Showing posts with label petani kopi. Show all posts
Showing posts with label petani kopi. Show all posts

Wednesday, March 9, 2022

NSLIC Fasilitasi UMKM Kopi Indonesia Rambah Pasar Internasional

 Proyek kolaborasi pemerintah RI-Kanada The National Support for Local Investment Climates/National Support for Enhancing Local and Regional Economic Development (NSLIC/NSELRED), membuka akses bagi UMKM ke pasar internasional.



NSLIC/NSELRED didanai oleh Pemerintah Kanada melalui Global Affairs Canada (GAC) bekerja sama dengan Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas.

NSLIC mempertemukan UKM kopi Indonesia dengan pembeli dari Kanada, Jerman, dan Filipina di ruang digital.

Perwakilan Duta Besar Kanada untuk Indonesia Richard Le Bars menuturkan, melalui pelatihan intensif, pelaku UMKM kopi mampu memenuhi standar internasional.

"Lewat pembinaan dan fasilitasi yang diberikan oleh proyek NSLIC, kami melihat kualitas dan kuantitas produk mereka meningkat," kata Richard Le Bars.

Richard juga mengapresiasi mitra sektor swasta yaitu PT Sarinah (Persero) dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) atas kerja sama dalam memfasilitasi ekspor para produsen lokal tersebut.

"Kami berharap kemitraan yang dimulai hari ini dapat bertahan lama dan bermanfaat bagi masyarakat lokal dan bisnis yang terlibat," ujar Richard

Salah satu program yang dijalankan dalam rangka pembinaan UMKM kopi adalah Temu Bisnis Internasional Ijen 2022. Event ini melibatkan 2.196 petani kopi yang tergabung dalam 11 kelompok usaha yang berbeda dari Jawa Timur (Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo), Bali dan Yogyakarta, dengan total luas lahan sebesar lebih dari 9.000 hektar.

Jenis-jenis kopi yang akan dipromosikan antara lain Arabika, Robusta, Ekselsa, dan Liberika dengan proses pengolahan yang berbeda-beda sesuai ciri khas masing-masing kelompok usaha.

"NSLIC dengan senang hati membantu mempromosikan hubungan bisnis internasional bagi produsen kopi kecil dan mikro Indonesia untuk membantu memperkuat kestabilan lapangan pekerjaan dan meningkatkan pendapatan bagi perempuan dan laki-laki miskin. Kami yakin bahwa eksposur internasional dari acara Ijen ini akan menghasilkan banyak kemitraan bisnis jangka panjang yang baru dan bermanfaat bagi keuntungan produsen lokal kecil dan keluarga mereka," kata Direktur Proyek NSLIC/NSELRED Peter Walton.


Sumber : https://umkm.kompas.com/read/2022/03/08/123753283/nslic-fasilitasi-umkm-kopi-indonesia-rambah-pasar-internasional

Monday, March 7, 2022

Petani dan UMKM Kopi Banyuwangi Girang Difasilitasi Bertemu Buyer 3 Negara

 Banyuwangi - Petani dan pelaku UMKM kopi di Banyuwangi mendapat kesempatan memperluas pasarnya hingga mancanegara. Lewat forum bisnis "International Bussiness Matching Ijen Coffee", petani kopi dipertemukan dengan ratusan buyer dari tiga negara, yakni Kanada, Jerman dan Filipina.


Para buyer tersebut mengikuti virtual business matching yang diikuti langsung petani kopi di Banyuwangi, Senin (7/3/2022). Kegiatan ini diprakarsai oleh National Support for Local Investment Climate /National Support for Enhancing Local and Regional Economic Development (NSLIC/NSELRED), Global Affairs Canada, Kemenko Bidang Maritim dan Investasi (Kemenko Marves), Kementerian BPN/Bapennas, dan Kementerian PDTT, serta sejumlah stakeholder lainnya.

"Ini dukungan untuk pengembangan UMKM kopi di Indonesia, termasuk Banyuwangi. Kami ingin mempertemukan petani kopi dengan buyer secara langsung," kata Peter F Walton, Direktur Proyek NSLIC/NSELRED.

Kegiatan ini melibatkan 100 lebih pelaku UMKM subsektor kopi, serta eksportir dan stakeholder lainnya yang resmi ditunjuk pemerintah untuk memfasilitasi kegiatan ekspor kopi petani Banyuwangi dan sekitarnya yang berada di kawasan Gunung Ijen.

"Kopi Banyuwangi dikenal berkualitas, baik jenis robusta maupun arabicanya," ujar Nurdin, Coordinator Responsive Innovation Fund NSLIC.

Dia menjelaskan, rangkaian International Business Matching Ijen Coffee dimulai dengan proses kurasi untuk memastikan produk kopi UMKM siap diekspor.

"Selain produknya memenuhi standard ekspor, petani wajib memiliki lahan sedikitnya 2 hektar dengan produksi minimal 1 ton per tahun untuk kepastian produksinya," jelas Nurdin.

Banyuwangi dipilih karena salah satu produksi kopi terbesar di Jawa Timur.

Dalam kegiatan tersebut, buyer asing diberikan waktu untuk memahami detail produk kopi UMKM. Sebelumnya, mereka telah dipasok informasi terkait produk kopi yang ditawarkan. Seperti jenis kopi, waktu produksi, teknik pemrosesan, hingga masa kedaluwarsa.

"Akhir Maret ini mereka juga akan kami jembatani untuk bertemu buyer domestik. Jadi pasar ekspor dan domestik juga kami fasilitasi," kata Nurdin.

Kegiatan ini disambut positif oleh para petani. Di antaranya M. Yusuf dari Kelompok Tani Java Ijen Madusari dari Desa Tamansari, Kecamatan Licin.

"Kami dapat banyak informasi tentang bisnis kopi dan pemasarannya. Kami manfaatkan ini untuk bertanya banyak hal. Ini membuka peluang pasar kami ke negara lain," kata dia.

Bupati Ipuk Fiestiandani mengatakan, virtual bisnis menjadi peluang bagi petani kopi Banyuwangi untuk membuka pasarnya.

"Terima kasih kepada banyak pemerintah pusat dan pihak lainnya yang terus mendukung Banyuwangi. Fasilitasi semacam ini tentunya akan sangat bermanfaat bagi petani kopi, khususnya di situasi pandemi semacam ini untuk menumbuhkan harapan dan peluang bagi mereka," kata Ipuk.

Ipuk juga menyebut bahwa kopi Banyuwangi telah diminati pasar Eropa. "Kopi dari Perkebunan Malangsari, Kalibaru, telah rutin dipesan Swiss dan Italia," pungkasnya.

Sumber : https://www.detik.com/jatim/bisnis/d-5972835/petani-dan-umkm-kopi-banyuwangi-girang-difasilitasi-bertemu-buyer-3-negara.