Showing posts with label JNE. Show all posts
Showing posts with label JNE. Show all posts

Monday, August 30, 2021

Dukung UKM Cirebon Go Digital, JNE Bagikan Kiat-Kiat Inovasi Pemasaran Digital melalui Webinar Golll…Aborasi Bisnis Online 2021

 

Dukung UKM Cirebon Go Digital, JNE Bagikan Kiat-Kiat Inovasi Pemasaran Digital melalui Webinar Golll…Aborasi Bisnis Online 2021

CIREBON – Covid-19 berdampak ke segala sektor termasuk sektor ekonomi. Hal ini dirasakan secara signifikan oleh para pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) yang menghadapi berbagai tantangan seperti penurunan penjualan, permodalan, distribusi terhambat, serta kesulitan bahan baku yang berdampak pada menurunnya angka produksi. Menurunnya daya beli masyarakat akibat pandemi Covid-19 juga berpengaruh terhadap keberlangsungan usaha UKM.

Sebagai mitra UKM untuk bersaing di dunia digital, JNE mengadakan gelaran webinar JNE Ngajak Online 2021 – Goll…Aborasi Bisnis Online 2021 Kota Cirebon. Melalui webinar online ini diharapkan UKM di Indonesia, khususnya di Cirebon dapat mengembangkan kemampuan bersaing di dunia digital, baik dalam skala nasional dan global.

Gelaran webinar kali ini dibuka Murah Lestari selaku Head of Region Jawa Barat JNE. Menurutnya, teknologi memainkan peranan vital sebagai katalisator suksesnya bisnis UKM di Indonesia.

“Key success factor adalah teknologi, teknologi ini membantu para pemula dan perusahaan untuk menghadirkan produk yang kuat dengan solusi digital yang inovatif. Selain itu, dalam pandemi ini bisnis telah berkembang pesat ke tingkat yang lebih tinggi dengan adopsi teknologi, ekspektasinya tentu bagaimana bisnis ini bisa menyesuaikan terhadap perubahan yang sangat dinamis,” ujar Murah Lestari pada Goll…Aborasi Bisnis Online yang digelar secara virtual via Zoom, Kamis 12 Agustus 2021.

Hadir sebagai pembicara, Firman Ramadhan selaku Head Deputy Manager Sales & Marketing JNE Cirebon menegaskan pentingnya kolaborasi berbagai sektor dalam menghadapi masa krisis.

“Kita harus bersinergi dan berkolaborasi, tidak bisa kita pungkiri bahwa kerjasama dengan berbagai pihak merupakan salah satu kunci keberhasilan di era industri 4.0. Baik JNE, UMKM, pemerintah dan sektor lainnya yang memiliki kemampuan yang dapat di-collaborate-kan untuk mewujudkan pemberdayaan ekonomi masyarakat," tegas Firman.

JNE Cirebon sebagai mitra UKM siap mendukung para pelaku usaha di Cirebon dengan dihadirkannya beragam layanan seperti gratis jemput paket tanpa minimal pengiriman, adanya program JLC (JNE Loyalty Card), beragam program pemberdayaan komunitas seperti webinar online, serta berbagai program potongan dan cashback.

Webinar ini turut dihadiri Sally Giovanni selaku Owner Trusmi Group yang sukses merintis usaha Batik Trusmi dan The Keranjang Bali sejak 2006. Pada webinar ini Sally mengulas pedoman bisnis 5P yang diandalkannya, yaitu Product Value, Packaging, Promosi, Place, dan Personal Branding. Di tengah pandemi COVID-19, Sally mengaku pihaknya turut terdampak dari sisi penjualan.

“Dampaknya sangat terasa, terutama di Keranjang Bali karena ada di sektor pariwisata yang sangat terasa. Tapi kita bisa membentuk respon yang positif agar hasilnya positif,” katanya.

Lebih jauh Sally mengatakan pihaknya terus berinovasi meskipun di masa pandemi, dengan cara membuat masker batik sebagai bentuk berinovasi dan beradaptasi.
"Kita sadar di kondisi saat ini karena konsumen butuhnya masker, lalu kita produksi masker dan laku hingga puluhan ribu pieces, padahal dulu belum pernah terbayangkan bikin masker kain batik,” kata Sally.

Sementara Taufik Hidayat selaku CEO Distrodakwah.id dan Co-Founder Moslife.id menyampaikan salah satu faktor sukses usahanya adalah besaran jaringan reseller yang dimilikinya, yaitu sejulah 20.000 reseller di seluruh Indonesia.

“Kita ada step stepnya yang memang diberikan kepada reseller, karena memang UKM ini produknya bisa jadi bagus tapi tidak tahu bagaimana menyampaikan produk ini bagus. Itulah pentingnya bisa men-delivery sebuah value yang dimiliki oleh UKM tersebut. Maka kami membentuk sebuah kumpulan reseller, kita agendakan berbagai macam cara melalui facebook ads, instagram ads, whatsapp untuk blast, dan sebagainya,” ujar Taufik.

Menutup webinar JNE Ngajak Online kali ini, Taufik menegaskan pentingnya mengetahui segmentasi pasar bagi para UKM. “Nah, karena memang sistem marketing ini adalah bagaimana caranya mengumpulkan traffic yang sebanyak-banyaknya, maka kita harus ketahui dimana letak mereka, kita harus tahu segmennya juga, jangan sampai kita membuat segmen yang fokus di muslim tapi kita justru tawarkan ke anak-anak. Jadi kita harus dalami produk yang kita buat ini harus diarahkan ke mana,” tambah Taufik.

Sebagai informasi, Cirebon merupakan kota ke-40 dari gelaran webinar JNE Ngajak Online 2021 – Goll…Aborasi Bisnis Online 2021 yang sebelumnya telah dilakukan di Padang. Gelaran webinar ini turut hadir dalam rangka memperingati hari jadi kota Cirebon pada 10 Agustus 2021. Setelah Kota Cirebon, gelaran roadshow ini akan kembali hadir di Kota Cikarang pada 18 Juli 2021. Roadshow di 60 kota di seluruh Indonesia, JNE Ngajak Online 2021 dimulai pada 26 Januari 2021 di Samarinda dan akan berakhir pada 29 Desember 2021 di Ternate.

Sumber : https://cirebon.ayoindonesia.com/bisnis/pr-94901931/Dukung-UKM-Cirebon-Go-Digital-JNE-Bagikan-KiatKiat-Inovasi-Pemasaran-Digital-melalui-Webinar-GolllAborasi-Bisnis-Online-2021?page=all

Wednesday, July 28, 2021

Inovasi dan Transformasi Digital, Kunci UKM Bangkit di Era Pandemi

Inovasi dan Transformasi Digital, Kunci UKM Bangkit di Era Pandemi

Surabaya – Pandemi Covid-19 berdampak signifikan terhadap sektor ekonomi Indonesia terutama bagi para pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM). Survei dari Kementerian BUMN mengungkap sebanyak 70% UKM yang bergerak di ranah offline mengalami penurunan omset mencapai lebih dari 50% sejak pandemi, sementara hanya 6,6% UKM online terdampak pandemi dan mengalami penurunan omset.

Hal ini menunjukan pentingnya transformasi UKM untuk memasuki ranah digital dan penjualan online untuk mencapai pemulihan ekonomi. Mendukung sektor UKM untuk bersaing di dunia digital, JNE mengadakan gelaran webinar JNE Ngajak Online 2021 – Goll…Aborasi Bisnis Online 2021 Kota Kediri. Selasa (27/7/2021).

Melalui webinar online ini diharapkan UKM di Indonesia, khususnya di Kediri dapat mengembangkan kemampuan bersaing di dunia digital, baik dalam skala nasional dan global.

Topan Andi Krisna selaku Kepala Cabang JNE Kediri menegaskan kemampuan UKM untuk beradaptasi dan berinovasi merupakan faktor terpenting agar usaha tetap berkembang dan peluang terus bermunculan.

“Program-program kita di JNE Kediri sendiri banyak diperuntukkan UKM. Saya rasa UKM-UKM ini perlu dukungan yang sesuai dengan kebutuhan mereka. UKM butuh distribusi dan juga promosi. Kami sudah programkan sponsorship dengan unit kegiatan mahasiswa, menyelenggarakan pelatihan UKM mengenai digital marketing. Selain itu, JNE akan bekerjasama dengan pelaku UKM di daerah dalam program promosi baik offline maupun online,” ujar Topan dalam acara Gollaborasi Bisnis Online yang digelar secara virtual via Zoom, Selasa (27/7/2021).

Topan menyatakan JNE Kediri sebagai mitra UKM Kediri sudah menyediakan berbagai layanan strategis untuk membantu UKM Kediri seperti adanya layanan gratis pick up tanpa minimal pengiriman, layanan COD yang bisa diakses di seluruh layanan, dan layanan On Demand yaitu layanan jemput paket dan langsung kirim ke penerima yang akan dihadirkan di seluruh jaringan JNE Kediri.

Turut hadir sebagai pembicara, Cicilia Sindy selaku owner Handmade_ku yang menekuni bisnis kerajinan tangan untuk dekorasi menyampaikan bisnisnya tak terdampak secara signifikan oleh pandemi COVID-19, hal ini didorong oleh kuatnya promosi serta besaran pasar yang dimilikinya di ranah online.

Cicil membagikan langkah dari nol yang dilaluinya untuk ekspansi pasar di ranah online. “Pertama kali followers saya sedikit sekali, jadi saya ikut acara-acara shopping festival, dari festival ini produk saya dimuat di media massa selama 1 bulan dan gratis. Selain itu saya manfaatkan instagram ads 20.000 per hari, dan saya endorse-endorse yang terjangkau di bawah 100 ribu pun ada. Untuk penjualan dan followers akhirnya menambah, dan jangan lupa sering-sering adakan giveaway,” ungkap Cicil.

Sejalan dengan ungkapan Cicil, Bagas Alimpad selaku owner FCK Corp menyatakan pandemi COVID-19 justru mendatangkan omset tertinggi yang pernah didapatkannya. Bagas menyatakan pentingnya value proposition dan branding bagi bisnis online.

“Bulan Maret tahun kemarin ketika Covid masuk sampai Mei, justru itu omset yang paling tinggi selama ini, apabila di offline kita stop, kita mulai berfikir untuk mengganti bisnis model melalui online. Shifting saja ke keramaian di arah online. Caranya beragam, diantaranya melalui recruitment reseller. Banyak orang yang diam dirumah, ter-PHK, tapi bingung mau jualan apa. Disini kita bisa menaikkan omset dengan sediakan kesempatan reseller. Selama distribusi dan ekspedisi masih bisa berjalan insyaallah aman. Tinggal bagaimana kita mengganti keramaian bisnis model di offline menuju di online. Dengan kita cari reseller, memakai jasa influencer, dan lain sebagainya,” ungkap Bagas.

Sumber : https://memorandum.co.id/inovasi-dan-transformasi-digital-kunci-ukm-bangkit-di-era-pandemi/


Monday, February 8, 2021

JNE Dukung Digitalisasi UKM Pasuruan di Tengah Pandemi

Vice President of Operation JNE Yonathan Wiraseputra saat virtual [Foto: Istimewa]

Meski di tengah pandemi, Usaha Kecil dan Menengah (UKM) menjadi salah satu sektor penyumbang Produk Domestik Bruto (PDB) terbesar bagi Indonesia.

Berdasarkan data dari Kementerian Koperasi dan UMKM, sektor UKM pada tahun 2020 menyumbangkan lebih dari 60 persen dari PDB nasional. Oleh karena itu, perlu adanya dorongan dan kolaborasi dari setiap pemangku kepentingan dan mitra untuk memajukan UKM di tengah masa ketidakpastian.

JNE Express bekerja sama dengan MarkPlus, menggelar webinar bertajuk JNE Ngajak Online 2021 yang diadakan di 59 kota di seluruh Indonesia. Pasuruan menjadi kota kedua diadakannya gelaran webinar online ini.

Mengusung tema 'Goll...aborasi Bisnis Online' diharapkan webinar ini dapat memberikan suntikkan semangat bagi pelaku UKM, khususnya di Pasuruan untuk bersaing di dunia digital, baik pada skala nasional maupun global.

Menurut Vice President of Operation JNE Yonathan Wiraseputra, pelaku UMKM domestik bisa memanfaatkan situasi pandemi ini untuk meningkatkan produksi. Terbatasnya kegiatan pengiriman barang khususnya ekspor impot bisa menjadi peluang bagi pelaku usaha untuk meraih pangsa pasar yang lebih luas.

"Kebutuhan yang biasanya mengandalkan barang impor dari luar negeri, UMKM lokal bisa mengisi kekosongan produk tersebut," papar Yonathan dalam webinar secara virtual pada Senin (8/2/2021).

Peluang impor juga semakin bersinar jika pelaku UKM masuk ke dunia digital dan menguasai sistem bisnis online. UMKM yang tadinya hanya bersifat lokal bisa memperluas market share hingga level global.

Untuk mendukung keberlangsungan UMKM di Pasuruan, pemerintah kabupaten melalui Dinas Koperasi dan Usaha Mikro (KUM) turut andil dalam peningkatan kemampuan teknologi pelaku UMKM melalui pelatihan pemasaran digital, lelang pengadaan untuk mendapatkan bahan baku yg kompetitif, dan membeli produk UMKM Pasuruan.

"Dukungan dari pemerintah untuk menggerakan perekonomian di sektor UMKM salah satunya dengan mewajibkan para ASN untuk membeli produk UMKM supaya ada pembeli tetap," kata Kadis Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Pasuruan Trijono Isdijanto.

Dinar Hana Sadriyantien Wahyuni, Owner Hagaa Kopi dan Kopi Lesgo sekaligus Chairwoman of Hana Gemintang menuturkan, perkembangan di Indonesia UMKM tidak lepas dari adanya kolaborasi antara pemerintah dengan mitra UMKM seperti JNE.

Kolaborasi antar keduanya membuat UMKM dapat menjadi salah satu sektor yang memiliki peran penting dalam mendukung pemulihan ekonomi Indonesia pascapandemi.

"Pandemi telah mengubah kegiatan UMKM yang lebih digital. Banyak sekali program dan kegiatan yang bisa dilakukan untuk mempersiapkan UMKM Indonesia agar dapat bersaing di dunia online, baik yang berasal dari pemerintah, mitra, maupun UMKM itu sendiri," ujar Dinar.

UMKM yang ingin mengikuti program Dinas KUM di Kabupaten Pasuruan agar produknya dibeli langsung oleh Pemkab Pasuruan bisa langsung mengunjungi Dinas Koperasi untuk mendaftarkan produknya di mana ada pembagian kuota berdasarkan jenis sektor usaha.

Sebagai informasi, gelaran webinar JNE Ngajak Online 2021 Goll...aborasi Bisnis Online 2021 Kota Pasuruan diadakan pada hari Senin, 8 Februari 2021 sebagai kota kedua yang menjadi sasaran dalam pemberdayaan UKM oleh JNE.

Webinar online kali ini merupakan roadshow di 59 kota di seluruh Indonesia dan dimulai pada 26 Januari 2021 di Samarinda dan akan berakhir pada 29 Desember 2021 di Ternate.


sumber : https://jatim.suara.com/read/2021/02/08/221718/jne-dukung-digitalisasi-ukm-pasuruan-di-tengah-pandemi?page=all