Showing posts with label Pembinaan. Show all posts
Showing posts with label Pembinaan. Show all posts

Monday, April 22, 2024

Pemkot Bengkulu bina 50 UMKM terkait digitalisasi

 

Kota Bengkulu (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu melakukan pembinaan terhadap 50 pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di wilayah tersebut melalui digitalisasi agar dapat naik kelas pada 2024.
 

Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kota Bengkulu Nurlia Dewi di Bengkulu, Senin, menerangkan pembinaan tersebut dilakukan dengan cara meningkatkan kelas UMKM, mendukung pelaku UMKM dengan melakukan transformasi digital, seperti penggunaan sistem pembayaran baik penggunaan sistem tranfer, Qris dan lain sebagainya.

 

"Dengan menggunakan sistem publikasi seperti media sosial, serta menggunakan managemen digital jadi pengolahan keuangan itu tercatat secara digital," ujar dia.

 

Ia menyebutkan, saat ini produk UMKM di Kota Bekasi sama dengan daerah lainnya, baik dari sektor kuliner maupun produk hasil kerajinan tangan.

 

Oleh karena itu, pihaknya menargetkan agar produk UMKM yang berpotensi untuk dikembangkan agar naik kelas seperti makanan berbentuk frozen atau beku seperti pempek, dimsum, oleh-oleh Syarah Bakery, Calamansi, Ende dan Gadis Cemara.

 

"Kualitas hasil produk sebenarnya sama-sama kita inisiatif melihat mereka dengan menempatkan mereka ke bazar-bazar, kita melakukan tes ketika bazar kemudian nanti perbarui kualitas mulai dari rasa dan juga kemasan," terang Nurlia.

 

Diketahui sebelumnya, Pemkot Bengkulu menyiapkan Rp700 juta untuk program bantuan modal bagi pelaku UMKM di wilayah tersebut melalui koperasi yang ada di kelurahan masing-masing.

 

"Untuk saat ini kita siapkan maksimal satu koperasi Rp100 juta, tetapi nanti akan disesuaikan dengan proposal yang diajukan oleh koperasi itu sendiri," sebutnya.

 

Anggaran Rp700 juta tersebut berasal dari pengembalian dana bergulir koperasi-koperasi sebelumnya yang sempat dibantu Pemkot Bengkulu.

 

Untuk koperasi yang membutuhkan bantuan dapat melengkapi berkas yang dibutuhkan dan menyerahkan proposal ke Dinas Koperasi dan UKM Kota Bengkulu.

 

Dengan adanya bantuan tersebut, dirinya berharap agar koperasi yang mendapatkan bantuan dapat meningkatkan pertumbuhan perekonomian masyarakat dari bidang koperasi bisa meningkat.

Sumber: https://www.startsmeup.id/2024/04/pemkot-bengkulu-bina-50-umkm-terkait.html

Monday, August 2, 2021

Mantan Banker di Gorontalo Bina UMKM Go Digital dan Ciptakan Aplikasi Khusus untuk UMKM

Mantan Banker di Gorontalo Bina UMKM Go Digital dan Ciptakan Aplikasi Khusus untuk UMKM

 

JAKARTA - Siapa bilang jika pemuda daerah tidak bisa ikut berperan dalam membina UMKM ?

Siapa juga yang berspekulasi bahwa mantan seorang banker tidak bisa berkarier di dunia digital ?

Buktinya, seorang Iswan Febriyanto, yang merupakan putra daerah asal Gorontalo, bisa juga melakukan pembinaan UMKM secara digital.

Bahkan, dengan basis pekerjaan sebagai banker sekalipun.

Berbeda dengan orang kebanyakan, Iswan melakukan pembinaan UMKM melalui perusahaan Gamma Advertisa dan juga KlikDigital Indonesia yang didirikannya.

Jika Gamma Advertisa melakukan pembinaan UMKM dengan cara mengajak UMKM untuk menjadi go digital.

Sementara KlikDigital Indonesia, lebih memfokuskan pada marketplace dari beberapa produk digital yang banyak direkomendasikan.

Melalui kedua perusahaan tersebut, diharapkan bisa menghasilkan dan mewujudkan UMKM yang mandiri dan mampu bertahan di tengah persaingan.

Tak berhenti di situ saja, Iswan juga berperan dalam UMKM go digital, dengan menciptakan sebuah aplikasi khusus UMKM.

Aplikasi tersebut dikenal dengan nama WBSPro. Merupakan sebuah aplikasi Customer Relations Management yang telah memiliki 8000 member aktif, yang berasal dari berbagai instansi, lembaga sosial, pengguna bisnis online, hingga BUMN.

Sepak terjangnya sebagai praktisi internet marketing menjadi langkah baru baginya.

Terutama setelah memutuskan untuk resign dari pekerjaannya, dan memilih untuk berhijrah menjadi go digital.

Keputusan yang teramat sulit, namun akhirnya berbuah manis. Karena dengan proses hijrahnya tersebut.

Secara tidak langsung mengenalkannya pada dunia bisnis dan UMKM, yang dirasa Iswan masih belum banyak berubah. Seolah masih dalam keadaan jalan di tempat.

Karena itu pula, dengan tekad yang kuat serta bekal pengetahuan digital yang cukup, Iswan memberanikan diri untuk melakukan upaya pembinaan UMKM, secara digital dan lebih terarah.

“Untuk mendukung hal itu, tak lupa saya menerbitkan sebuah buku digital marketing yang berjudul “Main Whatsapp”.

Sebuah buku yang membahas mengenai digital marketing yang dilakukan melalui pesan whatsapp.

Buku tersebut saya tulis bersama Dewa Eka Prayoga, dan telah terjual sebanyak 4000 eksemplar tepat di 10 hari pertama, sejak peluncurannya," kata Iswan.

Sebuah pencapaian yang luar biasa bagi seorang Iswan, yang notabene hanyalah seorang penulis pemula.

Mengingat kiprahnya dalam membina karir sebagai praktisi internet marketing. Serta upayanya untuk melakukan pembinaan bagi seluruh UMKM yang ada di Indonesia. Banyak yang beranggapan, bahwa hal ini akan sulit dilakukan.

Mengingat Iswan hanyalah seorang pemuda daerah, yang hampir sebagian hidup dan karirnya berada di kota kecil, di semenanjung Sulawesi.

Namun hal itu tidak menjadi suatu beban karena menurut pria yang memiliki akun instagram @ifsaleh ini, berada di kota besar maupun kota kecil, hal itu tidak akan berpengaruh besar.

"Selama tidak ada kemampuan untuk bangkit dan berani untuk memulai.

Meskipun hal tersebut seakan tidak mungkin bagi orang lain," katanya.

Mengingat Iswan hanyalah seorang pemuda daerah, yang hampir sebagian hidup dan karirnya berada di kota kecil, di semenanjung Sulawesi.

Namun hal itu tidak menjadi suatu beban karena menurut pria yang memiliki akun instagram @ifsaleh ini, berada di kota besar maupun kota kecil, hal itu tidak akan berpengaruh besar.

Baca juga: Pemerintah Target 300 Ribu Pelaku UMKM di Jawa Timur Segera Divaksin

"Selama tidak ada kemampuan untuk bangkit dan berani untuk memulai.

Meskipun hal tersebut seakan tidak mungkin bagi orang lain," katanya.

Pria kelahiran 5 Februari 1985 ini, telah membuktikan bahwa seorang pemuda daerah juga bisa memberikan kontribusi besar bagi negara dan bangsa.

Terutama dalam pembinaan UMKM yang dilakukannya.

Sebagai upaya untuk mensejahterakan UMKM meskipun tinggal di daerah yang jauh dari ibukota.

Iswan banyak menghabiskan waktu dan karirnya di tempat kelahirannya, Gorontalo.

Dari mulai SD hingga SMA. Barulah di tahun 2002, Iswan memberanikan diri untuk melanjutkan pendidikan di sebuah universitas ternama yang berada di kota Malang.

Setelah lulus kuliah, Iswan kembali ke tanah kelahirannya, dan memulai karirnya sebagai banker.

Iswan juga memberikan kesempatan bagi Anda untuk bergabung bersama komunitas peduli UMKM, dengan memfollow akun @ifsaleh.

Maupun dengan ikut berperan dalam aplikasi UMKM WBSPro, untuk memajukan UMKM Indonesia, menjadi lebih mandiri.

Sumber : https://m.tribunnews.com/bisnis/2021/07/31/mantan-banker-di-gorontalo-bina-umkm-go-digital-dan-ciptakan-aplikasi-khusus-untuk-umkm?page=all