Showing posts with label menkop. Show all posts
Showing posts with label menkop. Show all posts

Monday, April 5, 2021

Menkop dan UKM Teten Tegaskan Kebijakan Penambahan Ratio Kredit untuk UMKM Naik Kelas

Menteri koperasi dan UKM Teten Masduki di acara pembukaan “UKM Jabar Paten”, Sabtu (3/4/2021). (Foto: Berita Satu/Herman)

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengatakan kebijakan penambahan ratio kredit bagi para pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) dilakukan untuk mendorong UMKM di Indonesia naik kelas.

“Kebijakan penambahan porsi kredit untuk usaha mikro dan perubahan KUR yang sudah disampaikan Pak Menko (Airlangga Hartarto) ini, saya kita akan mendorong strategi besar kita untuk mendorong UMKM kita naik kelas,” kata Teten Masduki saat memberikan keterangan pers di Kantor Presiden, komplek Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (5/4/2021).

Dengan adanya perubahan kebijakan anggaran pembiayaan ini, Teten mengharapkan akan semakin banyak usaha mikro yang naik menjadi kecil ke menengah dan seterusnya.

Ditambahkannya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) juga memberikan arahan khusus bagi Kementerian Koperasi dan UKM untuk melakukan inovasi kelembagaan UMKM melalui program korporatisasi UMKM.

Korporatisasi yang dimaksud adalah bagaimana usaha kecil dan perseorangan dapat dikonsolidasikan dalam satu kelembagaan yang dikelola bersama sehingga memiliki daya saing dan nilai tambah serta mampu meningkatkan skala ekonomi mereka.

“Presiden juga memberi arahan khusus kepada Kementerian Koperasi dan UKM supaya melakukan korporatisasi UMKM. Supaya tidak lagi menjadi usaha-usaha perorangan tetapi dalam bentuk PT atau dalam bentuk koperasi. Supaya juga tadi penambahan porsi kredit kepada UMKM dapat dinaikkan di atas 30 pada 2024 juga bisa terealisasi dengan baik,” terang Teten Masduki.

Sebelumnya, Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) menargetkan penyaluran kredit untuk Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Indonesia harus bisa mencapai diatas 30 persen pada tahun 2024.

Airlangga menjelaskan, peningkatan penyaluran kredit UMKM dilakukan karena hingga saat ini dana pembiayaan untuk UMKM masih rendah, yakni berada di level 18 hingga 20 persen saja.


sumber : https://www.beritasatu.com/ekonomi/755865/menkop-dan-ukm-teten-tegaskan-kebijakan-penambahan-ratio-kredit-untuk-umkm-naik-kelas 

Thursday, March 11, 2021

Menkop Dorong Peran UKM Dalam Industri Manufaktur

Calon pembeli memilih jersey (kaos) bersepeda di Speed Movement Store, Bandung, Jawa Barat, Sabtu (19/9/2020). Speed Movement Store merupakan produk UKM yang menawarkan produk jersey dalam negeri dengan produk premium dengan mengabungkan unsur manufaktur yang ditawarkan secara retail sehingga konsumen dapat memesan dan mendesain secara langsung dan dapat ditunggu.

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mendorong peningkatan peran Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (KUKM) dalam rantai pasok industri manufaktur. Baik yang menyasar pasar dalam negeri maupun ekspor.

Upaya tersebut dilakukan melalui kerja sama dengan semua stakeholder terkait. Maka Menkop mendukung penuh kerja sama Institut Otomotif Indonesia (IOI), Pikko, APEK, dan Koperasi Industri Tanah Air (KITA) yang akan membangun beberapa kegiatan manufaktur pada berbagai sektor.

Di antaranya pada industri makanan dan minuman, industri agro (pertanian, peternakan, dan perkebunan), maritim (perikanan dan aquaculture), industri otomotif dan komponennya, serta industri alat-alat permesinan untuk pabrik, pertanian, peternakan, dan perkebunan. "Lewat kolaborasi ini, kami berharap dapat membantu kegiatan usaha yang terpadu melalui Koperasi dan UKM terkait, ke dalam sektor industri manufaktur di Indonesia agar dapat berdikari dan sejahtera," ujar Teten Masduki melalui keterangan resmi, Kamis (11/3).

Teten menambahkan, kerja sama itu juga dilakukan sebagai bentuk percepatan pemulihan ekonomi nasional akibat dampak pandemi Covid-19. Secara jangka panjang, kolaborasi tersebut menjadi langkah strategis yang akan menjadi masukan, demi mengambil kebijakan tepat guna mendorong pengembangan Koperasi dan UKM.

"Semoga kerja sama ini dapat membantu pelaku industri dan UMKM agar dapat bangkit dari pandemi Covid-19. Sekaligus terus berkembang pada masa mendatang," ujar Teten.

Terkait program tersebut, Made Dana Tangkas sebagai Presiden IOI serta Pembina Pikko, APEK, KITA, dan GMB menyampaikan, program itu akan dikembangkan di berbagai daerah di Indonesia. Kerja sama dengan perguruan tinggi juga akan dilakukan demi memperkuat kualitas SDM.

"Sangat penting kegiatan usaha atau industri apapun perlu mempunyai kemampuan SDM unggul dan profesional yang memiliki kemampuan teknologi tepat guna maupun teknologi maju," ujar Made Dana Tangkas. Menurutnya, pengembangan kegiatan bisnis Koperasi dan UKM selama ini sudah banyak yang berjalan melalui inkubator bisnis serta memanfaatkan hasil riset dan inovasi perguruan tinggi dan melibatkan startup.

"Ini menjadi basis kuat untuk membangun produk atau jasa hasil karya anak bangsa yang berkualita. Sehingga kita dapat meningkatkan TKDN (tingkat komponen dalam negeri) dan substitusi produk atau jasa impor," ujar Made.

Produk dan jasa berkualitas yang dihasilkan, lanjutnya, dipastikan pula akan langsung diserap pasar dengan menghubungkan rantai pasok ke offtaker yang akan menyalurkan langsung ke konsumen. Hal ini diharapkan menjadi karya nyata hubungan dan kolaborasi multiple helix antara akademisi, bisnis atau industri, pemerintah, komunitas atau asosiasi, serta institusi finansial dan media di Indonesia.


sumber : https://www.republika.co.id/berita/qpsdm0380/menkop-dorong-peran-ukm-dalam-industri-manufaktur
 

Menkop dan UKM Dorong Digitalisasi UMKM dengan Program Relawan Mentor

Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki (tengah) menunjuk produk UMKM di Smesco Jakarta, Rabu (3/3/2021). (Foto: Istimewa)

Kementerian Koperasi (Kemkop) dan UKM mengembangkan konsep voluntary desk dan mengajak para ahli menjadi mentor untuk membantu para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Model pendampingan oleh mentor seperti ini menjadi salah satu cara agar akselerasi UMKM masuk ke sektor digital segera terwujud.

Upaya ini dilakukan KemenkopUKM bekerja sama dengan Mastercard Academy 2.0 melalui program MicroMentor Indonesia yang saat ini sukses merekrut 10 ribu pendamping dan menjangkau 40.000 UMKM.

"UMKM saat ini jadi tumpuan ekonomi di tengah pandemi. Digitalisasi jadi keniscayaan pertumbuhan UMKM kita ke depan. UMKM perlu pendampingan dari mentor agar berkembang lebih cepat," kata Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki dalam acara Coffee Talk Menkop dan UKM dan Lewi's Organics sekaligus Pengukuhan 200 Master Mentor SIGAP UMKM di Tangerang, Kamis (11/3/2021).

Menurut Teten, Indonesia memiliki potensi digital ekonomi yang sangat besar. Bahkan di 2025 nilainya diperkirakan mencapai Rp1.800 triliun.

“Jangan sampai digital market ekonomi kita justru dikuasai asing. UMKM harus jadi tuan rumah di negeri sendiri. Saya kira banyak orang Indonesia yang punya keahlian dan membantu UMKM berkembang dan menjadikan ini sebagai gerakan nasional, gerakan solidaritas kebangkitan UMKM lewat relawan mentor," ujar Teten.

MicroMentor Indonesia akan melatih dan mendampingi UMKM tentang tata cara penggunaannya melalui platform MicroMentor Indonesia, yang diintegrasikan dengan platform pelatihan berbasis daring KemenkopUKM di edukukm.id.

"Kami mengajak masyarakat Indonesia yang punya keahlian marketing produksi untuk gabung dengan kami menjadi volunteer UMKM dalam meningkatkan kualitas produk. Masyarakat banyak yang mau membantu UMKM tapi sistemnya harus dimudahkan dan disederhanakan," imbuh Teten.

Teten berharap program ini dapat mempercepat pertumbuhan wirausaha baru. Jumlah wirausaha Indonesia saat ini masih relatif kecil dibanding negara lain, yakni hanya sebesar 3,7 persen.

“Di 2024, kami targetkan menjadi 4 persen. Berbagai cara dilakukan bukan hanya lewat pendampingan juga dengan skema modal ventura misalnya," kata Teten.

Salah satu kegiatan usaha yang mendapat perhatian khusus dalam program ini adalah petani yang memproduksi kacang mete di Nusa Tenggara Timur (NTT). Di sana para petani yang tergabung dalam koperasi didampingi oleh para mentor dari Mercy Corps Indonesia bersama pelaku usaha agriculture lokal PT Profil Mitra Abadi (PMA) lewat produk Lewi's Organics.

CEO PMA Lewi Cuaca menyebutkan, saat ini tak hanya kacang mete, para petani di NTT juga menghasilkan berbagai produk pertanian mulai dari gula lontar, sesame wijen, hingga minyak kayu putih. Sebagian besar produk telah diekspor ke luar negeri mayoritas Eropa dan Amerika Serikat, terutama Jerman, Belgia, Swiss, dan Belanda.

Teten mengapresiasi upaya yang telah dilakukan PMA di NTT. Diakuinya, saat ini masih banyak koperasi petani yang memproduksi hasil taninya secara tradisional. Hal ini akan didorong oleh KemenkopUKM untuk masuk ke teknologi modern sehingga produk yang dihasilkan memiliki daya saing secara global.


sumber : https://www.beritasatu.com/ekonomi/744647/menkop-dan-ukm-dorong-digitalisasi-umkm-dengan-program-relawan-mentor
 

Menkop UKM: Jangan Sampai Digital Market Ekonomi Kita Dikuasai Asing

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki dalam acara Coffee Talk MenkopUKM dan Lewi's Organics sekaligus Pengukuhan 200 Master Mentor SIGAP UMKM, Kamis, (11/3/2021). DOKUMENTASI HUMAS KEMENKOP UKMMenteri Koperasi dan UKM Teten Masduki dalam acara Coffee Talk MenkopUKM dan Lewi's Organics sekaligus Pengukuhan 200 Master Mentor SIGAP UMKM, Kamis, (11/3/2021).

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki ingin UMKM Indonesia menjadi tuan rumah di negeri sendiri, termasuk di ekonomi digital.

Menurut Teten, Indonesia memiliki potensi digital ekonomi yang sangat besar. Bahkan di 2025 nilainya diperkirakan mencapai Rp 1.800 triliun.

“Jangan sampai digital market ekonomi kita justru dikuasai asing," ujarnya dalam acara Coffee Talk MenkopUKM dan Lewi's Organics sekaligus Pengukuhan 200 Master Mentor SIGAP UMKM, seperti dikutip dari siaran pers, Kamis (11/3/2021).

"Saya kira banyak orang Indonesia yang punya keahlian dan membantu UMKM berkembang dan menjadikan ini sebagai gerakan nasional, gerakan solidaritas kebangkitan UMKM lewat relawan mentor," sambungnya.

Kementerian Koperasi dan UKM akan mengembangkan konsep voluntary desk dan mengajak para ahli menjadi mentor untuk membantu para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Dia mengatakan, model pendampingan oleh mentor seperti ini menjadi salah satu cara agar akselerasi UMKM masuk ke sektor digital segera terwujud.

Upaya ini dilakukan KemenkopUKM bekerja sama dengan Mastercard Academy 2.0 melalui program MicroMentor Indonesia yang saat ini sukses merekrut 10 ribu pendamping dan menjangkau 40 ribu UMKM.

"UMKM saat ini jadi tumpuan ekonomi di tengah pandemi. Digitalisasi jadi keniscayaan pertumbuhan UMKM kita ke depan. UMKM perlu pendampingan dari mentor agar berkembang lebih cepat," kata Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki.

MicroMentor Indonesia akan melatih dan mendampingi UMKM tentang tata cara penggunaannya melalui platform MicroMentor Indonesia, yang diintegrasikan dengan platform pelatihan berbasis daring KemenkopUKM di edukukm.id.

Teten berharap program ini dapat mempercepat pertumbuhan wirausaha baru. Jumlah wirausaha Indonesia saat ini masih relatif kecil dibanding negara lain, yakni hanya sebesar 3,7 persen.

“Di 2024, kami targetkan menjadi 4 persen. Berbagai cara dilakukan bukan hanya lewat pendampingan juga dengan skema modal ventura misalnya," ucap dia.

Salah satu kegiatan usaha yang mendapat perhatian khusus dalam program ini adalah petani yang memproduksi kacang mete di Nusa Tenggara Timur (NTT). Di sana para petani yang tergabung dalam koperasi didampingi oleh para mentor dari Mercy Corps Indonesia bersama pelaku usaha agriculture lokal PT Profil Mitra Abadi (PMA) lewat produk Lewi's Organics.

Teten mengapresiasi upaya yang telah dilakukan PMA di NTT. Dia mengakui. saat ini masih banyak koperasi petani yang memproduksi hasil taninya secara tradisional. Hal ini akan didorong oleh KemenkopUKM untuk masuk ke teknologi modern sehingga produk yang dihasilkan memiliki daya saing secara global.


sumber : https://money.kompas.com/read/2021/03/11/214616526/menkop-ukm-jangan-sampai-digital-market-ekonomi-kita-dikuasai-asing
 

Thursday, March 4, 2021

Menkop UKM Dorong New Branding untuk UMKM Lebih Kuat

Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki.

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mendorong ada “new branding” bagi para pelaku UMKM Indonesia agar semakin memodernisasi bisnis atau usahanya dengan mengoptimalkan digitalisasi namun tanpa meninggalkan akar budaya lokal.

“New branding” terhadap Indonesia yang selama ini terlihat sebagai negara agraris, suku-suku, terlihat dengan simbol tradisional kita harus dorong untuk melahirkan simbol-simbol Indonesia yang lebih modern,” kata Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki dikutip dari depkop.go.id.

Menurut Teten, UMKM di Indonesia jangan hanya berkarya terbatas seperti keripik, akik, atau batik tapi harus sudah mulai transformasi dengan produk-produk berbasis teknologi untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing produktivitas secara umum.

Termasuk untuk mendukung sektor pariwisata, Teten mendorong agar sudah mulai menghadirkan produk-produk UMKM unggul berbasis inovasi teknologi.

“Kita harus membranding negeri kita sebagai negeri yang menuju ke modernisasi dan tetap tidak meninggalkan akar budaya kita yang kuat,” katanya.

Apalagi, potensi Indonesia kata dia sangat besar untuk bisa menghadirkan misalnya pariwisata yang berbasiskan teknologi.

Terlebih dengan dukungan teknologi sekarang produk apapun di era digital bahkan dari pelosok desa manapun dengan digitalisasi bisa terhubung ke seluruh dunia dan bisa terhubung ke market yang sangat besar.

Sebelumnya Teten menegaskan bahwa saat ini pandemi masih memaksa semua untuk berada dalam zona “survival” untuk itulah perancangan program yang KemenkopUKM lakukan berorientasi pada usaha untuk UMKM dapat beradaptasi dan bertransformasi.

Ia juga memastikan Pemulihan Ekonomi Nasional dan Banpres Produktif Usaha Mikro akan dihadirkan kembali, dengan harapan akan mampu meningkatkan kapasitas usaha dan kinerja UMKM, serta memastikan kegiatan usaha dapat tetap berjalan sebagai bentuk nyata dari upaya adaptasi.

Di sisi lain, kemampuan bertransformasi bagi UMKM turut pula menjadi keniscayaan. Aktivasi dan program yang meliputi transformasi digital, transformasi proses bisnis, transformasi informal ke formal, transformasi koperasi modern hingga transformasi untuk akses rantai pasok adalah kunci bagi UMKM tidak hanya dapat bertahan, namun juga bangkit dari dampak pandemi.

Menurut Teten, Bangga Buatan Indonesia adalah bentuk nyata sinergi yang dapat menghadirkan transformasi digital bagi UMKM Indonesia. Setidaknya saat ini lebih dari 12 juta pelaku UMKM telah hadir dalam ekosistem digital sebagai hasil dari kampanye bersama Bangga Buatan Indonesia.

“Pengembangan UMKM di sektor wisata, baik terkait kriya, kuliner, supply HoReKa, homestay, dan wisata alam menjadi prioritas kami sebagai strategi pemulihan UMKM yang berada di kawasan pariwisata khususnya Destinasi Pariwisata Super Prioritas,” katanya.

Dalam rangkaian Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia yakni Karya Kreatif Indonesia atau KKI diharapkannya menjadi ​showcase UMKM ​Champion​, UMKM unggulan dari beragam wilayah yang menunjukkan resiliensi tinggi, menjadi inspirasi, memberdayakan serta memiliki brand yang kuat. Acara tersebut seluruhnya disajikan dalam format eksibisi yang hybrid, luring dan daring.

“Saya mengapresiasi hadirnya KKI 2021 seri perdana yang mengusung tajuk “Eksotisme Lombok”. Ini adalah kesempatan baik menyajikan keindahan kerajinan terbaik UMKM Lombok yang meliputi potensi kerajinan gerabah, perhiasan emas, perak, dan mutiara hingga tenun Lombok yang sangat memikat,” katanya.


sumber : https://borneo24.com/nasional/menkop-ukm-dorong-new-branding-untuk-umkm-lebih-kuat 

Monday, March 1, 2021

Menkop Gandeng ITB Susun Platform Kewirausahaan Nasional

Menteri KUKM RI Teten Masduki

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengapresiasi usulan platform kewirausahaan nasional yang digulirkan kalangan akademisi dari Institut Teknologi Bandung (ITB). Platform semacam itu pun digunakan di Jepang.

"Pemerintah akan menyediakan biaya untuk startup buatan mahasiswa yang masuk dalam program inkubator," ujar Teten pada acara diskusi Potensi Kerja Sama Pengembangan Kewirausahaan, secara daring pada Senin (1/3).

Dia berharap, program tersebut mampu menjawab pertanyaan arah ekonomi Indonesia ke depan yang menjadikan teknologi digital salah satu kuncinya. Dirinya menjelaskan, saat Pra-Inkubasi diperlukan penyaringan untuk produk atau model bisnis yang sudah unggul. Diperlukan pula pendampingan produk secara serius.

"Secara keseluruhan, saya merasa cocok dan setuju dengan program-program usulan yang diberikan ITB,” ujar Teten.

Dia pun meminta, Deputi Kewirausahaan mengakomodasi usulan tersebut agar diteruskan menjadi usulan Kementerian Koperasi dan UKM kepada Bappenas. Pasalnya, hal tersebut sejalan dengan output dari Kemenkop (Kementerian Koperasi dan UKM) yang ingin mencetak wirausaha unggul berbasis teknologi. "Dengan begitu, Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) kita dapat lebih bersaing," tuturnya.

Dalam kesempatan itu, Kepala Unit Pengembangan SDM Pelatihan ITB Dr Yuni Ros menjelaskan, ITB sudah menyusun beberapa strategi terkait pengembangan kewirausahaan secara nasional. Di antaranya melalui penyusunan kebijakan, menciptakan ekosistem kewirausahaan secara kelembagaan, meningkatkan talent atau SDM dengan sertifikasi, hingga promosi dan sosialisasi program atau penyuluhan.

Beberapa usulan program tersebut meliputi Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BB 2021), Bangga Perusahaan Rintisan Indonesia, Peluncuran Jaringan Kewirausahaan Nasional (National Enterpreneurship Network/NEN), dan Peluncuran Platform Kewirausahaan Nasional (National Enterpreneurship Platform). Ada pula ajang penghargaan Inkubator dan Akselerator (Minister’s Awards) serta National Startup Awards 2020 (Minister’s Awards).

"Usulan tersebut dilatarbelakangi beberapa poin seperti rasio kewirausahaan di Indonesia yang masih jauh dari target. Lalu besarnya minat masyarakat Indonesia terhadap wirausaha hingga adanya tren ekonomi digital, tidak adanya pengetahuan terkait kewirausahaan secara terpadu, dan belum tumbuhnya budaya komersialisasi inovasi,” ujar Yuni.

Dikatakan Yuni, desain platform kewirausahaan nasional yang diusulkan ITB nantinya diproyeksikan guna memantau segala aktivitas dari program kewirausahaan yang ada. Menurutnya, platform tersebut dapat dijalankan mulai dari kementerian hingga seluruh pemerintah provinsi di Indonesia, dengan Kementerian Koperasi dan UKM sebagai akseleratornya.

Sekretaris Lembaga Pengembangan Inovasi dan Kewirausahaan (LPIK) ITB Santi Novani menambahkan, platform tersebut sebenarnya sudah diterapkan di skala ITB. Melalui LPIK ITB yang sudah bersertifikasi internasional.

"Yang mana di dalam LPIK ITB ini sudah berjalan program inkubasi dengan beberapa tahapan, seperti Pra-Inkubasi, Inkubasi, hingga Graduation," ujar Santi. Berbagai tahapan tersebut diharapkan dapat diadopsi Kemenkop dalam mengembangkan kewirausahaan secara nasional di Indonesia.

Deputi Bidang Kewirausahaan Kemenkop UKM Victoria Br Simanungkalit mengatakan, pihaknya akan menindaklanjuti hal tersebut. “Kami menyambut baik usulan dari pihak ITB dan kami siap untuk berkolaborasi bersama, setelah itu kita akan bersama-sama menyusun detail apa saja yang diperlukan untuk dijadikan usulan yang matang kepada Bappenas dan diproyeksikan ke dalam Perpres yang akan berlaku dalam jangka 3 tahun ke depan," tuturnya.


sumber : https://www.republika.co.id/berita/qpbnaq396/menkop-gandeng-itb-susun-platform-kewirausahaan-nasional-part1 

Wednesday, February 24, 2021

Menkop Sebut UMKM Sebagai Kekuatan Ekonomi Nasional, Bank OCBC NISP Konsisten Bantu Usaha Kecil

Presiden Direktur Bank OCBC NISP, Parwati Surjaudaja (tengah), 2021.

Menteri Koperasi dan UKM (Menkop UKM), Teten Masduki menyebut, keberadaan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) sangat vital sebagai pertahanan ekonomi Indonesia di tengah pandemi Covid-19 (virus Corona).

"UMKM sangat berperan vital terhadap pemulihan ekonomi nasional (PEN), pasalnya total keberadaan UMKM mencapai 64 juta pelaku, dengan serapan tenaga kerja mencapai 116 juta pekerja atau 97 persen dari angkatan kerja nasional," ujar Menkop UKM, Teten Masduki saat hadir sebagai keynote speaker di acara "Indonesia Economic Ideation" yang diselenggarakan secara virtual oleh Habitat for Humanity Indonesia dan TribunJatim Network, Kamis (28/1/2021) lalu.

Selaras dengan yang diutarakan oleh Menkop UKM, Bank OCBC NISP menyatakan, selain fokus pada Dana Murah (Casa) sebagai upaya menjaga keberlanjutan kinerja, di 2021 ini pihaknya juga memperhatikan kebutuhan serta tantangan yang dihadapi oleh nasabah korporasi, termasuk Usaha Kecil dan Menengah (UKM) serta Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).

“Melihat peran strategis UMKM dalam menopang pertumbuhan ekonomi nasional meskipun terdampak pandemi Covid-19, maka kami pun juga akan terus mendampingi dan membantu nasabah melewati masa-masa sulitnya sesuai dengan arahan pemerintah agar dapat bangkit untuk mengembangkan bisnisnya, bahkan berkontribusi bagi pemulihan ekonomi nasional," ujar Direktur Bank OCBC NISP, Parwati Surjaudaja, Rabu (24/2/2021).

Parwati menjelaskan, pihaknya selalu aktif berdiskusi dengan nasabah dan menawarkan dukungan, baik relaksasi maupun restrukturisasi atas fasilitas pendanaan yang dimiliki.

Bahkan, di tahun 2020 kemarin, kata Parwati, Bank OCBC NISP juga secara khusus memberikan dukungan bagi pengusaha perempuan Indonesia melalui program #TAYTB Women Warriors dengan solusi menyeluruh.

Selain dukungan fasilitas pendanaan, lanjut dia, Bank OCBC NISP juga aktif memberikan program pemberdayaan wirausaha melalui kelas edukasi online bertajuk ONPreneurship & Wtalks yang topiknya disesuaikan dengan kebutuhan maupun tantangan yang dihadapi pelaku UMKM, khususnya wanita.

"ONPreneurship dan Wtalks itu rutin dilakukan satu kali dalam satu bulan dan telah diikuti oleh lebih dari 740 pelaku usaha hingga akhir tahun 2020," tandasnya.


sumber : https://jatim.tribunnews.com/2021/02/24/menkop-sebut-umkm-sebagai-kekuatan-ekonomi-nasional-bank-ocbc-nisp-konsisten-bantu-usaha-kecil 

Sunday, February 21, 2021

Menkop Jadikan Perguruan Tinggi Sebagai Inkubator Bisnis

Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Teten Masduki

Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Teten Masduki berkolaborasi dengan kalangan akademisi guna menjadikan universitas dan perguruan tinggi di Indonesia sebagai inkubator bisnis. Ia menilai, pengembangan inkubator bisnis penting demi mencetak wirausaha baru di Indonesia.

“Saya senang sekali berkolaborasi dengan universitas dalam mengembangkan kewirausahaan di kalangan anak muda. Mereka inilah yang nanti diharapkan akan menjadi pengusaha handal ke depan,” kata Teten melalui siaran pers Sabtu (20/12).

Dia mengatakan, saat ini rasio kewirausahaan Indonesia masih berada di bawah Singapura yang sudah mencapai 8,76 persen, Malaysia sebesar 4,74 persen, dan Thailand sebesar 4,26 persen. Maka, kata dia, perlu dukungan semua pihak agar rasio kewirausahaan tersebut meningkat. “Perguruan tinggi memiliki peran penting dan strategis dalam penciptaan wirausaha baru. Baik dari kalangan mahasiswa maupun dari stakeholder lainnya,” ujarnya.

Teten menekankan, pendekatan inkubasi sangat penting supaya anak muda dapat dilatih dari awal. Sekaligus mendapatkan bimbingan serta wawasan demi menjadi wirausaha termasuk merumuskan bisnis plan.

Menurutnya, mereka perlu disiapkan menjadi pengusaha dan dibantu agar bisa dengan mudah mengakses skema pembiayaan, pasar, dan digitalisasi. Khususnya kredit perbankan yang terbilang masih cukup rendah.

Sampai saat ini porsi kredit perbankan Indonesia ke Usaha Mikro Menengah (UMKM), ujar Teten, baru sekitar 20 persen. "Sementara di negara lain sudah cukup tinggi misalnya di Korea Selatan yang mencapai 80 persen, Singapura 39 persen, Thailand 50 persen, Malaysia 51 persen, dan Jepang 66 persen," jelas dia.

Melalui kampus, Teten yakin akan banyak wirausaha muda yang berbasis digital dan para kreator UKM yang lahir di masa depan. Indonesia sendiri adalah lumbung dari startup berbasis teknologi digital. Berdasarkan data Startup Ranking (2020) ada 2.206 startup teknologi membuat Indonesia bisa menempati posisi dua negara dengan startup terbanyak di Asia.

Maka Kementerian Koperasi dan UKM mengapresiasi upaya Universitas Komputer Indonesia yang telah mendirikan Inkubator Bisnis dan KUMKM Universitas Komputer Indonesia (Inbiskom). Teten berkomitmen pemerintah akan menjalin lebih banyak kolaborasi dengan pihak lain guna menduking kebijakan besar pembangunan UMKM nasional.

“Kami tengah menyusun program pengembangan wirausaha anak muda yang punya latar belakang pendidikan yang baik dan konsep bisnis inovatif dan produk unggul,” katanya. Ia menambahkan, tren pasar global menunjukkan berbagai produk costumized atau produk kreatif yang diproduksi sesuai pesanan dan tidak secara massal akan terus berkembang.

“Kita kuat dalam hal ini dan ke depan ini bisa menjadi basis industri ekonomi baru,” tegas Teten. Melalui keterlibatan kampus, ia berharap akan banyak solusi permasalahan bangsa termasuk masalah UMKM yang dapat diatasi.

“Kepada seluruh civitas akademika Universitas Komputer Indonesia, saya ucapkan selamat atas terselenggaranya kegiatan Gelar Produk dan Business Matching 2021. Semoga kerja sama dan kolaborasi yang baik antara pemerintah serta akademisi mampu menggeliatkan UMKM untuk dapat berkontribusi lebih besar lagi pada perekonomian nasional,” katanya.


sumber : https://www.republika.co.id/berita/qouubw384/menkop-jadikan-perguruan-tinggi-sebagai-inkubator-bisnis