Tuesday, March 19, 2024

Langkah Aspire Kukuhkan Posisi di Pasar Indonesia

 

INFO NASIONAL – Perusahaan startup asal Singapura, Aspire telah mengukuhkan posisinya di Indonesia. Aspire, perusahaan software manajemen keuangan B2B asal Singapura yang telah terpilih sebagai #1 Top Startups oleh LinkedIn selama 3 tahun berturut-turut, telah menjejaki pasar Indonesia sejak tahun 2019.

Di masa awal pendirian, Aspire menerima suntikan dana awal dari Y-Combinator. Sejak saat itu, Aspire telah melalui tiga tahap pendanaan, dengan pendanaan terakhir seri C oversubscribed senilai $100 juta (1.7 milyar rupiah) pada bulan Maret 2023, dipimpin oleh Lightspeed dan Sequoia Capital.

Didirikan tahun 2018 oleh duo alumni Lazada, Andrea Baronchelli dan Giovanni Casinelli, Aspire kemudian memulai langkah pertama mereka di Indonesia dengan mengakuisisi PT Alumak, sebuah perusahaan kredit yang telah memiliki izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai penyelenggara IKD (Inovasi Keuangan Digital).

Ini merupakan langkah awal untuk memberikan solusi keuangan komprehensif. Membantu bisnis menjaga kontrol dan visibilitas atas pengeluaran secara real-time, tanpa menghambat efisiensi kerja bisnis.

Sesungguhnya, pada fase awal itu, Indonesia bukanlah fokus pasar utama Aspire. Banyak startup asal Singapura telah mencoba dan sukses menggali potensi pasar Indonesia seperti Glints atau Flash Coffee. Namun, banyak pula yang tidak berhasil menemukan pasar mereka.

Mereka lalu menyadari pentingnya memperluas ekosistem layanan mereka untuk dapat unggul dari produk sejenis di pasaran. Baru pada akhir 2022, Aspire mulai fokus menggarap pasar Indonesia, ditandai dengan langkah menggandakan jumlah tim mereka di Indonesia di tahun berikutnya.

Aspire mengerti akan pentingnya sumber daya manusia berkualitas untuk dapat terusberkembang. Penerapan kebijakan kerja fleksibel, dan benefit cuti tanpa batas menunjukkan komitmen mereka terhadap work-life-balance yang menjadi incaran generasi terkini untuk dapat terus menarik talenta berkualitas tanah air. Kini, kontribusi pendapatan dari Indonesia hampir menyamai pasar utama mereka di Singapura.

General Manager Aspire Indonesia, Ferdy Nandes yang memiliki pengalaman di perusahaan teknologi global seperti Google, Apple, dan Meta, pun optimistis akan prospek Aspire di Indonesia. Di bawah kepemimpinannya, Aspire Indonesia terus aktif menjalin kemitraan strategis untuk memperluas jangkauan dan meningkatkan penawaran produk mereka, antara lain kerjasama dengan Kadin, Meta, dan berbagai solusi B2B lainnya.

Kemitraan ini juga membantu Aspire memahami lebih lanjut berbagai contoh kasus yang unik di pasar B2B Indonesia. Dalam usaha memasuki pasar baru, penyesuaian produk menjadi kunci. Solusi manajemen biaya Aspire, yang awalnya menargetkan startup, melakukan penyesuaian untuk turut menjangkau UMKM di Indonesia yang berkontribusi 61 persen terhadap PDB negara dengan solusi kartu korporat yang mudah digunakan.

Sebagai contoh, Aspire mengidentifikasi kesulitan UMKM dalam membiayai kegiatan digital marketing mereka, dan harus menggunakan layanan pihak ketiga untuk dapat beriklan di platform besar seperti Meta atau Google. Di Indonesia, Aspire bekerjasama dengan Mastercard untuk menawarkan solusi kartu korporat untuk memudahkan UMKM serta menyediakan edukasi dan insentif guna mengoptimalkan upaya pemasaran digital mereka.

Ini adalah salah satu perbedaan dari penawaran awal mereka di Singapura, di mana kartu debit dan kredit sudah luas digunakan. Namun begitu, solusi ini mengalami kesulitan menjangkau perusahaan mid-market di Indonesia. Aspire diharuskan menyesuaikan penawaran mereka kembali untuk dapat digunakan oleh perusahaan mid-market sebagai solusi transaksi pembayaran dan desentralisasi proses manajemen keuangan yang terintegrasi.

Dalam pengembangan solusi enterprise, Aspire memperkuat portofolionya dengan menambahkan API gateway pembayaran melalui akuisisi PT Kharisma Catur Mandala (Duitku), gateway pembayaran yang telah berlisensi dari Bank Indonesia. Langkah ini memungkinkan Aspire untuk membantu bisnis dalam menerima pembiayaan, menjadikannya platform manajemen keuangan all-in-one sambil tetap menawarkan harga yang kompetitif.

Perjalanan Aspire dalam mengintegrasikan teknologi baru dan menavigasi kerumitan regulasi pembayaran di Indonesia bukanlah tanpa tantangan. Kini, Aspire mulai mengukuhkan posisinya di pasar Indonesia. Meski demikian, perusahaan harus tetap menjaga momentum pertumbuhan dan menyesuaikan produknya dengan perubahan regulasi untuk menghindari tren downsizing yang sedang marak terjadi di industri fintech. 


Sumber: https://www.startsmeup.id/2024/03/langkah-aspire-kukuhkan-posisi-di-pasar.html



0 comments:

Post a Comment