Showing posts with label balikpapan. Show all posts
Showing posts with label balikpapan. Show all posts

Friday, June 21, 2024

Tolok Ukur Transformasi Digital, Kaltim Kejar Target Naikkan Indeks SPBE di 2024

 


BALIKPAPAN.NIAGA.ASIA — Pemprov Kaltim memasang target capaian nilai indeks Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) Kaltim meningkat di 2024.

“Kita harap nilai indeks SPBE Kaltim bisa di angka 3 lebih,” kata Sekretaris Daerah Provinsi Kaltim Sri Wahyuni, usai memimpin Rapat Evaluasi dan Pemantauan Penerapan SPBE Kaltim, di Office Tower Gran Sudirman Balikpapan, Kamis 20 Juni 2024.

Sri menerangkan, Pemprov Kaltim melalui Dinas Kominfo Kaltim mengadakan pertemuan dengan pengelola SPBE di tiap satuan kerja perangkat daerah (SKPD), untuk meninjau dan seklaigus ekspos SPBE yang nilainya masih rendah pada penilaian tahun lalu.

“Kita cermati, hal-hal apa yang sekiranya menjadi penyebab. Misalnya dokumennya yang kurang,” ujar Sri Wahyuni.

Guna mencapai target nilai indeks SPBE, Sri menyebutkan, perlunya peningkatan kolaborasi antar satuan kerja perangkat daerah (SKPD) yang lebih baik, melakukan konsolidasi data, dan memilah apa saja yang perlu diintervensi, hingga membuat edaran untuk penganggaran terencana terkait belanja teknologi informasi dan komunikasi (TIK) untuk mendukung berjalannya SPBE di Kaltim.

Dalam kaitan itu, Sekda meminta semua kepala SKPD harus berkomitmen dan bertanggung jawab yang sama dalam penerapan SPBE, sebagai upaya transformasi digital yang bermuara pada peningkatan pelayanan publik.

“Karena hal ini juga dalam kaitan membangun arsitektur SPBE Kaltim yang lebih baik,” tegas Sri Wahyuni.

Di kesempatan yang sama, Kepala Dinas Kominfo Kaltim M Faisal mengatakan, salah satu upaya yang dilakukan guna mencapai target peningkatan nilai indeks SPBE Kaltim, yaitu melakukan evaluasi secara berkala baik di internal Diskominfo, maupun melibatkan SKPD lainnya.

“Tadi kita sudah dengarkan beberapa arahan Bu Sekda, dan kita juga evaluasi di mana sih salahnya,” ujar Faisal.

Faisal mengatakan, berkaca pada nilai indeks SPBE Kaltim di 2023 pada nilai 2,9, tahun ini diharapkan dapat meningkat sesuai target.

“Ini penting, karena menjadi tolok ukur sejauh mana transformasi digital ini kita wujudkan,” demikian Faisal.


Sumber: https://www.niaga.asia/tolok-ukur-transformasi-digital-kaltim-kejar-target-naikkan-indeks-spbe-di-2024/

Tuesday, February 15, 2022

Pembangunan IKN Nusantata, Ada 95 Ribu Pelaku UMKM Diminta Pemkot Balikpapan Jadi Tuan di Rumahnya

 Guna mempersiapkan sebagai penyangga Ibu Kota Negara (IKN) baru di Penajam Paser Utara (PPU), Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan melalui Dinas Koperasi UMKM dan Perindustrian (DKUMKMP) Kota Balikpapan akan mendorong para pelaku UMKM memanfaatkan peluang tersebut.



Kepala DKUMKMP Kota Balikpapan, Adwar Skenda Putra mengatakan, rencana ini sesuai dengan arahan Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas’ud. Orang nomor satu di Balikpapan itu katanya, meminta agar para pelaku usaha lokal dapat mengambil peran dalam momen rencana pemindahan ibukota negara ke wilayah Kalimantan Timur.

“Para pelaku UMKM diharapkan dapat mengembangkan usahanya supaya bisa menjadi tuan di rumah sendiri,” ujarnya, melansir dari Inibalikpapan.com--Jaringan Suara.com, Selasa (15/2/2022).

Edo biasa Adwar Skenda Putra disapa menambahkan, terkait dengan rencana pemindahan IKN sesuai arahan Rahmad Mas'ud harus menjadi tuan rumah dulu di rumah sendiri.

Di mana, maksudnya, keberadaan UMKM sangat penting dalam penyerapan tenaga kerja. Dan hal itu yang diinginkan oleh Pemkot Balikpapan.

“Berdasarkan data ada sekitar 95 ribu UMKM yang ada di Kota Balikpapan,” ucapnya.

Dalam peningkatan dan pengembangan UMKM, dirinya akan mendorong para pelaku UMKM agar mampu menciptakan mereka yang dapat menjadi ciri khas Kota Balikpapan.

“Kami masih merencanakan harus diapakan ada sekitar 95 ribu UMKM ini, karena memang yang paling banyak menyerap pekerja. Rencananya kita harus mendorong bagaimana mereka menjadi branding merk dulu. Berdasarkan target dari dinas perindakop provinsi, itu kan naik kelas dan ekspor. Kita itu yang branding tuan rumah sendirian saja baru beberapa usaha,” jelasnya.

Ia menerangkan, saat ini UMKM yang mampu melakukan branding merk hanya ada beberapa. Sehingga, diperlukan pendamping dari pemerintah untuk pengembangannya.

“Bicara tentang produk oleh-oleh Balikpapan saat ini memang masih terbatas produk pengolahan seperti mantau, dandito, secara makanan di telinga kita tidak ada yang tahu masa amplang karena ada se Kalimantan. Ini yang harus kita dorong, supaya bisa menjadi tuan di rumah sendiri,” tuturnya.

Sebelumnya, Gubernur Kaltim Isran Noor mengungkapkan, pemerintah provinsi (Pemprov) berkomitmen kuat untuk terus membangun UMKM di Kaltim. Namun, semenjak adanya pandemi Covid-19, pemerintah memberikan bantuan dukungan yang kuat dari segi permodalan kepada 307 ribu UMKM di Kaltim untuk bisa bertahan.

“Dengan anggaran yang disiapkan sebesar Rp 450 milyar, untuk bantuan permodalan berjumlah Rp 2,4 juta setiap UMKM dapat mampu meningkatkan perekonomian. Pasalnya, penguatan UMKM sebagai penggerak pemulihan ekonomi nasional,” tutupnya.


Sumber : https://kaltim.suara.com/read/2022/02/15/182052/pembangunan-ikn-nusantata-ada-95-ribu-pelaku-umkm-diminta-pemkot-balikpapan-jadi-tuan-di-rumahnya?page=all