Showing posts with label peluang usaha. Show all posts
Showing posts with label peluang usaha. Show all posts

Tuesday, April 23, 2024

Kiat Sukses UMKM Hijab Besarkan Bisnisnya

 

MOMSMONEY.ID - Pamor perempuan di bidang kewirausahaan tak dipungkiri menjadi tren di kalangan masyarakat. Apalagi dengan kehadiran era digital yang menjadi ruang bagi para perempuan untuk lebih berani berkarya dan berdaya.

Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah mencatat bahwa 64,5% dari total pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di tanah air adalah perempuan. Salah satu diantaranya Nendah Dewi Yuningsih, pemilik usaha hijab asal Cikampek.

Nendah merupakan pemudi asal Cikampek yang membangun bisnisnya bernama Dhinda Hijab setelah dirinya kehilangan pekerjaan di tengah pandemi COVID-19 di tahun 2020, saat ia berusia 19 tahun.

Dengan dua juta rupiah yang dimilikinya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, Nendah memutuskan untuk menggunakannya sebagai modal awal bisnisnya yang dibangun agar kelak dapat melanjutkan dan membiayai pendidikannya di perguruan tinggi.

Sebagai pebisnis pemula, Nendah menghadapi berbagai macam tantangan operasional seperti kesulitan mempromosikan bisnisnya, penjualan sepi, hingga tantangan pribadi seperti minimnya dukungan dari orang tua, keluarga, dan teman-teman. Meskipun begitu, Nendah tetap bertekad untuk meraih cita-cita dan harapan keluarganya agar ia bisa menjadi anak pertama dalam keluarganya yang meraih gelar sarjana.

“Awalnya aku jualan via media sosial, tapi hal tersebut nggak bertahan lama. Kemudian, aku coba berjualan di Shopee karena lihat kok kayaknya banyak orang di desa aku beli barang di Shopee. Aku juga berusaha mempelajari fitur-fitur dan program yang tersedia di Shopee," ujar Nendah dalam keterangan yang diterima Momsmoney.

Dia menambahkan setelah bergabung dengan Shopee, penjualan meningkat secara signifikan dan omzet tahunan bisnisnya bahkan bisa mencapai miliaran rupiah.

Nendah menjadi contoh sosok Kartini masa kini inspiratif yang telah memberdayakan komunitas di sekitarnya. Memasuki tahun keempat bisnisnya, Nendah kini telah memiliki pabrik konveksi sendiri di Cikampek dan bekerja sama dengan dua pabrik konveksi di Jakarta dan Bandung yang secara khusus memproduksi produk Dhinda Hijab. Saat ini, Nendah berhasil mempekerjakan lebih dari 150 pekerja, baik dari warga sekitar tempat tinggalnya hingga kota-kota lainnya.

Perempuan muda kelahiran tahun 2001 ini menyampaikan ada tiga faktor pendorong utama yang membantunya dalam membangun Dhinda Hijab:

1. Percaya pada kemampuan diri sendiri

Awal mula membangun bisnis, Nendah dipandang sebelah mata oleh teman-teman dan bahkan keluarganya sendiri. Namun hal tersebut tidak membuatnya menyerah, Nendah tetap berusaha percaya pada kemampuannya sendiri dan berusaha mencari motivasi dari lingkungan luar.

“Aku maju mundur banget saat bangun bisnis ini karena tidak dapat dukungan dari orang-orang terdekatku. Aku bahkan sampai konseling ke psikolog. Tapi pengalaman inilah yang membuat aku makin termotivasi untuk membuktikan aku juga bisa sukses. Aku juga mencoba mencari inspirasi dari konten media sosial tentang sesama perempuan yang sukses membangun bisnis. Kuncinya sih kita harus percaya dulu sama kemampuan kita sendiri,” jelas Nendah.

2. Terus belajar untuk melakukan inovasi

Nendah menekankan pentingnya untuk terus berusaha mencoba eksplor dan mempelajari fitur maupun program baru yang bisa membantu mengembangkan bisnis. Seorang pebisnis harus cerdas melihat perkembangan tren yang sedang terjadi di komunitas pelanggannya.

“Aku modal nekat aja dulu, coba belajar fitur-fitur dan program yang ada di Shopee untuk disesuaikan dengan kebutuhan bisnis,” tambahnya.

3. Kegigihan untuk menjalani dan menikmati proses

Naik turun dalam sebuah bisnis adalah hal yang sangat wajar. Namun, Nendah percaya bahwa pengalaman bisnis itulah yang dapat membantunya meraih kesuksesan seperti sekarang ini. Setiap proses perjalanan dalam membangun Dhinda Hijab telah memberikan pembelajaran tersendiri bagi Nendah.

“Banyak temanku yang juga berniat membangun sebuah bisnis, tetap mereka tidak berani memulai karena mereka takut mengalami kegagalan. Menurutku sebagai seorang pebisnis, kita harus bisa lebih berani menikmati setiap proses jatuh bangun dalam berbisnis," ungkap Nendah.

Untuk memajukan UMKM Indonesia dalam menjalankan bisnis online, Shopee memiliki program Kampus UMKM Shopee yang juga diikuti oleh banyak pelaku UMKM perempuan. Program ini menyediakan kurikulum pelatihan yang dapat diikuti secara offline maupun online.

Hingga saat ini, program Kampus UMKM Shopee telah memberikan pelatihan bagi ratusan ribu UMKM. Para penjual juga bisa memanfaatkan fasilitas gedung Kampus UMKM Shopee seperti foto dan livestream studio untuk meningkatkan performa bisnis. Kampus UMKM Shopee tersedia di beberapa kota termasuk Jakarta, Solo, Bali, dan beberapa kota lainnya.

Sumber: https://www.startsmeup.id/2024/04/kiat-sukses-umkm-hijab-besarkan.html

Sunday, April 21, 2024

Legislator minta pelaku UMKM tangkap peluang usaha di Kota Nusantara

 

Penajam Paser Utara (ANTARA) -

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Penajam Paser Utara Raup Muin meminta pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) menangkap peluang usaha di Kota Nusantara, yang dibangun di sebagian wilayah Kalimantan Timur.

 

Kota Nusantara yang dibangun di wilayah Kecamatan Sepaku, menurut Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Penajam Paser Utara itu di Penajam, Minggu, membuka peluang usaha bagi masyarakat lokal di sekitar ibu kota negara baru Indonesia.

 

Peluang harus dimanfaatkan dengan baik oleh warga Kabupaten Penajam Paser Utara, lanjut dia, termasuk pelaku UMKM agar tidak hanya menjadi penonton dengan keberadaan Kota Nusantara.

 

"Kompetensi pelaku UMKM terus ditingkatkan baik secara mandiri atau melalui pelatihan agar mampu bersaing," tambahnya.

 

DPRD Kabupaten Penajam Paser Utara terus mendorong pemerintah setempat untuk meningkatkan sumber daya manusia (SDM) pelaku UMKM, dengan memberikan dukungan anggaran program peningkatan kompetensi pelaku UMKM.

 

Pelaku UMKM perlu dibekali pengetahuan meningkatkan kualitas produksi dan strategi pemasaran, kata dia, sehingga mampu bersaing dan menangkap peluang usaha di ibu kota negara baru Indonesia.

 

"Apalagi saat ini teknologi semakin berkembang, jadi pelaku UMKM juga harus dibekali pengetahuan pemasaran digital," ujarnya lagi.

 

Perkembangan teknologi itu banyak menyediakan wadah digital (platform) yang dapat dimanfaatkan pelaku UMKM untuk pemasaran produk atau barang jualan.

 

Memberikan bekal bagi pelaku UMKM membuka diri terhadap perkembangan teknologi, jelas dia, juga diprogramkan pemerintah kabupaten dalam bentuk pelatihan.

 

"Pemanfaatan wadah teknologi harus diberikan kepada pelaku UMKM agar dapat dimanfaatkan dengan baik untuk meningkatkan penjualan," ucapnya.

 

Pasti banyak peluang usaha dengan keberadaan Kota Nusantara, dan masyarakat terutama pelaku UMKM harus dipersiapkan agar dapat meningkatkan perekonomian sebagai bonus demografi ibu kota negara masa depan Indonesia itu, demikian Raup Muin. (Adv)

Sumber: https://www.startsmeup.id/2024/04/legislator-minta-pelaku-umkm-tangkap.html