Showing posts with label bisnis UKM. Show all posts
Showing posts with label bisnis UKM. Show all posts

Monday, January 10, 2022

Pengertian UKM, Contoh, Serta Perbedaannya dengan UMKM

 Usaha Kecil Menengah atau yang disingkat UKM adalah jenis bisnis yang berperan penting meningkatkan pertumbuhan ekonomi suatu negara. Di Indonesia, UKM punya kontribusi besar dalam perekonomian. Jenis usaha ini dijalankan oleh perorangan atau badan usaha yang bukan anak perusahaan atau cabang perusahaan besar.



Menurut Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2008 tentang Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah, usaha kecil didefinisikan sebagai kegiatan ekonomi produktif yang berdiri sendiri. UKM bukan merupakan anak usaha atau cabang perusahaan kelas menengah atau besar.

Perekonomian suatu negara bergantung dari usaha yang dilakukan oleh rakyatnya. Bantuan pemerintah sangat berarti untuk UKM agar bisa naik kelas menjadi perusahaan besar. Berikut ini pengertian UKM, contoh, jenis, dan perbedaannya dari UMKM.

Pengertian UKM (Usaha Kecil Menengah)

Usaha Kecil Menengah atau UKM adalah jenis bisnis yang dijalankan dalam skala kecil hingga menengah. UKM bukan anak perusahaan, cabang perusahaan, atau bagian dari perusahaan atau bisnis skala besar. Dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2008 tentang Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah. Usaha Mikro adalah usaha yang punya omset di bawah 300 juta per tahun dan jumlah pekerja di bawah 20 orang.


Sedangkan Usaha Kecil adalah usaha yang punya omset 300 juta sampai 2.5 miliar per tahun. Jumlah pekerja Usaha Menengah ada di antara 30 – 100 orang. Kemudian untuk Usaha Menengah punya omset 2.5 miliar sampai 50 miliar per tahun.


Peran UKM di Indonesia.

UKM adalah suatu jenis usaha yang punya kontribusi cukup besar dalam mendorong pertumbuhan ekonomi. UKM berperan dalam memperluas kesempatan kerja dan penyerapan tenaga kerja. Peran vital UKM akan terasa dalam pembentukan PDB (Produk Domestik Bruto)



Peran UKM tidak hanya bisa dirasakan di negara berkembang, melainkan di negara maju. UKM dapat menyerap banyak tenaga kerja, lebih banyak dibanding usaha besar. Kontribusi UKM dalam PDB juga lebih besar dibanding usaha skala besar.


Jumlah UKM di Indonesia.

UKM adalah pilar terpenting dalam perekonomian di Indonesia. Berdasarkan data Kementrian Koperasi dan UKM pada kuartal pertama 2021 mencatat jumlah Usaha Kecil Menengah di Indonesia mencapai 64.2 juta.

Kontribusi terhadap PDB mencapai 61.07% atau senilai Rp 8.573,89 triliun. UKM dan UMKM juga dapat menyerap 97% dari total tenaga kerja dan menghimpun 60.4% dari total investasi.

Jenis UKM di Indonesia.

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2008, UKM atau Usaha Kecil Menengah dibagi menjadi 3 kelompok, yaitu Mikro, Kecil, dan Menengah.


1. Usaha Mikro

Usaha Mikro adalah usaha yang dimiliki oleh perorangan dan badan usaha milik perorangan. Usaha Mikro memiliki aset maksimal Rp 50 juta (tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha). Usaha Mikro punya omset maksimal Rp 300 juta per tahun.


2. Usaha Kecil

Usaha Kecil adalah usaha yang berdiri sendiri, bukan anak usaha atau cabang dari usaha menengah atau besar. Usaha Kecil memiliki aset senilai Rp 50 juta sampai Rp 500 juta, di luar tanah dan bangunan. Hasil penjualan mencapai Rp 300 juta sampai Rp 2.5 miliar per tahun

3. Usaha Menengah

Usaha kelas menengah juga dimiliki oleh perorangan atau badan usaha milik pribadi. Usaha ini juga bukan cabang atau anak usaha perusahaan lain. Jumlah aset yang dimiliki Usaha Menengah senilai Rp 500 juta sampai Rp 10 miliar. Sedangkan untuk omset atau penjualan yang didapatkan sebesar Rp 2.5 miliar sampai 50 miliar per tahun.


Contoh UKM di Indonesia




UKM adalah jenis bisnis yang banyak sekali contohnya. Apa saja jenis bisnis yang paling banyak ditemukan di Indonesia ? Berikut ini contohnya

UKM Kuliner

Bisnis kuliner adalah jenis UKM yang paling banyak ditemukan di Indonesia. Jenis bisnis ini tidak akan pernah mati karena setiap manusia pasti butuh makan. Bisnis kuliner pun bisa dikembangkan lebih jauh. Modal yang dibutuhkan untuk memulai UKM kuliner pun sangat kecil. Kunci untuk mengembangkan usaha kuliner ada di kualitas rasa, pelayanan, harga, serta strategi pemasaran

UKM Fashion

Selain makanan, usaha di bidang fashion juga banyak ditemukan di Indonesia. Bisnis di bidang ini bisa hasilkan profit berlipat ganda, terutama saat hari raya seperti lebaran dan natal. Tren di dunia fashion juga terus berkembang seiring perubahan jaman. Asalkan Anda bisa mengikuti jaman, usaha kecil bisa berubah jadi usaha besar.

UKM Pendidikan dan Pelatihan

Bisnis di bidang pendidikan seperti kursus atau pelatihan masih cukup digemari. Ini karena pendidikan juga salah satu kebutuhan primer. Pendidikan dibutuhkan mulai dari anak usia dini, remaja, mahasiswa, hingga karyawan kantoran. Untuk memulai usaha di bidang pendidikan, Anda harus punya kemampuan dasar di bidang pendidikan yang ingin ditawarkan.

UKM Agribisnis

Sayur mayur, telur, hingga daging adalah kebutuhan pokok masyarakat. Sayangnya, bisnis di bidang pertanian dan peternakan masih didominasi oleh orang tua. Metode yang digunakan pun kebanyakan masih tradisional sehingga sulit untuk bersaing. Contoh UKM di bidang agribisnis adalah: ternak sapi, ayam petelur, budidaya tanaman, sayur mayur organik, dan bibit tanaman.

UKM Tour & Travel

Indonesia adalah negara yang memiliki potensi pariwisata sangat besar. Anda bisa menawarkan paket tur ke berbagai daerah di Indonesia. Ada banyak daerah yang belum dikenal oleh masyarakat Indonesia sendiri. Anda bisa tawarkan paket wisata ke wilayah yang belum banyak terjamah. Bisnis ini mencakup layanan akomodasi seperti transportasi dan penginapan.

UKM Produk Kreatif

Produk kreatif seperti kerajinan tangan adalah salah satu sektor bisnis yang gencar dipromosikan. Nilai jual produk kerajinan sangat tinggi. Keunggulan produk kerajinan ada di keunikannya. Produk kerajinan juga banyak jenisnya, mulai dari produk fashion, aksesoris kecantikan, produk dapur, dan ornamen rumah tangga.

UKM Teknologi & Internet

Perkembangan teknologi yang pesat membuat usaha di bidang ini mampu berkembang lebih pesat. Bisnis ini sangat dibutuhkan oleh masyarakat karena komunikasi jadi kebutuhan primer. Terlebih untuk masyarakat yang tinggal di perkotaan, kebutuhan teknologi dan internet jauh lebih besar. Contoh dari UKM teknologi dan internet yang paling banyak ditemukan adalah pengembang aplikasi smartphone.

UKM Jasa Kebersihan

Kesibukan di kantor membuat banyak orang kerepotan merawat kebersihan rumahnya. Misalnya untuk mencuci baju, menyetrika, sampai membersihkan debu menguras banyak energi dan waktu. Oleh karena itu, banyak UKM di bidang jasa kebersihan seperti laundry, jasa sedot debu (vacuum cleaner), sampai cuci mobil yang menyasar segmen masyarakat super sibuk.

Perbedaan UKM dan UMKM

Perbedaan UKM dan UMKM adalah dari cakupannya. UKM merupakan singkatan dari Usaha Kecil Menengah yang cakupannya pada unit usaha skala kecil dan menengah. Sedangkan UMKM adalah singkatan dari Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah. UMKM lebih fokus pada cakupan unit usaha skala mikro.

Walaupun secara definisi berbeda, namun pemerintah lebih sering menggunakan istilah UMKM karena dianggap lebih mewakili ketiga unit usaha yang dibahas pada Undang Undang Nomor 20 Tahun 2008

Perbedaan lain dari UKM dan UMKM adalah dari pembinaan dan pemberdayaan. Menurut Undang Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah, unit usaha mikro dibina oleh Kabupaten dan Kota. Sedangkan Unit Usaha Kecil diurus oleh provinsi. Usaha menengah berskala nasional dibina langsung oleh pemerintah pusat.

Perbedaan UKM dan UMKM juga terlihat dari sisi yuridis. Usaha mikro tidak memerlukan badan hukum. Sedangkan Usaha Kecil dan Menengah wajib memiliki dasar hukum.

Demikian penjelasan mengenai pengertian UKM dan UMKM serta perbedaanya. Usaha skala mikro, kecil, dan menengah punya peranan sangat penting dalam memajukan perekonomian Indonesia. Semakin banyak UKM dan UMKM di Indonesia, maka akan semakin banyak pula tenaga kerja yang diserap.

Tetap semangat menjalani bisnis, di manapun Anda berada. Jika membutuhkan produk untuk mendukung bisnis, Bhinneka siap membantu Anda.

SUMBER: https://www.bhinneka.com/blog/pengertian-ukm-adalah/



Wednesday, April 7, 2021

Pacu Bisnis UKM, ShopeePay Beri Program Cashback 60 persen di Tiga Pusat UKM Lokal di Kota Semarang

Pelanggan sedang melakukan transaksi menggunakan ShopeePay di salah satu merchant Pujasera Simpang Lima Semarang.

Guna merangkul dan mendorong para penggiat UKM lokal dalam meningkatkan visibilitas dan menjangkau lebih banyak konsumen, ShopeePay menghadirkan program Semangat Usaha Lokal di Kota Semarang. Adapun Kota Semarang menjadi kota kedua pelaksaan program ini, dimana sebelumnya program tersebut telah berlangsung di Kota Medan pada bulan Maret lalu.

Head of Strategic Merchant Acquisition ShopeePay, Eka Nilam Dari dalam kegiatan virtual media gathering melalui Zoom, Selasa, (6/4/2021). (Tribun Jateng/Ruth Novita Lusiani))

Head of Strategic Merchant Acquisition ShopeePay, Eka Nilam Dari mengatakan kegiatan ini bertujuan untuk menstimulasi bisnis UKM lokal, dimana dalam program tersebut diberikan promo cashback di berbagai merchant seluruh kota Semarang dan terdapat cashback spesial sebesar 60 persen di tiga pusat UKM lokal di Kota Semarang yakni Pasar Ikan Hias Kota Semarang, Pujasera Simpang Lima, dan Food Fair Ciputra.

Program ini dikatakannya dapat dinikmati masyarakat mulai 4-10 April 2021 mendatang.

“Program Semangat Usaha Lokal merupakan solusi dari hulu ke hilir yang ShopeePay hadirkan untuk menyokong pertumbuhan ekonomi lokal selama pandemi dan pemerataan akselerasi inklusi keuangan di tanah air. Kota Semarang sendiri sebagai salah satu kota paling berkembang di Indonesia, yang menjadi wilayah penyangga ekonomi bagi Provinsi Jawa Tengah dengan kehadiran UKM sebagai penggerak ekonominya. Dengan menghadirkan promo cashback dan program Semangat Usaha Lokal ke Kota Semarang, ShopeePay ingin semakin memacu ekonomi lokal bisnis UKM untuk bangkit kembali di tengah pandemi,” tuturnya dalam kegiatan virtual media gathering melalui Zoom, Selasa, (6/4/2021).

Dalam kegiatan tersebut, juga dikatakannya berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) dan Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Jawa Tengah terdapat 4,1 juta UKM di Jawa Tengah, dimana 51 persen diantaranya masih mengalami kendala dalam pemasaran. Oleh karena itu melalui pelaksanaan program tersebut, ia mengharapkan dapat lebih membantu para pelaku UKM.

Ia menuturkan ShopeePay kedepannya akan terus mengadakan kegiatan serupa, guna mendukung pertumbuhan dan perkembangan para pelaku UKM di Indonesia.

Sementara itu, Pendiri dan Pembina Komunitas Ruang Hebat, Hevearita G. Rahayu mengatakan hadirnya program cashback hingga 60 persen ShopeePay di Kota Semarang ini dinilai mampu menjadi pendorong bisnis UKM setempat untuk meningkatkan visibilitas bisnis UKM dan mendorong masyarakat agar semakin familiar dengan transaksi digital.

“Kami mengapresiasi program ShopeePay Semangat Usaha Lokal di Kota Semarang beserta cashback yang dihadirkan sebagai salah satu solusi tepat dan stimulus untuk menggairahkan ekonomi melalui transaksi di berbagai gerai merchant dan bisnis UKM yang berpartisipasi,” ujar wanita yang akrab disapa Ita.

Dikatakannya, ia juga ingin menanamkan visi bahwa bisnis lokal UKM juga dapat bersaing dan naik kelas dengan strategi yang tepat serta beradaptasi dengan kebutuhan masyarakat.

“Untuk itu, kami memberikan berbagai pelatihan tentang pemasaran produk, pemanfaatan berbagai layanan digital, hingga berkolaborasi langsung untuk mempromosikan produk melalui kanal media sosial dan website bernama Tombakita,” jelasnya.

Founder Wong Art Bakery & Cafe, Philip Wong yang juga turut hadir dalam kegiatan tersebut juga mengatakan hadirnya pandemi covid-19 memberikan imbas pada bisnisnya, namun bisnis Wong Art tetap kokoh dengan adanya adaptasi teknologi, salah satunya melalui pemanfaatan ShopeePay.

“Bisnis Wong Art Bakery & Cafe ini sudah didirikan sejak tahun 1993, dengan zaman dan adaptasi kebiasaan masyarakat yang berubah, khususnya selama pandemi, bisnis kami pun bertransformasi agar dapat terus memenuhi kebutuhan para konsumen. Dengan dukungan dari putri saya yang lebih mengenal teknologi dan tren yang ada, banyak sekali perubahan pada bisnis Wong Art yang memacu pertumbuhan bisnis. Adopsi pembayaran digital ShopeePay yang telah banyak digunakan masyarakat juga menjadi salah satu kuncinya,” terang Philip.

Penggunaan ShopeePay pada usahanya ini, juga dikatakan Philip sangat membantu konsumen dalam pembayaran, terlebih ditengah masa pandemi saat ini.

“Adanya ShopeePay ini juga sangat membantu usaha kami, utamanya ditengah masa pandemi karena konsumen tidak perlu bersentuhan langsung dengan uang. Sehingga dalam hal ini, ShopeePay dapat menjadi solusi pembayaran yang luar biasa bagi para konsumen,” tandasnya.


sumber : https://jateng.tribunnews.com/2021/04/07/pacu-bisnis-ukm-shopeepay-beri-program-cashback-60-persen-di-tiga-pusat-ukm-lokal-di-kota-semarang


 

Tuesday, March 2, 2021

Dukung Geliat Bisnis UKM, ShopeePay Luncurkan Program Semangat Usaha Lokal

ShopeePay Semangat Usaha Lokal. (Dok. Shopee)

ShopeePay, penyedia layanan pembayaran digital terunggul di Indonesia, meluncurkan program Semangat Usaha Lokal pada Selasa (2/3/2021), guna memperluas jangkauan pembayaran digital ShopeePay sekaligus mendukung perkembangan bisnis UKM di tanah air.

Program Semangat Usaha Lokal menghadirkan cashback 60%, diharapkan dapat mendorong para pegiat UKM di berbagai kota di Indonesia untuk masuk ke dalam ekosistem pembayaran digital ShopeePay.

Upaya ini memungkinkan para UKM mendapat visibilitas lebih besar untuk menjangkau lebih banyak konsumen, baik yang sudah atau belum pernah menggunakan ShopeePay, untuk bertransaksi di gerai UKM yang ada di pusat kuliner (pujasera) di seluruh Indonesia.

Berdasarkan data Kemenkop UKM di tahun 2021, UMKM menyumbang terhadap PDB nasional sebesar 57 persen namun per Desember 2020, baru 16% atau 10,6 juta dari total 64 juta UMKM yang terhubung ke dalam ekosistem digital.

Terbatasnya akses untuk memperluas jangkauan ke konsumen dan ditambah dengan situasi dengan pandemi yang belum juga berakhir, tentunya membawa dampak terhadap penurunan bisnis.

Dari situ, ShopeePay ingin memastikan lebih banyak pegiat usaha kecil seperti pujasera, warung, dan kios dapat memanfaatkan teknologi pembayaran digital untuk menumbuhkan bisnis mereka secara lebih cepat.

Head of Strategic Merchant Acquisition ShopeePay, Eka Nilam Dari, mengatakan para pelaku bisnis membutuhkan bantuan dan kolaborasi dari berbagai pihak agar usaha mereka mendapatkan daya untuk bangkit dari dampak pandemi.

"Semangat Usaha Lokal merupakan salah satu strategi kami dalam menstimulasi ekonomi lokal melalui program cashback 60% yang diharapkan mampu mendorong transaksi digital masyarakat di merchants. Kami percaya ShopeePay dapat mendukung UKM untuk bangkit dan menumbuhkan bisnis mereka menjadi lebih besar lagi," ujar Eka.

Di sisi lain, program Semangat Usaha Lokal juga sejalan dengan semangat pemerintah dalam mempermudah akses dan meningkatkan inklusi keuangan di daerah yang masih pasif untuk rakyat dan UMKM (Usaha Mikro, Kecil dan Menengah) seperti disampaikan oleh Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) dalam sambutannya pada rakornas Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Desember tahun 2020.

Mendukung upaya pemerintah untuk memperluas pemerataan inklusi keuangan yang tak hanya berpusat di ibu kota, program Semangat Usaha Lokal akan dilaksanakan di beberapa kota sepanjang 2021 ini.

Semangat Usaha Lokal akan dimulai dari Medan, Sumatera Utara, mengingat kota ini merupakan salah satu kota terbesar yang ada di Indonesia dan menjadi pusat bisnis di pulau Sumatera serta berkontribusi sebagai salah satu penggerak ekonomi nasional.

Di Medan, ShopeePay menggandeng komunitas lokal dan menghadirkan program ini di empat pusat kuliner (pujasera) yakni Medan Night Market, Pasar Raya Rakyat Marelan, Mega Park Medan, dan Metrolink Street Market.

Untuk dapat menikmati promo cashback yang dihadirkan ShopeePay, masyarakat di kota Medan dapat mengunjungi pujasera yang berpartisipasi, membeli makanan dan minuman, dan membayar dengan mudah dan aman menggunakan ShopeePay.

“Melalui program cashback spesial yang kami bawa di setiap kotanya, ShopeePay ingin membangkitkan kembali geliat perekonomian lokal melalui transaksi digital masyarakat menggunakan ShopeePay. Lebih jauh, kami ingin memberdayakan para merchant dan konsumen di seluruh Indonesia dengan pembayaran digital yang nyaman, aman, dan memuaskan,” tandas Eka.

Unduh aplikasi Shopee secara gratis melalui App Store atau Google Play dan segera aktifkan ShopeePay.


sumber : https://www.suara.com/news/2021/03/02/162025/dukung-geliat-bisnis-ukm-shopeepay-luncurkan-program-semangat-usaha-lokal?page=all

Monday, February 22, 2021

Perkuat Bisnis UKM, Ini Strategi Utama Investree di 2021

Karyawan mengakses informasi perusahaan Fintech Lending yang terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada perangkat smartphone di Jakarta, Jumat (2/10/2020). (Foto: BeritaSatu Photo/Ruht Semiono)
Perusahaan fintech lending Investree menegaskan komitmennya untuk terus memberikan dukungan akses pembiayaan kepada usaha kecil dan menengah (UKM) di Indonesia. Apalagi selama pandemi Covid-19, UKM yang disebut-sebut sebagai tulang punggung perekonomian Indonesia mengalami kesulitan dari segi keuangan.

Untuk tahun 2021, Investree telah mengembangkan inisiatif "Beyond Lending" sebagai strategi utamanya untuk memberikan kemudahan serta memperkuat aktivitas bisnis UKM di tengah pandemi.

Co-Founder & CEO Investree, Adrian Gunadi, memaparkan, Beyond Lending merupakan inisiatif Investree yang bertekad menjadi one-stop solution platform dengan menyediakan produk-produk pembiayaan berbasis rantai pasokan yang membuat UKM semakin berdaya dari hulu ke hilir, serta beberapa inovasi lain dari perkembangan Investree yang khusus dibuat untuk meningkatkan efisiensi bisnis UKM.

Dalam menjalankan inisiatif tersebut, Investree berkolaborasi dengan perusahaan inovator seperti Billte dari Swiss, OY! Indonesia, Mbiz, Pengadaan.com, dan AIForesee. Investree juga akan memusatkan diri ke dalam ekosistem untuk menghidupkan dan membangun sinergi antar pemangku kepentingan.

“Pandemi Covid-19 memberikan gambaran yang sangat jelas tentang kebutuhan UKM. Ternyata tidak hanya terbatas pada aspek pembiayaan, tapi juga pada efisiensi proses bisnis atau dalam menjalankan usaha. Sebagai contoh, mengacu pada hasil analisis Daya Qarsa, kebanyakan UKM masih menjalankan bisnis mereka secara manual, di mana pengelolaan data dan risiko miskalkulasi menjadi the pain points. Sebagian juga masih enggan mendigitalisasikan proses mereka sepenuhnya. Oleh karena itu, kami berkolaborasi dengan penyedia solusi lainnya untuk memberikan jalan keluar terintegrasi agar UKM semakin mudah dan efektif-efisien dalam menerapkan bisnis,” kata Adrian Gunadi dalam keterangan resminya, Senin (22/2/2021).

Salah satu rintisan Beyond Lending pertama adalah fitur “Billtree”, hasil kerja sama Investree dengan perusahaan Billte dari Swiss, yang membantu para pelaku UKM mendapatkan akses pembiayaan tanpa hambatan melalui penyediaan sistem invoice elektronik atau e-invoicing. Fitur “Billtree” ini memungkinkan pelaku usaha mengakses invoice elektronik sehingga bisnis dapat berjalan lebih efisien, transparan, dan cepat.

Adrian menambahkan, dalam inisiatif Beyond Lending, peningkatan kemampuan Artificial Intelligence (AI) turut dilakukan oleh Investree agar dapat memberikan kemudahan untuk mendukung aktivitas penilaian kredit, pengambilan keputusan, dan pemantauan terhadap kinerja UKM agar lebih praktis dan akurat.

Di sini, Investree bekerja sama dengan AIForesee, perusahaan innovative credit score yang berfokus pada segmen produktif dengan memanfaatkan data dan teknologi alternatif.

“Dengan mulai mengaplikasikan AI, kami mendukung transformasi produktivitas bisnis tak hanya bagi Investree tapi juga seluruh elemen pendukung industri fintech,” ujar Adrian.



sumber : https://www.beritasatu.com/ekonomi/736793/perkuat-bisnis-ukm-ini-strategi-utama-investree-di-2021