Sunday, June 2, 2024

Pelaku UMKM di Makassar Didorong Maksimalkan Merek Bisnis demi Perluas Pasar

 


Makassar - Mahasiswa di Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel) didorong menjadi pengusaha lewat talkshow bertajuk Brand Awareness untuk UMKM. Dalam acara itu, para pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) turut didorong memperluas pasar dengan cara memaksimalkan merek dagangnya.


Talkshow tersebut diselenggarakan Universitas Pejuang Republik Indonesia (UPRI) Program Studi Ilmu Komunikasi bekerja sama Indigo-Startup Incubator and Accelerator dari Makassar Indonesia Marketing Association (IMA) Chapter Makassar dan Monev.id. Kegiatan itu digelar di Venue Indigohub Makassar, Jumat (31/5/2024).

"Talkshow ini merupakan bagian dari program Creative Match yang mempersiapkan mahasiswa untuk Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI)," kata ketua pelaksana kegiatan, Andi Asy'hary Arsyad dalam keterangannya.

Andi Asy'hary menuturkan, pihaknya ingin membantu mahasiswa memahami pentingnya kesadaran merek bisnis dan bagaimana menerapkannya dalam dunia bisnis. Menurut dia, merek dagang bisa memperluas pasar.

"Kami juga ingin membantu UMKM untuk meningkatkan brand awareness dan menjangkau pasar yang lebih luas," tambah Andi Asy'hary.

Dalam laporan kegiatan itu disebutkan sejak tahun 2021, Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) mencatat bahwa seluruh daerah di Provinsi Sulsel memiliki 1.574.446 UMKM, dengan Kota Makassar memiliki UMKM terbanyak yaitu 211.496. Pada tahun 2024, jumlah UMKM yang pasti meningkat membutuhkan transformasi digital dari segi fasilitas dan literasi.

Indigo sebagai fasilitator kata Andi Asy'hary, berperan penting dalam mendukung perkembangan startup dan UMKM di Makassar. Indigo menyediakan program yang mendukung startup dari fase pendirian hingga pertumbuhan, membantu mereka melalui proses sinergi untuk menciptakan startup terbaik bagi bangsa.

Sementara itu, President IMA (Indonesia Marketing Association) Chapter Makassar Taufik Harris Rachmat mengaku saat ini masyarakat tidak lagi melihat segmentasi area tetapi segmentasi behaviour. Maksudnya, pelaku usaha tidak lagi membagi pasar berdasarkan wilayah geografis tapi melalui perilaku dan minat konsumen.

"Hal ini menjadi penting bagi UMKM untuk memahami target pasar mereka dengan lebih baik dan mengembangkan strategi brand awareness yang tepat," kata Taufik.

Pelaku UMKM Bakpia Malino, Nurul Fadillah mengapresiasi talkshow tersebut Momentum itu juga dimanfaatkan untuk membuka jejaring dengan pelaku UMKM di Makassar.

"Saya belajar banyak tentang strategi brand awareness yang dapat diterapkan untuk membantu UMKM meningkatkan bisnis," ucap Nurul.

Menurut Nurul, kegiatan itu membantu dirinya dalam memahami pentingnya kesadaran merek dalam bisnisnya. Dia berharap dapat menerapkan ilmu yang didapatkan dalam talkshow ini untuk meningkatkan bisnisnya.

"Saya mendapatkan banyak tips dan trik untuk meningkatkan kesadaran merek dan menjangkau target pasar yang lebih luas. Saya juga akhirnya memahami bahwa di era digital ini, tidak cukup hanya fokus pada wilayah geografis, tetapi juga harus memahami perilaku dan minat konsumen," imbuhnya.


Sumber: https://www.detik.com/sulsel/bisnis/d-7370198/pelaku-umkm-di-makassar-didorong-maksimalkan-merek-bisnis-demi-perluas-pasar

0 comments:

Post a Comment