pada posisi UMKM mau bangkit dari penderitaannya akibat pandemi selama 1,5 tahun terakhir. Contohnya BRI meningkatkan pagu karena kebutuhan saat ini luar biasa," kata Ikhsan, dikutip keterangan tertulis, Jumat (16/7/2021).

Ikhsan mengungkapkan, saat ini baru sekitar 30 hingga 50% pelaku UMKM yang mulai bangkit. Kebanyakan dari mereka sedang berjuang dalam mencari permodalan dan transformasi digital dalam situasi pandemi.

BRI dianggap bisa berperan menjembatani kebangkitan pelaku UMKM ini, baik dari sisi pinjaman untuk permodalan maupun bantuan lainnya. Selain itu, perusahaan juga bisa memainkan perannya dalam transformasi digital para pelaku UMKM.

Misalnya dengan terus mengoptimalkan literasi digital dan mengembangkan komunitas digital di kalangan pelaku UMKM. Transformasi ke digital, menurut Ikhsan, menjadi salah satu solusi bagi pelaku UMKM.

Berdasarkan data Akumindo, terdapat sekitar 13 juta pelaku UMKM yang sudah go digital, dengan 5 juta di antaranya bertambah selama pandemi.. Namun Ikhsan berharap pendampingan yang telah diberikan pemerintah dan perbankan bisa ditingkatkan lagi.

"Perbankan memberikan kredit tanpa agunan akan lebih baik untuk pelaku usaha," katanya.

Direktur Utama BRI Sunarso menjelaskan untuk mengembangkan UMKM khususnya di segmen mikro, BRI telah merumuskana dua strategi utama.

Pertama, upaya untuk menumbuhkembangkan nasabah atau debitur eksisting dengan langkah pemberdayaan untuk mengembangkan nasabah eksisting yang disesuaikan dengan kebutuhan nasabah.

Pemberdayaan itu mulai dari literasi digital hingga membantu nasabah menemukan bisnis model baru, termasuk mendigitalisasi pasar tradisional. "Lebih dari 4.500 pasar tradisional di Indonesia telah menggunakan platform web pasar BRI atau pasar.id," katanya.

Strategi kedua, BRI berusaha menemukan sumber-sumber pertumbuhan kredit yang baru dengan menyasar segmen yang lebih kecil lagi, yakni ultra mikro. Beragam inovasi digital dihadirkan BRI, termasuk membangun ekosistem digital.

BRI juga mentansformasi proses bisnisnya dengan berbagai aplikasi digital. Bank BUMN ini sudah memiliki BRISPOT, ditambah agen BRILink yang juga memiliki aplikasi-aplikasi digital lain.

BRI juga telah menyalurkan kredit UMKM dengan porsi terbesar, yakni 80,6% pada kuartal I 2021. Bank pelat merah ini menargetkan untuk mencapai penyaluran kredit sebesar 85% hingga akhir tahun.

Untuk menggenjot portofolio tersebut, BRI fokus dengan penyaluran kredit seperti melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan juga Kredit Modal Kerja (KMK) yang dijamin oleh lembaga penjaminan kredit.

Kredit segmen mikro menjadi penopang pertumbuhan kredit BRI di tengah kondisi ekonomi akibat pandemi Covid-19. Kredit mikro BRI tercatat tumbuh 12,43% secara tahunan menjadi Rp 360,03 triliun pada Kuartal I 2021.

Adapun pada tahun ini, BRI menawarkan skema KUR tanpa jaminan yang bisa disalurkan ke pelaku usaha ultra mikro yang diperkirakan sebanyak 57 juta.

Sumber : https://www.cnbcindonesia.com/entrepreneur/20210716082601-25-261358/cara-bri-bangkitkan-kembali-geliat-aktivitas-pelaku-umkm 

0 comments:

Post a Comment