Showing posts with label PBB. Show all posts
Showing posts with label PBB. Show all posts

Monday, June 24, 2024

Hari UMKM Internasional 27 Juni 2024: Sejarah, Tema dan Tujuan


 

Jakarta - Tanggal 27 Juni memperingati Hari UMKM Internasional (MSMEs Day). Hari ini ditetapkan oleh Majelis Umum PBB sejak tahun 2017 dengan tujuan mendukung pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang ada di seluruh dunia.
Latar belakang Hari UMKM Internasional ini berdasarkan penilaian terhadap tumbuh kembang UMKM secara global. Menurut PBB, UMKM menyumbang 90 persen bisnis, 60 sampai 70 persen lapangan kerja, dan 50 persen PDB (Produk Domestik Bruto) di seluruh dunia.

Sejarah dan Tujuan Peringatan
Bermula pada April 2017, Majelis Umum PBB menetapkan tanggal 27 Juni sebagai 'Hari Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (Hari UMKM)', berdasarkan Resolusi A/RES/71/279. Hari ini dalam rangka meningkatkan kesadaran akan kontribusi luar biasa UMKM terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan PBB (SDGs).

Majelis Umum PBB menilai UMKM memiliki potensi untuk mentransformasi ekonomi, mendorong penciptaan lapangan kerja, dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang adil jika diberikan dukungan yang memadai. Acara Hari UMKM Internasional ini bertujuan untuk menyoroti peran penting mereka dan mengeksplorasi peluang untuk kemajuan lebih lanjut.

Selain itu, Hari UMKM juga akan fokus pada mendukung rantai pasokan yang tangguh untuk memastikan pekerja dan lingkungan mendapat manfaat. Rantai pasokan adalah komponen penting dari perdagangan dan perdagangan global, dan konflik, bencana, dan pandemi dapat dengan cepat mempengaruhi fungsinya, meningkatkan biaya, dan membuat transaksi menjadi lebih sulit. Oleh karena itu, pembuat kebijakan dan bisnis harus bergabung untuk memastikan rantai pasokan yang layak secara ekonomi, sosial, dan lingkungan.

Mengutip SDGs, tema peringatan Hari UMKM Internasional 2024 atau MSME Day 2024 adalah 'Leveraging Power and Resilience of Micro-, Small and Medium-sized Enterprises to Accelerate Sustainable Development and Eradicate Poverty in Times of Multiple Crises'.

Tema tersebut artinya 'Memanfaatkan Kekuatan dan Ketangguhan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah untuk Mempercepat Pembangunan Berkelanjutan dan Mengentaskan Kemiskinan di Tengah Berbagai Krisis'.

Hari UMKM 2024 menawarkan kesempatan untuk berdiskusi dan bertukar pikiran tentang bagaimana para pemangku kepentingan utama, termasuk pembuat kebijakan, perusahaan besar, lembaga keuangan, dan komunitas internasional dapat mendukung usaha mikro, kecil, dan menengah untuk memajukan Agenda 2030 dan berkontribusi dalam mencapai SDGs, termasuk pengentasan kemiskinan dan pekerjaan yang layak untuk semua.

Selain itu, Hari UMKM 2024 ini akan mengeksplorasi cara-cara yang dapat dilakukan oleh UMKM, sebuah sektor yang mewakili lebih dari 90 persen dari semua bisnis di seluruh dunia, untuk memberikan solusi inovatif bagi tantangan-tantangan di masa kini serta mendorong pertumbuhan inklusif dan kemakmuran bersama.

Sebagai sektor yang paling dekat dengan masyarakat lokal, UMKM sangat penting untuk menciptakan lapangan kerja lokal, memberdayakan perempuan, pemuda, penyandang disabilitas, dan kelompok-kelompok lain yang berada dalam situasi rentan. Memperingati Hari UMKM merupakan pengakuan bahwa sektor vital di jantung masyarakat kita ini memiliki potensi luar biasa untuk membuka jalur penting dalam mempercepat kemajuan SDG di seluruh dunia.

(wia/wia)


Sumber: https://news.detik.com/berita/d-7405364/hari-umkm-internasional-27-juni-2024-sejarah-tema-dan-tujuan

Wednesday, April 24, 2024

Menteri PPN undang kerja sama global pendanaan transformasi digital

 

Jakarta (ANTARA) - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Suharso Monoarfa mengundang negara-negara anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk kerja sama global terkait peluang pendanaan dan investasi pada transformasi digital.

Menurut dia, transformasi konektivitas digital memiliki potensi untuk membuka dan mempercepat Tujuan Pembangunan Berkelanjutan/Sustainable Development Goals (TPB/SDGs) di berbagai sektor, mulai dari keuangan, pendidikan, dan layanan kesehatan.

“Indonesia telah menempatkan transformasi konektivitas digital sebagai kunci untuk mencapai pembangunan berkelanjutan dan siap berbagi pengalaman di level global,” kata Suharso dalam Side Event Economic and Social Council Financing for Development Forum 2024 di Kantor PBB New York, Amerika Serikat.

Dalam keterangannya di Jakarta, Kamis, dikatakan bahwa sepanjang 2017 hingga 2021, Indonesia disebut mengalami lonjakan signifikan dalam ekonomi digital dengan pertumbuhan ekonomi digital Indonesia mencapai 414 persen

Peningkatan tersebut ditandai dengan beberapa tren, termasuk pertumbuhan e-commerce, penggunaan pembayaran digital yang meluas, hingga perkembangan teknologi seperti blockchain dan aset kripto.

Kepala Bappenas itu menggarisbawahi upaya Indonesia untuk selalu mendorong implementasi pembiayaan inovatif, seperti skema kemitraan publik-swasta dan blended finance, guna mengatasi kesenjangan digital dengan menekankan pentingnya kolaborasi dan inovasi pembiayaan untuk konektivitas digital.

Dalam kesempatan tersebut, Suharso mengajak seluruh pemangku kepentingan berkolaborasi memanfaatkan peluang pembiayaan inovatif di Indonesia demi mendorong transformasi dan mewujudkan konektivitas digital yang inklusif dan berkelanjutan. Pernyataan itu disampaikan di hadapan perwakilan khusus Meksiko, Korea Selatan, Turki, Australia dan negara-negara anggota PBB, organisasi internasional, sektor swasta, filantropi, dan akademisi.

"Kita harus membangun platform pembiayaan baru, mengeksplorasi potensi sumber pembiayaan inovatif, menargetkan pendanaan yang tersedia dengan cara yang paling efektif dan paling dibutuhkan, dan terakhir mengadvokasi penguatan peran MDBs (Multilateral Development Banks) untuk berpartisipasi dalam pengembangan proyek digital dan struktur pembiayaan,” kata Suharso.


Sumber: https://www.startsmeup.id/2024/04/menteri-ppn-undang-kerja-sama-global.html